Jumat, 16 Desember 2011

Berita Suara Simalungun Kamis 15 Desember 2011 (Edisi 488)


PHBI Simalungun adakan Peringatan Tahun Baru Islam 1433 H
Simalungun,SS 
Dalam rangka meningkatkan syi’ar Islam dan peningkatan akan nilai-nilai keagamaan dalam pembangunan mental dan spiritual serta memasyarakatkan hari besar Islam untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa guna membangun negara kesatuan Republik Indonesia khusunya di Kabupaten Simalungun, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Simalungun mengadakan peringatan Tahun Baru Islam 1433 H, bertempat di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun, Sabtu, 10/12/2011.
Pelaksanaan peringatan Tahun Baru yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M Asril Nasution SH dan saritilawah Sujiana SPd itu berjalan tertib, aman dan lancar serta penuh hitmad dihadiri oleh Wakil Bupati Simalungun Hj Nuriaty Damanik SH yang juga sebagai Ketua Umum PHBI, Muspida, Anggota DPRD, para pejabat dijajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun, tokoh-tokoh agama, Ormas Islam, tokoh masyarakat, pengurus MUI dan masyarakat muslim di Kabupaten Simalungun.
Peringatan Tahun Islam itu mengangkat tema “Tahun baru Islam 1433 hijriyah menjadi momentum untuk melestarikan peradaban dan pengembangan syi’ar Islam tanpa mengabaikan toleransi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Kabupaten Simalungun”.
Bupati Simalungun diwakili Wakil Bupati Hj Nuriaty Damanik SH dalam bimbingan dan arahannya mengatakan, Rasululloh SAW pada masa lalu, dalam upaya membangun masyarakat yang madani beliau dan seluruh kaum Muhajirin harus pindah dari Makkah ke Madina, namun saat ini dan untuk masa yang akan datang, dalam membangun masyarakat madani ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat, tidak perlu pindah seperti Rasululloh, akan tetapi yang diperlukan adalah peran utama orang tua dalam membekali putra-putrinya dengan ilmu pengetahuan baik yang umum maupun ilmu agama artinya membetuk keluarga yang berilmu dan bertaqwa sehingga mampu mensinerjikan pendekatan intelektual, emosional dan religius.
 “Dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini, kadang kala kita dihadapkan berbagai hambatan dan rintangan. Ini harus kita hadapi dengan keteguhan, keuletan, kegigihan, kesabaran dan arif bijaksana, karena Allah telah menjanjikan bahwa saatnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar. Namun dibalik kesabaran itu kita mengambil hikmah dan punya perencanan yang matang dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain apalagi yang melanggar ketentuan Hukum,”tandas Hj Nuriaty Damanik.
Hj Nuriaty Damanik SH yang juga sebagai Ketua Umum PHBI Kabupaten Simalungun mengajak masyarakat khusunya umat muslim agar menjadikan momentum peringatan tahun baru Islam ini sebagai sarana untuk mengevaluasi sudah sejauhmana upaya-upaya yang sudah dilakukan, sedang dilakukan dan yang akan dilakukan dalam rangka membentu keluarga yang madani, sehingga apa yang menjadi tema dalam peringatan Tahun Baru Islam ini dapat terwujud di Kabupaten Simalungun.(tp)

Parit SMP Negeri 1 Panei Tongah Sering Banjir


Panei Tongah SS

Akibat banjir parit, beram jalan rusak dan wajah lingkungan menjadi kurang menarik.  Air yang paling banyak dari areal kebon Marjanji PTPN 4 kata L. Siahaan (45) penduduk setempat kepada wartawan di Panei Tongah.
Walaupun parit sudah di beton kalau arus air tidak terkendali, tetapi kerusakan bertambah, sangat perlu perhatian kebun Marjandi membuat tanaman yang mampu menyimpan air, agar air tidak tumpah ke jalan, atau merencanakan pengalihan air ke tempat lain di daerah hulu.
Drs. Maruahal Sinaga selaku Kepala Sekolah merencanakan penanaman pohon ketapang di lokasi-lokasi yang direncanakan sekolah (go green).  Hal ini tentu program bersama dengan komite sekolah, camat, danramil, kapolsek, UPTD, dan tanaman ini akan diurus bersama mulai dari kecil sampai besar.  Untuk program ini akan diundang Kadis Dikjar Kabupaten Simalungun.
Tapi wartawan koran ini melangkah ke lapangan umum kota Panei Tongah terlihat rumpunya tinggi perlu dibabat rapi, kantor-kantor  yang di sekitarnya  Kantor Camat, Kapolsek, Danramil, Lurah, SD Negeri.  Selama ini tanah lapang di rusu dengan bantuan kebin Marjandi PTPN 4, tapi semua pejabat disana tahan melihat yang jorok atau barangkali sudah terbiasa dengan jorok, kalau wartawan koran ini pasti RISIH mendengarnya, dan tak mau dengan yang jorok dan jelek (LM)


Gapoktan Karya Bersama Terima Bantuan Dana

Panei Tongah, SS

Pelayanan Pemerintah kepada masyarakat tetap saja bergulir umumnya untuk meningkatkan kehidupan khususnya menggerakan perekonomian pedesaan.  Di ujung Padang (Kelurahan).  Tahap pertama telah cair Rp.24 juta ke masing-masing kelompok tani dan seterusnya akan bergulir sepanjang dana tersebut beroperasi positif digerakkan pengurus GAPOKTAN KARYA BERSAMA, demikian SUHERMAN SE selaku PMT barujar kepada wartawan di ruang kerjanya (13/12) Kota Panei Tongah.
Salimi selaku ketua GAPOKTAN telah dipercaya masyarakat akan mampu membuat yang terbaik untuk mengulirkan dana tersebut bersampak positif.  Dan menurutnya dana tersebut siap dioperasikan tanpa neko-neko dan menjalankannya sesuai dengan petunjuk tehnis yang ditetapkan pemerintah dalam RUA (Rencana Usaha Anggota).
Dana ini tidak sama dnegan dana KUT atau BLY di jaman order baru, dana PUAP dijaman reformasi, benar-benar apabila salah gunakan tidak sesuai RUA, penerima uang akan masuk penjara (PUAP), sudah banyak contoh di negeri ini.
Tujuan PUAP menjadikan masyarakat memiliki “KERJA SAMA kepentingan kehidupan” atau koperasi  dan Bank Desa hingga berdisiplin, cerdas, rajin, sehat, dan mengharumkan nama GAPOKTAN, dan mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara.
Rihat Sihotang selaku Camat Ujung Padang, Kasyendi selaku lurah Ujung Padang, Hasmi (BP3) dan Muliono (Pangulu Nagori) akan tetap memantau plus LSM dan wartawan dan berharap sukses pasti dapat diraih dengan kerjasama yang baik kemudian kalau juara akan membuka peluang ketemu dengan Menteri Pertanian RI sekaligus bertemu dengan Bapak Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta alasannya program ini adalah rencana utama beliau di Republik Indonesia (Alpijor/Mare).  


Seminar Sehari Peristiwa Berdarah 13 Desember 1945
Irham : Gedung Juang 45 menjadi Meseum
TEBING TINGGI
Seminar sehari memperingati sejarah peristiwa berdarah 13 Desember 1945 dibuka Wakil Walikota Tebingtinggi H.Irham Taufik MAP di Gedung Hj. Sawiyah kota Tebingtinggi Rabu,(07/12).
H.Irham Taufik MAP dalam sambutan nya mengatakan peristiwa 13 Desember di Tebingtinggi merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat dalam perjuangan melawan penjajah.
Setiap guru yang mengajar mata pelajaran sejarah diharapkan untuk menerangkan sejarah asal tugu 13 Desember,  agar anak-anak kita atau cucu kita kedepan nya tidak mengetahui tentang sejarah tugu tersebut, tambah Irham.
Dalam acara seminar diikuti sebanyak 250 peserta dari perwakilan SLTA dan SLTP se kota Tebingtinggi dan Nara sumber dari Universitas Negeri Medan Dr.Phil Icwan Azhari,dari Exponen 66 Dr.Phil Dharma Indra Siregar serta Bapak Shohibul Ansor Siregar M.si dari Universitas Muhammaddiah Sumatera utara.
Sejarawan Dr.Phil Icwan mengajak agar dari sejarah kita dapat menjadi energi masa kini dalam kemajuan bangsa, tunjukkan rasa bangga akan sejarah bangsa kita. Kota Tebingtinggi sudah seharusnya mempunyai Museum,karena di kota Tebingtinggi banyak situs situs sejarah seperti rumah PT KAI yang sekarang terbengkalai,mesin cuci yang sudah berusia lebih 100 tahun serta masih banyak lagi peninggalan dari zaman Kolonial Belanda.
Untuk Museum kita telah berencana dengan memanfaatkan gedung juang 45 menjadi museum kota Tebingtinggi dan kita akan bentuk tim dalam penyusunan sejarah sejarah yang pernah terjadi di kota Tebingtinggi dan akan kita jadi kan muatan lokal di sekolah dalam mata pelajaran sejarah ujar Irham selaku Wakil Walikota Tebingtinggi (tt02)


Apindo Sumut  Gandeng UKM Tebingtinggi

Tebing Tinggi, SS
 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Propinsi Sumatera Utara menyatakan siap menggandeng para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Tebingtinggi untuk di dudukkan sebagai pengurus maupun anggota Apindo yang rencananya akan dibentuk di kota itu.

“Kepada bapak walikota kami berharap bila ada pengusaha yang memang pantas untuk menjadi pengurus dan anggota Apindo di Tebingtinggi, sebagai rekomendasinya diharapkan dari bapak”, demikian disampaikan Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi, Johan Brien SE SH MM MBA bersama rombongan Pengurus Apindo Sumut saat ber-audiensi dengan Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Senin (21/11) diruang kerja walikota.

Menurut Johan Brien, Apindo yang merupakan kumpulan dari para pengusaha itu berkeinginan membentuk cabang di kota Tebingtinggi, sedangkan untuk kantor sendiri disiapkan oleh daerah yang bersangkutan, “Kami berharap nantinya pengusaha UKM di kota ini dapat dilibatkan juga sebagai pengurus atau anggota, untuk memudahkan mereka mendapat chanel dalam memasarkan hasil pruduksi-nya”, katanya.

Sementara itu, Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, H Asmali MBA, Kabag Humasy Ahdi Sucipto dan mewakili Kabag Perekonomian Pemko Tebingtinggi mengaku senang dan menyatakan ‘wellcome’ bila Apindo ingin dibentuk di Kota Tebingtinggi.

“Ini merupakan jalan untuk masyarakat khususnya pelaku UKM supaya dapat memajukan usahanya sehingga meningkatnya pendapatan masyarakat. Untuk pengusaha besar disini adalah pengusaha karet. Kita akan libatkan pelaku atau pengusaha kecil menengah (UKM) untuk menjadi anggota atau pengurus Apindo”, ujar Walikota.

Menurut walikota, banyak masyarakat di Tebingtinggi saat ini yang terjerat oleh pelaku kredit perorangan (rentenir) dengan bunga yang sangat tinggi, namun sistem pencairan pinjaman sangat cepat dan mudah dalam persyaratannya. “Diakui cukup banyak warga yang terjerat dengan pinjaman kredit perorangan rentenir yang bunganya sangat mencekik leher masyarakat”, ungkapnya.

Namun disisi lain, lanjut walikota, banyak juga disini pelaku pengusaha rumah makan yang mengikut sertakan karyawannya dalam permodalan usahanya, sehingga karyawan sendiri dengan tanpa diminta turut serta dalam memajukan usahanya, itu di karenakan mendapat bagi hasil yang menguntungkan. “Hal itu dapat kita contoh di karenakan tanpa disadari kejujuran dan keuletan karyawan timbul dengan sendirinya, namun tidak sedikit juga pengusaha yang mempunyai penyakit curiga bila orang yang bekerja di tempatnya cepat kaya”, papar walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga menyampaikan upaya yang dilakukan Pemko Tebingtinggi dalam meningkatkan perekonomian warga, “Kami juga telah bekerjasama dengan PT Sang Hyang Seri untuk memajukan pertanian di Tebingtinggi, sebab lahan pertanian cukup luas disini bila di bandingkan Surabaya yang kecil lahannya tapi bisa mengirim hasil pertaniannya ke luar dengan ribuan ton jumlahnya”, jelas Umar Hasibuan.(tt02).



Walikota T.Tinggi Saksikan Operasi Katarak Gratis


Tebing Tinggi, SS
Lion Clubs Medan Host bekerjasama dengan RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi menggelar operasi mata katarak kepada 48 orang kurang mampu secara  gratis di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.

“Ini adalah kegiatan sosial yang dilakukan oleh Lion Clubs Medan Host dalam rangka berbagai dengan warga kurang mampu yang berada di Kota Tebingtinggi. Gerakan sosial dilakukan dengan menggelar operasi katarak secara geratis bekerjasama dengan RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi,” jelas Pengurus Lion Clubs Medan Host, Oemar Witarya didampingi Lakwan Engbie.

Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan yang turut menyaksikan kegiatan sosial itu mengatakan kepada sejumlah pasien agar jangan takut, sebab operasi katarak itu dilakukan oleh dokter-dokter sudah berpengalaman. ”Apabila sudah dilakukan operasi nanti, hendaknya pasien kedepan diminta rajin datang mengontrolkan matanya ke RSUD dr Kumpulan Pane atau dokter yang sudah ditunjuk di Kota Tebingtinggi,” ucap Ir Umar Zunaidi Hasibuan.

Walikota juga meminta kepada Kepala RSUD dr Kumpulan Pane dr H Nanang Fitra Aulia dan Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi Ramses Siregar untuk terus memantau kegiatan tersebut. “Kepada Direktur Rumah Sakit Kumpulan Pane dan Kadis Kesehatan saya minta untuk terus memantau kegiatan ini, sebab sangat bermanfaat bagi masyarakat kita”, ujar Umar Hasibuan.

Kepala RSUD dr Kumpulan Pane, dr Nanang mengatakan, dalam operasi katarak ini terdata sebanyak 48 pasien, tetapi setelah menjalani pemeriksaan pasien, hanya sebanyak 25 orang yang bisa menjalani operasi katarak. “Sebanyak 23 pasien lagi belum bisa melakukan operasi katarak, sebab hasil pemeriksaan laboratorium bahwa mereka kadar gula dan tekanan darahnya masih tinggi,” jelas dr Nanang. .(tt02).



Tim Penilai WTN Turun ke Tebingtinggi
* Masih Banyak Trotoar Digunakan PKL


Tebing Tinggi SS
Tim Penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahap III Tahun 2011 yang ketuai Ir J.E Wahyuningrum MsTr (master transfortasi) dari Direktorat Lalulintas Perkotaan bersama anggota, Dewi Rintawati dan Suhendro W  turun ke Kota Tebingtinggi dan menyoroti soal kurangnya disiplin pengguna pejalan kaki, sehingga banyak di temukan trotoar yang di gunakan PKL (pedagang kaki lima) untuk berjualan.

“Selain banyak trotoar digunakan PKL untuk berjualan, kami juga melihat begitu padatnya volume lalulintas di kota Tebingtinggi”, ujar Wahyuningrum saat diterima Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, Kapolresta AKBP Andi Rian Djajadi, Kadis Perhubungan Djajardi Rinal BE dan Kasat Lantas AKP Juliani Prihatini, kemarin di Ruang Data Sekretariat Pemko Tebingtinggi.

Menurutnya, penangan sistem transportasi memang jadi masalah dimana-mana dan perlu dilakukan sharing terhadap kabupaten yang bersebelahan dalam hal penangan angkutan, “Kami sekarang dalam pengkajian sarana dan prasarana jalan nasional, karena dengan keterbatasan dana juga di mungkinkan akan di kontrakkan perawatannya kepada pihak ke tiga”, ungkap Wahyuningrum.

Dalam kunjungan selama beberapa hari di kota itu, Tim Penilaian WTN juga melihat masih kurangnya SDM di Dinas Perhubungan Tebingtinggi. Dikatakan bahwa dalam pemeriksaan kenderaan bermotor hendaknya benar-benar dilakukan secara seksama, “Kami melihat hanya 13,33% angkutan kota yang mencatumkan papan trayek, selain itu, penggunaan kaca reben di atas 40% hendaknya di beri peringatan, sebab banyak kasus angkutan kota dijadikan tempat untuk melakukan tindak pemerkosaan”, tegasnya.

Anggota Tim Penilaian WTN dari Akademisi, Dewi Rintawati menambahkan, mereka melihat masalah prasarana sudah cukup baik, namun masalah sarana angkutan kota masih kurang di minati masyarakat, padahal dengan tingginya masyarakat menggunakan angkutan kota , kepadatan lalu lintas bisa berkurang dari pengguna sepeda motor.

Menanggapi masalah tersebut, Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, kondisi Kota Tebingtinggi yang dikelilingi Kabupaten Serdang Bedagai sehingga hampir seluruh kawasan pedesaan Sergei bergantung pada kota itu. Sedangkan hal yang paling mencolok adalah keberadaan becak bermotor (betor) yang semakin padat di karenakan betor dari Kabupaten Sergei banyak yang masuk dan mencari nafkah di Kota Tebingtinggi.

Menurut Walikota, kedepan masalah transportasi akan dijadikan prioritas utama antara kedua daerah yakni Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai, “Untuk kedepan, masalah transportasi menjadi prioritas kami agar bisa duduk bersama dengan Kabupaten Serdang Bedagai untuk membicarakannya, diharapkan nantinya menghasilkan kerjasama yang baik dengan Sergai melalui MoU, dan kami harapkan nantinya hasil observasi dari tim dapat kami terima dan merupakan data kami untuk perbaikan ke depan”, imbuhnya.

Sedangkan terkait PKL yang berjualan ditrotoar jalan, Walikota mengaku Pemko Tebingtinggi sudah menyurati para pedagang yang berjualan diatas trotoar agar pindah ke lokasi yang telah ditetapkan pemerintah setempat. “Semua yang disampaikan dari tim adalah koreksi bagi kami kedepan, kami sadari bahwa tanpa pelayanan yang baik tentu tidak akan menghasilkan hasil yang baik pula. Terimakasih atas koreksi dan observasi yang telah di lakukan”, ujar Umar Hasibuan.(tt02)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar