Jumat, 01 Maret 2013

SUARA SIMALUNGUN Edisi 537 (Kamis 17 Januari 2013-23 Januari 2013)

Jangan Ada yang Mencoba Mengobok-obok Bumi Simalungun
•    Sekjend PMS Pardi Purba SE : Mari Kita Bangun Demokrasi yang Beretika
*     Ronsen Purba SH  :  Adat dan Etika Simalungun Hendaknya Dihormati

Simalungun, SS
Seluruh elemen masyarakat Kabupaten Simalungun hendaknya memiliki satu derap langkah untuk membangun bumi Habonaron Do Bona dengan cara menciptakan suasana yang kondusif ditengah-tengah masyarakat. Suasana kondusif akan sangat dibutuhkan untuk terlaksananya pembangunan untuk peningkatakan kesejahteraan masyarakat.  Demikian pendapat  tokoh masyarakat Simalungun yang dihimpun SUARA SIMALUNGUN pekan ini.
Pardi Purba SE Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP/Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) mengatakan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Simalungun Bumi “Habonaron Do Bona” untuk tidak menganggu kekundusifan  Kabupaten Simalungun.  Saat ini suasana masyarakat Kabupaten Simalungun dibawah kepemimpinan DR JR Saragih SH MM sudah sangat kondusif hendaknya jangan ada yang mencoiba-coba mengganggu. 
Pardi mengatakan etnis Simalungun adalah etnis yang paling demokratis di seluruh Indonesia, seluruh suku dan agama yang ada di Indonesia hidup berdampingan secara nyaman tanpa ada gangguan. Ragam perbedaan yang ada di NKRI ada di Simalungun sehingga Simalungun bisa disebut sebagai “Indonesia Mini”. Ragam perbedaan tersebut adalah modal yang sangat bagus untuk pembangunan masyarakat, jadi menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga kekondusifan tersebut ujar Pardi. Begitu juga pembangunan demokrasi di Simalungun handaknya lebih mengedepankan etika yang bersumber dari tradisi yang ada di Simalungun.
Pardi mengeluhkan masih adanya  aktifis LSM maupun tokoh masyarakat yang masih mencoba mengobok-obok Simalungun dengan menebarkan issu dan prasangka yang tidak ada kebenarannya. Di alam demokrasi memang kebebasan menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan adalah dilindungi undang-undang dasar. Kebebasan tersebut hendaknya kita jalankan secara beretika dan bertanggung jangan justru kebebasan tersebut kita manfaatkan untuk menciptakan suasana menjadi tidak kondusif.
Dikatakan Pardi memang masih sulit mencari figur aktifis LSM maupun tokoh masyarakat yang memang memiliki komitmen untuk membangun, kebanyakan masih hanya sekedar untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja. Misalnya saja ada aktifis LSM dulunya sangat berpihak kepada Penguasa mungkin karena ketika itu dia diberdayakan penguasa tersebut sekarang dia jadi orang yang terus menerus menyoroti penguasa seolah tak ada lagi yang baik yang dikerjakan.  Hal tersebut sebenarnya sungguh sangat disesalkan seharusnya kita bisa lebih objektif ujarnya.
Sementara itu Ronsen Purba SH ketua umum  Kelompok Pencinta Lagu Simalungun (KPLS) mengatakan  bahwa DR JR Saragih SH MM juga sekaligus sebagai ketua PMS sehingga seluruh elemen Simalungun  memiliki tanggung jawab moril untuk membelanya.  Kalau memang kepemimpinan DR JR Saragih dinilai buruk silahkan dinilai secara bertanggung jawab dan jujur. 
Janganlah kita menilai kinerja Bupati dengan menggunakan perasaan sentimen seolah tak ada lagi yang baik yang dikerjakan.  Pembenahan Raya sebagai Ibu Kota Kabupaten Simalungun adalah salah satu contoh prestasi yang dibuat DR JR Saragih SH MM.  Begitu juga dengan peningkatan kedisiplinan PNS serta kedekatannya dengan masyarakat dari semua kalangan adalah sesuatu yang patut dibanggakan. Ronsen mengingatkan jangan ada yangh coba-coba mengobok-obok Simalungun karena sejak zaman Raja Marpitu Simalungun sudah kondusif pungkasnya. (tp)


Petani Simalungun Sangat Dekat dengan GUSMAN

Simalungun,SS
Petani Simalungun ternyata sangat dekat dan lebih mengenal pasangan calon Gus Irawan dan Sukirman (GUSMAN) dibandingkan pasangan calon lain.  Hal tersebut adalah sesuai pantauan SUARA SIMALUNGUN yang terjun ke Kecamatan Bandar dan Pamatang Bandar pekan ini.   Salah seorang petani Padi Sawah di Bandar Tinggi Irwan kepada SS mengatakan bahwa  seluruh pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) maupun TS sudah pernah terjun kesini, akan tetapi yang paling sering dibicarakan petani adalah GUSMAN.
Dikatakan Irwan faktor GUSMAN dikenal juga karena adanya pengaruh Soekirman yang memang sejak lama dikenal sebagai aktifis HKTI.  Gus Irawan juga dikenal sebagai figur yang banyak memahami permasalahan petani sehingga sangat wajar jika petani pada umumnya lebih mengenal GUSMAN. Bagi kami petani ngak begitu ngerti dengan visi dan misi kami lebih karena faktor kedekatan secara emosional semata karena GUSMAN sudah sangat dekat kepada kami kata Irwan.
Lebih lanjut Irwan mengatakan GUSMAN  dinilai paling paham soal ekonomi kerakyatan sehingga jika terpilih menjadi Gubsu akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Sumatera Utara. Latar belakang keduanya yang dekat dengan persoalan rakyat sangat cocok memimpin Sumut lima tahun kedepan. 
Sementara itu Supomo petani warga Simpang Kalvin  mengatakan bahwa warga Sumut mayoritas adalah kaum menengah kebawah, ekonominya juga masih ekonomi menengah kebawah sehingga masih sangat membutuhkan konsep pembangunan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dengan kondisi demikian sangat dibutuhkan pemimpin yang memahami persoalan akar rumput karena menangani masalah ekonomi kerakyatan berbeda dengan menangani ekonomi kapitalis yang padat modal.
Kalau ekonomi kerakyatan modal rakyat sangat sedikit bahkan bisa dikatakan tanpa modal.  Modal rakyat hanyalah semangat, kerja keras dan kejujuran.  Dengan situasi demikian sangat dibutuhkan konsep ekonomi kerakyatan yang bisa mendekatkan rakyat misalnya dengan akses permodalan. Permodalan sulit diakses masyarakat kecil karena tidak adanya political will dari pemerintah itu memerlukan keberanian politik dan sangat tergantung oleh pemimpinnya. 
Selanjutnya Supomo mengatakan   Mencermati lima kandidat Gubsu yang bertanding dalam Pilgubsu Maret 2013 figur Gus Irawan dan Sukirman sangat tepat karena petani lebih mengenal GUSMAN.
Pengalaman Gus Irawan saat memimpin Bank Sumut  yang memiliki banyak program untuk peningkatan ekonomi kerakyatan adalah modal yang sangat relevan yang harus dimiliki calon Gubsu.  Begitu juga Sukirman yang memiliki pengalamana dua periode sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagei dan berlatar belakang Sarjana Pertanian sangat cocok memimpin Sumut kedepan.
Ditegaskan Supomo  intinya Sumut membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan rakyat kecil yang adalah penduduk mayoritas di Sumut. Dan pasangan Gus Irawan Sukirman paling paham masalah ekonomi kerakyatan sehingga warga Sumut patut mempertimbangkannya dalam Pilgubsu Maret mendatang ujarnya.
Membangun daerah yang begitu beragam membutuhkan seni dan managemen tersendiri sehingga masyarakat Sumut harus benar-benar mencermati figur calon Gubsu  yang akan ikut dalam Pilgubsu tahun 2013.  idealnya masyarakat sudah mempelajari track rekord dan kemampuan para calon yang akan bertanding. Akan tetapi mengingat keragaman Sumut maka harus dicari figur yang santun dan berjiwa pemersatu ujarnya. Sumut adalah ibaratnya miniatur Indonesia sehingga sangat membutuhkan pemimpin yang bisa mempersatukan perbedaan.  (tp) 

Fakultas Hukum USI  akan Adakan Seminar Internasional Business Law

 P.Siantar, SS
Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI) , akan melaksanakan  seminar Internasional Busines Law bekerja sama dengan  Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Jakarta. Acara  tersebut akan dilaksanakan tanggal 21 Januari 2013 di Auditorium Radjamin Purba SH jalan Sisingamangaraja Barat Kota  Pamatangsiantar. Demikian dikatakan Dekan Fakultas Hukum  Universitas Simalungun Januarison Saragih, SH, Mhum kepada SS Rabu (16/1).

Januarison mengatakan tujuan kegiatan seminar tersebut  adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat tentang sistim hukum dan perundang-undangan  yang berlaku pada suatu Negara. Selain itu juga akan memberikan penyegaran wawasan kepada masyarakat tentang peranan pengadilan dengan suatu putusan yang adil dan bermanfaat dan kepastian hukum, yang nantinya akan memberi pengetahuan dan pemahaman kepada  masyarakat  tentang pengaruh sistim hukum dan akibatnya  dalam aktivitas hukum internasional disuatu Negara. kegiatan ini  diprogramkan mengingat sistim hukum Negara menjadi top topic hampir diseluruh belahan dunia. Hal ini telah terbukti  dari peranan pengadilan yang  berbeda penerapan hukumnya dipengadilan menurut sistim hukum masing-masing. Oleh karena  itu dengan melakukan kegiatan seminar untuk menjadikan  sumber daya manusia (SDM) pada akademisi, unsure birokrasi dan pengusaha khususnya di Pamatangsiantar dan Simalungun.       


Kegiatan seminar tentang “ Judical Activism an the rule of law The Proper role of judges in a constitutional democracy ini akan menghadirkan nara sumber Prof Gabriel Moens, PH.D, LL B, LL.M, JD, MBA, Fci Arb dan Prof Dr Bintan R Saragih, SH, dan sebagai moderator Riduan manik SH, MH dan Jenriswandi Damanik SH, MH. Sedangkan sasaran untuk menjadi peserta adalah masyarakat umum, Birokrasi (Pemerintah khususnya di Kabupaten / Kota dan pengusaha, civitas akademik (dosen, Alumni, dan Mahasiswa) yang berkapasitas sebanyak 350 orang.

Untuk melaksanakan kegiatan seminar tersebut telah terbentuk panitia seminar dengan susunan Penasehat (Rektor USI Drs Hisarma Saragih, MHum), penanggung Jawab (Dekan Fakultas Hukum USI Januarison Saragih, M.Hum), Ketua Umum (Humala Sitinjak, SH, M,Div, MH), Ketua I Jasebel Girsang, Ketua II Mesdiana Purba, SH, Mh, Sekretaris Riduan Manik, SH, MH, Wakil Sekretaris Muldri P.J Pasaribu, SH, MH, Bendahara Djarusdin Sitio, SH, MH, wakil bendahara Pasu Malau, SH, MH, seksi persidangan Jenriswandi Damanik, SH, MH, Sangap Berliana Damanik, SH, Seksi perlengkapan , Alikudin Saragih, SH, MH, Seksi Dukumnentasi, Sarles Gultom, SH, MH, Rosita Nainggolan, SH, MH, seksi Dekorasi, Roy Andre Christian Naldo, SH, MH, Darman Sinaga, Sridewana Sipayung. (nu)   

BUAL-BUAL POKKALAN 
Pasal  Adat Simalungun
Rattib tumang do parbualan hasimalungunon bani pokkalan sattorap on. Apalagi ma bani parrohni tokoh adat Simalungun Hamrin Saragih hun huta Ujung Padang, Waldi Damanik pakon Ayeb Saragih hun huta Harasan Simalungun, Petrus Purba hun Huta Serbelawan, Kumpul Purba hun huta Panombeian Panei pakon tokoh na legan na roh minum hu pokkalan. Tambulpe songon na mattin tumang do aima gulei tanggiling hasil buruanni Bertus  pakon anggotani Parjuma Bolag.
 “ Sattorap on sibualhononta aima pasal partibal atappe eksistensi ni adat simalungun sondahan on “ nini si Posma Bandar perasaan pimpinan sidang bani kumpulan perwiritan.
 “ Mase maningon pasal adat Lawei, ai lang adongbe topik na legan ? “ si Marsudin Damanik hun Sidamanik.
“ Memang bueido topik na penting sibahason na marsimalungun on. Halani memang buei tumang persoalan na pasedahon hajongjonganni Simalungun. Tapi sattorap on masalah adat ma lobei bahas hita, halani adat do landasan berpikirta anggo hita laho membangun simalungun ibagas pengertian na legan, adat simalungun menjadi landasan konstitusional bani pembangunan simalungun. Anggo landasan filosofini aima Habonaron Do Bona. Alasan  penting na legan homa homa, anggo ihutakku i Bandar, songon na rappisdo pemahaman soal adat Simalungun on.Bayangkon nassiam, sedangkan na berlangganan Suara Simalungun pe i Pamatang Bandar pitah 20 halak do, aido ase porlu pamasmas hita parsahapan pasal adat Simalungun piga-piga bulan on na laho roh on, mudah-mudahan tambah ma homa halakni na mamboli suara simalungun i Pamatang Badar “ nini si Posma use marbalos sambil padaratkon sigaretni Gudang Garam Surya.
“ Seng pitah i Bandar, ihutakku Saran Padang pe lambin roh migarni do pasal adat simalungun on. Gatido gondang karo ipahata bani horja adatni halak simalungun.Sosok do ai, pabuei hitama kegiatan pasal pemasyarakatan adat simalungun on “ nini si Rosman Saragih soppong, irik manorguk bagot sore (basor) pinasisirni parpokkalan.
 “ Hita haganupan, mase porlu iparlajari hita adat simalungu ? Aima halani artini adat simalungun ai, aima aturan tata tertib marsimalungun na iajarhon oppungta na hinan. Pakon pondok, adat aima aturan tata tertib. Jadi anggo jelasdo pangarusionta pasal adat simalungun podas do hita simalungun on maju, halani domma iarusi ganup halak simalungun on tatang atur hagoluhan marsimalungun. Porlu pemerataan pemahaman adat simalungun. Aido ase porlu hita haganupan maradat simalungun “ nini si Waldi Damanik mambere wejangan  songon na menghadapi anggota UPAS i Harasan Simalungun salosei latihan manggual isopouni Ayeb.
 “ Ya, sittong do ai. Adat Simalungun aima jati dirini Simalungun. Artini anggo adong halak simalungun na lang mangarusi adat simalungun, aima halak simalungun na minus jati dirini. Seng adongbe hadirionni ai. Urah do ai moleng bani goluh on. Usih do ai songon sanggar simolei-olei. Huja logou marombus hujaima ia misir, seng adong pendirianni ai. Sonaima pendapatku “ nini si Aman Damanik Satgas Upas hun Bandar Masilam.
 Seng pitah ai, ase ibotoh hita, ia adat ai aima tata tertib bani ganup aspek goluh on. Adat na marsanina, adat na martondong, adat na marboru,adat na marhasoman sahuta, adat na marpimpinan, adat na marorang tua, adat na marniombah, adat na markongsi usaha, adatni na marutang, adat na mar UPAS, adat ni namaridou, adatni na marbisnis, adat kelahiran, adat perkawinan, adat marujung goluh, adat mamokkot rumah pakon na leban, pakon na legan. Pokokni haganup aspek goluh on adong do adatni. Halani ai anggo adong ma orang tua na lang mangarusi adat, berarti ma ai orang tua ai na lang mangarusi aturan. Berarti niombahni ni aipe hudobanni aima niombahni halak na lang maradat, na lang taratur. Jadi anggo manurut au anggo sihol  maju simalungun on, haganupan ma halak simalungun on mangarusi adat simalungun “ nini si Jaserman hun Sondi Raya sambil patordouhon naheini halani loja markareta roh hun Raya.
“ Tapi anggo pandapotku legando “ nini si Walmen Damanik hun Batu 20.” Naparlobei mangarusi adat simalungun aima pangurus pakon anggotani Partuha Maujana Simalungun. Ai namambahen kahou halak simalungun on, aima halani buei tumang pengurus PMS na lang mangarusi adat simalungun, kan sibahuton ma ? Taridah ma namin rumangni adat Simalungun bani rumah tanggani pengurus PMS. Niombahni PMS pe namin lancarma marbahasa Simalungun sedo marbahasa Jerman tumang. Ulang be namin adong pengurusni PMS na lang mangarusi cara mamahei hiou simalungun. Dob aipe namin ase susur hubani UPAS, HIMAPSI, IKEIS pakon na legan.” Nini si Walmen use.
“ Adong ope sitambahkonon “ soppong si Jhon Sipayung  marsahap sambil padohorhon dirini hulouloan janah manjamah galas marisi bagot sore (basor). “ Belakangan on bueima halak simalungun na jadi Pejabat i Pemkab Simalungun. Sabotulni anggo pejabat ma diri maningon na botohma adat Simalungun. Ulang adong pejabat na lang mangarusi adat simalungun i Simalungun on ase boi ia mangajari masyarakat I Simalungun on laho patorsahon  kehidupanni masyarakat i Simalungun on. Jadi anggo adong ope pejabat na lang mangarusi adat simalungun, malapor ma lobei bani PMS atappe bani UPAS ase itatar janah iajari dear maradat simalungun ” nini si Jhon serius tumang.
Hita haganupan halak simalungun on barang ijape hita marianan, sonaima parbualanni sidea parpokkalan. Tottu adong do na lang sosok bai uhurta janah bueido na sosok bani pikkiranta. Hitape boi do mambere pandapot pasal porluni na maradat Simalungun. Sonaha, adong do pendapatmu soal adat Simalungun on ? Anggo adongdo kirim hamma hu Suara Simalungun (SS) ase publikasihon hita. Tapi anggo lang adong, marlajar ma lobei ase boi markomentar. Minimal marlajarma sonaha manayat dayok. Sonai homa age na mambatur.  Selamatkon hitama adat Simalungun. Diatei Tupa (paielis)


Zulkarnain Nasution: GuSman Menang Rakyat Senang
 P.Siantar, SS
Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara hanya tinggal hitungan hari saja.  Pencalonan kali ini diikuti lima peserta yag akan bertanding menuju Sumut 1. Dali kaca mata saya hanya pasangan Nomor Urut 1 yang paling layak untuk memimpin Sumatera Utara kedepan. Demikian hal ini dikatakan Ketua Paguyuban Gang Amal Zulkanain Nasution  kepada“ SS pada acara gerak jalan santai dalam rangka Hut Paguyuban Gang Amal Minggu (13/1) kemarin

Dijelaskannya bahwa pasangan nomor urut satu GuSman jika terpilih  menjadi Gubernur telah memiliki komitmen untuk membuat Sumut yang lebih baik , sebab Sumut Sejahtera haruslah terukur, katanya. pernah menjadi CEO BUMD of The Year, 2010 dan 2011, dari Majalah Business Review dan Majalah Property dan Bank ini, hal itu dapat dicapai dengan memproduktifkan masyarakat miskin melalui pemberian modal bergulir minimal 50.000 KK setiap tahun. Untuk menghindari penganggur baru dari angkatan kerja baru, maka dibuat program kewirausahaan bagi 10.000 pemuda dan mahasiswa orang per tahun, Jika GuSman Menang rakyat senang, katanya.

Semoga  dengan majunya pasangan GuSman  pada Tahun 2013 ini adalah momentum untuk mencapai Sumut sejahtera. Saya secara pribadi  menunggu kehadiran Gus Irawan untuk memimpin SUMUT Kedepan, apalagi melihat semangat GuSman untuk  memperbaiki ekonomi Sumut sudah menjadi impian masyarakat sejak lama. Karena itu kami yakin Gus dan Soekirman adalah sosok yang tepat untuk membangkitkan perekenomian dan membawa masyarakat Sumut lebih sejahtera,” ujar Zulkarnain , warga Kelurahan Banjar ini.

Selain itu salah seorang peserta gerak jalan sanatai pada acara Hut Paguyuban, Vivie, mengatakan dirinya sangat simpatik melihat pasangan Nomor Urut 1. “ rasanya pasangan kedua calon ini memlikik sejuta aura kepemimpinan. Saya yakin Gusman menang, rakyat pasti senang. Selain itu pasangan Gusman adalah pasangan yang memilki kemampuan, serta memiliki menegement   untuk memajukan sumut lebnih sejahtera. Semoga Gusman menang, kata vivie  yang juga seorang  pelajar ini.

Komite, Tokoh Agama, Masyarakat Serta Guru SD Negeri 091607 Sinaksak Memohon Agar Aryati Ningsih, S.Pd  Tetap Kepala Sekolah

Tapian Dolok, SS
 Selama ini Bupati Simalungun selalu memperhatikan nasib Kepala Sekolah. Seiring dengan hal itu, Komite Sekolah, Tokoh Agama, Masyarakat mohon kepada Bupati Simalungun agar kepala sekolah SD Negeri 091607 Sinaksak, Aryati Ningsih, S.PdI dapat dipertahankan di tempat tersebut. Hal ini disampaikan guru-guru sekolah (15/1) di Kantor Kepala Sekolah kepada awak koran ini. Menurut mereka sudah melayangkan surat kepada Bupati Simalungun dan ditandatangani kurang lebih 20 orang. Isi surat permohonan sebagai berikut : 1. sesuai penilaian kami komite sekolah SD Negeri 091607 Sinaksak Kec. Tapian Dolok bahwa selama kepemimpinan saudari Aryati Ningsih, S.PdI peningkatan proses belajar mengajar sangat baik, 2. Bahwa selama ini saudari Aryati Ningsih, S.PdI menjadi Kepala Sekolah manajemen pengelolaan keuangan transparan dan dapat dipertahankan serta sesuai dengan skala prioritas. 3. bahwa selama sdri. Aryati Ningsih, S.PdI menjadi Kepala Sekolah sarana dan prasarana pendidikan mengalami peningkatan yang sangat baik, lingkungan belajar tertata, ruang belajar asri dan media belajar dikelas lengkap. 4. Bahwa selama Sdri. Aryati Ningsih S.PdI menjadi kepala sekolah, pembinaan kepada rekan guru baik sumber daya manusia, maupun jenjang karir sangat demokratis. 5. Bahwa selama Sdri. Aryati Ningsih, S.PdI menjadi kepala sekolah setiap tahunnya calon murid baru selalu membludak, sehingga setiap tahunnya selalu membatasi/menolak murid karena ruang belajar tidak dapat menampung para pendaftar seluruhnya. 6. Bahwa selama Sdri. Aryati Ningsih, S.PdI menjadi Kepala sekolah memiliki jiwa kepemimpinan yang demokratis. 7. Bahwa selama Aryati Ningsih, S.PdI Menjadi Kepala sekolah, beliau juga sebagai tokoh masyarakat dibidang keagamaan-sosial di Sinaksak Kec. Tapian Dolok. 8. Bahwa kami dalam menyampaikan permohonan ini bukan menentang keputusan atasan, melainkan demi peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 091607 Sinaksak Kec. Tapian Dolok ke depan.
Kami yang bermohon Edison Hutasoit (Komite Sekolah), Darwinsah (Tokoh Masyarakat), Saodah (Tokoh masyarakat), Ir. Tri Utomo (Tokoh Pemuda), Rosmeri Simorangkir (Guru Kelas), Polina Sinurat (Guru Kelas), Pitra Rider Sihombing (Guru Kelas), Suli (Guru Kelas), Sutrisno (Guru Kelas), H. Purba, S.PdK (guru Kelas), M. Situmorang, (guru Kelas), Ida Novian Situmorang (guru Kelas), Nuri. S (guru Honor), Setiawan Gultom (Guru honor), Aprinda (Tata Usaha).
Ketika hal ini dipertanyakan kepada Ka. UPTD Kec. Tapian Dolok tidak berhasil karena Ibu tidak berada ditempat. Menurut staf yang bertugas saat itu sedang berada di luar. (LM/KS)

Corak Batik Khas Tebing Tinggi Diperkenalkan




Tebing tinggi,SS
Hasil pelatihan membatik tangan khas Tebingtinggi yang digelar Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kouperindag) Kota Tebingtinggi kepada 25 warga dan remaja putri di Aula RM Putra Ganda Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtinggi akhirnya diperkenalkan dan ditampilkan di Gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (8/1).
Batik tulis tangan khas Kota Tebingtinggi bernuansa asbtrak di tuangkan dikain katun dengan motif bunga besar berciri khas-kan ikon Kota Tebingtinggi seperti lukisan burung beo, Tugu Perjuangan 13 Desember dan motif pohon bambu melambangkan Kota Tebingtinggi sebagai Kota Lemang.
Walikota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan berharap batik yang telah dihasilkan oleh anak-anak remaja putri Kota Tebingtinggi hendaknya bisa dipromosikan sebagai daya tarik pariwisata bahwa Kota Tebingtinggi mempunyai ciri khas batik sendiri tanpa meniru corak dari daerah lain. “Kita berharap pihak Dinas Kouperindag segera mendaftarkan hak paten hasil karya batik tulis tangan anak-anak putri Kota Tebingtinggi ini,” pintanya.
Menurut Umar Hasibuan, kedepan untuk menampung kerajinan batik tangan oleh anak-anak remaja putri supaya pasarnya lebih menarik, pihak Pemko Tebingtinggi akan membuat tempat (galeri) batik yang rencananya di Terminal Bandar Kajum. “Kita akan buatkan tempat galerinya di kios UMKM di Kota Tebingtinggi, tepatnya di Terminal Bandar Kajum”, ungkap Umar.
Sebelumnya, Kadis Kouperidag Drs H Asmali didampingi instruktur batik sebagai tenaga pelatih yakni Prof Amroni MAG mengatakan, pelatihan selama 25 hari dimulai Desember 2012 lalu dibuat oleh Diskouperindag untuk menciptakan inovasi dikalangan anak-anak remaja putri dalam mengolah kerajinan batik tulis tangan. Tebingtinggi selain dijuluki kota Lemang harus punya batik sendiri, katanya
.
Acara pertunjukan peragaan dengan memakai busana batik tulis hasil karya putra-putri Tebing Tinggi inipun mengundang decak kagum para hadirin.Sehingga sewaktu diadakan acara pelelangan batik hasil karya putra dan putri Tebing Tinggi ini laris manis dan habis terjual.
Kita telah melatihnya, dan ternyata anak-anak remaja putri ini telah mampu menuangkan inspirasi batik tulis tangannya, mereka semuanya sudah mampu menghasilkan karya batik tulis tangan sendiri dengan motif ikon khas Kota Tebingtinggi”, ungkap Asmali.
Salah seorang pembatik, Widia Santi (17) mengaku sangat bahagia karena dimasa muda bisa menghasilkan karya batik tulis tangan yang nantinya bisa dipakai oleh seluruh warga Kota Tebingtinggi. Dalam satu ukuran kain baju, Santi mengaku mampu membatik dengan motif bunga besar dan Tugu 13 Desember dalam waktu satu minggu.
Hasil batik tulis tangan sangat berharga, untuk hasil karya mampu di jual Rp 250 ribu. Lumayan, dimasa muda bisa menghasilkan uang sendiri dengan karya sendiri,” kata Santi. (TT-01 )

INFO SINGKAT DAERAH

Simalungun – Proyek Belum Bayar, SS
            Kontraktor-kontraktor baru di Kab. Simalungun mengeluh menyoal pembayaran borongan. Sudah selesai tapi pihak Pemkab belum bisa bayar karena uang dikas tak ada. Proses berita acara sudah selesai, namun pembayaran tak bisa direalisasi kata kontraktor yang enggan disebut namanya di koran ini (15/1). Komentarnya begini proyeknya tersebar di Kab. Simalungun, diperoleh dari Calo proyek tentuk pakai Fee Proyek, kemudian administrasi juga pake dana, sampai selesai proyek dikerjakan. Kebetulah penyelesaian pakai uang panas. Hal seperti ini soal biasa di dunia bisnis. Kalau seandainya tak direalisasi bulan Januari maka puntunglah kontraktor. Ir. Sahat Pardede Ketua Gapensi Siantar-Simalungun mengatakan siap menerima pengaduan Kontraktor dan masyarakat untuk diteruskan ke pihak berwajib sepanjang data yang diberikan memiliki data akurat. Kemudian Drs. Bin Ahar Tambunan Pemerhati Pembangunan berkomentar mana mungkin itu bisa diadukan karena kontraktor terlebih dahulu menyuap untuk memperoleh borongan sudah pasti kontraktor terlebih dahulu. Ditangkap Pihak berwajib, baru pihak pengguna anggaran jadi tak mungkin ada yang berani bertindak bunuh diri. Jadi singkatnya di kantor Bupati Simalungun Puluhan kontraktor mondar mandir untuk menanti pembayaran. (KS)

P. Siantar – Gotong Royong, SS
            Jumat bersih (8/1) Penataan jalan parapat Kel. Simarimbun Kecamatan Siantar Simarimbun dilaksanakan Aparat terlihat disana beberapa personil antara lain Pak Gultom dari BLH, Pak Camat/Sekcam, Pak Lbn. Gaol Lurah Simarimbun dan staf dengan jumlah ± 60 orang membabat dan menanam pohon. Mereka bekerja santai untuk menciptakan suatu keindahan untuk disumbangkan kepada masyarakat. Jalan ini adalah Jalan Nasional, kemudian kiri kanan kelapa sawit milik PTPN IV. Beram jalan adalah milik Dirjen Bina Marga Kementerian PU RI di Jakarta. Jadi, untuk menciptakan keindahan di Jalan Negara dan kebetulan menuju daerah pariwisata danau toba sudah pasti butuh perhatian pemerintah kota Pematangsiantar, PTPN IV, Kementerian PU. Dan ini semua untuk keindahan dan untuk kebutuhan masyarakat, kata Drs. CH. Edison Pangribuan kepada wartawan baru-baru ini di salah satu kedai kopi Jl. Sutomo Pematangsiantar. (Alpijor)

Medan – 6 Penjahat di ringkus awal tahun 2013, SS
            Polsekta Medan Kota berhasil meringkus penjahat sepeda motor dan ganja, dan barang bukti senjata tajam, badik. Masing-masing syafaruddin lubis (41) alamat jalan Garu II, Wanda Puji Pratama (19) alamat jalan Sakti Lubis terlibat curanmor, Andika (20) alamat jalan sakti lubis sebelumnya sudah tertangkap dan ini adalah rekan wanda. Selanjutnya Fahrul (33) alamat jalan serdang terlibat jambret HP. Fernando Simbolon (22) terlibat jambret. Bobi Syahputra (18) terlibat kasus ganja kering. Agus Prasetyo (22) terlibat kasus pembobol kartu kredit. Semuanya telah ditahan untuk diproses selanjutnya, kata Kompol Sandy Sinurat, S.ik (4/1) kepada wartawan. (Nober)

Pematangsiantar – Honorer Dinkes ditangkap, SS
            Urusan Ahmad Chairul untuk menjadi CPNS  sirna, habis yang bersangkutan kini ditahan di Polres Pematangsiantar terlibat narkoba. Selama ini Ahmad Chairul dikenal ramah dan baik, kata M. Johan (8/1). Satu bulan terakhir yang bersangkutan tidak masuk kantor dan beberapa masyarakat menduga bahwa Ahmad telah diusulkan menjadi CPNS. Dr. Ronald Saragih selaku Kadis membantah nama yang bersangkutan diusulkan menjadi CPNS ke Pihak atasan untuk menyudutkan Dinkes. Atau tujuan tertentu. Hanya mengaku sebagai Pegawai Honorer dan sudah tiga kali dilayangkan surat peringatan dan kita tunggu saja proses hukum, kata Ronald dengan tegas. (KS)

Siantar – Simalungun – Calon Gubsu Tahun 2013 – 2018, SS
            Dicela-cela masa pengenalan calon gubsu maka spanduk-spanduk bertabur dimana-mana. Dari 5 pasangan terbaik bangsa hampir sama kekuatannya masing-masing membuat pendekatan kepada masyarakat Dengan berbagai macam cara. Namun dari pengamatan yang bakal menang adalah Cagub yang menguasai kota Medan dan sekitarnya. Nanti kita lihat pada Maret 2013, kata Drs. Bin Ahar Tambunan salah seorang pemerhati pemilu dan akan mendukung yang menang siapapun diantara kelima calon gubsu, ujarnya singkat (15/1) di lobi siantar hotel. (M. Johan)

Sergei – camat Dolok Merawan Rapat, SS
            Camat Dolok Merawan Kabupaten Sergei pimpin rapat inspektorat dan kepala desa se kecamatan Sergei di Gedung Serba guna (15/1) dan akunya rapat teknis menyoal pembangunan. Saat itu berbincang dengan Desmon Tampubolon Kasi PMD. Ketika wartawan mencoba berbincang menyoal banyaknya kantor Kepala Desa kosong. Dijawab Syafran Nasution selaku Camat Dolok Merawan semua kepala desa sedang rapat disana, ungkapnya singkat. Pembangunan PNPM Tahun Anggaran 2009, fisik Rp. 830 juta, non Fisik Rp. 70 juta rupiah. Tahun Anggaran 2010, Fisik Rp. 1,6 M, Non fisik Rp. 157 juta. Tahun Anggaran 2011, Fisik Rp. 1,3M, non fisik Rp. 105 juta. Tahun Anggaran 2012, Fisik Rp. 574 juta, non fisik Rp. 126 juta. Untuk mengetahui lebih detail pembangunan fisik Desmon Tampubolon selaku PPK tidak berkomentar langsung tinggalkan wartawan. Akhirnya balik kanan tinggalkan kamar kerja Kasi PMD. (KS)

Sergei – Kepsek Bolos, SS
            Dame, S.Pd Kepala SD Negeri 102124 Dolok Merawan saat dikunjungi wartawan (15/1) bolos alias tidak berada ditempat. Tiga guru saat itu ngerumpi saat proses belajar mengajar. Menurut informasi yang berkembang dari masyarakat, bahwa Dame, S.Pd sering bolos. Demikian pantauan wartawan koran ini disekolah tersebut. Harapan masyarakat banyak, kepada Ka. UPTD  (KCD) agar setiap PNS (Guru) dan Kasek melaksanakan tugasnya dengan benar. Jangan sampai ada PNS yang tidak disiplin, baik tanda pengenal, pakaian dinas dan dalam proses belajar mengajar tidak ada guru yang ngerumpi. Tegas Amat Sinaga selaku orang tua murid. (KS)

Pematangsiantar – Program Kerja Kepala Sekolah, SS
            Pengawasan oleh LSM PPL di Sumatera Utara lumayan dan padat. diukur kinerja Kepala Sekolah dari Reportase pada papan laporan setiap harinya. Yang tergantung didinding. Kalau kosong jelas karena malas. Hal ini terpantau (15/1) oleh tim wartawan. Untuk Dra. Amoria Purba Kepsek SD Negeri 122357 Jalan Jati Kota Pematangsiantar cukup jelas tertulis semua kinerja dan sistem administrasi dikuasai semua diberkaskan dengan baik. Menurutnya program kerja kepala sekolah cukup jelas data keadaan guru dan siswa, bagan struktur organisasi sekolah, semuanya cukup jelas dan publik boleh menilainya lewat papan bagan tersebut. Demikian perbincangan singkat dengan ibu Amoria Purba. (LM)



15 Tahun Reformasi, Nilai Pancasila Semakin Tersingkir
Jakarta,SS
 Gerakan reformasi yang semula ingin mengembalikan nilai-nilai luhur Pancasila menjadi arus utama ternyata hanya tinggal harapan. Sudah 15 tahun berlalu nilai-nilai itu justru semakin tersingkir dari pola pembangunan.

Paling tidak Indonesia sangat bergembira karena secara formal dianggap sebagai negara demokrasi ke-3 terbesar di dunia. Namun, berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini seakan menunjukkan Indonesia tidak sedang menuju demokrasi substansial, melainkan hanya prosedural saja.

Lima belas tahun berlalu, ternyata terlalu banyak sisi lemah reformasi yang terpampang di depan mata. Kelemahan ini jika tidak cepat diatasi, masa depan Indonesia berada dalam taruhan.

Demikian rangkuman pendapat dari Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe dan tokoh dan cendekiawan Muslim sekaligus pendiri Maarif Institute Ahmad Safii Maarif dalam seminar dan loka karya agama-agama (SAA) ke-29 dengan tema “Agama-Agama dan Politik Pasca-Orde Baru: Refleksi 15 Tahun Reformasi”, di Jakarta, Senin (14/1).

Ahmad Safii Maarif mengatakan, tokoh-tokoh agama berulang kali menyuarakan berbagai penyimpangan reformasi itu, namun kultur politik neo liberalisme yang lagi menjadi acuan menutup mata dan telinga para pemegang demokrasi. Seperti cita-cita proklamasi 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghalau kemiskinan tetapi ternyata berujung dengan setengah gagal, begitu pula gerakan reformasi setelah 15 tahun berjalan.

Menurutnya, hal ini terjadi karena elit politik awal reformasi pada umumnya adalah kaum politisi dadakan. Mereka adalah instant politicians yang kosong pemahamannya soal cita-cita awal bangsa ini.

“Mereka tidak punya cetak biru tentang bagaimana semestinya bangsa ini diurus dalam mengisi kemerdekaan,” ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ini.

Dalam aspek keagamaan, Indonesia memang dikenal dengan bangsa yang beragama, tetapi prinsip keadilan dan lapang dada menerima perbedaan belum juga tegak. Semakin banyak kelompok yang ingin membunuh perbedaan itu dengan dalih agama, yang sebetulnya karena kurang paham dan egois.

Padahal, sudah jelas konstitusi sangat kuat melindungi setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjalankannya dengan rasa aman, damai dan bebas. Tetapi, negara tidak selalu hadir di saat genting.

 “Jika negara yang memiliki hak memaksa agar setiap orang tunduk pada konstitusi dan peraturan lainnya menjadi lemah dan kehilangan wibawa, maka anarkisme akan sulit diatasi. Selama 15 tahun terakhir, energi bangsa sangat terkuras oleh rentetan konflik yang tak habis-habisnya,” kata Safii.

Dia menyarankan solusi agar dalam tempo yang tidak lama kelemahan ini bisa diatasi, Indonesia harus dipimpin oleh pribadi yang visioner, punya nyali, kuat, jujur negarawan, dan integritas. Pemimpin seperti inilah yang menurut dia, harus terpilih dalam Pilpres 2014 nanti.

Apapun asal partai politiknya, asalkan pemimpin tersebut bisa melakukan gerakan perubahan untuk masyarakat. Tanpa transformasi dalam diri pemimpin, situasi yang sama akan terus berulang tanpa ujung. Andreas Yewangoe juga menyoroti dari bidang penegakan hukum dan keadilan, masih jauh panggang dari api. Para koruptor yang seharusnya membayar setiap penyelewengannya, justru dihukum sangat ringan, dan sebagian yang sudah menjalani hukuman sedang menikmati hasil korupsinya. Penegakan hukum terhadap para koruptor hanya berkutat pada rumusan normatif Undang-Undang, tetapi hasil akhirnya tidak membuat jera.

Persoalan kekerasan atas nama agama, juga menurut Andreas masih menjadi masalah pelik di era reformasi ini. Makin bertumbuhnya radikalisme di kalangan masyarakat sangat mengkhawatirkan. Negara harus menemukan akar radikalisme tersebut dan menyelesaikannya, dan menemukan akar kerukunan otentik yang sudah tertanam mendalam di dalam kebudayaan.
“Saya masih percaya adanya kerukunan otentik di Indonesia, yaitu jenis kerukunan yang sudah ada dari dulu dalam masyarakat kita yang tidak dikomando, tidak diatur-atur,” katanya. (int)   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar