Jumat, 01 Maret 2013

SUARA SIMALUNGUN EDISI 536 (Kamis 10 JAnuari 2013-17 Januari 2013)

Pilgubsu Mendekat :
Dukungan kepada Gus Irawan & Sukirman  Semakin Mengkristal 
Simalungun,SS
Semakin mendekatnya Pilgubsu Maret 2013 dukungan warga Siantar-Simalungun kepada pasangan Gus Irawan & Sukirman (GUSMAN) semakin mengkristal saja. Pasangan ini dinilai sangat paham bagaimana memajukan Sumatera Utara semakin sejahtera.  Besar kemungkinan GUSMAN akan menang telak khususnya di Siantar-Simalungun.  Demikian rangkuman pendapatan tokoh masyarakat Siantar Simalungun yang dihimpun SUARA SIMALUNGUN pekan ini.
Mesdianto tokoh masyarakat Jawa Kecamatan Pamatang Bandar mengatakan Pasangan Calon Gubernur Sumut Gus Irawan Pasaribu dan Sukirman dinilai paling paham soal ekonomi kerakyatan sehingga jika terpilih menjadi Gubsu akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Sumatera Utara. Latar belakang keduanya yang dekat dengan persoalan rakyat sangat cocok memimpin Sumut lima tahun kedepan. 
Mesdianto  mengatakan bahwa warga Sumut mayoritas adalah kaum menengah kebawah, ekonominya juga masih ekonomi menengah kebawah sehingga masih sangat membutuhkan konsep pembangunan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dengan kondisi demikian sangat dibutuhkan pemimpin yang memahami persoalan akar rumput karena menangani masalah ekonomi kerakyatan berbeda dengan menangani ekonomi kapitalis yang padat modal.
Kalau ekonomi kerakyatan modal rakyat sangat sedikit bahkan bisa dikatakan tanpa modal.  Modal rakyat hanyalah semangat, kerja keras dan kejujuran.  Dengan situasi demikian sangat dibutuhkan konsep ekonomi kerakyatan yang bisa mendekatkan rakyat misalnya dengan akses permodalan. Permodalan sulit diakses masyarakat kecil karena tidak adanya political will dari pemerintah itu memerlukan keberanian politik dan sangat tergantung oleh pemimpinnya. 
Selanjutnya Supomo Saragih tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Maligas mengatakan   Mencermati lima kandidat Gubsu yang bertanding dalam Pilgubsu Maret 2013 figur Gus Irawan dan Sukirman sangat tepat karena mencermati track rekord keduanya yang sangat dekat dengan permasalahan rakyat kecil akan mampu membuat gebrakan untuk masyarakat Sumut yang lebih sejahtera.  Pengalaman Gus Irawan saat memimpin Bank Sumut  yang memiliki banyak program untuk peningkatan ekonomi kerakyatan adalah modal yang sangat relevan yang harus dimiliki calon Gubsu.  Begitu juga Sukirman yang memiliki pengalamana dua periode sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagei dan berlatar belakang Sarjana Pertanian sangat cocok memimpin Sumut kedepan.
Ditegaskan Supomo  intinya Sumut membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan rakyat kecil yang adalah penduduk mayoritas di Sumut. Dan pasangan Gus Irawan Sukirman paling paham masalah ekonomi kerakyatan sehingga warga Sumut patut mempertimbangkannya dalam Pilgubsu Maret mendatang ujarnya.
Sementara itu Kaliamsah Damanik  tokoh masyarakat Kecamatan Panei  mengatakan bahwa saat ini sedang terjadi krisis kepemimpinan di  Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sehingga sangat diharapkan Gubernur mendatang adalah  yang memiliki visi membangun dan mempersatukan warga Sumut yang sangat majemuk. Mengingat betapa beragamnya Sumut baik dari segi suku, agama,  bahkan ras  maka sangat dibutuhkan figur yang santun dan pemersatu. Figur yang santun sangat dibutuhkan mengingat betapa beragamnya adat dan tradisi yang ada di Sumut begitu juga figur Pemersatu adalah figur yang bisa memahami perbedaan yang ada di Sumut.
Dikatakan Kaliamsah  membangun daerah yang begitu beragam membutuhkan seni dan managemen tersendiri sehingga masyarakat Sumut harus benar-benar mencermati figur calon Gubsu  yang akan ikut dalam Pilgubsu tahun 2013.  idealnya masyarakat sudah mempelajari track rekord dan kemampuan para calon yang akan bertanding. Akan tetapi mengingat keragaman Sumut maka harus dicari figur yang santun dan berjiwa pemersatu ujarnya. Sumut adalah ibaratnya miniatur Indonesua sehingga sangat membutuhkan pemimpin yang bisa mempersatukan perebedaan.  Saat ini dirinya menilai kepemimpinan di Sumut sama  sekali tidak berbuat itulah akibatnya kalau sejak awal masyarakat Sumut tidak cermat mengamati latar belakang dan track rekord calon pemimpinnya.  Tahun 2013 warga Sumut akan kembali berkesempatan memilih calon gubernur saya menghimbau agar warga Sumut khususnya warga Siantar-Simalungun tidak salah pilih lagi, jangan kita pilih pemimpin yang tidak berbuat katanya.(tp) 


Presidium PMS :
Menilai DR JR Saragih SH MM Hendaknya Tidak Menggunakan “Kacamata Kuda”
•    Oknum yang  Pingin Jadi Bupati Simalungun Berpolitiklah Secara Elegan

Simalungun,SS
Politisi dan aktifis LSM di Simalungun hendaknya tidak menggunakan “Kaca Mata Kuda” dalam menilai kepemimpinan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM. Kalau Kuda yang menggunakan Kaca Mata maka penglihatannya hanya fokus pasa satu sisi saja tanpa bisa melihat sisi   yang lain.  Saat ini ada politisi dan aktifis LSM di Simalungun gemar  menggunakan “Kaca Mata Kuda” artinya hanya menjelek-jelekkan saja tanpa mau mengakui prestasi DR JR Saragih SH MM membawa Perubahan di Simalungun.  Hal tersebut dikatakan Pardi Purba SE Sekjend  DPP/Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) kepada SS awal pekan ini.
Pardi Purba mengatakan segelintir aktifis LSM dan Politisi Kabupaten Simalungun memang  memiliki keunikan tersendiri yang langka dan sedikit tidak masuk akal.  Ada LSM yang sejak awal pendiriannya hanya melihat kejelekan yang dilakukan DR JR Saragih dan anehnya kejelekan yang dimaksudpun sebenarnya hanya issu murahan yang tak pernah ada buktinya.  Oknum aktifis LSM tersebut hendaknya rajin membaca buku atau membuka internet tentang apa sebenarnya tugas dan fungsi LSM yang sebenarnya.
Misalnya saja kita tidak pernah mendengar ada prestasi LSM yang suka menjelek-jelekkan DR JR Saragih tersebut mengadvokasi masyarakat miskin dan tertindas untuk mendapatkan haknya. Justru kita hanya mendengar aktifis LSM tersebut hanya berkoar-koar layaknya radio rusak-rusak memburuk-burukkan saja.
Pardi menegaskan sebenarnya dirinya kasihan dengan sifat dan kebiasaan aktifis LSM tersebut mengapa demikian mungkin karena dia kurang kerjaan sehingga suka mencari-cari kesalahan orang saja tanpa pernah melakukan reflekasi tentang apa yang sudah dia lakukan untuk membangun Simalungun. Begitu juga politisi Simalungun yang terus berteriak lantang mencari-cari kesalahan DR JR Saragih SH MM walaupun hingga saat ini kesalahan yang dia maksud tidak pernah ada.
Pardi Purba menilai politisi tersebut hanya mau numpang tenar saja dengan memanfaatkan Pers, dengan cara membuat statemen yang sedikit vulgar maka pers akan tertarik memberitakan dengan harapan oknum tersebut dikenal masyarakat sangat disayangkan upayanya tersebut dengan membangun sentimen seolah tak ada yang bagus yang dibuat DR JR Saragih SH MM.
Pardi menyarakankan kepada aktifis LSM dan politisi yang ingin membangun karir dan popularitas demi menggapai tujuan politik tertentu hendaknya tidak lagi menggunakan cara memburuk-burukkan.  Marilah kita membangun prestasi dengan cara memberikan yang terbaik kepada masyarakat.  Kalau kita berbuat baik kepada masyarakat tentu masyarakat  bisa menilai apakah memang bisa jadi pemimpin atau hanya “tong kosong nyaring bunyinya”.
Dengan tegas Pardi mengatakan bahwa Simalungun memiliki filosofi “habonaron do bona” dan memiliki adat dan tradisi Simalungun yang sangat menjunjung tinggi etika dan kesopanan.  Harapan kita dalam bertindak  marilah tetap sesuai dengan prinsip berbudaya agar tidak menimbulkan ketersinggungan saja pungkasnya. (tp)       

 BUAL-BUAL POKKALAN
MANRANGGI HORJA ADAT BANI SIMALUNGUN
Malas uhur, pajuppah use hita bani parbualan Simalungun aima  bani bual pokkalan on.Posdo uhur, bahasa na komit ope hita bani parjuangan marsimalungun on. Andoharma.
Sattorap on, ulaki  hita lobei mangugari pambotohta pasal adat simalungun on, gendo roh bueini hita namangarusi adat pakon budaya simalungun ase ulang soppat magou hita halani na dob magou adat pakon budaya simalungun.
”Ulang lobei namarnaloja hita massahapi adat simalungun, halani seng mungkin iarapkon hita halakan tarlobih simbalog an laho patorsahon adatta on” nini si Sudiman Saragih par Lubuk Pakam naroh khusus hu Siattar laho marbual adat Simalungun bani pokkalan ni SS.
”Ai mage” Nini si Petrus Serbelawan mambalosi. ”Apalagi isahapi hita pasal ranggini horja adat, sosok tumang ma ai, halani buei ope hita on na sihap mambahen horja adat baik bani malasni uhur pakon pusokni ni uhur, hape lape adong songon mantap botul pasal ranggini horja ai. Ase dearma ukkari hita lobei” nini Petrus use irik manoldu sigaretni.
”Ok. Taringat hubani ranggini horja, maningon mulak do lobei hita hubani sistem kekerabatanni halak Simalungun. Sanina pangalopan riah, boru pangalopan gogoh janah tondong pangalopan podah.
Jadi anggo sihol ma hita mangadongkon horja adat, naparlobei sihorjahonon aima na mangalop riah bani sanina. Sanina sainang sa amang, sanina na marsanina bapa, sasina na marsanina opung pakon na legan, bila penting dihut pakon sanina pariban. Dob ai laho ma diri hubani boru diri na iwakili anak boru jabu. Hubani anak boru jabu aido na padas sura-sura diri termasuk rencana adat nalaho sihorja honon. Terakhir laho ma diri mangindo podah hubani todong. Tarlobih ma ai hubani tondong pamupus diri. Sonai do anggo na hubotoh” nini Jaserman Sondi marpodah.
“Ya, domma lepak tongon au on” nini si Posma soppong. “Anggo sadokah on, parlobei hurumahni tulangni dakdanak on do au marsuhutan asal adong horja ijabukku. Halani maningon sonai do hu horjahon ase ulang maseda uhurni inangni dakdanak on” nini Posma polos
. “Lepak ma tongon ham Lawei” nini si Juhut hun lopah hundulan. ”Ham in ma goranni turis atap turut istri. Ai anggo tulang ni dakdanak do sedo daroh diri  ai. Tondong na baru do ai. Sedo ai pamupus diri. Halani maningon pamupus diri do parlobei na juppahan, halani ia do na bertanggung jawab hubatta. Sedo botouni parrumah. Tapi sonaima, anggo ra do diri marubah domma dear ai. Ulang be pesak janah marsalahan horjatta tarlobih petinggini Simaungun on.” Nini si Juhut Purba perasaan ahli adat Simalnguungun.
 “Dob ai aha ma use sihorjahonon, “ nini si Purba Tojai songon na lang sabar mandihuti parsahapan.
 “Anggo manurut pandappotku, horja na mangihut aima mambahen riah tongah jabu. Ijaima hadir Sanina, Tondong pakon boru. Anggo sondahan on, ijaima homa iottang ase roh hasoman sahuta termasuk pengurusni Partuha Maujana Simalungun. Ibani riah tongah jabu on, maningon tuntas ma homa membahas tatang aturni horja, pardalanni gori, pardalanni demban, pardalanni hiou pakon na legan. Ijon ma homa botohonni simbuei isema anak boru sanina pakon  anak boru jabu ase ulang adong na lepas tanggung jawab bani horja ai.” Nini si Marsudin Damanik gelar Mardam mambere pandpot.
 “Sosok ma ai tongon” marsahap use si Bertus na hundul ilambungni Ayeb Saragih. “Manurut pandapotkupe tarsonai dassa nulat-nulatni horjani Simalungun on. Hassa, anggo bani matani horja maningon dihutma homa namin odoran na dua nari aima tondongni tondong pakon anak boru mintori. Aido ase adong doding tolu sahundulan lima saodoran. Anggo domma ijin sitolu sahundulan songon sanina, tondong, boru itambah lima saodoran aima tondongni tondong pakon anak boru mintori, lengkapma haganupan kekerabatanni hita Simalungun. Aipe anggo songon na hurang pas pendpatku ai, mulak hubakku ma hape” nini si Bertus ibagas toruhni uhur.
Hita haganupan halak Simalungun on, nini namatua makkatahon, marulu do bah, marbona do sakkalan janah martappuk do demban. Ganup do adong nulatni horja adat. Ulang hita jappak-jappak laho makkorjahon horja adat. Maningon dear do iranggi hita horjatta. Nini halakan, maningon adong do proposalni horja ase haganupan horja ai sistimatis, ekonomis janah hemat panorang. Horja na lang dong persiapan, biasani pabadorhon. Halani ai sittong-sitong ma bahen hita horja adatta. Halani anggo lepak, sedo pitah hasuhuton na maila. Haganupan halak Simalungun pasti maila anggo seorma horja adatta, tarlobih ilobeini buei do halak na lang halak Simalungun. Sonaima. (oppungni jeriko)   




Bupati Simalungun Silahturrahmi ke Pondok Persulukan  Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS
Simalungun,SS
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Gidion Purba Msi, para asisten Setkab Simalungun dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan kunjungan silahturrahmi ke pondok persulukan Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS (Tuan Guru Serambi Babussalam Majelis Zikir Thariqat Nagsyabandiyah) di Nagori Jawa Tongah Kecamatan Hatonduhan, Jum’at, 04/01/2013.
Kedatangan Bupati dan rombongan ke pondok perslukukan tersebut disambut oleh pimpinan persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA yang merupakan putra kandung dari Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS bersama dengan pengikutnya dan langsung melakukan pertemuan di balai pertemuan yang ada di pondok persulukan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM menyampaikan bahwa kunjungan ini, selain untuk bersilahturrahmi dengan warga di pondok persulukan juga untuk mengucapkan selamat dan sukses ada pelaksanaan HUL ke-3 Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS yang akan dilangsungkan pada tanggal 5 Januari 2013.
 “Saya sangat mendukung keberadaan pondok persulukan ini, karena ini merupakan salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam pembinaan mental spirituan masyarakat”, tandas Bupati sembari berharap agar warga di pondok persulukan tersebut mendo’akan sehingga selama kepemimpinannya di Kabupaten Simalungun dapat berjalan dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan terhadapa podok persulukan itu, Bupati Simalungun memberikan bantuan sebesar Rp. 200 juta kepada pimpinan pondok persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA untuk digunakan sebagai pengembangan pondok persulukan tersbeut.
Sementara itu, Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Simalungun bersama rombongan di pondok persulukan yang dipimpinya “Saya juga berterima kasih atas perhatian Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Simalungun yang telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap tempat kami ini yang merupakan sarana pembinaan mental/spiritual dan keimaan masyarakat”, tambahnya.
Selanjutnya dia berharap agar agenda perubahan yang merupakan misi dari Pemkab Simalungun tetap dilanjutkan. “Memang untuk mewujudkan perubahan tersebut selalu ada tantangan bahkan cobaan”, ujarnya.
Seusai dari pondok persulukan, Rombongan Bupati Simalungun melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pangulu Jawa Tongah. Di Kantor ini Bupati Simalungun menghimbau kepada  aparatur nagori untuk menata sekaligus membenahi lingkungan perkantoran tersebut. Tampak hadir dalam kunjungan Bupati dan rombongan itu, Camat Hatonduhan Daniel Silalahi SSTP Msi bersama beberapa orang pengulu se-kecamatan Hatonduhan.(tp)

Bupati Sergai Serahkan 2.026 Paket Sembako kepada Warga

Sei Rampah, SS
Sebagai bentuk kepedulian dan meringankan beban masyarakat pasca musibah banjir beberapa waktu lalu yang terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Pemerintah Kabupaten Sergai (Pemkab Sergai) melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai kembali menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi masyarakat Kecamatan Sei Rampah yang warganya mengalami musibah banjir paling banyak.
Bantuan ini diserahkan Bupati Sergai Ir. H.T. Erry Nuradi, M.Si didampingi Wabup Ir. H. Soekirman yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Sei Rampah Desa Firdaus, Selasa (8/1) dan turut dihadiri Pelaksana Kepala BPBD Sergai Drs. Joni Walker Manik MM, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) H. Ifdal, S.Sos, M.AP, Camat Sei Rampah Drs. Fajar Simbolon, Sekcam Sei Rampah Drs. Andi Ma’arif, para Kades dan ribuan masyarakat penerima bantuan.
Penyerahan bantuan untuk Kecamatan Sei Rampah berupa 2.026 paket sembako untuk 6 desa se-Kecamatan Sei Rampah yakni untuk Desa Sei Rampah sebanyak 1.356 KK, 226 KK untuk Desa Pematang Ganjang, Desa Cempedak Lobang sejumlah 260 KK. Kemudian untuk Desa Sei Rejo sebanyak 108 KK, Silau Rakyat sebanyak 36 KK dan Desa Firdaus sejumlah 40 KK.
Dalam setiap paket bantuan yang diserahkan terdiri dari 10 kg beras, 4 kg gula pasir dan 4 liter minyak goreng kemasan. Bupati Erry Nuradi dalam sambutannya menjelaskan ada lima tindakan yang dilakukan pemerintah menangani musibah banjir tersebut yakni SAR (Search and Rescue) yaitu dicari dan selamatkan dulu korban, kemudian tanggap darurat dengan menyediakan dapur umum, air bersih, selimut dan tenda serta pemberian obat-obatan/pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada korban. Sedangkan tindakan yang ketiga adalah rehabilitasi adalah mempercepat perbaikan kembali sarana maupun prasarana yang rusak akibat banjir, kemudian tindakan keempat yaitu rekonstruksi (membangun kembali) terhadap sarana maupun prasarana yang rusak.
Dan tindakan kelima yakni counselling dengan memberikan penguatan berupa bimbingan dan penyuluhan bagi korban banjir, agar tegar menjalani kehidupannya secara normal di tengah-tengah masyarakat, papar Bupati Erry Nuradi.
Lebih lanjut Bupati Sergai Erry Nuradi mengungkapkan khusus bencana banjir yang menimpa beberapa rumah penduduk bahwa tindakan SAR sudah dilakukan Pemkab Sergai bersama oleh jajaran TNI dan Kepolisian dibantu masyarakat setempat. Demikian juga halnya dengan tindakan tanggap darurat, sejak peristiwa banjir Pemkab Sergai dan beberapa yayasan sosial maupun warga masyarakat yang peduli telah memberikan bantuan berupa makanan, air bersih layak konsumsi, pendirian tenda-tenda tempat penampungan sementara korban.
Untuk tindakan rehabilitasi bagi sarana maupun prasarana yang rusak menurutnya, sedikit memakan waktu dalam pencegahan musibah banjir datang kembali dintaranya tindakan normalisasi Sungai Sei Rampah berupa pelebaran sungai, peninggian tebing dan memperdalam sungai (pengerukan), jelas Bupati Erry Nuradi.
Selain itu Bupati Erry Nuradi menghimbau kepada warga untuk tidak melupakan budaya gotong-royong, bekerja bakti membersihkan lingkungan termasuk membersihkan saluran air dari sampah ketika menghadapi musim penghujan. Kegiatan gotong-royong menurut Bupati Erry Nuradi memang sifatnya sederhana tetapi manfaatnya luar biasa, sesuai visi Kecamatan Sei Rampah Bersih dapat terwujud, ungkap Bupati Erry Nuradi.
Sebelumnya Pelaksana Kaban BPBD Sergai Drs. Joni Walker Manik menjelaskan bahwa penyerahan kembali bantuan pasca banjir kepada masyarakat Kecamatan Sei Rampah ini merupakan program pemerintah pusat terhadap pemulihan daerah yang dilanda bencana alam.
Disela-sela acara penyerahan bantuan ini Bupati HT Erry Nuradi didampingi Wabup Ir. H. Soekirman menandatangani prasasti program PNPM-MPd tahun anggaran 2012 berupa kegiatan perkerasan jalan telford di Desa Silau Rakyat Kecamatan Sei Rampah. (LN)

MK Hapus Kelas RSBI di Sekolah Pemerintah

Jakarta, SS
Mahkamah Konstitusi (MK) menghapuskan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang berada di sekolah-sekolah pemerintah. MK memutuskan RSBI bertentangan dengan UUD 1945 dan bentuk liberalisasi pendidikan.
"Mengadili, mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Mahfud MD dalam sidang terbuka untuk umum di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (8/1).

Dalam pertimbangannya, MK berpendapat sekolah bertaraf internasional di sekolah pemerintah itu bertentangan dengan UUD 1945. MK juga menilai RSBI menimbulkan dualisme pendidikan. "Ini merupakan bentuk baru liberalisasi dan berpotensi menghilangkan jati diri bangsa dan diskriminasi adanya biaya yang mahal," tandas MK.

Seperti diketahui, para orang tua murid dan aktivis pendidikan menguji pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas karena tak bisa mengakses satuan pendidikan RSBI/SBI ini lantaran mahal. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan).

"Saya senang dengan putusan ini karena MK berpihak kepada rakyat, hormatilah keputusan hukum. Jangan sampai tidak ada RSBI, tapi ada yang setipe," kata wali murid, Widi yang anaknya sekolah di SMA 68.

Hargai Keputusan MK

Menanggapi putusan tersebut, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menyatakan menghargai apapun keputusan MK. "Tadi sudah diputuskan. Meski saya belum bisa mendapatkan putusan utuhnya, tapi apapun itu pemerintah sangat menghormati dan menghargai," kata Nuh dalam konferensi persnya di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (8/1).

Nuh menyatakan bahwa dulunya RSBI digagas dalam Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 dalam suasana semangat reformasi. Waktu itu harga diri bangsa sedang terpuruk dan ingin bangkit sejajar dengan bangsa lainnya.

Pemerintah-pun melaksanakan RSBI pada masa selanjutnya. Akhirnya, RSBI sekarang dibubarkan oleh MK. Meski begitu, Kemendikbudlegowo menerima keputusan MK.

"Pemerintah tidak merasa kalah menang. Tinggal menjankan saja. Monggo kalau nggak boleh ada RSBI," ujar Nuh.  (dtc)

Jumlah Pemilih Pilgubsu di Sumut 10,2 Juta

Medan, SS
 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut melalui rapat pleno terbuka, Selasa (8/1) di Hotel Madani menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 sebanyak 10.295.013 jiwa. Dari DPT itu pemilih yang terdaftar didominasi perempuan yakni 5.203.864 atau selisih 10 persen dari pemilih laki-laki yakni 5.091.149 jiwa.
Sementara jumlah pemilih terbesar terdapat di Kota Medan dengan jumlah pemilih 2.121.841 jiwa dan Kabupaten Deliserdang dengan jumlah pemilih 1.428.876 jiwa.

Dalam rapat pleno dihadiri seluruh komisioner KPU kabupaten/kota se-Sumut, Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, sumber data DPT dari data kependudukan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Disebutkan Irham, secara resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyerahkan data kependudukan dan data potensi pemilih pilkada kepada KPU pada 1 Juni 2012. Diakui, ada percepatan penyerahan data itu dengan tujuan menjaga komitmen agar persoalan kependudukan dan pemilih yang selalu muncul saat proses pemilu dan pilkada bisa diminimalisir. Diharapkan ada validasi data pemilih yang akurat yang dilakukan KPU di seluruh tingkatan.

Dalam kesempatan itu Irham menyampaikan, dengan telah ditetapkannya DPT Pilgubsu ini diharapkan masukan, kritik dan pendapat untuk menyempurnakan dan perbaikan DPT itu. "Mungkin penetapan DPT ini masih jauh dari harapan dan kesempurnaan. Ada kelemahan serta luput dengan masih adanya penduduk yang belum terdata," ujar Irham.

Dijelaskan, Undang Undang masih memberikan ruang dan kesempatan untuk sekali lagi melakukan perubahan terhadap DPT.

Dikatakan Irham, KPU sejak diserahkannya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4), oleh Pemrovsu

KPU telah menyerahkan daftar pemilih sementara (DPS) kepada seluruh pengurus partai politik, tim kampanye maupun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, agar masing-masing turut serta melakukan perbaikan, perobahan dan pendapat kepada KPU sehingga ada penyempurnaan data yang sesungguhnya dari masing-masing pasangan calon dan tim kampanye.

Ditegaskan Irham, yang menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran KPU terkait Pilgubsu ini adalah bagaimana melindungi dan menyelamatkan hak konstitusional warga negara sehingga bisa menggunakan hak pilihnya secara bersamaan pada 7 Maret 2013.

"Diharapkan peran serta semua pihak untuk melakukan koreksi terkahir terhadap DPT ini, sehingga seluruh warga yang mempunyai hak pilihnya dapat ikut serta menyampaikan hak politiknya memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur," ujar Irham Buana didampingi komisioner KPU Sumut lannya yakni, Surya Perdana, Nurlela Djohan, dan Rajin Sitepu.

Sebelum penetapan DPT oleh KPU Sumut, masing-masing Ketua KPU kabupaten/kota menyampaikan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar di daerah masing-masing. (int)

Beberapa Daerah di Sumut Terancam Longsor
Medan,SS
Beberapa daerah di Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan masih harus hati-hati terhadap ancaman longsor. Hal ini terkait kawasan pergunungan dan lereng perbukitan di Sumut masih diguyur hujan hingga Januari 2013.
"Lima daerah yang menjadi ancaman longsor ke depan yaitu Tanah Karo, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Simalungun", sebut Mega Sirait, Kepala bidang data dan infiormasi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I stasiun Bandara Polonia Medan, Selasa (8/1).

Menurut Mega, kondisi cuaca secara umum di Sumatera Utara khususnya di Medan, curah hujan sedikit mulai berkurang dibandingkan kondisi hujan Desember 2012. Namun dia tidak membantah, hingga pertengahan Januari 2013 masih berpeluang curah hujan meningkat (deras) terutama di daerah-daerah pergunungan seperti Sembahe dan Langkat, khususnya pesisir timur Sumatera Utara.

Karena itu, lanjut Mega, potensi banjir-banjir kiriman dari hulu sungai perlu diwaspadai oleh warga masyarakat yang menetap disepanjang bantaran aliran sungai, baik Suingai Deli dan Babura di Medan, maupun Sungai Wampu di Langkat bahkan Sungai Ular di kawasan Deliserdang.

"Masyarakat pesisir timur dan barat Sumut diingatkan perlu mewaspadai banjir kiriman maupun tanah longsor bakal terjadi lagi ke depan," jelas Kepala bidang data dan informasi BMKG Wilayah I stasiun Bandara Polonia Medan.

Begitupun dia menilai, suhu panas yang terjadi saat ini masih tergolong aman. Kondisi panas kawasan kota Medan pada siang hari mencapai angka 32 hingga 33 derajat celcius, sementara sore dan malam bahkan hingga pagi hari lebih banyak turun hujan bersifat lokal di beberapa wilayah di kawasan Medan.

Kondisi panas di kawasan perkotaan seperti Medan bisa juga dipengaruhi efek dari rumah kaca, gedung-gedung tinggi, asap kenderaan bahkan akibat kondisi jalan raya. (int)

INFO SINGKAT DAERAH

Tangga Batu - Pengerasan Jalan, SS
Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun dipimpin Pangulu Nagori Tangga Batu Rinto Manurung mendapat perbaikan jalan dari PPIP dengan lebar 2,5 meter, panjang jalan 1,9 km dengan ketebalan 15 cm serta mendapat biaya sekitar 250 juta rupiah, pantauan wartawan di lokasi (1/1) jalan tersebut telah disusun batu padas, Medan jalan sulit ditempuh akibat batu-batu padas tersebut besar-besar dan pada terangkat semua, padahal rencana kerja dibatu, terus dilapisin pasir, serta digilas agar permukaan jalan rata. Tetapi kenyataannya sampai sekarang (9/1) belum tersentuh pasir dan penggilas. Mengakibatkan susah payah untuk dilalui kendaraan terlebih-lebih kendaraan roda dua. Informasi diterima dari beberapa penduduk setempat yang tidak mau disebut namanya. Pengerasan jalan tersebut dikerjakan oleh masyarakat sendiri. Masyarakat desa Pardomuan Nauli mempunyai harapan terhadap pemerintah Kabupaten Simalungun agar pengerasan jalan yang tanggung  ± 1 Km yang dibiarkan tidak dibatui. Agar sesegera mungkin dibuat pengerasan jalan karena menurut info masyarakat banyak ± 20 tahun tidak pernah mendapat pengerasan jalan. Memang sangat prihatin dengan penduduk karena untuk menjual hasil bumi mereka susah payah akibat jalan menuju desa tangga batu hancur-hancuran. (LM)

Panombeian Panei – Rawan Pencurian, SS
Sunggul Sitangang (44) penduduk Nagori Gurgur Kec. Panombeian Pane mengatakan kepada wartawan koran ini (04/1) di rumahnya bahwa desanya rawan pencurian. Sudah sering hilang Babi, bebek, ban mobil, ayam dan tanaman dan lain-lain. Anehnya masyarakat tak ada yang ngadu. Dirinya sendiri mengadukan kehilangan bebek 432 ekor pad atanggal 17-8-2012, dengan alat bukti bus GOK NO. 408 yang dipergunakan Marungkil Simbolon (32) untuk menjual bebek ke arah tanah jawa. Barang bukti sudah ditahan namun kemudian  dilepas dan akhirnya pemilik sudah menjualnya, walau sudah di foto pihak Polsek. Kini Marungkil menjadi DPO dan berakhirlah persoalannya. Untuk urusan ini korban beri uang Rp. 50 ribu kepada penyidik bermarga Situmeang untuk uang rokok, kata Ny. Simanjuntak istri pelapor kepada wartawan.
Ketika hal ini dipertanyakan kepada Kapolsek AKP M. Manik, SH.MH membenarkan hal itu dan terlapor Marungkil DPO sampai saat ini dan minta kepada pelapor kalau ada Marungkil kelihatan minta diinformasikan agar ditangkap. Menyoal 50 ribu yang diberi pelapor dikatakan Kapolsek “Itu kan pemberian” terimalah. Menurut Drs. Bin Ahar Tambunan selaku Pemerhati sebaiknya ditolah penyidik dengan mengatakan minta maaf pihaknya tidak boleh menerima uang, karena sudah digaji pemerintah. Untuk pembelajaran di negeri ini, karena nilainya terlalu kecil dan dampaknya dapat mengangkat nama baik kepolisian, sebaiknya ditolak dengan santun dan bukan asal terima, kata Drs. Bin Ahar Tambunan dengan tegas. (M. Johan)

Tanah Jawa – Kecewa, SS
Lukia Simanjuntak (58) penduduk Nagori Mariatasi Kec. Hatonduhan, kecewa berat karena pengaduan sudah 1 tahun yang lalu dilaporkan sampai saat ini (9/1) belum ada proses Kajari Simalungun hingga saya malu kata Lukia kepada wartawan lewat telepon selulernya. Ceritanya begini, penrusakan yang dilakukan Bidan boru Sinaga dan Ambarita telah dilapor ke Polsek Tanah Jawa, dan bahkan telah diadukan ke Kapolda Sumut dan sudah dipross penyidiknya bermarga Hutasoit. Menurutnya berkas perkara telah dilaporkan ke Kajari Simalungun dan akhirnya persoalan perkara mengendap di tangan penyidik (Jaksa) untuk itu Lukia akan pertanyakan masalah ini kepada Jaksa minggu depan. (Alpijor).

Kota Binjai – Korupsi, SS
GAPEKNAS Kota Binjai sorot proyek pengaspalan berbiaya Rp. 15 M, tuding tidak sesuai bestek dan minta Kadis Tarukim dan PPTK di tangkap, kata Maruba Sagala selaku ketua gabungan pengusaha konstruksi nasional kepada wartawan baru-baru ini. Faktanya proyek pembangunan jalan setapak di Ir. H. Juanda gang sejahtera lingkungan VI Kel. Mencirim Kec. Binjai Timur Kota Binjai. Mutunya rendah dan diduga penuh kebohongan dan tidak dapat bertahan lama dari segi umur proyek, untuk itu minta kepada penegak hukum untuk periksa proyek tersebut dan menangkap pengguna anggaran kata Maruba dengan tegas. (KS)

Simalungun – Sindikat Pencuri Alat Berat, SS
Polres Simalungun berhasil bongkar Sindikat pencuri alat komputer Beko milik Pemkab Simalungun dititipkan di Dinas Bina Marga Kabupaten Simalungun Jalan Asahan Km. 6. Kejadian 19 Nopember 2012. Para tersangka MHP (22) warga nagori Lestari Indah Kec. Siantar. S alias Ijal warga Sungai berombang dusun IV Kec. Pani Hilir Kabupaten Labuhan batu, H alias Tono (23) asal Sei Semujur, Kec. Si Suka, Kab. Batu Bara. Semuanya telah ditahan dan kini dalam proses hukum, demikian Kasat Serse Polres Simalungun AKP Ronny, Sik kepada wartawan baru-baru ini. (Alpijor/PP)

Hutabayu Raja – Kekurangan Komputer, SS
Kekurangan komputer di SMP Negeri 3 Hutabayu Raja menjadi hal serius kata Bellen Munthe, S.Pd kepada wartawan baru-baru ini. Untuk belajar pemahaman terpaksa 3 orang untuk 1 komputer dan siswa belajar pada sore hari. Belajar di ruangan Tata Usaha, sangat memprihatinkan 8 unit komputer untuk 3 jurusan. Ketika hal ini dipertanyakan kepada Dikjar Simalungun, Kadis melalui Drs. P. Sinaga selaku SEKDIS mengatakan TA 2013 diupayakan untuk penambahan komputer di SMP Negeri 3 Hutabayu. (Mare)

Jawa Maraja – Jalan Rusak, SS
Ruas jalan simpang Bah Jambi – Nagojor dan ruas jalan Nagojor – Hutabayu Raja masih butuh perbaikan, karena lubang-lubang akan mengganggu arus lalu lintas, karena lubang-lubang akan mengganggu arus lalu lintas. Sesungguhnya jalan merupakan urat nadi perekonomian dan tolak ukur suatu daerah. Kalau jalan rusak sudah pasti dipemerintahan b anyak tak beres, kata Ir. Kondar Silitonga dari LSM  PPL menyikapi buruknya ruas jalan tersebut, pantauan (4/1) di lokasi. Menurut kondar, rusaknya jalan di Kabupaten Simalungun adalah karena mutu proyek terlalu rendah, kemudian rendahnya sistim pengawasan dan tidak ada dana pemeliharaan. Dan rakyat harus menderita karena jalan tak mulus di Kab. Simalungun, karena korupsi sangat kental (menggurita) itulah penyebabnya, kata Kondar tegas, (Sita)

Simalungun – Sabu-sabu, SS
SS oknum Polres Simalungun diduga terlibat peredaran sabu-sabu di Kabupaten Simalungun. Diharap masyarakat agar ditangkap dan ditahan, oknum ini telah mencemari lembaga kepolisian, kalau dibiarkan akan semakin merajalela kata Krismon Pangaribuan, SH kepada wartawan koran ini (8/1) di loby Siantar Hotel.
Oknum SS yang jarang dinas telah mencoreng nama baik POLRI membuat masyarakat GERAH, sebaiknya pecat saja, sesuai proses hukum berlaku kata Krismon. Harpaan ini disampaikan kepada AKBPD Andy Syariful Taufik, Sik, M.Si untuk segera bertindak terhadap ulah oknum SS terkesan kebal hukum. (M. Johan)

Dolok Panribuan – Salut, SS
Saya salut sekaligus angkat tangan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kec. Dolok Panribuan Drs. C. Ritonga, alasannya mampu menjadikan Komplek berdisiplin. Semangat kerja guru meningkat dalam proses belajar mengajar. Dan beliau satu-satunya yang pernah membuat reuni akbar lulusan tahun 1985 sampai dengan sekarang. Acaranya meriah dan sukses, kata Pak Silalahi yang mengaku orang tua murid dan tinggal di kompleks perumnas Tiga Dolok. Dilanjutkan Bapak Silalahi juga mutu pendidikan dan perubahan perilaku anak-anak sangat dirasakan para orang tua murid. Tentu itu alasan yang kuat, begitu! (Bangun)

Jalan Nasional – Rusak, SS
Beram jalan tergerus sedalam 0,5 meter di ruas jalan Nasional posisi Tiga Dolok. Tepatnya di Nagori Bandar Dolok sangat menakutkan buat kendaraan roda dua apalagi saat musim hujan. Perlu perhatian Kantor Balai atau unit pemeliharaan jalan di daerah. Masyarakat sangat berharap. Hal itu bisa segera ditangani, kata Krismon Pangaribuan BA dari LSM PPL, berkomentar kepada wartawan koran ini. Sudah hampir 1 tahun beram ini dibiarkan saja. Anehnya tidak ada anggota DPRD khususnya perwakilan dari Kec. Dolok Panribuan yang memperhatikan aspirasi masyarakat. (LM)

Girsang Sipangan Bolon – Kebersihan, SS
Pemotongan rumput di kompleks SMA Negeri 1 Kec. Girsang Sipangan Bolon tetap rapi dan bersih. Sehingga keindahan tercermin dari sekolah itu. Terpantau (8/1) di lokasi. Penataan lingkungan yang baik sudah pasti membuat anak-anak terbiasa dan berharap anak-anak diluar sekolah mampu mencontoh apa yang dibuat atau dilanjutkan Ebson Silaban, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah. Sampai saat ini belum ada keluhan dari orang tua murid atau komite tentang kegiatan yang dilaksanakan disekolah untuk melakukan proses belajar mengajar. (KS)

Padang Sidempuan – Pengeroyokan, SS
Agus Rizki Situmorang  (26) korban pengeroyokan oleh AK (30) dkk, sampai babak belur, karena masalah sepele hingga membuat laporan polisi No. LP/707/XII/2012/SU/PSP, Tanggal 22 Desember 2012 dengan penyidik Eddy Tarigan di Kapolres Padang Sidempuan. Kejadian pada tanggal 22 Desember 2012 sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Sudirman depan KFC kota Padang Sidempuan dihajar AK dkk hingga mengakibatkan mata bengkak, merah, dan sembab makan, kebiru-biruan, dengan wajah hancur-hancuran. Laporan istri AK yang memicu kemarahan AK karena Rizki bernyanyi sambil bergitar dan lagu-lagu yang dibawakan oleh menyindir istri AK hingga istri AK tersinggung dan menegur rizki. Akan tetapi rizki mengatakan, bahwa lagu-lagu yang dinyanyikannya tidak menyindir siapa-siapa. Akan tetapi istri AK tidak terima hingga mengadu kepada suaminya dan langsung menampar rizki. Akan tetapi rizki mengelak hingga tamparan yang dilayangkan AK tidak mengenai Rizki. Akibat emosi AK memanggil teman-temannya  dan mengejar serta menghajar Rizki hingga babak belur. Malam itu juga Rizki dibawa oleh keluarganya untuk mendapat visum di Rumah Sakit Umum Padang Sidempuan serta membuat laporan pengaduan dengan nama Pengadu Juniara Petros (Keluarga Rizki). Akan tetapi hingga saat ini belum ada panggilan polisi terhadap AK.

Simarimbun – Pelaksanaan Reses ke 3, SS
Fernando M. Siahaan, anggota DPRD Tk II Pematangsiantar periode 2009 – 2014 di desa Banjar Nahor Kelurahan Tong Simarimbun (24/12) pukul 12.00 WIB berjalan dengan lancar, hikmat serta meriah. Turut juga Kadis Pertanian/Peternakan Robert Pangaribuan, Kadis Tarukim A. Tarigan, Kadis PU serta anggota Dewan Bapak Rudi Whu serta lurah Tong Simarimbun Bapak Siadari. Masyarakat sangat antusias atas kehadiran anggota dewan Fernando M. Siahaan terlihat dari jumlah warga yang hadir ± 100 orang. Acara dimulai dari kata sambutan dari lurah Tong Simarimbun kemudian dilanjutkan oleh Bapak Fernando mengatakan supaya Masyarakat bisa mengutarakan semua unek-unek dan permasalahan yang te rjadi ditengah-tengah masyarakat. Baik masalah pertanian, drainase, parit, longsor, dan jalan. Setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab warga yang dimulai dari Ibu K. Simangunsong yang mengatakan tentang parit didepan rumahnya tersumbat sehingga kalau hujan turun menjadi banjir dan membuat aroma busuk di sekitar perumahan. Dan memohon agar mendapat perbaikan. Oppu Daren Br. Siahaan bertanya tentang drainase dan parit didepan rumahnya tidak berfungsi sehingga kalau hujan air masuk kedalam rumah. B. Nainggolan menghimbau agar jalan nasional yang berlubang-lubang mendapat perbaikan yang sering mengakibatkan kecelakaan serta lampu jalan dari jalan parapat Km. 4-5 tidak berfungsi hingga gelap gulita padahal tiang lampu ada akan tetapi bola lampu sudah putus. Masyarakat Tong Simarimbun juga menghimbau akibat drainase untuk kesawah amblas, hingga pengairan ke sawah susah dan padi kering tidak berair. Mengakibatkan kerugian dan gagal panen. Masyarakat Tong Simarimbun yang sebahagian sebagai petani termasuk lumbung padi di kota Pematangsiantar, akan tetapi masyarakat menghimbau pemerintah agar turun ke lokasi untuk memperbaiki drainase yang amblas, agar senantiasa penduduk Tong Simarimbun bisa panen dengan hasil yang memuaskan. (BCP)









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar