Jumat, 03 Mei 2013

SUARA SIMALUNGUN Edisi 551 (Kamis 2Mei 2013)

Di Simalungun – Siantar :
Penggunaan Ornamen Simalungun Hendaknya Lebih Dipertegas

P.Siantar,SS
Penggunaan Ornamen Simalungun di kantor Pemerintah/BUMN/BUMD/Swasta di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar hendaknya lebih dipertegas, karena penggunaan ornamen tersebut di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematanagsiantar sudah memiliki aspek legalitas atau sudah di Perdakan.  Dengan demikian semua pihak hendaknya menyadarinya sehingga tidak perlu ada lagi kejadian seperti yang di kantor Imigrasi kelas II Pematangsiantar dimana Pegawainya diwajibkan menggunakan pakaian adat bukan Simalungun sehingga mendapat protes masyarakat Simalungun. Demikian rangkuman pendapat ragam kalangan Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar yang dihimpun SS pekan ini.
Rizal Sipayung SE Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kabupaten Simalungun mengatakan semua pihak hendanya menyadari sejarah dan budaya Simalungun, diperlukan sikap yang legowo semua pihak khususnya pendatang di Kabupaten Simalungun bahwa menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua melestarikan budaya Simalungun.  Menyangkut ornamen misalnya sudah jelas payung hukumnya jadi apa wajar jika budaya Simalungun tidak dihargai justru di tanahnya sendiri kata Rizal.
Dikatakan Rizal Sipayung hendaknya tidak terulang lagi kejadian seperti yang dilakukan Kepala Imigrasi Kelas II Pematangsiantar Fritz Todung Aritonang yang membuat kebijakan menggunakan pakaian non Simalungun.  Sungguh aneh juga muncul kebijakan tersebut apakah Fritz tidak mengerti kalau kantornya berdomisili di Kabupaten Simalungun.  Sebaiknya semua pihak khususnya aparat pemerintah belajar kepada Gubernur Jakarta Joko Widodo yang membuat kebijakan penggunaan pakaian adat Betawi di kantor Gubernur karena dia Gubernur DKI Jakarta dan Jakarta adalah Tanag Betawi sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab semua pendatang ke DKI untuk melestarikan adat Betawi.
Rizal Sipayung mengatakan dalam waktu dekat Himapsi akan menginvestigasi kantor Pemerintah/BUMN/BUMD yang belum menggunakan ornamen Simalungun dan menyurati Pemkab Simalungun agar melakukan tindakan terhadap kantor yang belum menggunakan ornamen Simalungun. Kita seharusnya memahami filosofi “Dimana tanah diinjak disitu langit dijunjung” karena itulah sebenarnya makna Bhineka Tunggal Ika Berbeda-beda tapi tetap satu.  Kalau di tanah Simalungun maka budaya Simalungun yang harus tampil paling depan begitu juga kalau di Tapanuli misalnya maka budaya Tapanuli yang tampil didepan.
Semua pihak hendaknya belajar tentang budaya Simalungun terutama generasi muda Simalungun harus paling paham tentang budaya Simalungun karena kalau generasi mudanya semakin tidak paham akan sulit bisa menjaga adat dan tradisi Simalungun ujar Rizal Sipayung.
Sementara itu Ronsen Purba SH ketua Kelompok Pencinta Lagu Simalungun (KPLS) mengatakan bahwa seluruh elemen Simalungun hendaknya semakin menggencarkan persoalan budaya Simalungun.  Terbukti dengan kejadian Fritz Todung Aritonang yang membuat kebijakan menyinggung budaya Simalungun kita harapkan kejadian yang sama jangan terulang lagi sehingga sosialisasi dan pemasyarakatan budaya Simalungun harus lebih digencarkan.
Ditegaskan Ronsen bila perlu Partuha Maujana Simalungun memanggil seluruh Kepala Kantor   instansi vertikal dan diberi penjelasan siapa tau kepalanya kurang  mengerti budaya Simalungun sehingga harus diberi penjelasan karena masih banyak kantor BUMN misalnya Bank yang belum menggunakan ornamen Simalungun. Bila perlu semua kantor yang belum menggunakan ornamen Simalungun disurati agar menggunakan ornamen Simalungun ujar Ronsen dengan nada keras. (tp)     


Ir Ali Wongso H Sinaga :
Setiap Orang Berhak Tinggal di Rumah yang Layak
•    Irwanto Ssos : Rakyat Butuh Pemimpin yang Perjuangkan kepentingan Rakyat

Dolog Batu Nanggar, SS
Sesuai Undang-Undang Dasar 45 Pasal 28 huruf (h) dikatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahatera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Dengan demikian maka negara wajib melaksanakan hal tersebut. Demikian dikatakan Ir Ali Wongso H Sinaga anggota DPR-RI saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Dolog Batu Nanggar di Bahung Huluan pekan lalu.
Ali Wongso Sinaga mengatakan berdasarkan Pasal 28 huruf (h) UUD 45 tersebut maka Pemerintah melaksanakan program Bantuan Sosial Perumahan Swadaya (BSPS) dimana masyarakat yang rumahnya sudah tidak layak artinya lantainya masih dari tanah, dindingnya masih terbuat dari tepas berhak mendapatkan bantuan dari Pemerintah yaitu Rp 6 juta setiap rumah.
Memang bantuan Rp 6 juta masih belum sepenuhnya bisa merehap rumah sampai benar-benar permanen akan tetapi setidaknya bantuan tersebut sedikit bisa merehap rumah agar menjadi semakin layak untuk dihuni.  Sebagai anggota Komisi V DPR-RI yang termasuk membidangi Perumahan saya sudah melakukan upaya agar Kabupaten Simalungun yang adalah Daerah Pemilihan (Dapil) saya untuk segera direalisasikan bantuan tersebut dan kita patut bersyukur bantuan tersebut sudah berjalan tahun ini termasuk Kecamatan Dolog Batu Nanggar ujarnya.
Ali Wongso mengatakan sebagai anggota DPR-RI dia memiliki tanggung jawab untuk memajukan daerah pemilihannya dan sedaya upaya saya melaksanakan tugas tersebut dengan harapan masyarakat bisa merasakan pembangunan demi peningkatan kesejahteraanya ujar Ali Wongso.
Dalam kesempatan tersebut Ali Wongso juga menceritakan bahawa Nagori Bahung Huluan pada tahun 2012 juga sudah mendapat Proyek Peningkatan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) dan masyarakat sudah merasakan manfaat dari proyek tersebut kita berharap pada tahun-tahun mendaatng pembangunan di Kecamatan Dolog Batu Nanggar bisa meningkat lagi ujarnya.
Sementara itu Irwanto Ssos tokoh masyarakat Dolog Batu Nanggar yang juga ketua panitia acara silaturahmi mengungkapkan rasa bangga dan harunya terhadap keperdulian Ali Wongso terhadap  Kecamatan Dolog Batu Nanggar khususnya Nagori Bahung Huluan.  Diceritakan Irwanto berawal dari kunjungan silaturahmi Ali Wongso ke Bahung Huluan awal tahun 2012, ketika itu rakyat menyampaikan aspirasinya agar mendapat bantuan infrastruktur dan ketika itu Ali Wongso berjanji menyanggupinya dan terbukti dua Nagori Bahung Huluan dan Bahung Kahean mendapat Proyek PPIP.  Kami tidak menyangka begitu cepat prosesnya masyarakat hanya bisa berterima ksih kepada Pak Ali Wongso ujar Irwanto.  Dalam kesempatan tersebut Irwanto mengajak masyarakat Dolog Batu Nanggar untuk memperjuangkan Ali Wongso tahun 2014 rakyat butuh pemimpin yang memperjuangkan rakyat dan rakyat juga harus berjuang agar terpilih pemimpin yang memperjuangkan rakyat ujarnya.
Sementara itu Warijan Ssos Kasubid Analisa Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan Rakyat yang ikut mendampingi Ali Wongso mengatakan bahwa untuk mendapat BSPS peesyaratan administrasinya tidak terlalu sulit kalaupun misalnya rumah tersebut belum memiliki sertifikat cukup dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Pangulu Nagori. Diharapkan bantuan ini benar-benar mencapai sasaran agar masyarakat miskin bisa terbantu ujarnya.
Dalam acara silaturahmi tersebut Ali Wongso didaulat masyarakat untuk menandatangani prasasti tanda selesainya proyek PPIP di Nagori Bahung Huluan.  Pangulu Bahung Huluan mengungkapkan rasa bangganya terhadap Ali Wongso dan berjanji akan memperjuangkan Ali Wongso pada tahun 2014. Dalam kesempatan tersebut Pangulu Bahung Huluan mengharapkan agar pada tahun mendatang di Kecamatan Dolog Batu Nanggar semakin banyak anggaran dari Pusat (APBN) bisa masuk ke Dolog Batu Nanggar ujarnya. Menanggapi aspirasi tersebut Ali Wongso menyanggupinya dan berjanji akan meemperjuangkan tahun 2013 PPIP dan BSPS akan masuk lagi ke Dolog Batu Nanggar. (tp)                  

Pasal  Adat Simalungun
Rattib tumang do parbualan hasimalungunon bani pokkalan sattorap on. Apalagi ma bani parrohni tokoh adat Simalungun Hamrin Saragih hun huta Ujung Padang, Waldi Damanik pakon Ayeb Saragih hun huta Harasan Simalungun, Petrus Purba hun Huta Serbelawan, Kumpul Purba hun huta Panombeian Panei pakon tokoh na legan na roh minum hu pokkalan. Tambulpe songon na mattin tumang do aima gulei tanggiling hasil buruanni Bertus  pakon anggotani Parjuma Bolag.
 “ Sattorap on sibualhononta aima pasal partibal atappe eksistensi ni adat simalungun sondahan on “ nini si Posma Bandar perasaan pimpinan sidang bani kumpulan perwiritan.
 “ Mase maningon pasal adat Lawei, ai lang adongbe topik na legan ? “ si Marsudin Damanik hun Sidamanik.
“ Memang bueido topik na penting sibahason na marsimalungun on. Halani memang buei tumang persoalan na pasedahon hajongjonganni Simalungun. Tapi sattorap on masalah adat ma lobei bahas hita, halani adat do landasan berpikirta anggo hita laho membangun simalungun ibagas pengertian na legan, adat simalungun menjadi landasan konstitusional bani pembangunan simalungun. Anggo landasan filosofini aima Habonaron Do Bona. Alasan  penting na legan homa homa, anggo ihutakku i Bandar, songon na rappisdo pemahaman soal adat Simalungun on.Bayangkon nassiam, sedangkan na berlangganan Suara Simalungun pe i Pamatang Bandar pitah 20 halak do, aido ase porlu pamasmas hita parsahapan pasal adat Simalungun piga-piga bulan on na laho roh on, mudah-mudahan tambah ma homa halakni na mamboli suara simalungun i Pamatang Badar “ nini si Posma use marbalos sambil padaratkon sigaretni Gudang Garam Surya.
“ Seng pitah i Bandar, ihutakku Saran Padang pe lambin roh migarni do pasal adat simalungun on. Gatido gondang karo ipahata bani horja adatni halak simalungun.Sosok do ai, pabuei hitama kegiatan pasal pemasyarakatan adat simalungun on “ nini si Rosman Saragih soppong, irik manorguk bagot sore (basor) pinasisirni parpokkalan.
 “ Hita haganupan, mase porlu iparlajari hita adat simalungu ? Aima halani artini adat simalungun ai, aima aturan tata tertib marsimalungun na iajarhon oppungta na hinan. Pakon pondok, adat aima aturan tata tertib. Jadi anggo jelasdo pangarusionta pasal adat simalungun podas do hita simalungun on maju, halani domma iarusi ganup halak simalungun on tatang atur hagoluhan marsimalungun. Porlu pemerataan pemahaman adat simalungun. Aido ase porlu hita haganupan maradat simalungun “ nini si Waldi Damanik mambere wejangan  songon na menghadapi anggota UPAS i Harasan Simalungun salosei latihan manggual isopouni Ayeb.
 “ Ya, sittong do ai. Adat Simalungun aima jati dirini Simalungun. Artini anggo adong halak simalungun na lang mangarusi adat simalungun, aima halak simalungun na minus jati dirini. Seng adongbe hadirionni ai. Urah do ai moleng bani goluh on. Usih do ai songon sanggar simolei-olei. Huja logou marombus hujaima ia misir, seng adong pendirianni ai. Sonaima pendapatku “ nini si Aman Damanik Satgas Upas hun Bandar Masilam.
 Seng pitah ai, ase ibotoh hita, ia adat ai aima tata tertib bani ganup aspek goluh on. Adat na marsanina, adat na martondong, adat na marboru,adat na marhasoman sahuta, adat na marpimpinan, adat na marorang tua, adat na marniombah, adat na markongsi usaha, adatni na marutang, adat na mar UPAS, adat ni namaridou, adatni na marbisnis, adat kelahiran, adat perkawinan, adat marujung goluh, adat mamokkot rumah pakon na leban, pakon na legan. Pokokni haganup aspek goluh on adong do adatni. Halani ai anggo adong ma orang tua na lang mangarusi adat, berarti ma ai orang tua ai na lang mangarusi aturan. Berarti niombahni ni aipe hudobanni aima niombahni halak na lang maradat, na lang taratur. Jadi anggo manurut au anggo sihol  maju simalungun on, haganupan ma halak simalungun on mangarusi adat simalungun “ nini si Jaserman hun Sondi Raya sambil patordouhon naheini halani loja markareta roh hun Raya.
“ Tapi anggo pandapotku legando “ nini si Walmen Damanik hun Batu 20.” Naparlobei mangarusi adat simalungun aima pangurus pakon anggotani Partuha Maujana Simalungun. Ai namambahen kahou halak simalungun on, aima halani buei tumang pengurus PMS na lang mangarusi adat simalungun, kan sibahuton ma ? Taridah ma namin rumangni adat Simalungun bani rumah tanggani pengurus PMS. Niombahni PMS pe namin lancarma marbahasa Simalungun sedo marbahasa Jerman tumang. Ulang be namin adong pengurusni PMS na lang mangarusi cara mamahei hiou simalungun. Dob aipe namin ase susur hubani UPAS, HIMAPSI, IKEIS pakon na legan.” Nini si Walmen use.
“ Adong ope sitambahkonon “ soppong si Jhon Sipayung  marsahap sambil padohorhon dirini hulouloan janah manjamah galas marisi bagot sore (basor). “ Belakangan on bueima halak simalungun na jadi Pejabat i Pemkab Simalungun. Sabotulni anggo pejabat ma diri maningon na botohma adat Simalungun. Ulang adong pejabat na lang mangarusi adat simalungun i Simalungun on ase boi ia mangajari masyarakat I Simalungun on laho patorsahon  kehidupanni masyarakat i Simalungun on. Jadi anggo adong ope pejabat na lang mangarusi adat simalungun, malapor ma lobei bani PMS atappe bani UPAS ase itatar janah iajari dear maradat simalungun ” nini si Jhon serius tumang.
Hita haganupan halak simalungun on barang ijape hita marianan, sonaima parbualanni sidea parpokkalan. Tottu adong do na lang sosok bai uhurta janah bueido na sosok bani pikkiranta. Hitape boi do mambere pandapot pasal porluni na maradat Simalungun. Sonaha, adong do pendapatmu soal adat Simalungun on ? Anggo adongdo kirim hamma hu Suara Simalungun (SS) ase publikasihon hita. Tapi anggo lang adong, marlajar ma lobei ase boi markomentar. Minimal marlajarma sonaha manayat dayok. Sonai homa age na mambatur.  Selamatkon hitama adat Simalungun. Diatei Tupa (paielis)


Guru Harus Menjadi Orang Yang Sadar Hukum dan  Dapat Mengawal Tindakannya
Simalungun,SS
Guru harus menjadi orang yang sadar hukum yang dapat mengawal tindakannya dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu diharapkan para pendidik untuk menjunjung tinggi etika profesi guru sehingga dalam proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari masalah hukum. Harapan tersebut disampaikan Bupati Simalungun, DR JR Saragih SH MM, dalam sambutannya pada acara sosialisasi MoU PGRI dengan Polri tentang perlindungan hukum profesi guru sekaligus seminar kurikulum 2013 di Griya Hapoltakan Pamatang Raya, Selasa (30/4).
“Guru sebagai pendidik dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai manusia biasa yang mudah terbawa emosi dalam bertindak dan akhirnya melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan sebagai pendidik,”kata Bupati sembari menambahkan bahwa sebagai guru yang profesional harus dapat mengawal tindakan dan emosinya sehingga perilaku tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
“Namun kita harus menyikapi bahwa beberapa diantara mereka (guru) dalam melaksanakan tugasnya terkadang berbenturan dengan masalah hukum. Bagaimana menghadapi persoalan ini, untuk itulah MoU antara PGRI dengan Polri perlu disosialisasikan kepada kita semua,” ujar Bupati.
Sebelumnya, Ketua PGRI Simalungun, Tumpak Silitonga SPd, dalam sambutannya mengutarakan MoU PGRI dengan Polri tentang perlindungan hukum profesi guru patut kita apresiasi. Berbagai informasi yang kita terima ada banyak permasalahan antara guru dengan peserta didik atau orang tua, yang ditandai banyaknya guru yang dilaporkan kepada pihak berwajib atas dugaan perbuatan pidana yang berkaitan dengan profesi.
Dikatakan, bila ditelusuri, pada umumnya guru tersebut menghukum murid karena tidak mematuhi tata tertib sekolah, misalnya tidak mengerjakan pekerjaan rumah, terlambat, berkelahi dan melanggar peraturan sekolah lainnya. Tentu sebagai seorang guru tidak akan membiarkan muridnya melanggar peraturan dan tata tertib sekolah sehingga dengan tidak sengaja menghukum murid tersebut dengan cara mencubit, memukul dengan belebas.
Dalam kesempatan tersebut, Tumpak Silitonga menjelaskan bahwa PGRI Simalungun telah mempunyai kelengkapan organisasi yaitu Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) dan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) yang sudah dilantik oleh pengurus PGRI Propinsi pada saat Hari Guru dan Ulang Tahun PGRI bulan September tahun lalu, dimana Ketua DKGI yakni Binton Tindaon SPd sedangkan Ketua LKBH AP Sipayung MPd.
Tumpak berharap, kedua lembaga yang baru dapat memberi semangat kerja kepada para guru. Menurutnya, DKGI mempunyai kewenangan untuk memeriksa dan mentetapkan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal itu dapat diartikan bahwa DKGI adalah wadah tempat pengaduan ketika guru bermasalah dengan peserta didik atau orang tua.
 “DKGI juga dapat menentukan apakah masalah tersebut merupakan pelanggaran kode etik atau pelanggaran hukum pidana. Ketika masalah tersebut hanya pelanggaran kode etik guru, DKGI dapat membuat rekomendasi kepada kepala dinas bahkan sampai kepada Bupati. Kalau benar pelanggaran hukum pidana, maka DKGI dapat meneruskannya ke polisi, selanjutnya LKBH wajib memberikan bantuan penasehat hukum terhadap guru yang sedang mengalami proses hukum yang berkaitan dengan profesi,”jelas Tumpak.  Sementara itu, Ketua DKGI Simalungun, Binton Tindaon SPd, dalam sambutannya mengapresiasi adanya MoU antara PGRI dengan Polri tentang perlindungan hukum profesi guru. Dia berharap, dengan adanya MoU dimaksud para guru tidak merasa terbebani ketika melaksanakan tugasnya berkaitan dengan profesinya di sekolah. “Kita berharap para guru mempedomani MoU tersebut,”tandasnya.(tp)

Kepala Sekolah Bandar Judi Cari Calo Untuk Lepas Dari Penjara

Saribu Jawa, SS
Ulah Kasek SD Negeri 091447 Saribu Jawa mencari calo (Backing) untuk lepas menguap dan belum ada jalan keluar, kata orang tua murid M. Silitonga penduduk Saribu Jawa III kepada wartawan koran ini di Saribu Jawa.  Ketua PGRI Simalungun M. Silitonga, S.Pd berkomentar kepada wartawan lewat telepon selulernya, “ sangat menyesalkan tindakan Kasek tersebut dan sangat menyesalkan pemerintah telah memberi perhatian kepada guru, gaji besar dan memberikan tambahan satu bulan gaji melalui sertifikasi, kemudian berbuat lagi melanggar pidana. Hal ini sudah menjadi kasus nasional,” lebih lanjut Silitonga berharap kepada semua guru-guru agar lebih hati-hati dan menjauhi perbuatan pidana.
 Ditempat berbeda Komjen. Paten Purba, SH berujar, “Kasek tersebut harus ditindak dan hal itu sudah sama dengan perbuatan bangsat dan tidak cocok dibumi Habonaron do Bona.”  Demikian juga Drs. CH. Edyson Pangaribuan Ketua LSM Peduli dan mantan Dekan, Dosen, Kasek berkomentar jangan gara-gara satu orang berbuat, lalu semua guru dibenci. Kalau bisa diminta kepada penegak hukum agar bertindak sportif untuk efek jera.
M. Johan selaku Direktur Eksekutif LSM PPL, kalau jaksa dan hakim memvonis ringan, nanti LSM PPL akan melakukan pengaduan ke kejagung dan Mahkamah Agung. Masih ada aparatur yang setengah hati bekerja tentang bandar judi dihukum ringan, padahal murid sudah mengetahui perbuatan Kepala Sekolah. Kini ada muncul ide baru agar supaya orang tua murid membuat permohonan ke penegak hukum bermohon agar Punggu Pane menjadi tahanan luar. Alangkah memalukan ide ini. Persoalan bandar judi yang dilakukan seorang Kepala Sekolah sudah jelas-jelas mencoreng nama baik guru. Mana mungkin orang tua mau?? Bagi orang tua murid hanya sebuah kata “Disiplin dan anak cerdas” bukan mengampuni tetapi harus ada efek jera, kata kondar Silitonga dari LSM PPL. (KS)


Supratman Tukang Tilam Tenggelam di Bahapal


Gunung Maligas, SS
Supratman, Tukang Tilam Keponakan Sukijan Kepala Biro SUARA SIMALUNGUN Kecamatan Gunung Maligas hanyut di Sungai Bahapal, tepatnya di Huta Ulek-Ulek  Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas  Simalungun Selasa (30/4) sekitar pukul 11.00 wib. Saat itu, korban bersama temannya Isam (42) hendak pergi memancing.

Keterangan yang dihimpun SS dilokasi kejadian, Supratman warga Dusun I Nagori Karang Rejo, ini pergi bersama temannya Isam, warga Sibatu Batu, Kecamatan Siantar Sitalasari, yang juga pedagang Kapuk, dan keduanya bertemu dirumah mertua Isam, tetangga Supratman di Huta Ulek-Ulek.

Isam sendiri sebetulnya sudah membawa kapuk yang diambil  dari rumah tokenya di Huta I Karang Anyer. Namun karena cuaca siang itu mendung, Isampun menuruti tawaran Supratman pergi memancing. Keduanyapun pergi mengendari sepeda motor Honda Win nopol 5571 WE, milik Supratman. Sebelum sampai ditujuan, mereka bertemu seorang warga. Kepada keduanya warga itu mengatakan  bahwa air sungai keruh. Mendengar ucapan itu, mereka sempat kecewa, namun tetap melanjutkan perjalanannya.

Tiba dilokasi, Supratman mengatakan ayu kok banyune (bagus kok airnya) setelah itu dia langsung membuka bajunya dan meminta kepada Isam agar melemparkan pakaian  dan pancingnya. Kemudian Supratman mencari posisi tepat untuk menyeberang. Setelah  dirasa pas, Supratman pun langsung menyebur ke sungai.

Lalu korban hanyut terbawa arus. Melihat itu Isam tidak khawatir sebab dia tahu Supratman bias berenang. Sekitar 10 meter  dari lokasi korban menyebur, Supratman pun muncul kepermukaan dan memegangi batu. Sampai disitu Isam masih tidak khawatir. Ia mengira Supratman  sengaja muncul mengambil nafas. Tapi hanya berselang beberapa detik saja  Supratman kembali terbawa arus. Nah saat itu  Isam pun mulai cemas. Diapun berlari menyisir sungai tapi tidak menemukan  Supratman. Setelah setengah jam melakukan  pencarian tidak membuahkan hasil, diapun langsung menelepon tetangga Supratman  dan memberitahukan kejadian tersebut. Kemudian dia berlari menuju Huta Ulek Ulek meminta pertolongan warga.

Mendengar informasi itu warga bergegas keTempat Kejadian Perkara (TKP)  sebagian warga melapor ke Polsek Bangun. Petugas yang mengetahui  kejadian langsung ke TKP  dan bersama sama dengan warga melakukan pencarian. Namun hasilnya tetap nihil. Hingga akhirnya  petugas Polsek Bangun berkoordinasi dengan Tim SAR Brimob Siantar untuk melakukan pencarian.

Isam mengatakan, selama ini mereka memang sering memancing di sungai tersebut, bahkan dalam seminggu dua kali. Itu sebabnya aku tidak khawatir terhadap dia ketika hendak menyeberang. Dia kalau menyeberang selalu dari situ kata Isam sembari menunjukkan lokasi Supratman tewas terbawa arus.

Warga sekitar menambahkan selama ini sudah 10 orang hanyut  disungai tersebut. Biasanya mereka  ditemukan  disekitar bendungan, sekitar 4 Km  dari lokasi hanyutnya Supratman. Kalau sungai ini sudah banyak makan korban terakhir anak SMP. Dia ditemukan jauh dari lokasi dia hanyut dan tiga hari baru ketemu, kata warga.

Ditemui secara terpisah istri korban Narmi (47) dan ketiga anaknya terlihat syok. Narmi sendiri tidak  ingin ditanyai soal suaminya. Sepupu korban yang tidak ingin disebut namanya,  sudahlah, jangan ditanya Tanya dulu. Istri dan anak ketiga korba Trya (17) sempat beberapa kali  pingsan. Namun dia mengatakan, sebelum memancing, korban sempat bercerita kepada anak keduanya Hery (20) bahwa ayahnya tidak enak badan. Dia mengeluh, seluruh badanya terasa pegal. Kebetulan sebelum berangkat, Supratman sempat membantu tetangganya membongkar teratak karena beberapa hari lalu ada hajatan. Setelah itu, dia bercerita kepada Hery bahwa badanya gak enak, jelasnya.

Kapolsek Bangun  AKP Hitler Sihombing, ketika dihubungi melalui selulernya tadi malam  mengatakan pihakanya terpaksa menghentikan  sementara pencarian Supratman dan melanjutkan keeoskan harinya, karena hari sudah malam.

Batal Nikahkan Anak
Ternyata keluarga Supratman berencana menggelar pesta perkawinan anak pertamanya Paramita (23) pada bulan ini. Akibat musibah ini, pesta perkawinan anaknya terpaksa dibatalkan. Sebagian keluarga besar sudah diberitahu kalau undangan memang belum dicetak, katanya.

Sukijan paman korban mengatakan pada bulan Maret korban sudah bertunangan. Rencananya bulan Mei menikah, tapi belum ditentukan kapan tanggal pastinya. Aku belum dikabari kapan hari H nya, yang jelas bulan ini. Aku belum dapat kabar karena aku tidak terlalu jauh, biasanya kalau mau mengundang pesta keluarga jauh dulu baru yang dekat, katanya.      

Tanaman Coklat Upayakanlah Pakai Bibit Unggul
Catatan : St K. W Purba 

Banyak Petani Coklat kecewa karena produksi tidak memuaskan akibat serangan hama penyakit. Sudahpun dibuat berbagai upaya termasuk penyemprotan intensif, hasilnya tetap tidak memuaskan. Ada 10 hama utama Kakao (Coklat) dan ada 11 penyakit utama. Hama coklat (onomorpha Cramerelia), menyerang buah mulai dari buah muda. Ulat larvanya memasuki kedalam buah bila dipanen, biji keras dan lengket.
Ada hama kepik penghisap buah (Helopeltis sp), hama kepik menghisap cairan buah sambil mengeluarkan racun dari mulutnya sehingga buah coklat kekeringan kehitam hitaman.
Penyakit utama adalah penyakit busuk buah (Pytophtora palmivora), penyebabnya adalah Jamur Palmivora, mulai buah muda sampai dengan dewasa serang Cendawan, akhirnya buah coklat menjadi busuk dan gugur. Belum lagi penyakit akar, penyakit cabang dan penyakit pucuk
Pakar- pakar periset di pusat Penelitian Coklat dan Kopi di Jember pun belum menemukan pestisida/ Racun hama yang betul-betul ampuh buat pengendalian hama penyakit Coklat. Para peneliti tersebut selalu berusaha mencari bibit coklat yang tahan terhadap serangan hama penyakit coklat.
Menurut Dirjen Perkebunan benih anjuran buat tanaman Coklat sesuai hasil penelitian terakhri Puslit jember adalah Cokelat Clooniccri yakni kloo/jenis yang tahan terhadap Hama dan penyakit Coklat. Maka sejak tahun 2008 benih kecambah coklat yang di samai oleh penangkar UD Senang Tani di Jalan Sisingamangaraja Barat Pematang siantar adalah kecambah Puslitkoka Jember colon ICCRI yakni Kwalitas F 1, pada saat ini siap tanam lapangan ada 250. 000 batang . Serangkaian hal diatas kami himbau petani yang mau tanam coklat berupayalah memakai bibit unggul tadi.(***)

Penulis St K. W Purba  (76 tahun) adalah alumni SPMA Negeri 1957 dan 7tahun Tugas di BAlai Penelitian Pertanian Bogor lalu 26 tahun tugas pada dinas perkebunan/pertanian setelah pensiun 1990 full time mengelola pembibitan UD Senang Tani di Jalan Sisingamangaraja Barat Pematangsiantar dekat Loket CV Karya Agung  (ada plakat). Hp 0813  9641 2640, 0813 7588 5398


INFO SINGKAT DAERAH

Girsang Sipangan Bolon – Ujian Nasional, SS
Ketua rayon Ujian Nasional tingkat SMP Kec. Girsang Sipangan Bolon R. Elpin H. Sitompul dan juga selaku Kasek SMP Negeri 2 mengatakan bahwa pelaksanaan UN berjalan aman, lancar dan tertib, pantauan wartawan dilapangan (24/4). Sistem pengawasan silang yang ditetapkan Pemerintah dalam hal ini Dikjar Simalungun semuanya berjalan dengan baik. Singkatnya semua hadir tepat waktu. Semua biaya terkait dengan ujian ini seperti honor para pengawas, pengamanan dan lain-lain kiranya mendapat perhatian pemerintah untuk dicairkan. (AS)

Panombeian Panei – Puskesmas, SS
Posisi dan letak bangunan Puskesmas kec. Panombeian Panei cukup menarik. Lokasi tepat, mudah dijangkau masyarakat, pantauan (24/4). Sukini Kepala tata usaha mewakili dr. Laela Hafsari selaku Kepala Puskesmas mengatakan jumlah personil 65 dan dokter 8. untuk pelayanan kesehatan di Kecamatan Panombeian panei memiliki 4 Pustu yang dipimpin oleh para bidan desa dan diperkirakan setiap bulannya mendapat kunjungan perobatan dengan jumlah rata-rata setiap bulan 350 pasien, kata Sukini singkat. Pakaian dinas dan simbol-simbol kedinasan semua lengkap. Kebersihan dan keindahan Puskesmas tetap tertata dengan baik. (LM)

Panombeian Panei – SD Negeri 094105, SS
TH. Sinaga, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri 094105 di pantau wartawan koran ini (22/4) dilokasi sekolah  saat kunjungan para murid berlatih menari tarian Simalungun dalam rangka hari pendidikan nasional 2 Mei 2013, kata Kasek. Jumlah murid 126, ruangan 7 yang ditambah 1 ruangan kasek. Sudah ada gedung perpustakaan, Laptop 1 unit. Kebersihan, penghijauan begitu juga dengan kamar mandi, tertata dan terjaga dengan baik. Tidak ada guru yang makan gaji buta. Khusus untuk penerimaan CPNS Melalui kategori 2 hanya satu orang dan berharap tidak ada masalah ketika akan masuk ujian nantinya, kata Emma Lubis, S.Pd calon peserta. (KS)

Pematangsiantar – SD Negeri 122384, SS
Yusni Debora Silalahi, S.Pd Kasek SD Negeri 122384 Jl. Kol Kec. Siantar Timur mengatakan kepada wartawan koran ini (27/4), jumlah murid 109 dan guru 11 orang. Proses belajar mengajar berjalan lancar, tertib dan baik. Dan Kasek juga selalu mengawasi sebagaimana mestinya. Posisi ruangan Kasek berada dengan ruangan kelas. Dan sekolah ini bangunan bertingkat yang dibangun puluhan tahun yang lalu. Dan sekolah ini berada dilantai dasar. Pengakuan Kasek tidak ada guru yang makan gaji buta dan selalu hidup dalam kebersamaan serta kekompakan dan mengemban tugas guru yang diatur dalam kode etik guru. Ditambahkan untuk kategori 2 dari sekolah ini 1 orang Erna Asbita Simbolon, S.Pd serta dengan ucapan selamat Hardiknas 2 Mei 2013, kata Kasek dengan senyum. (LM)

Girsang Sipangan Bolon – SD Negeri 095186, SS
Lesteria Simamora, S.Pd Kepala sekolah SD Negeri 095186 Kec. Girsang Sipangan Bolon saat dikunjungi wartawan koran ini (24/4) menurut Kepala sekolah jumlah guru 7 dan murid 52 orang. Walau jumlah murid sedikit proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar. Ruangan 6 dan 1 ruangan kantor. Kebersihan tetap tertata dengan baik. Saran wartawan agar penghijauan direncanakan sekaligus lokasi sekolah persis dipangkal simpang Tanj. Dolok. Disekolah ini tidak ada PNS yang makan gaji buta, semua bekerja sesuai dengan peraturan, kata Kasek dengan singkat. (AS)

P. Siantar – SD Negeri 125554, SS
 Lokasi sekolah yang selalu tampak bersih, indah dan rapi yakni di SD Negeri 125554 Batu III Nagahuta. Kepala Sekolah H. Makmur, walau saat itu Kepala sekolah tidak berada di kantor pelayanan informasi tetap berjalan dengan baik. Pantauan pada pukul 12.42 WIB. 4 orang pengawas sedang makan siang di ruangan Kasek. Dan guru-guru berada di kantor guru. Saat itu anak-anak sudah siap-siap untuk pulang. Hingga wartawan membaca puisi di dinding pintu masuk. Syairnya sebagai berikut “BELAJAR DIWAKTU KECIL BAGAIKAN MENGUKIR DIATAS BATU, BELAJAR DIWAKTU BESAR BAGAIKAN MENGUKIR DIATAS AIR.” Dan akhir kata selamat Hari Pendidikan Nasional. Salam untuk semua guru-guru. Horas. (KS)

P. Siantar – BPN Simalungun, SS
H. Baharuddin Kakan BPN Simalungun bahwa pelayanan menjadi bagian yang utama pada dirinya. Dan telepon genggam terbuka terkecuali kalau ada rapat, sholat. Khusus kepada semua pangulu nagori komunikasinya baik. Yang pasti kalau ada urusan tanah diutamakannya, katanya (30/4) kepada tim wartaawan Kondar Silitonga, Paten Purba, Edyson Pangaribuan di ruang kerjanya. Untuk memperoleh hak atas tanah di kawasan hutan tidak dilayani dan dicek ahli melalui koordinat yang sudah ditetapkan dan mencontohkan kantor Bupati Simalungun adalah kawasan hutan, berarti disana tidak ada terbit sertifikasi. Pembenahan personil melalui pakaian dinas lengkap benar-benar membuat nuansa baru di daerah. Wibawa dan gampang mendeteksi kalau ada macam-macam di wilayah kerja BPN. Kesederhanaan tetap ditampilkan Kakan ini seperti memiliki mobil pribadihanya Jimmi saja, ungkapnya singkat. (Tim)

Jorlang Hataran – Pangulu Nagori, SS
Rona Silalahi, SH Pangulu Nagori Dolok Parriasan di ruang kerjanya (29/4) berkomentar selaku pejabat baru untuk nagori Dolok Parriasan telah melakukan pembenahan kantor dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk sementara ditempat kediamannya. Untuk jumlah penduduk ± 700 orang atau 211 KK dengan 5 dusun antara lain Sosor, Parit Ganjang, Pakkalan Buttu, Simp. Pakkalan Buttu, Sibarani. Semua data-data penduduk sudah ada dan perlengkapan kantor seperti Laptop dan alat cetak, meja tamu dan lemari berkas. Untuk rakyat harapannya kepada pemerintah adalah jalan sepanjang kurang lebih 4 Km mulai dari simp. Pakkalan buttu menuju Pakkalan buttu perlu di hotmix agar arus lalu lintas lancar, ungkapnya singkat dan sekaligus mengucapkan selamat hari pendidikan nasional. (edy)

Tebing Tinggi – Mal Praktek, SS
Kunjungan tim wartawan di rumah sakit umum Tebing Tinggi menerima info dari ketua LSM PRI Kab. Sergei Abdul Manan Lubis berkomentar kepada tim (30/4) bahwa Bayu Ripandi (8) sudah empat tahun menderita akibat operasi di klinik milik Ferdinan Hansdi Krompol Kec. Rambutan Tebing Tinggi. Dioperasi disana dan sampai saat ini tetap menderita dan kakinya mulai busuk. Kemudian pindah ke Matapao klinik milik Agust PNS di RSU Tebing Tinggi. Diduga mal praktek hingga perlu pengusutan, kata Abdul Manan singkat.  (Edy)

Sipispis – Jalan Rusak, SS
Kec. Sipispis Kab. Serdang Bedagai Jalan semakin rusak bagaikan kubangan kerbau. Warga berharap agar instansi terkait cepat turun kelapangan dan sesegera mungkin untuk memperbaiki jalan ini agar kelancaran arus lalu lintas bisa teratasi dengan baik, pantauan wartawan di lokasi senin (29/4). Jalan Kabupaten yang menghubungkan antara desa Damak Urat dengan dengan Gunung Manako, Desa Simalas dan juga desa Sibarau. Kondisi jalan sudah rusak parah. Mirip kubangan kerbau. R. Purba (35) penduduk yang tinggal di desa Damak Kec. Sipispis Kab. Serdang Bedagai berujar bahwa kondisi jalan yang menghubungkan Tebing Tinggi dengan Kec. Sipispis kondisinya sangat memprihatinkan. Dan juga jalan tersebut sudah lama tidak ada perbaikan pembangunan yang sumber dananya dari APBD yang notabene bagian dari pajak mereka. Dijelaskan bahwa jalan rusak di desa gunung manako, desa damak urat, desa simalas dan juga desa sibarau yang mempunyai penduduk ± 500 KK. Akibat kerusakan jalan ini sangat menghambat kelancaran untuk membawa hasil panen ke luar desa. Jika dimusim hujan jalan ini licin dan becek. Dan kalau musim kemarau jalan ini berdebu. Jadi akibatnya serba salah, kata R. Purba. Untuk itu berharap kepada pemerintah Kabupaten Sergei melalui Dinas PU agar memperhatikan jalan tersebut karena warga sangat mengharapkan jalan mulus yang baik. (LM)

Laras II - tali air dan jalan di kabupaten rusak parah, SS
Anggota DPRD RI / Wakil bendahara umum DPP Partai Golkar Dr. Capt. Anton Sihombing bersama anggota DPRD Sumut/Ketua DPD Partai Golkar Simalungun Janter Sirait, SE dan Orlando Simorangkir, P. Hutajulu, Ketua Partai Golkar Kec. Siantar dan Tapian Dolok bersilaturahmi dengan 250 warga Golkar serta masyarakat di nagori Sido Makmur Laras II, Kec. Siantar Simalungun. Pertemuan Ketua Golkar Nagori Sido Makmur Sujadi menyampaikan sudah lama kondisi jalan Kabupaten di Nagori Sido Makmur – Laras II rusak parah. Begitu juga dengan tali air tidak berfungsi mengaliri persawahan petani akibat longsor. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda Pemkab Simalungun untuk turun memperbaiki jalan dan tali air yang rusak. Atas perhatian fraksi Golkar secara khusus Fraksi DPRD Simalungun sungguh memperhatikan keluhan masyarakat dengan menetapkan adanya dana yang tersedia untuk memperbaiki jalan kabupaten dan Tali air yang rusak. Dr. Capt. Anton Sihombing mengucapkan terima kasih kepada warga Golkar dan masyarakat yang telah menyampaikan keluhan dan aspirasi agar perbaikan jalan yang hancur dan juga tali air yang rusak di Nagori Sido Makmur Laras II dapat diperhatikan dengan penetapan biaya perbaikan dari APBD Pemkab Simalungun. Janter Sirait, SE juga meminta agar seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD Simalungun mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam tahun anggaran 2013. Paling lambat tahun anggaran 2014 yang sudah tercantum dana untuk menanggulangi kerusakan jalan Kabupaten dan tali air di Laras II. Agar lalu lintas kembali lancar serta pendistribusian air ke persawahan petani dapat kembali normal. Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon, S.Pd yang dihubungi melalui Telepon Seluler Senin (29/4) mengatakan rusaknya jalan kabupaten dan tali air di Nagori Sido Makmur Laras II sudah pernah didengarnya. Untuk itu seluruh anggota fraksi Golkar DPRD Simalungun agar berjuang menganggarkan dana perbaikan jalan dan tali air yang rusak. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat Nagori Sido Makmur Laras II bersabar dan Fraksi Golkar DPRD Simalungun pasti akan memperjuangkan aspirasi masyarakat. (KS)

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar