Kamis, 19 April 2012

suara simalungu Kamis 5 April 2012 (Edisi 503)


Warga Purba Sari Sudah Sangat Resah :


Polres Simalungun Didesak segera 
Tangkap Pelaku Cabul Maryono
Simalungun,SS
Polres Simalungun dalam hal ini Polsek Serbelawan diminta segera menangkap pelaku cabul Maryono warga Gg Kenanga Nagori Purba Sari Kecamatan Tapian Dolog yang sudah sangat meresahkan.  Perbuatan asusila Maryono yang suka memperlihatkan kemaluannya dan melakukan onani didepan anak-anak dan ibu rumah tangga Nagori Purba Sari sudah berlangsung puluhan tahun sehingga sudah sangat meresahkan.   Demikian dikatakan Ngatimin/Nasib Pangulu Nagori Purba Sari kepada Wartawan awal pekan ini.
Ngatimin mengatakan pengaduan warga Purba Sari ke Polsek Serbelawan hendaknya ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan konflik horizontal Maryono hendaknya segera ditangkap.  Warga yang sudah menjadi korban perbuatan Maryono sudah sangat banyak sehingga diharapkan Polsek Serbelawan segera memprosesnya ujar Ngatimin.
Sementara itu Drs Kolahman Saragih SH MH kuasa hukum korban mengatakan bahwa Polsek Serbelawan hendaknya tidak hanya menggunakan Pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila kepada Maryono akan tetapi sehubungan korbannya banyak anak-anak dibawah umur sudah sepantasnya Maryono dijerat Undang Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan Anak. 
Ditegaskan Kolahman sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak tidak ada alasan untuk tidak segera menahan Maryono apalagi masyarakat sudah sangat resah terbukti adanya surat pernyataan 50 KK warga Purba Sari.  Dalam kasus ini sangat dibutuhkan sikap fair pihak Polsek Serbelawan demi tegaknya hukum dan rasa keadilan masyarakat.
Dalam kesempatam tersebut Kolahman juga kecewa dengan sikap penyidik karena hingga saat ini Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diminta kuasa hukum hingga saat ini tak kunjung diberikan kepada kuasa hukum korban apakah “ada batu batu dibalik udang” besar ujar Kolahman bertanya.Juper Indra Saragih ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa BAP tidak diberikan karena belum ditandatangani Kapolsek padahal menurut Kolahman Saragih BAP tidak perlu harus ditandatangtani Kapolsek cukup Juper yang bersangkutan yang menandatangani. Tidak ada dasar hukumnya Juper menahan atau memperlambat BAP.
Sementara itu warga Purba Sari membuat surat pernyataan yang pada intinya menyatakan keberatan terhadap tindakan Maryono. Dalam surat pernyataan tersebut ditegaskan bahwa atas nama masyarakat Huta I Nagori Purba Sari dan Lingkungan VIII Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolog menyatakan keberatan atas tindakan asusila/kesopanan yang dilakukan Maryono warga Huta I Jalan Kenanga Purba Sari terhadap warga, surat pernyataan tersebut ditandatangani puluhan warga Purba Sari.
Seperti diketahui  Mariono warga Nagori Purba Sari Kecamatan Tapian Dolog sudah berkali-kali melakukan tindakan yang menimbulkan keresahan bagi warga yaitu selalu melakukan onani  didepan gadis cilik. Hal ini  sering dilakukannya saat anak-anak perempuan  ditempat kediamannya di Desa  Nagori Purba Sari Kecamatan Tapian Dolok  Kabupaten Simalungun. Akibat  ulah Mariono, pihak keluarga  korban melaporkannya ke Polsek Serbelawan. 
Adapun yang  menjadi korban gadis cilik diantaranya  Halamah Tusaddiah, Ivo Susi Sulastri dan masih banyak  lagi yang lain penduduk yang sama. Akibat ulah Mariono tersebut menimbulkan trauma kepada korban.
Seperti ini sudah perlahan-lahan dilakukan pelaku, sehingga meresahkan masyarakat Nagori Purba Sari. Kolahman  yang saat itu didampingi orang tua korban, Dina,  Kameriah Naibaho  sudah hampir semua mamak, anak-anak yang ada  di Purba Sari, kecewa dengan ulah Mariono. Dikeluhkan warga Mariono asal kekamar mandi sering  memergoki Mariono sedang mengintip. Keluarga korban  mendesak kepada  Polsek Serbelawan  tanggap dengan pengaduan keluarga korban  yang tertanggal  23 Maret 2012 ke Polsek Serbelawan agar memperoses pengaduan tersebut hingga tuntas. (tp)   

Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM


Mari Bersama-sama Mendukung, Melestarikan dan Mencintai Budaya Simalungun
Simalungun,SS
Mari bersama-sama mendukung, melestarikan dan mencintai Budaya Simalungun”. Ajakan tersebut disampaikan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam bimbingan dan arahannya saat menghadiri Malam Pesona Kesenian Budaya Simalungun, di lokasi PRSU, Medan, Selasa malam, (10/4).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Simalungun mengatakan, kebudayaan Simalungun merupakan warisan dan harta kekayaan yang tak ternilai harganya dari para leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan dan sangat banyak Budaya Simalungun yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam kehidupan, khusunya bagi para generasi muda agar tetap mencintai budaya Simalungun terutama untuk menghadapi kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini.  
DR JR Saragih SH MM juga menekankan kepada seluruh Pejabat Pemkab Simalungun dan Instansi terkait agar meningkatkan kinerjanya dalam memeperkenalkan kesenian dan kebudayaan Simalungun kepada para generasi muda sehingga seni dan budaya Simalungun dapat terus melekat di hati mereka melalui berbagai kegiatan. Pemkab Simalungun juga akan memberikan dukungan bagi masyarakat maupun pemuda yang peduli terhadap kemajuan kesenian dan kebudayaan Simalungun.
Acara tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-41 tahun 2012 yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan oleh panitia penyelenggara PRSU.
Kegiatan malam pesona budaya Simalungun ini diawali dengan pengelaran tor-tor sombah yang dibawakan oleh putri-putri cantik dari Yayasan Sauhur, penampilan Opera “Parjabu Parsapan” oleh Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara (IMAS-USU) dan penampilan Toping-Toping, Huda-Huda serta tari Haroan Bolon tari-tarian Simalungun lainnya dari Himpunan Mahasiswa Pemuda Simalungun (HIMAPSI) Penampilan seni Budaya Simalungun tersebut mendapat sambutan yang meriah dari para pengunjung yang hadir.
Sebelumnya, Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon dalam sambutannya mengatakan, Masyarakat Simalungun harus menjunjung tinggi dan meneladani budaya Simalungun. Binton juga mengatakan, ditengah-tengan kemajuan teknologi saat ini, banyak generasi muda Simalungun yang mulai meninggalkan budaya Simalungun. Untuk itu dengan diselenggarakannya pentas seni Budaya Simalungun diharapkan masyarakat dan generasi muda dapat lebih mencintai budaya Simalungun.
Sementara itu mewakili Partuha Maujana Simalungun (PMS) Japaten Purba dalam sambutannya antara lain mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan Masyarakat Simalungun yang turt menyukseskan acara malam Pesona Budaya Simalungun tersebut, dan khusus kepada generasi muda Simalungun untuk lebih giat dalam mempelajari budaya Simalungun agar budaya Simalungun dapat tetap berkesinambungan dimasa yang kan datang.
Turut memberikan kata sambutan, Ketua Yayasan PRSU Panusunan Pasaribu
dalam sambutannya antara lain mengatakan, acara malam Pesona Budaya Simalungun ini dapat dijadikan sebagai ajang “Marsombuh Sihol” yang diharapkan dapat memotivasi dan menimbulkan Siprit untuk membangun Kabupaten Simalungun. Panusunan juga berharap agar seluruh masyarakat, para tokoh adat dan Pemerintah bersama-sama membangun Kabupaten Simalungun yang lebih baik. 
Tampak hadir dalam acara tersebut, unsur muspida Simalungun, anggota DPRD Simalungun,  para pimpinan SKPD dan camat dijajaran Pemkab Simalungun, para pengurus PMS, lembaga/dinas/instansi  Prov. Sumut dan para pengunjung PRSU. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan para artis Simalungun, Damma Silalahi, Yanci Sinaga, Lamser Girsang dll. (tp)

Simalungun Do Sipukkah Huta I Tobing
Horas ma batta haganupan pambasa Bual Pokkalan on. Seng tarbahen lang maningon malas do uhurta romban halani ipargogohi Tuhan ope hita das bani panorang on janah soppat ope hita mambasa bual pokkalan on. Lang naido ?
Anggo hasomanta na ipokkalan, rattib do tong marbual pasal Simalungun on. Sattorap on das do parbualan doppak Tobing. Roh do homa si Awin Silangit hu pokkalan mambere hatorangan na buei soal Tobing sapari. Sonai homa Bapa Muliangsen Saragih roh do homa mamboan missini PMS Tobing na torus eksis marsimalungun. Buei tumang do pejuangni Simalungun on na roh hu pokkalan sattorap on. Posma Saragih Pamatang Bandar, Gonal Purba hun Bandar Huluan, Petrus Purba hun Sarbulawan, Efendi Saragih hun Kerasaan, Hamrin Ujung Padang, Albiner Gultom hun Bosar Maligas, Sita Damanik hun Pardagangan, Jaserman hun Sondi, Deduard hun Tiga Runggu, Kaliamsah hun Pane Tongah pakon Rijon hun Panombeian.
“Sonon ma namin tong-tong parrohni hasoman hun sion na daoh hu pokkalan na etek-etek on. Apalagi hasoman naro  hun Tobing on, kader HIMAPSI homa, mattin pangahap” nini Jahomar manisei Awin pakon Muliangsen.
“Ai mada, anggo hanami partobing on, seng ongga lupa namarsimalungun on. Hassipe lang buei iarusi hanami pasal adat Simalungun, anggo hanami pag do jadi pangurusni Partuha Maujana Simalungun halani kebetulan hanami on kaderni HIMAPSI. Sedo na masuk hun jendela hanami on, jelas do kader terpimpin” nini Awin marbalos.
“Legan ge hata huria, ai aha hinan do parroh nassiam on, ai na adongdo gerakan na bayu ? Mase lang dihut Agusman Kapala Biro ?” ipasakkan Posma parrohni hasoman hun Tobing namambahen roh rattibni parbualan.
“Sonon ai” marsahap si Awin Langit sambil manjopput gulei ulog.”Saor songon na binotohta ia huta Tobing Tinggi ai, halak Simalungun do sipukkah huta. Salah sada ma ijai tokoh aima Tuan Bandar Kajum Damanik. Ra sadokah on ianggap hita do ai hutani Malayu, sasittongni halak Simalungun do penduduk aslini Tobing ai. Hassa, halani buei napamagouhon morgani jadi iagat halak use halak malayu. Anggo marosuh Tuhan, paulakon ma use jumbalangni Simalungun i Tobing. Bani tanggal 28 Juni nalaho roh on, pamasaon ma pamilihan Wali Kota i Tobing janah adongdo halak Simalungun na gabe calon, goranni Edi Sopian Purba nomor oppat ma ia holi. Binotoh do nassiam hasoman on seng dihut mamilih holi. Tapi yakin do hanami bahasa na buei tumang do hasoman, diha-diha, hade-hade pakon parpamilionta na legan i Tobing ai. Halani ai hanami mangindo ase bergerakma hita mangojur hasomanta na itobing ai ase mamilih bapa Edi Sopian on. Anggo ra do hita, pasti monang halak Simalungun i Tobing” nini Awin ibagas toruhni uhur.
“Ijado boi monang i Tobing halak Simalungun. Sedangkan i Siattar pe lang tar parjuangkon halak Simalungun jadi Wali Kota” nini Hamrin hundiparni meja perasaan pengamat politik senior.
“Hita Lang boi pesimis” nini si Sita Damanik menanggapi si Hamrin.
“Tongondo Lawei Damanik in” marbalos use si Gonal Bandar Huluan sambil mangindo kain lap tangan bani parpokkalan.”Kita harus optimis” nini Gonal use.
“Sekali mandi harus basah. Haganupan halak Simalngun i Tobing maningon jadi Team Sukkses janah seng manuntut pembayaran. Hita on haganupan ulang pitah marbuali ipokkalan on, maningon turun do hita hulapangan. Ulang balsap, atappe baggalan sahap” nini si Kaliamsa Panei Tongah optimis.
“OK dear ma ai” nini si Deduard perasaan memimpin sidang jemaat i Tiga Runggu. “Pabulat hita ma uhurta. Urupi hitama calon Simalungun ai. Ulang adong na mata duiton. Malah anggo boi sumbangkon hitama hinadonganta laho mangurupi calon ai. Posma uhurta ai na totapdo marsada Simalungun on hassipe agak pesak otik i Raya an. Baik,tutup hitama parbualanta. Tok, tok, tok “ ni Deduard. (paielis)

Pembinaan Aparat Dolok Panribuan Tetap Mantap

Tiga Dolok, SS

Kunjungan tim wartawan ke Kec. Dolok Panribuan (9/4) pembinaan aparat ke seluruh Pangulu Nagori oleh Camat terpantau baik, kinerja Pangulu nagori di 14 Nagori tetap semangat khususnya pelayanan kepada masyarakat yang menarik menyoal pembangunan melalui ADD dan PNPM semuanya terbangun melalui rakorbang tingkat kecamatan berarti demokrasinya cukup memuaskan hingga masyarakat puas atas aspirasi yang diusulkan, contoh di Nagori Ujung Bondar Pangulu Nagori Samsudiaman Purba mampu merubah manajemen pemerintahan yang dulu lamban dan kini 100 % berubah total, kata Op. Mikar dari Saribu Jawa II khususnya kebersihan pada posisi jalan negara semua Pangulu Nagori aktif bekerja dan tahun ini pengusulan rumah bedah untuk tahun 2013 tetap menjadi perjuangan Camat Dolok Panribuan James Siahaan, SSTP.
Masalah pertanian oleh Kepala BP4KP Kec. Dolok Panribuan Sahala Saragih tetap turun dan pantauan wartawan koran ini di kantornya terlihat rapat membicarakan pengendalian hama cukup serius dan terbukti hasil pembinaan (penyuluhan) cukup mantap kepada petani.  Demikian juga hubungan Camat dengan Kepala Puskesmas UPTD Pendidikan Kec. Dolok Panribuan cukup baik dan mampu meningkatkan pelayanan yang baik hingga prestasi kerja di mata rakyat cukup menggembirakan kata M. Johan dari LSM Peduli Pembangunan dan Lingkungan di Tiga Dolok (M. Johan)

INFO SINGKAT DAERAH

Bandar Huluan, SS
Disiplin PNS adalah kewajiban setiap PNS untuk ditaati dalam rangka pelayanan kepada tuga pokok setiap PNS beda dengan Kepala Sekolah 091666 Naga Jaya I kata masyarakat lingkungan sekolah sering bolos kerja hingga proses belajar mengajar di sekolah ini sangat rendah mutunya perlu mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Kab. Simalungun (Tim)

Bandar Huluan, SS
Apel Pagi-Sore setiap hari kerja di Kantor Camat Bandar Huluan perlu dicontoh semua PNS di Kec. Bandar Huluan, semua masyarakat memperhatikan baju dinas lengkap hingga gagah kelihatannya.  Ketika wartawan masuk ruangan kantor 6 ruangan di sekat (dibatas) transparan untuk pelayanan kata Sekcam WE. Malau, S.Sos mewakili Camat Bandar Huluan Roganda Sihombing, A.P. Msi kepada wartawan koran ini (4/4) di ruangan kerjanya.
Kecamatan Bandar Huluan terdapat kebun laras PTPN IV, jadi masyarakat sangat familiar dengan kebun termasuk di izinkan manager kebun menagar kebun laras untuk bebas ternak hal ini diucapkan terima kasih kepada manager karena sudah membantu masyarakat untuk penggenderan jalan Kabupaten kira-kira 10 km dan menurut info berkembang hal itu adalah bantuan dari Kebun Laras PTPN IV Cuma ada kekurangannya KURANG RAPI.  Sesungguhnya CORPORATE SOSIAL RESPONCEBILITY tidak sebanding kata tokoh-tokoh masyarakat Bandar Huluan, maksudnya HARUS RAPI (M. Johan)

Pematang Bandar, SS
Camat Pematang Bandar Beres Manullang, SH rajin turun lapangan untuk insveksi ke seluruh nagori-nagori di wilayah kerjanya hampir semua pembangunan yang ada di Kecamatan ini mendapat pengawasan dari Camat sesuai tupoksi.  Semua staf bekerja dengan baik dan saling bekerjasama untuk pelayanan kepada masyarakat, hanya saja jalan menuju ke Pematang Bondar dari Kerasaan kira-kira 7 km. penuh lubang untuk ditutup segera hal ini masukan kepada Pemkab Simalungun (Bangun)

Pematang Bandar, SS
Puskesmas Pematang Bandar di pantau wartawan (4/4) pada jam 14.30 Wib petugas atau PNS dalam daftar urut 35 dengan pimpinan dr. Donald Rudi Pangaribuan.  Dokter yang satu ini rajin ke lapangan untuk melakukan pemantauan kepada semua bawahannya.  Karmetta Pakpahan petugas piket mengatakan bahwa hari ini pasien berobat hanya 14 orang demikian Karmetta berujar kepada wartawan sambil melayani pasien yang diketahui KTU saudara Untung. (Bangun)

Bahbirong Ulu, SS
Kasek SD Negeri 095178 Kec. Sidamanik Mei Julita Pardede, S.Pd merupakan sosok Kasek yang rajin dan mengamati guru-guru yang mengajar dan dirinya tidak setuju guru-guru ngerumpi apalagi terlambat dirinya senantiasa duluan hadir dan belakangan pulang semua diperhatikannya dengan seksama salah satu contoh Poltak M. Sihite yang terlambat saat itu langsung ditegor agar tidak terlambat lagi di lain hari.  Seandainya banyak Kepala sekolah yang mencontoh sosok ibu Mei Julita Pardede, S.Pd yang selalu datang duluan balik belakangan pasti banyak sekolah di Kab. Simalungun ini yang maju. (Alpijor).

Bahbirong Ulu, SS
SD Negeri 094147 Afd. D  BBU di pimpin Kasek Malum Lumban Batu, S.Pd dengan jumlah murid 18 orang Guru 6 orang kasek jarang masuk atau bolos para guru terkesan malas karena jumlah murid yang sedikit.  Ketika wartawan bertanya kepada guru “mengapa malas” dijawab guru yang saat itu mengaku mengajar sedang kasek sudah malas apalagi kami anak buah (Alpijor)

Sibungabunga- Tigabalata, SS
Walau Kasek SD Negeri 094147 tak berada di sekolah 10 guru lainnya aktif bekerja di sekolah bagi guru yang sedang menunggu giliran mengajar berada di ruangan guru, membaca atau membuat persiapan mengajar berarti ibu L. br. Purba benar-benar disenangi anak buah dan juga murid-murid yang jumlahnya 95 orang (Alpijor)

Tapian Dolok, SS
K. Sinaga, A.Ma.Pd  Kasek SD 095556 (7/4) saat dikunjungi wartawan tidak berada di sekolah menurut para guru sering kurang sehat dan juga diakui anaknya yang mengajar (menjadi guru honor) di sekolah tersebut hingga kata orang para orang tua murid “Kalau bisa agar ibu tersebut berobat dengan aktif” karena kalau sakit tentu anak-anak kami menjadi korban tidak diawasi (Alpijor)

Pematangsiantar, SS
SMK Negeri 3 Kota Pematangsiantar terletak di Tapian Dolok adalah wajah kecamatan Tapian Dolok kata M. Johan akan jauh lebih menarik kerapiannya kalau pagar-pagar sekolah tersebut diperbaiki yang parkir dibenahi dan tentu di padu dengan warna cat, kemudian semua kendaraan teratur di luar pagar saran kepada Kepala sekolah agar hal tersebut diatas  menjadi saran dari tokoh masyarakat M. Johan ST di loby Siantar Hotel (KS).

Kebun Bangun PTPN 3, SS
Wartawan koran melintas di Kebun Bangun PTPN 3 (7/4) terlihat lembu makan daun kelapa sawit kira-kira 250 meter dari Kantor Manager ketika wartawan menyampaikan hal ini kepada manager lewat satpam Jumianto menurutnya para pejabat tidak ditempat karena saat ini para Papam sedang di nonaktifkan (untuk sendiri) di gantikan Jatiaman Sinaga (Sita)

Puskesmas Bangun,SS
Kantor Puskesmas Bangun (7/4) tetap aktif pelayanan 24 jam saat wartawan di sana ada 4 pegawai bertugas suasana tetap bersih baik halaman tetap rapi hanya ada 5 kursi rusak dan lemari obat ada 2 kondisinya rusak berat walau Kepala Puskesmas dr. Zulfanizar tidak berada di kantor Pelayanan tetap berjalan sebagaimana biasanya. (Sita)

Perdagangan, SS
Puskesmas Perdagangan saat ini di pantau wartawan (9/4) beroperasi dengan padat akan tetapi rumah sakit umum sepertinya lengang hingga timbul pertanyaan mengapa demikian? Syarifuddin, AMG selaku KTU mewakili dr. Paula Purba mengatakan dalam mengoperasikan pelayanan sudah ada ketentuan baru dari puskesmas dan rumah sakit umum.  Ketika wartawan berkunjung ke rumah sakit umum Jhon selaku KTU berujar pihaknya tetap melaksanakan tugas sesuai petunjuk diakui pasien kurang masyarakat banyak berobat ke rumah sakit swasta di Pematangsiantar. (Sita)

Habatu Kec. Bandar, SS
Wartawan koran ini melintas di Habatu terlihat SD Negeri 091658 (9/4) dua lokal rusak berat terkesan sekolah ini kurang terurus perlu perhatian Ka. UPTD Dinas Pendidikan Kec. Bandar sekolah ini persis di pinggir jalan dan menjadi perhatian masyarkat umum  tentu butuh keindahan, kebersihan, kerapian hingga masyarakat percaya  kepada dunia pendidikan kata M. Johan, ST (Sita).

Bandar Huluan, SS
Masyarakat membangun tentu harus memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB) ketika wartawan koran ini (9/4) berkunjung ke Panglong milik bermarga Saragih mengaku dirinya telah membangun 4 pintu ukuran 4 x 10 meter dan urusannya sudah ditangani pangulu nagori Bandar Tongah Nasaruddin Damanik hanya saja menunggu hitung-hitungan saja kata Saragih jelasnya dari sini PAD Kec. Bandar Huluan kemudian galian C. (Tim)

Bandar Tongah, SS
SD Inpres 095254 Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan persis di pinggir jalan memiliki kamar mandi jelek dan mencerminkan ketidak pedulian terhadap publik mata masyarakat sakit memandangnya karena mempertontonkan kebodohan padahal gampang kerjanya untuk membuat yang rapi, indah yaitu kerjasama yang baik di antara guru dan Kasek (Mare)

Dolok Marangir, SS
Keahlian seorang dokter sudah barang tentu dibutuhkan akan tetapi masih ada kerjaan dokter di rumah sakit swasta Dolok Merangir harus dua kali kerja orang tua pasien mengeluh kepada wartawan Kaki pasien yang terluka beberapa minggu yang lalu kurang bersih mengakibatkan demam dan harus dibersihkan lagi kalau terjadi apa-apa yang pasti saya pasti mengadu kata ibu pasien tadi kepada wartawan (Susi)

Jembatan Simpang Dua, SS
Semangat kerja pada PNS di Jembatan tumbang ini perlu diteladani siang malam bekerja untuk PAD Propinsi Sumatera Utara berpakaian rapi dan lengkap sehingga gagah semuanya kelihatan demikian juga halnya pada jembatan Dolok Merangir hanya saja jalan milik Kementerian PU RI yang katanya dibawah pengawasan kantor balai Wilayah II di Jalan Sakti Lubis Medan kurang memperhatikan, jadi lewat info ini agar diperbaiki (Alpijor)

Pematang Raya, SS
Rencana kemajuan Presiden ke Simalungun (14/4/2012) tentu akan disambut dengan meriah dalam rangka ini terlihat Dinas PU Propinsi melakukan pembenahan Jalan Hotmix di beram jalan ada pagar berambu merah putih di halaman kantor Bupati Simalungun pemasangan teratak dan umbul-umbul hampir semua kantor-kantor di sepanjang jalan berbenah untuk keindahan hanya saja masyarakat sepertinya biasa-biasa saja (10/4) (LM)

Jalan Propinsi Simpang II, SS
SD Negeri 091301 Pematang Panei Kasek D. Tampubolon, S.Pd, SD Negeri 096779 Jonggir Letto Kasek R. Sitanggang, SD Negeri 095143 Simpang Sigodang Kasek R. Sirait  demikian juga SD Negeri 098082 Kasek D. Sitorus, S.Pd pantauwan wartawan koran ini (10/4) melaksanakan pembenahan pengecetan yang rapi dan tampil baik demi menyambut kunjungan  R2 ke Kab. Simalungun (LM).

Simpang Kerang, SS
Kebersamaan keluarga serta penenangan pikiran sangat kita idam-idamkan dalam hidup ini, penenangan pikiran butuh kesenangan yang sangat prima karena itu kita luangkan waktu bersama keluarga untuk refresing.  Memang banyak tempat-tempat yang bagus di Kab. Simalungun ini untuk refresing sekarang tergantung kita tinggal memilih mana tempat yang cocok, nyaman, terjangkau dan pas bagi keluarga kita.  Water Park adalah tempat yang sesuai untuk keluarga anda dimana tiket dan fasilitas masih terjangkau, tiket masuk hanya Rp. 35 ribu / orang semua permainan mulai dari anak-anak hingga dewasa lengkap di sana pokoknya dijamin heppy.  Permainan prosotan yang sangat tinggi juga ada di sana tetapi harus didampingi pegawainya siapa yang ingin mencobanya silahkan untuk menguji keberanian anda.  Tetapi anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan (LM).

Parapat, SS
Suasana SMP Negeri 1 (28/03) ketika di temui wartawan koran ini dalam kondisi tertib belajar semua guru hadir, demikian juga anak didik tertib belajar, Tanwal Densius Purba selaku Kasek mengatakan bahwa ujian Mid Semester diawasi dengan baik berjalan lancar sebagaimana mestinya (Bangun).

Pinang Ratus, SS
Ketua Gapoktan Pinangratus R. Napitupulu mengatakan bahwa mereka menerima Rp. 100 juta dari negara dan sudah di bagikan kepada anggota dan perkembangannya berjalan dengan baik, pengembalian ke negara tetap dilakukan anggota dan di harapkan dalam waktu dekat lunas, hal itu dikatakan R. Napitupulu di hadapan Edward Mangunsong, Amd selaku kordinator BP3KP Kec. Horlang Hataran (M. Johan).

Tonduhan  Tangga Batu, SS
SD Negeri 091510 Sitampulak Kec. Tonduhan Tumiar Samosir yang mengaku kelahiran 15-10-1952 dan akan segera pensiun.  Jumlah guru 10 honor 3 kondisi rumah dinas guru rusak berat hingga tidak ditempat, sementara ruang kelas cukup baik dan bersih (M. Johan)

Tonduhan, SS
SMP Negeri 1 Kec. Tonduhan tahun tidak mendapat bantuan rehabilitasi walau ada usul rehab kantor ke kantor Dinas Pendiidkan Kab. Simalungun ruangan kantor kondisinya sudah rusak asbes cat melepuh, sudah saatnya untuk di rehabilitasi demikian kata kasek kepada wartawan koran ini.

Gunung Malela, SS
SD Negeri 09320 Afd. 2 Serapuh Kec. Gunung Malela, Kasek S. Purba.  Menurut kasek bahwa Tahun 2012 mendapat rehabilitasi 2 lokal sementara kondisi rusak berat 5 lokal.  Masalah di sini hanya atap yang rusak kemudian rangka atap.  Hal ini perlu mendapat perh Bupati Simalungun, agar sekolah ini tetap menjadi sekolah favorit di Serapuh jumlah murid 220 guru 12 (M. Johan)

Gunung Malela, SS
SD Negeri 091261 Perk Bangun dengan Kasek Tambun Purba, S.Pd di sekolah ini bahwa memiliki perpustakaan dan mengakui miliki 1 unit laptop.  Di sekolah ini tahun 2012 tak ada, walau ada usul 1 lokal.  Jumlah murid 210 guru 10 dengan rincian PNS 7 honor 3, juga menurut Tambun Purba kamar mandi dan WC menjadi hal yang utama terbukti bersih (M. Johan)

Gunung Malela, SS
Kasek  SD 09160 Siti Fatimah saat tim wartawan berkunjung ke sana Kasek tidak berada di tempat menurut para guru yang sedang duduk bersama di teras bahwa Kasek sedang tugas keluar atau dilapangan.  Ketika wartawan bertanya di mana kantor di jawab tidak ada hanya menumpang di perpustakaan, jumlah murid 200 guru tidak ada keterangan dari Kepala Sekolah saat itu jam 11.00 Wib murid-murid lari-lari seperti tak belajar  (M. Johan)

GUNUNG MALELA,SS
SMP Swasta Gotong Royong yang sudah berdiri puluhan tahun dan telah banyak melahirkan anak didik berhasil di daerah dan di pusat, kondisi sekolah rapi, bersih dan proses belajar mengajar sangat mantap, memiliki guru 19 dan ada dari PNS, jumlah murid 150.  menurut salah seorang orang tua Anto mengatakan bahwa anaknya ketika tamat dari SD di Serapuh ini akan saya buat sekolah di SMP Swata Gotong Royong alasannya mudah melakukan pengawasan kalau ke kota sudah pasti biaya tinggi dan melakukan pengawasan sulit (M. Johan)

Gunung Malela,  SS
Kec. Gunung Malela di mata rakyat terdiri dari 16 Nagori dengan jumlah penduduk 35357 sementara program e-ktp telah mencapai 80% ketika tim wartawan tiba di Kantor Camat Bapak Ronny Rudianto, SSTP, M.Si sedang siap-siap turun ke lapangan hingga wartawan dihadapkan kepada Kasi Pemerintahan SK. Kaban SIP.  Menurutnya Camat kepalangan untuk menggenjot target PAD kemudian bahwa retribusi galian C belum dapat diterima alasannya Perda yang mengatus Galian C belum jelas.  Di kecamatan ini ada 5 tangkahan dan warnet cukup banyak dan IMB sebagai sumber PAD tapi Perda yang mengatur retribusi untuk itu tidak jelas pengaturannya, jadi pihaknya sangat hati-hati kata SK kaban SIP kepada wartawan koran ini (M. Johan)

Gunung Malela, SS
Nagori Pematang Sahkuda merupakan nagori padat penduduk di sekitarnya terdapat perkebunan SIPEF persis di Muka kantor Pangulu Nagori Jembatan pada posisi terancam longsor.  Ketika wartawan berbincang-bincang dengan sekretaris Aripeni, P mengatakan bahwa raskin, PNPM dan pelayanan e-ktp lancar dan berjalan dengan baik cetusnya mewakili Pangulu Nagori Bapak Supendi. (M. Johan)

PERDAGANGAN, SS
Lurah Perdagangan 3 Sahat Manik mengatakan bahwa tanah Veteran yang dinyatakan sudah dijual hal itu benar tetapi tidak melalui kelurahan “Transaksi jual beli melalui notaris jadi bagi kami kalau penguru veteran Kabupaten Simalungun merasa kehilangan silahkan dibuat plang nama agar terbongkar persoalannya kami siap melayani, meluruskannya tegas lurah (29/3) (Sita)

PEMATANGSIANTAR, SS
SD Negeri 122400 di Tojai Baru Kota Pematangsiantar ketika dihubungi wartawan di wakili staf mengatakan bahwa proses belajar mengajar berjalan lancar disiplin PNS atau guru baik walau Kepala Sekolah lagi tugas luar semua berjalan sebagaimana biasanya.  Murid kelas I dan Kelas II pulang jam 10.00 Wib, 3, 4, 5, 6 pulang pukul 11.00 Wib kata guru mewakili M. Zega, S.Pd (30/3) kepada wartawan koran ini (Alpijor)

TEBING TINGGI, SS
Para pekerja di ruas jalan Negara desa Limbong-Tebing Tinggi terlihat melakukan pengerukan Kotak dengan kapur putih sebagian telah di gergaji mesin dan sebagian telah ditutup dengan hotmix hanya saja ketebalannya kira-kira 4 cm.  di sepanjang jalan ini ketinggian muka jalan dengan beram antara 10 s/d 30 cm cukup berbahaya untuk roda dua, demikian pantauan wartawan di lapangan (9/4)  (LM).

DOLOK MARAJA, SS
Tugas Pangulu Nagori sangat berat dan ringan kalau semua pihak dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya.   Ketika wartawan koran ini berkunjung ke kantornya (2/4) Rusli Damanik menceritakan masalah di daerahnya bahwa masyarakatnya membutuhkan listrik di daerah desa Bintang Mariah penarikan jaringan lewat perkebunan PT. Bridgestone.  Awalnya PT. Bridgestone sudah memberikan izin tetapi akhirnya ditolak karena harus memotong pohon rambung 178 pokok katanya kepada wartawan, harga 1 pokok Rp. 600 ribu jadi semuanya Rp. 108 juta, kontraktor PLN asal Medan sudah memancangkan tiang sampai ke desa Bintang Mariah ketika menarik jaringan semua tanaman karet yang mengganggu harus dipotong hal inilah yang membuat pihak perkebunan melalui Manager Sihotang keberatan dan akhirnya batal.  Ketua LSM Peduli asal peduli Drs. CH. Edison Pangaribuan mengatakan kepada wartawan “Bahwa HGU No. 114 Tahun 1997 pada DIKTUM menetapkan ketiga huruf C pemegang HGU diwajibkan untuk membangun serta memelihara prasarana lingkungan dan fasilitas tanah dalam areal tersebut”.  Jadi tidak ada alasan PT. Bridgestone untuk mempersulit kepentingan masyarakat desa Bintang Meriah, Nagori Dolok Maraja Kec. Tapian Dolok tegas Edison.  Ditambahkan Pangulu Nagori bahwa di desanya program PNPM, raskin, e-ktp hampir 95%  berjalan dengan baik, disiplin masyarakat di bidang pajak sangat maju tiba di urusan kepentingan rakyat yaitu listri dipersulit pihak PT. Bridgestone.  Apakah hanya kepentingan yang diperhatikan tanpa memahami kewajiban yang tertuang di HGU? Pihaknya bertanya (LM).

PEMATANGSIANTAR, SS
Lokasi SMA Negeri 5 Pematangsiantar yang strategis dan baik untuk pendidikan, nyaman dan gampang ditempuh sesuai lokasinya, seiring dengan perkembangan pembangunan di Kota Pematangsiantar, selama ini banyak orang bertanya-tanya menyoal kepemilikan atau sebut saja status tanah yang pasti tanah itu adalah milik YENPO pengusaha kolam renang Detis.  Menurut Kasek SMA Negeri 5 Drs. Hasbiansyah Sinaga bahwa pihaknya telah diizinkan untuk tetap memakainya untuk sekolah, karena sudah ada kecocokan tukar guling dengan Pemko P. Siantar dengan menyediakan lahan pemerintah kira-kira 200 Ha di tanah Tanjung Pinggir milik negara yang menjadi masalah adalah tanah Tanjung Pinggir sudah habis dibagi-bagi masyarakat orang tertentu untuk memperkaya diri sendiri kepada masyarakat di himbau untuk hati-hati karena bakal di atur di tata sesuai program Pemerintah kata M. Johan Direktur Eksekutif LSM PPL di Balai Kota baru-baru ini (Alpijor).

TAPIAN DOLOK, SS
Pembangunan plat beton di Jl. Veteran persis di persimpangan Jalan Medan-Sinaksak adalah swadaya masyarakat.  Diperkirakan dananya kira-kira Rp. 20 juta dan soal ini (3/4) sudah hampir 50% bahan bangunan sudah tersedia hanya yang kurang soal ini adalah upah kira-kira Rp. 5 juta kata Edison Hutasoit Sekretaris Panitia mewakili Sukoco Winarto selaku ketua Panitia, diharapkan dalam waktu dekat selesai hingga banjir-banjir yang merusak jalan Veteran tidak akan terjadi lagi.  Rencana pembanguan ini adalah MUSRENBANG jadi rakyat pun bisa membangun sebagaimana di desa-desa lainnya di seluruh indonesia kata Edison Hutasoit dengan senyum kepada semua masyarakat yang berpartisipasi khususnya pengusaha di ucapkan terima kasih banyak dan hasil pembangunan ini adalah binaan lurah Sinaksak Bapak Ivan P. Nasution, SH, MSP yang didukung Camat Tapian Dolok Drs. Wiliamer Saragih.  Pembangunan plat beton ini menjadi contoh terbaik di Kab. Simalungun dari sudut pandang wartawan kata Drs. CH. Edison Pangaribuan di Kantor Camat Tapian Dolok (LM).


TIGA BALATA, SS
Jembatan Jalan Negara persis di samping SD Plus Tiga Balata hampir putus perlu mendapat perhatian kantor Balai Wilayah I Medan Kementerian PU Republik Indonesia pantauan wartawan (11/4) di lokasi jembatan.  Hal ini sangat berbahaya apalagi posisinya pada Kepala Jembata (LM)

TIGA BALATA, SS
Perkumpulan marga keluarga besar Nainggolan Kab. Simalungun melakukan acara silaturahmi (9/4) di halaman SD Plus Tiga Balata sangat meriah dan bersahabat, penuh sukacita dan bertanggung jawab.  Terpilihnya pengurus KBN Kab. Simalungun Arifin Nainggolan, SH sebagai ketua Guntur Nainggolan Ketua I, Lindung Nainggolan Sekretaris, Amson Sijabat sebagai Bendahara dan koordinator setiap kecamatan di Kab. Simalungun melalui perkumpulan ini tentu akan terciptalah kerjasama yang baik satu arah untuk membangun marga terlebih-lebih negeri ini saling tolong menolong dan mampu menunjukkan organisasi contoh di Kab. Simalungun.  Hadir dalam acara ini Drs. RE. Nainggolan. MM selaku penasehat Propinsi Sumatera Utara, Palor Nainggolan selaku Ketua Umum Propinsi Sumatera Utara dan DR. Januari Siregar selaku Ketua Umum Patogar Propinsi Sumatera Utara di Kab. Simalungun, anak, boru, ibebere diperhitungkan kurang lebih 1500 (KS)

Menyongsong UN  Jangan Bantu Siswa Jawab Soal
Simalungun,SS
Biasanya, menyongsong Ujian Nasional (UN) SMU dan SMK, Senin (16/4),  setiap daerah seperti Simalungun selalu melakukan persiapan untuk memperlancar kegiatan. Namun, bagi kepala sekolah dan para guru diminta tidak membantu siswa mengisi lembaran jawaban. “Setiap sekolah tidak salah membuat target kelulusan maksimal mungkin sampai 100 persen. Tapi, untuk meraih target itu jangan menghalalkan segala cara,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Simalungun, Sulaiman Sinaga kepada wartawan, Selasa (10/4)
Dijelaskan, tingginya tingkat kelulusan sekolah tidak selalu signifikan dengan kualitas suatu sekolah. Kemudian, bukan berarti tingkat kelulusannya rendah, sekolah tersebut tidak berkualitas. Indikator bahwa suatu sekolah berkualitas adalah seberapa besar siswa yang lulus itu diterima di perguruan tinggi negeri.
Apabila ada kepala sekolah atau guru membantu siswa menjawab soal ujian tertulis, harus ditindak tegas. Tidak perlu kelulusan tinggi tetapi yang lulus itu tak berkualitas. “Inilah yang dibilang pembohongan dan pembodohan itu ,” jelas Sinaga.
Karena nilai pendidikan mengandung nilai kejujuran, sudah Saatnya UN di Simalungun bersih dan bebas dari hal-hal yang dapat menghambat terciptanya sumber daya manusia berkualitas.  Sekolah diminta untuk tidak hanya mengejar target kelulusan. Tapi, harus meningkatkan kualitas dari kelulusan tersebut.
Sebelum UN berlangsung, Komisi IV DPRD Simalungun yang khusus membidangi pendidikan segera mengundang dinas terkait. Termasuk aparat yang berada di kecamatan untuk tidak mencederai pelaksaan UN. Sehingga, UN di Simalungun berkualitas. Bebas dari segala pembodohan dan pembohongan.     
Menurut informasi dan ini selalu terjadi setiap tahun menjelang UN, ada sejumlah kepala sekolah yang melakukan rapat tertutup membahas tentang penempatan guru atau pengawas di ruang kelas sekolah. Tujuannya, membantu siswa mengisi ujian.
“Saya mengetahui. Setiap menjelang  UN ada rapat gelap dilakukan antara kepala sekolah untuk mengkondisikan pengawas. Kalau tahun ini, kita harap itu tidak ada lagi dan biarkan proses UN berlangsung jujur,” jelas Ketua Fraksi PDI-P, Truly Anto Sinaga.(tp)

 PAD Tebing Tinggi 2011 Meningkat 117,75 Persen"

Tebing Tinggi,SS
Pendapatan asli daerah Kota Tebingtinggi pada tahun anggaran 2011 meningkat hingga 117,75 persen dari target. Target PAD pada APBD TA 2011 direncanakan 28,590 milyar dan berhasil direalisasikan mencapai Rp33,665 milyar. Sedangkan pendapatan dari dana perimbangan relative stabil, yakni 100,36 persen atau senilai Rp303, 933 milyar dari target 302,844 milyar.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Tebingtinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM, Senin (9/4), saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota TA 2011, dalam sidang paripurna DPRD dipimpin Ketua H.Syahrial Malik dan para Wakil Ketua H. Ch. Mukmin Tambunan, SE dan H. Amril Harahap.
Dikatakan realisasi PAD itu diperoleh dari realisasi penerimaan pajak daerah Rp9,938 milyar, retribusi daerah Rp5,387 milyar, pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp2,867 milyar serta pendapatan lain-lain Rp15,471 milyar.

Sedangkan dari dana perimbangan DAU/DAK, terdiri dari dana bagi hasil pajak Rp19,898 milyar, DAU Rp261,948milyar dan DAK Rp22,086 milyar serta lain-lain pendapatan yang sah Rp74,597 milyar. Pendapatan lain-lain yang sah itu terdiri atas, dan abagi hasil pajak Rp9,436 milyar, dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp33,225 milyar serta bantuan keuangan provinsi atau Pemda lainnya Rp4,350 milyar. Dari semua pendapatan itu, total keseluruhan APBD TA 2011 mencapai Rp412,196 milyar,” ujar Wali Kota Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM.

Namun belanja APBD TA 2011, terealisasi Rp437,485 milyar. Atau 89,61 persen dari rencana belanja Rp488,186 milyar. Belanja itu meliputi belanja tidak langsung Rp229,424 milyar serta belanja langsung Rp208,060 milyar. Selain itu, Pemko Tebingtinggi memperoleh Silpa Rp57,983 milyar.

Dilaporkan pula beberapa program wajib yang berhasil dilaksanakan. Misalnya di sektor kesehatan, hanya terdapat 21,41 persen pria yang mempunyai keluhan kesehatan, sedangkan perempuan hanya 21,08 persen dari total penduduk berdasarkan Susenas 2010.

Disektor pendidikan,  tingkat angka partisipasi sekolah mencapai 114,03 persen untuk SD, 130,50 persen untuk SMP dan 106,54 persen untuk SMA. “Hal ini merupakan cermin anak-anak di Kota Tebingtinggi memiliki peluang besar menikmati pendidikan serta keluarga yang sadar dan mampu menyekolahkan anaknya,,” ujar Wali Kota.

Berbagai sektor urusan wajib juga menunjukkan keberhasilan, misalnya sektor perumahan, pekerjaan umum, koperasi dan UMKM, pustaka dan informasi dan perhubungan.(TT-01)


Pemerintah Siapkan Aturan PNS Wajib Laporkan Kekayaan
Mataram, SS
 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang mengatur pegawai negeri sipil wajib melaporkan kekayaannya.

"Undang-undang yang mengatur PNS wajib melaporkan kekayaannya tengah disiapkan, agar ada landasan hukum yang jelas terkait hal itu," kata Azwar, usai pembukaan sosialisasi reformasi birokrasi Regional II yang dipusatkan di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (9/4).

Sosialisasi reformasi birokrasi yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) di Regional II meliputi seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa, Bali, NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan itu, akan berlangsung hingga 12 April 2012.

Ia mengatakan, sejauh ini baru pejabat penyelenggara negara yang melaporkan harta kekayaannya secara langsung di hadapan publik, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala daerah dan pejabat di sejumlah instansi negara di pusat dan daerah wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK di hadapan publik.

KPK memfasilitasi penyampaian LHKPN di hadapan publik itu sesuai amanat Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pasal 5 Undang Undang Nomor 28 tahun 1999 itu menegaskan bahwa setiap penyelenggara negara berkewajiban untuk melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum, tengah menjabat dan setelah menjabat.

Sesuai pasal 13 Undang Undang nomor 13 Tahun 2002, KPK bertugas melakukan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara.

"Kalau bukan pejabat publik tidak wajib, sehingga diinisiasi untuk membuat undang undang yang mengatur hal itu, kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah," ujarnya.

Menurut mantan Penjabat Gubernur Aceh itu, aturan yang mengharuskan PNS melaporkan kekayaannya secara berjenjang, semenjak menjadi PNS, naik pangkat hingga menempati jabatan tertentu, dapat dipenuhi dari dua cara.

Selain meminta KPK mewariskan kewenangan untuk memfasilitasi penyampaian LHKPN, juga dapat berupa pembuatan regulasi baru berbentuk undang undang.

"Kalau tunggu KPK beri kewenangan, tampaknya agak rumit, makanya cara terbaiknya yakni membuat undang undang baru yang di dalamnya mengatur kewajiban PNS melaporkan harta kekayaannya kepada atasan langsung melalui pejabat inspektorat," ujarnya.

Aswar menambahkan, Kementerian PAN dan RB menjadi koordinator penggodokan undang undang tersebut, dan hal itu telah dimulai.

Diharapkan, regulasi baru itu dapat segera ditindaklanjuti di gedung perwakilan rakyat agar ada regulasi pasti soal keharusan PNS melaporkan kekayaannya.

"Mudah-mudahan bisa cepat, tengah diupayakan, karena regulasi itu dibutuhkan dalam mengimplementasikan program percepatan reformasi birokrasi," ujarnya. (Ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar