Kamis, 22 Desember 2011

Suara Simalungun Kamis 22 Desember 2011 (Edisi 489)




Dari Kiri DR Robert Siregar, Ir Ali Wongso Sinaga, Parlin Dony Sipayung SH MHum

 
Ketua DPP Partai Golkar Ir Ali Wongso Sinaga
Peningkatan Kesejahteraan Guru Terus Menjadi Prioritas

Simalungun,SS
Peningkatan kesejahteraan guru akan terus menjadi prioritas mengingat begiti pentingnya peranana guru dalam mencerdaskan bangsa. Kalau kesejahteraannya tidak baik bagaimana mungkin para guru bisa mengajar dengan baik dan bagaimana mungkin pula murid bisa cerdas. DPP- Partai Golkar sangat komit terhadap peningkatan kesejahteraan para guru di Indonesia.  Demikian dikatakan Ir Ali Wongso Sinaga Ketua DPP-Partai Golkar dan anggota DPR-RI pada acara Silaturahmi dan Sosialisasi Empat Pilar Bangsa  Senin (19/12) di Toba Room  Siantar Hotel.    
Dikatakan Ali Wongso peranan guru untuk peningkatan kecerdasan bangsa tidak perlu diperdebatkan lagi karena pastilah kita semua sudah mengakuinya, bagaimana agar para guru bisa konsentrasi mengajar agar para siswa bisa semakin memahami materi yang disampaikan itulah yang paling penting.  Para guru harusnya diperhatikan kesejahteraannya, misalnya dalam hal pengurusan sertifikasi misalnya diharapkan pemerintah memberikan bantuan sedemikian rupa agar guru tidak dipersulit dalam pengurusannya.
Anggaran pemerintah untuk pendidikan sudah meningkat secara tajam akan tetapi bagaimana peningkatan anggaran tersebut berdampak terhadap mutu pendidikan dan upaya peningkatan kesejahteraan guru masih harus mendapat pembenahan kata Ali Wongso. 
Selanjutnya Ali Wongso menjelaskan tentang empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Mengantisipasi dampak globalisasi Indonesia harus memperkuat jati dirinya yaitu Empat Pilar Banagsa tersebut.  Empat pilar yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, Bhineka Tunggal Ika keempat pilar tersebut adalah jati diri bangsa Indonesia. Sosialisasi Pancasila menjadi sangat penting di era refeormasi saat ini sosialisasi Pancasila penting untuk berbagsa dan bernegara dan yang paling penting lagi bagaimana Pancasila tersebut dikerjakan secara konsisten dalam segala bidang sebagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sesuai data yang dikeluarkan BPS hingga saat ini ada sekitar 30 juta orang miskin di Indonesia, bagaimana cara mengentaskan kemiskinan tersebut harus dikerjakan secara sitematis dan konsisten.  Untuk menjaga dan menjalankan empat pilar tersebut kita membutuhkan pemimpin yang tegas dan cerdas. Kita harus memilih pemimpin yang tegas dan cerdas untuk dapat menjalankan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila kata Ali Wongso.
Sementara itu Katua Panitia Sosialisasi Empat Pilar Bangsa Parli Doni Sipayung SH,Mhum mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi empat pilar bangsa tersebut dihadiri para guru yang ada di Siantar Simalungun.  Peranan guru sangat penting untuk mensosialisasikan keempat pilar bangsa tersebut kepada para murid sekolah.  Kita harus berupaya agar bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya karena kalau sempat kita kehilangan jati diri maka akan habis digilas globalisasi katanya.
Parlin Doni yang juga Dosen Fakultas Hukum USI mengatakan bahwa empat pilar bangsa tersebut harus senantiasa menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia karena empat pilar tersebut yang menjadi perekat seluruh elemen bangsa yang sangat  majemuk. Kita harapkan para guru lebih intensif lagi mensosialisasikan empat pilar bangsa ditengah masyarakat tegas Parlin. (tp)  

Ir Marposniroha Siburian :
Produksi Padi Simalungun Masih Bisa Ditingkatkan

Simalungun,SS
Produksi padi di Kabupaten Simalungun masih bisa ditingkatkan artinya dengan melakukan modifikasi rekomendasi pupuk dan tehnik budidaya produksi padi Simalungun masih bisa ditingkatkan 5 s/d 6 kaleng per rante sehingga predikat Simalungun sebagai lumbung padi bisa dipertahankan. Demikian dikatakan Ir Marposniroha Siburian pakar pertanian kepada  SS awal pekan ini.
Siburian mengatakan saat ini produksi padi di Simalungun rata-rata 20 s/d 22 kaleng per rante dan dilapangan umumnya petani berpendapat bahwa produksi ini tidak bisa ditingkatkan lagi.  Kemudian mencermati alih fungsi lahan menjadi perumahan atau alih fungsi tanaman padi sawah menjadi jagung, ubi, coklat, dan sawit yang semakin gencar dikhawatirkan akan mengurangi produksi padi Simalungun. Luas lahan padi sawah di Simalungun sekitar 42.000 ha dan setiap tahun terjadi alih fungsi lahan Untuk mempertahankan Simalungun sebagai lumbung beras maka harus dilakukan sebuah upaya yang sistematis dan terencana ujar Siburian.
Lebih lanjut Siburian mengatakan sesuai dengan uji coba yang sudah dia lakukan salah satu cara meningkatkan produksi adalah memodifikasi pemupukan. Saat ini rekomendasi Dinas Pertanian rekomendasi pupuk yang dianjurkan kepada petani adalah Urea 225 Kg/Ha, TSP 150 Kg/Ha, KCl 100 Kg/Ha, dan ZA 100 Kg/Ha. Berdasarkan riset yang dilakukannya dirinya memodifikasi pupuk untuk digunakan dalam tanaman pertanian, modifikasi  yang dilakukan adalah dengan meramu pupuk kimia dengan pupuk organik. salah seorang petani padi sawah marga Simanjuntak yang melaksanakan modifikasi pupuk terlihat hasilnya sangat baik produksi jadi meningkat hingga  30 kaleng per rante dan yang paling nyata lagi beras jadi semakin enak rasanya dan bulir padi semakin berat.
Memodifikasi pemupukan adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi pertanian dan penggunaan pupuk organik dalam rekomendasi pemupukan akan membuat lahan semakin subur sehingga unsur hara tanah akan semakin meningkat sehingga produksi juga akan meningkat kata Siburian.
Pengendalian hama dan penyakit juga merupakan cara untuk semakin meningkatkan produksi karena tanaman dapat diserang penyakit tanaman adalah disebabkan  tanaman kekurangan unsur hara karena dari mulai tanam sudah menggunakan racun (herbisida dan pestisida) yang malah menyebabkan unsur hara tanah menjadi rusak. Kemudian petani hanya terfokus menggunakan pupuk yang mengandung unusur N.P,K padahal tanah juga membutuhkan unsur hara lainnta misalnya zn,fe, magnesium, kalium dan unsur mikro lainnya. Penggunaan herbisida dan pestisida yang berlebihan justru merusak tanah sehingga tanaman kekurangan unsur mikro sehingga tanaman menjadi lemah dan gampang terserang hama dan penyakit.
Kemudian yang paling penting lagi adalah semakin digiatkan penyuluhan pertanian, para penyuluh harus terus menerus melakukan upaya penyadaran kepada petani tentang bagaimana melakukan tehnik budidaya tanaman yang paling baik sehingga produksi bisa semakin meningkat. Petani harus terus menerus mendapatkan ilmu terbaru tentang tehnik budidaya pertanian sehingga predikat Simalungun sebagai lumbung beras tetap bisa dipertahankan.
Siburian juga memberikan tips bagi petani yang menanam jenis padi Ciherang di lahan sawah (1) pilihlah benih yang unggul (2) Benih cukup umur, (3) Pengolahan tanah yang sempurna, (4) jarak tanam jangan terlalu rapat, (5) hindari penggunaan racun khususnya racun rumput (6) Sesuaikan jenis dan jumlah pupuk seturut iklim setempat(tepat waktu, tepat jenis, tepat jumlah) (7) Hindari penggunaan padi berlebihan.  (tp)

  
 Bual-Bual Pokkalan
SABOUDO NAMATOLBAK ANGGO TUBUH DUHUT-DUHUT
Buei do hape uppama bani simalungun on. Anggo sihol hita manorihi uppama ai songon hasoman parpokkalan, marrohan do dapot uppama ai. Sattorap on ibahas parminum mengenai pertobatan songon uppama na isobut iatas.
“Aimada, songon na bueituma hasomanta on na lari jalur soal na berjuang on. Bueima namanadingkon Habonaron Do Bona pitah halani loheini boltok” nini si Jauman dobhossi hujai hujon marsahapi pasal na marsimalungun.
“Ai seng ibotoh nassiam bahasa sonari on, sedo otak be na marpikkir. Dihut ma boltok. Sonaido namasa. Jadi ulang pala songon na heran nassiam “nini Kardono hun Nagori Dolog.“Nai homa tene ……………….” Marbalos si Jarmen pakon si S3. “Anggo sonaido, boisma jagul ai ipangan bodat atene …… he…… he ……….. he ……………” si Jarmen songon na kesal.
“Ai memang, na bueitudo tuppuan i Simalungun on. Apalagi tuppuan ai pitah na sari makan dassa visi pakon missini. Pag do halak Simalungun bertopengkan marwah simalungun pitah mambuat duit makan siang. Memang sattun do bah. Mangir ahh ….” Nini Lomo use sambil bangindo tambu tuak bani Pak Mawar.
“OK,  sonaima permasalahan ai, lantas sonaha jalan keluarni ? Anggo pitah na mungut-ungut dassa hita seng salosei persoalan on. Dearando buat hita jalan keluarni ase salosei” nini si Petrus Serbelawan mambere podah.
“Sonon ai, napangindo hubani kawan namangaku tokoh Simalungun, na ongga mardemon i Rumah Sakit Umum Siantar soal Ruislag, ase mulak ma bergabung pakon rayat Simalungun. Ulang sanggah itoruh sok pahlawan, hape dob iatas jadi lawan songon dodingni Damma” si Ibnu mambahen saran.
“Sosok ma ai, papodas hita ma bertobat. Ulang halani duit na saratus ribu mittor ihianati hita Simalungun on. Ulang iboan-boan goranni Simalungun laho sari makan” nini si Abdi Tonduhan use.
“Memang sonaima” si Posma use mambahen saran. “ Agak sulit do mambuali pakon jolma na lang idealis. Ase ibotoh nassiam bueido pengurus PMS tkt kecamatan manjalo duit humbani seseorang laho mamilih seseorang ai jadi ketua i Kab Simalungun. Akhirni tarpilih ma tongon parduit ai. Tapi dobhossi tarpilih magouma ia use.Seng idingat be na iado ketua. Kan domma sibahuton parsahapan ? Sonaipe, saboudo na matolbak anggo tubuh duhut-duhut. Anggo bertobat kawan penghianat on, mulak do uhuni Simalungun mangidahsi. Podasma berubah. Bergabung ma bani pejuang Simalungun i Talun Madear Tanjung pinggir. Sonaima podah pakon saran na boi hubahen. Anggo lang sosok bani nassiam, yah……. Mulak bakku ma hatakkai”nini si Posma hun Pamatang Bandar.
Hita pambasa bual pokkalan on, yakin do hanami bahasa anggo ham seng dihut bani pejuang na penghianat ai. Halani ai, podahi hamma buei halak Simalungun on ase anggo berjuang, otak ma ibahen marpikkir. Sedo boltok. Ai sedo si Jaboltok ham.
Sonaha pe ningon, seng tarbahen halakan na laho mangurusi Simalungun on. Maningon dihut do ham pakon keluargamu. Patugah ham bani sidea bahasa saboudo namatolbak anggo tubuh duhut – duhut. Mulak do uhurni Simalungun mangidah penghianat anggo tarolos bertobat. Horasma batta haganupan. (op zerico)



Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM sedang memotong kue HUT DWP
 
DWP Simalungun Laksanakan HUT DWP ke-XII
Simalungun,SS
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun, bertempat di aula SMA Plus Partuha Maujana Simalungun (PMS) Pamatang Raya melaksanakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-XII tahun 2011. HUT tersebut ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM didampingi Penasehat DWP Ny dr Erunita JR Saragih dan ketua DWP Ny Renova Ismail Ginting, Selasa, 20/12/2011.
Tema yang diudung pada HUT DWP ke XII tahun 2011 ini yaitu “Pengembangan Aliansi  Strategis Dharma Wanita Persatuan dengan mitra kerja pemerintah dan swasta untuk suksesnya pembangunan berkelanjutan”.
Ketua  panitia Ny Rumondang Binsar Situmorang dalam laporannya mengatakan bahwa dalam rangka memeriahkan HUT ke-XII tahun 2011, DWP Kabupaten Simalungun telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti memberikan bantuan sosial kepada masyarakat berupa paket sembako, melaksanakan lomba pidato dengan tema “keluargaku adalah martabatku dan lomba merias wajah tanpa cermin, melaksanakan ziara ke makam Tuan Rondahaim Saragih yang dilanjutkan dengan kegiatan gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon di areal Gereja GKPS 1903 Pamatang Raya.
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam bimbingan dan arahannya mengatakan, jika melihat dari tema yang diusung dalam HUT DWP tahun ini memiliki makna yang sangat dalam karena ini semua bisa menyadari betul betapa pentingnya peran ibu dalam rumah tangga, namun untuk mewujudkan ini dibutuhkan ketulusan hati. Hal ini juga dapat terlaksana apabila partisipasi aktf DWP sebagai masyarakat madani telah disadari dan menjadikannya suatu hal yang mutlak dan tidak dapat dielakkan atau di tunda.
Penasehat DWP Kab Simalungun Ny dr Erunita JR saragih dalam sambutannya mengharapkan agar DWP  dapat mengambil peran bersama-sama dengan mitra kerja pemerintah dan swasta dalam mewujudkan pembangunan masyarakat Indonesia yang berkualitas seperti yang diamanatkan pada tujuan millenium development goals 2015 (MDGs-2015) yang berisikan yaitu pengentasan kemiskinan, kesetaraan pendidikan, mengurangi jumlah kematian ibu dan anak serta jumlah kematian karena penyakit menular, kesetaraan gender, lingkungan hidup yang bersih dan sehat serta menjalin kerjasama antar negara. Hal itu semua bertujuan untuk mendapatkan masyarakat yang berkualitas, madani, sejahtera serta lahirnya generasi penerus yang madani, tangguh dan berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Erunita juga mengatakan bahwa, disamping sebagai organisasi masyarakat, DWP Kabupaten Simalungun diharapkan dapat bekerjsama dengan TP PKK yang merupakan mitra kerja, dengan berbagai pihak secara sinergi dan harmonis demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Mari kita saling bekerjasama dalam mendukung program pembangunan menuju perubahan yang lebih baik di Kabupaten Simalungun”, katanya mengakhiri.   
Turut memberikan kata sambutan dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Drs Ismail Ginting MSi selaku Ketua Umum Korpri Kabupaten Simalungun. Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan santunan secara simbolik kepada 9 orang anak PNS dari Gol. I dan II anggota DWP yang berprestasi. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut para sisisten, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat se-Kabupaten Simalungun serta para penguru DWP Kabupaten dan Kecamatan.(tp)


Info Singkat Siantar-Simalungun, Parapat, Sergei

Parapat, SS
  Dalam rangka menyambut pesta Danau Toba, para Kepala SKPD dan Pengusaha mendapat tugas di sepanjang jalan Nasional di sekitar Kec. Girsang Sipangan Bolon, hingga tanggal 20 Desember 2011 terlihat dari Dinas Perindustrian Kab. Simalungun D. Sembiring selaku pimpinan kebersihan melakukan gotong royong dengan anggota 10 orang, semua bekerja serius dengan semangat yang baik, kemudian Bappeda Kab. Simalungun dengan anggota 6 orang di pimpin Zulfanuddin, D. SH bekerja baik dan maksimal diikuti Kantor Capil Simalungun jumlah 15 orang bekerja semangat tinggi dan hasilnya lumayan, terakhir hotel niagara hasil kerjanya 100 m, anggota 5 orang di bawah mandor Bapak Tambunan penduduk Kota Parapat, diharapkan selama 3 hari semua ancak masing-masing SKPD selesai dengan baik.

Silinduk, D.B. Nanggar, SS

Nagori Silinduk Kec. Dolok Batu Nanggar ± 4 km dari Jalan Nasional di Kec. Tapian Dolok.  Di sepanjang jalan di Kantor, sekolah, Pesantren dan Asrama STIEF, Peternakan ayam, persawahan, tanaman pertanian.
Jalan Hotmix di beberapa tempat ± 12 km titik berlubang dan dikawatirkan dapat mengganggu arus lalu lintas diharapkan perhatian Bupati Simalugun kemudian kantor Pangulu Nagori Silinduk masih terancam bahaya banjir dengan ketinggian 0,50 km, hingga RASKIN terandam bajir terpaksa di jemur dulu baru dibagi kata sekretaris desa Swardi mewakili Pangulu Nagori Simiaji di Nagori ada 2 peternakan ayam milik H. Silitonga dan menurut info usaha ini telah di jual (berpindah tangan).
Kini Nagori ini mendapat bantuan pembangunan infra struktur pedesaan sebesar Rp. 250 jt, pembuatan parit 800 m dan saat ini persentase yang dicapai 80% semua pekerja dari Nagori Silinduk, kemudian setiap hari menyerap tenaga kerja 30 orang setiap hari.  Bahan di dapat dari tangkahan milik masyarakat setempat. Untuk melaksanakan proyek ini KPPK adalah SUDARNO.
Kalau proyek ini sudah selesai maka banjir akan teratasi dengan baik hingga rakyat senang hati dan mendapat pujian dari masyarakat dengan kesimpulan bahwa pengalokasian dana negara tersebut tepat sasaran. (Alpijor)

Silinduk, SS

Kepala Sekolah SD 094128 Negeri Silinduk H. Silaban A,Ma.Pd berujar bahwa dirinya tidak akan masuk ke rumah sertifikasi mengingat usia dekat pensiun demikian ungkapnya (12/12) kepada wartawan di Ruang kerjanya.  Proses belajar mengajar berjalan baik-baik saja dari tak ada guru neko-neko, dan kepala yang muda-muda dipersilahkan untuk memperoleh sertifikasi ungkapnya kepada wartawan.  Kekompakan guru tetap terpelihara dengan baik dan hampir tak ada waktu untuk ngerumpi.  Saat proses belajar situasi sekolah hening, diam aktif belajar.  Pengalamannya yang mahal adalah ketika berhadapan dnegan wartawan-wartawan tak mengenal kepala sekolah tetapi kepala sekolah mengenal sang wartawan satu kelurahan di Kota Serbelawan. (MJ)

Parapat, SS

IRIHATI, DENDAM, APALAGI BENCI, semuanya milik setan, perlu diusir jauh dari pemikiran pejabat tetapi di SD 091356 Parapat terkesan hal itu diduga bertengger, Kepala sekolah (MM) tolak berkas anak buah, apalagi untuk menolak tidak berdasarkan alasan tepat perlu perhatian serius dari UPTD Bapak Jaosing Damanik, S.Pd untuk mutasi, karena dampaknya luas apalagi anak sekolah (BS)
P. SIANTAR, SS

Baru-baru ini seseorang telah ditangkap polres P. Siantar Pengisap ganja di Parluasan bermarga Manik (50) Tahun dan telah di tahan dikatakan informasi bahwa manik hanya sebagai pengisap hal ini lewat HP, minta tolong kepada wartawan agar ada jalan keluar bagaimana cara untuk melepaskan dari jerat hukum.  Dijawab wartawan minta maaf Bu! Hal itu tak bisa diurus wartawan karena Narkoba, di adakan target negara untuk dibrantas dari republik ini, sudahlah biarkan saja, antar saja nasinya ke Rutan Polres Kota P. Siantar jawab wartawan Iskandar Pohan (Tim).

Sergai, SS

Masih banyak beram jalan Nasional yang berbahaya terhadap pengguna jalan, kantor balai yang mengurus pembangunannya terkesan lamban dan diduga banyak proyek PIKTIF, alasanya setiap ruas jalan ada dana pemeliharaan baik terhadap muka jalan, beram, parit yang barangkali hal ini selalu tertutup kepada masyarakat perlu Pemkab Sergei menghubungi Ir. SETA selaku Kepala Balai di Medan apa saja dana-dana negara Tahun 2011 di Jalan Nasional Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai.  Kata Solikin (56) Penduduk Kec. Dolok Merawan kepada wartawan (13/12)

Sergei, SS

Masih banyak kantor Kepala Desa terkesan kosong tak ada bertuan walau saat itu jam dinas, perlu perhatian semua pihak agar hal itu tidak terjadi mengingat hak agar hal itu tidak terjadi mengingat jam kerja yang ditetapkan negara kepada PNS cukup.  Jelas untuk dilaksanakan, kritik ini kepada semua Kepala Desa dan wartawan Susi untuk kemajuan bersama (LM).

 Simalungun, SS

 Jalan merupakan penentu, nama Baik sesuatu daerah, kalau jalan rusak atau berlubang sudah pasti nama daerah dicap negeri koruptor, kata Halfensius Saragih, SE (14/12) kepada wartawan koran ini.  Meneropong jalan di Kabupaten Simalungun yang hampir 80% berlubang-lubang dan membuat arus lalu lintas tak lancar membuat arus lalu lintas tak lancar penyebab utama adalah mutu proyek, berakhirnya masyarakat merasakan pahitnya kehidupan di desa-desa merindukan lancarnya hubungan desa dengan Kota dan sampai kapanpun jalan di Simalungun takkan pernah baik kalau mutu tidak diperbaiki. (Mare)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar