Kamis, 15 Maret 2012

suarasimalungun Kamis 15 Maret 2012 (Edisi 499)


Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto fto bersama dengan civitas akademika USI, Bupati Simalungun  DR JR Saragih SH MM dan Walikota Siantar Drs Koni Ismail Siregar Usai memberikan Kuliah Umum 

Hulman Sitorus SE Diduga Bisa Membahayakan Negara dan Menghambat Demokrasi

P.Siantar,SS
Pernyataan Walikota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE pada acara pembukaan Konsultasi Nasional Wilayah I GMKI Rabu pekan lalu yang dilansir media lokal Siantar-Simalungun yang menyebutkan LSM dan Pers penghambat demokrasi serta membahayakan negara adalah pernyataan yang bisa membahayakan negara dan penghambat demokrasi.  Penilaian tersebut dikatakan Armada Purba SH Ketua Komite Pemilih Indonesia Indonensia  (TePI) Kota Pematangsiantar kepada SS Rabu (14/3).
Armada mengatakan kebebasan menyampaikan pendapat dan pikiran baik secara lisan dan tulisan dilindungi UUD 45 dengan demikian siapa saja pihak yang coba menghambat warga menyampaikan pendapat dan pikiran secara lisan dan tulisan adalah pihak yang menentang konstitusi UUD 45 sehingga bisa dikatakan pihak tersebut adalah ancaman bagi NKRI.
Dijelaskan Armada undang-undang nomor 40 tentang Pers menjadi landasan wartawan melaksanakan tugas jurnalistik.  Dalam undang-undang tersebut juga diatur tentang hak jawab artinya jika ada pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan media massa bisa melakukan klarifikasi dengan menggunakan hak jawab pada media tersebut.  Pengelola media berkewajiban menerbitkan  hak jawab tersebut dengan porsi halaman yang sama.  Dengan demikian jika ada pihak yang keberatan dengan isi pemberitaan bisa menggunakan hak jawab, selanjutnya kalau masih keberatan dengan isi pemberitaan pihak yang keberatan bisa mengadu kepada Komite Penyiaran Indonesia (KPI) dan KPI bisa memberikan sanksi.
Dengan demikian pernyataan Hulman Sitorus yang sangat tendensius memojokkan LSM dan Pers terutama pers dinilai penghambat demokrasi dan membahayakan negara adalah justru penghambat demokrasi dan membahayakan negara. Sebaiknya Hulman lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan dan alangkah baiknya lebih mempelajari lagi secara mendalam proses demokrasi yang sedang berlangsung saat ini di Indonesia.
Lebih lanjut Armada mengatakan bahwa Pers adalah pilar keempat dari demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers fungsinya adalah lembaga yang melakukan  sosial kontrol terhadap jalannya pemerintahan.  Kalau ada pihak yang menganggap saat ini Pers tidak profesional itu sah-sah saja karena eksektif, legislatif dan yudikatif juga tidak profesional.  Alangkah konyolnya jika ada pihak yang mengharapkan Pers profesional sementara pemerintahan saat ini  saja juga tidak profesional.  Reformasi masih berumur 13 tahun jadi prosesnya masih berjalan menuju kesempurnaan.  Dengan demikian sangat tidak etis jika ada Walikota memberikan penilaian sedemikian buruknya terhadap kinerja Pers.
Armada mengatakan mantan menteri penerangan di era BJ Habibie yang menghapus Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Jenderal Yunus Yosfiah  pernah mengatakan bahwa tidak ada negara didunia ini yang hancur karena kebebasan pers, justru kebebasan pers adalah modal untuk terciptanya pemerintahan yang lebih bersih dan lebih baik.  Kalau Hulman Siturus mungkin gerah dengan pemberitaan Pers patut diduga dia tidak mengikuti perkembangan demokrasi di Indonesia Pasca robohnya orde baru.
Jika ada pihak-pihak di negara ini yang melanggar konstitusi adalah ancaman terhadap NKRI karena kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat baik secara lisan dan tulisan dilindungi konstitusi jadi pihak yang coba mengangkangi konstitusi adalah ancaman bagi tegaknya NKRI kita semua berkewajiban menghadapi pihak yang coba melanggar konstitusi kata Armada Purba. Pernyataan Hulman Sitorus yang mengatakan Pers dan LSM penghambat demokrasi dan membahayakan negara adalah pernyataan yang berlebihan.  Dan yang paling utama adalah pihak yang melanggar konstitusi adalah pihak yang paling berbahaya bagi NKRI pungkas Armada. (tp)


DPC Himapsi  Siantar :
Logo Pemko  Sebaiknya Diganti
P.Siantar, SS
Dewan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPC HIMAPSI) Kota Pematangsiantar Hermanto Sipayung SH, mengharap kepada Pemerintah Kota Siantar yang  saat ini dibawah kepemimpinan Hulman Sitorus, SE dan Drs Koni Ismail Siregar  agar mengganti logo Pemko Siantar dengan tulisan “Sapangambei Manoktok Hitei”, logo Pemko Siantar  sekarang ini tidak menggunakan tulisan “sapangambei manoktok hitei”. Demikian hal ini dikatakan  Ketua DPC Himapsi Kota Siantar Hermanto Sipayung, SH pada acara Rapat Kerja Cabang dan Latihan Kepemimpinan Tingkat Daerah (LKTD)  Sabtu (10/3) di Convention Hall Siantar Hotel.
Dikatakan Hermanto, seharusnya Pemko Siantar mau mewujudkan jati diri Simalungun di bekas Kerajaan Siantar yang Rajanya Sangnualuh Damanik. DPC Himapsi siap untuk bermitra dengan Hulman mewujudkan hal tersebut ujarnya.
Selain itu DPC Himpasi juga meminta agar nama-nama jalan dikota Siantar dikembalikan dengan aslinya, karena sudah banyak nama-nama jalan di Siantar yang  berubah tanpa ada persetujuan   dari tokoh-tokoh adapt Simalungun, seperti nama jalan  Cokroaminoto aslinya adalah Raja Dolog Silou, Jalan Dr Wahidin aslinya Jalan Tuan Bandar, Jalan Malanthon Siregar aslinya adalah jalan Tuan Marihat, Jalan Pangaribuan aslinya adalah  jalan Dolog Panribuan dan masih banyak lagi kata Hermanto.
Sementara itu, Walikota Siantar Hulman Sitorus SE yang saat itu diwakili Kaban Kesbang Linmas dan Pol Drs Gunawan Purba dalam sambutanya mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota Pematangsiantar  menyambut baik. Hal ini adalah bukti konkret Himapsi mampu menjaga kesinambungan kepemimpinan yang dibangun dengan tradisi demokrasi yang sehat.
Saat ini kata Gunawan, Himapsi telah membuktikan bahwa jati dirinya  sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan  yang dinamis, fleksibel yaitu sebagai kader  yang mengedepankan  intlektualitas, penuh dinamika perdebatan ide, benturan gagasan  dan perbedaan perspektif dalam melihat masalah untuk merumuskan  masa depan Himapsi tanpa kehilangan etnisitas dan entitas budaya Simalungun  yang adiluhung.Semua ini adalah kekeyaan yang dimiliki Himapsi yaitu kader-kader muda  yang potensial, dengan semangat tinggi, komitmen yang  tangguh dan intlekluatas merupakan harapan yang dilahirkan dari LKTD nantinya.
Dikatakan Gunawan, bahwa Nasionalisme yang selama ini diusung Himapsi harus senantiasa berpegang pada niat luhur para the founding fathers yang menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa yang makmur, adil dan sejahtera. Dengan demikian Himapsi dituntut oleh zaman untuk  melakukan hal-hal konkret, tidak hanya sekedar diskursus, melainkan  melalui aksi nyata, sehingga Himapsi  akan diterima  dan dicintai oleh pemuda dan mahasiswa dikampus-kampus utama.
Hadir dalam acara tersebut, pendiri Himapsi Januarison, SH, Mhum,  Ketua DPP Himapsi yang diwakili Hans Hutabarat, Ketua PMS  yang diwakili Karmidin Sinaga, Karshel Sitanggang, Burhanudin Saragih,  Ir Adiaksa Purba serta undangan lainnya. (nu)  
 
Bual Pokkalan
Ai Adongpe Si Jaboltok I Sidamanik ???
Lambin merapma parbualan ipokkalan pasal perjuangan na marsimalungun on. Lang iagat uhur adong ope na mangganggu perjuanganni niombahta par HIMAPSI pakon  UPAS i Sidamanik.
 “Malasma uhur bani gerakan na marsimalungun on ase ulang lalab hita gabe panonton i hutatta on, tapi pusok uhur mambogei barita bahasa adong ope hasomanta na lang mangarusi arti perjuangan, pitah halani boltok, aima si jaboltok, repot.” Nini si Jahomar mamukkah seminar kecil ipokkalanni Pak Mawar i Tanjung Pinggir.
 “Sonaha do maksuni ai Jahomar, torus terangma gelah ham ulang songon na marhutitta” nini si Marsen ingin tau.
“Sonon ai. Songon na binotohta rombang, bahasa perjuangan marsimalungun terakhir on semakin marak ihorjahon Himapsi pakon Upas. Contohni perjuangan mambela hasomanta na i Sidamanik aima pasal penolakan konversi humbani teh hubani sawit. Halani anggo saut ma konversi ai, horahma Sidamanik, janah banjir anggo musim udan. Homani, in mando jagiahni Sidamanik sadokah kobun teh ijai. Leganni ai, adongdo parjanjianni Tuan Sidamanik hubani Bolanda, bahasa ase ibere tanoh ai  iusahai bolanda pitah untuk perkebunan teh, ase lestari alam janah selamatma Danau Toba. Sedo nalaho manuan sawit. Sonaima sekilas perjuangan na marsimalungun on. Tapi …………, luar biasa do hape baokni sebagian kecil halak simalungun i Sidamanik. Tarolos do sidea mambahen tuppuanni Simalungun etek-etek i Sidamanik pitah laho mambela kobun. Ibahen sidea ma penasehatni sidea ganupan simbalog halani manager kobun sidea ijai. Jadi halak simbalog ma na gabe penasehat ni halak Simalungun i Sidamanik. Lang domma bayohon ??? “ nini si Jahomar patorangkon.
“Memang tarsonggot do au manangar barita ai” nini si Jauman hun lopah perasaan tau. “Hubogei, mariah do acara ai. Roh do artis Simalungun hun Medan. Ijama lang Mariah halani maloni si Jaboltok Sidamanik on, iparohma duitni ganup parkobun, dengan alas  akan membela konversi. Ipalomah sijaboltok ma perjuanganni UPAS pakon HIMAPSI” nini si Jauman.
“Memang anggo mangulah ma si Jaboltok, siap dear ma hita on. Halani pitah na menghianat do horjani si Jaboltok on. Perasaan boi menghalau UPAS pakon HIMAPSI asal ma dapotan duit. Pengianat. Songon baliang simalopak. Seng sipaturutan dokah manggoluh sijaboltok on. Domma terlalu berani sidea manjual perjuangan on. Nabayohon ma tongon” nini Jarmen sambil makkarat iponni.
“Sonon ma gelah ai” nini Pak Mawar mambahen jalan keluarni. “Napangindo hubani HIMAPSI pakon UPAS ase ulang marnaloja na berjuang on. Hassipe beraksi si Jaboltok i Sidamanik, seng anjai dokah umur ni ai. Napenting ulang gabe par upas pakon Himapsi na berobah jadi si Jaboltok. Anggo pala lang komit Himapsi pakon Upas, sundut nari ma hita. Pitah tuppuan na dua on mando nalang boi iboli kobun. Halani ai tuppaki hitama HIMAPSI pakon UPAS ase adong modalni sidea laho marjuang. Ulang be namin beroperasi si Jaboltok i Simalungun on. Posma uhurta ihaholongi Tuhan do perjuangta, sonaima pendapatku” nini Pak Mawar serius.
Baiklah, hita halak simalungun diluarni si Jaboltok, pakkei hita na berjuang on. Dihuti hitama perkembangannni Simalungun. Ulang ma namin hita mencari kesempatan itongah-tongahni perjuangan. Bursikkon hita si Jaboltok penghianat ai, ase podas hita maju halak Simalungun on. Lang naima ???? (Oppung Jeriko)

Tidak Benar  DPRD Simalungun Jadi Calo Kepala Sekolah

Simalungun, SS
Tidak benar DPRD Simalungun menjadi calo kepala sekolah saya tidak pernah mengatakan hal tersebut demikian dikatakan Nurma Sinaga Guru SD di Kampung Baru Ujung Padang kepada SS Rabu (14/3). Nurma mengatakan seperti Pemberitaan SUARA SIMALUNGUN Edisi 497 dengan judul “Benarkah DPRD Simalungun jadi Calo Kepala Sekolah” ?.  Dalam berita tersebut disebutkan “Pergantian Kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun akhir akhir ini banyak dicampuri anggota termasuk ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon hal itu terungkap dari salah seorang guru (Nurma Sinaga) yang baru saja mengajukan berkas permohonan nya menjadi Kepala sekolah SD di Ujung padang bercerita sesama guru .
Nurma mengatakan dirinya tidak pernah mengatakan hal tersebut kepada wartawan SUARA SIMALUNGUN, sumber berita tersebut bukan datang dari saya dengan ini saya mengklarifikasi dan membantah pemberitaan tersebut kata Nurma Sinaga. Nurma mengharapkan agar sebelum menerbitkan berita terlebih dahulu melakukan chek and rechek kepada narasumber agar tidak menimbulkan salah paham.  Dengan tegas Nurma mengatakan dirinya tidak pernah mengatakan hal tersebut dan mengklarifikasi berita tersebut. (tim)

 
Penerimaan karyawan PTPN IV Gunung Bayu jadi Polemik
Bosar Maligas,SS
Penerimaan karyawan lepas menjadi karyawan tetap PTPN IV Gunung Bayu dinilai tidak transparan dan diduga sarat rekayasa.  Tidak senang dengan hal tersebut pada hari Rabu (14/3) karyawan lepas (buruh lepas) menyampaikan aspirasi terhadap manager PTPN IV Gunung Bayu. 
Dalam orasinya karyawan mempertanyakan masalah pengangkatan karyawan lepas menjadi karyawan tetap karena dari 189 orang karyawan lepas yang sudah ditetapkan menjadi karyawan tetap hanya 65 orang, hal ini menjadi  menjadi polemik. Sementara  antara yang 65 orang yang sudah ditetapkan menjadi karyawan ada yang tidak layak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan. Menurut para karyawan tersebut bahwa diantara 65 orang yang telah ditetapkan termasuk kategori malas kerja dan tidak memenuhi persyaratan.  Ada apa dengan mereka yang telah ditetapkan tersebut bahkan dari  65 orang itu ada namnya yang telah dicoret oleh manager yang terdahulu dan setelah pencoretannya tidak pernah lagi kerja tetapi tetap diangkat menjadi karyawan tetap.Tindakan manager yang mengangkat karyawan yang telah dicoret tersebut maka terjadi kecemburuan social ditengah-tengah karyawan yang belum ditetapkan. 
Menurut para karyawan yang mengadakan orasi mereka tidak akan melakukan aktivitas selama belum ada jawaban pihak perusahaan yang jelas. Sesuai pantauan awak koran ini mereka yang belum ditetapkan sebagai karyawan tetap memang sangat disesalkan karena tidak benar-benar diperhatikan oleh pihak perusahaan. (AG)

Siswa Penerima BSM di Siantar Meningkat


P.Siantar,SS
Jumlah siswa Kota Pematangsiantar yang akan menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang akan dikucurkan Juli mendatang meningkat tajam.  Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Jonson Tampubolon, Selasa (13/3),  mengatakan peningkatan jumlah siswa SD penerima BSM bukan karena meningkatnya jumlah siswa miskin, tetapi disebabkan adanya tambahan anggaran pada  perubahan APBN  bagi 4.000 siswa miskin lainnya. 
Diterangkannya, sebelumnya,  melalui APBN 2012 pemerintah pusat  hanya menganggarkan bantuan bagi 6.000 siswa SD saja. Di mana setiap siswa menerima Rp360.000 pertahun, dan  dibayarkan setiap enam bulan sekali. Saat ini pemerintah pusat melalui perubahan APBN menambah 4.000  siswa miskin yang bisa mendapatkan BSM. Sehingga total siswa SD kota Pematangsiantar yang akan menerima BSM menjadi 10.000 siswa "Hanya saja, bantuan dari P APBN, hanya sekitar  Rp270 ribu persiswa  pertahun,"ujarnya.
 Dikatakannya, dalam melakukan pendataan siswa, Disdik mempercayakannya kepada guru guru dimasing- masing sekolah. Hal itu disebabkan Disdik menilau guru lebih mengenal siswanya masing-masing. Sedangkan untuk  meminimalisir penyalahgunaan BSM, pihaknya hanya mendata siswa mulai dari kelas I hingga kelas 5 saja.
Sayangnya, meski batas waktu pengiriman data kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sudah sempit, namun sampai saat ini sejumlah sekolah belum memberikan data siswanya. Lebih jauh dikatakan, sasaran pemberian bantuan bagi siswa miskin adalah untuk mencegah siswa tak mampu putus sekolah. Bantuan dimaksudkan agar siswa mampu membeli keperluan sekolah seperti baju, sepatu, dan keperluan sekolah lainnya.
Kepala Seksi ( Kasi) data dan informasi Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar, Supriady, mengatakan,sesuai data yang diterima, jumlah siswa miskin untuk tingkat SMP mencapai 98/ siswa.
Dimana, SMP N 3 menjadi tempat siswa miskin paling banyak yakni sebanyak 95 siswa,  diikuti SMP 1 dengan jumlah 78. Sedangkan siswa SMP 2, SMP 4 dan SMP 8 masing masing 70 siswa.

Data siswa miskin itu kata dia sudah dikirimkan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sekira seminggu lalu. "Sedangkan, untuk tingkat sekolah menengah atas  dan Sekolah Menengah Kejuruan, sampai saat ini masih dalam pendataan,"katanya. (tp)

Nazar Rakyat Tinokkah Berjuang Untuk Merebut 
Tanah Nenek Moyangnya

Sergei Sipispis, SS
Nasib rakyat Tinokkah penduduk asli berjuang mempertahankan haknya ± 400 Ha tapi apa daya semua selesai karena ulah kantor agraria Kab. Deli Serdang (Tempo Dulu) puluhan tahun silam dengan pelayanan tidak prima maka seorang kepala seksi pendaftaran tanah diduga salah terima perintah untuk tidak mengeluarkan perkampungan dai HGU lama DPN No. 114/HGU/BPN/97 tanggal 16-09-1997.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat yang mengaku bermarga damanik (60) kepada wartawan koran ini cukup jelas di surat HGU tersebut huruf (d) berbunyi “bahwa untuk perkebunan di atas pada huruf (b) diatas setelah diadakan pengecekan dari perhitungan kembali dengan mengeluarkan PERKAMPUNGAN SEMPADAN SUNGAI SEKOLAH” cukup jelas kalau ada di negeri ini perkampungan tentu harus ada areal untuk diolah jadi perjuangan rakyat Tinokkah ± 400 ha cukup mulia dan perlu mendapat pelayanan dari Pemerintah, Perjuangan rakyat Tinokkah di tingkat Bupati dan DPRD Tk. II mendapat respon yang baik artinya dua lembaga ini surati atasannya gubernur Sumatera Utara  dan DPRD Tk. I Sumatera Utara, kedua lembaga ini juga merespon masyarakat Tinokkah agar hak rakyat itu diberikan melalui suratnya ke Menteri Dalam Negeri.  Dari Menteri dalam negeri dengan suratnya No. SK 2/HGU/BA/80, yang berbunyi memutuskan “apabila di areal yang diberikan HGU ternyata terdapat penduduknya, penggarapan rakyat secara menetap yang sudah ada sebelum penerimaan HGU dan belum mendapat penyelesaian maka menjadi kewajiban/ tanggung jawab sepenuhnya dari penerima HGU untuk menyelesaikan sebaik-baiknya”.  Ternyata sampai saat ini pemerintah Mendagri tidak terlaksana dengan baik yang tentu menetapkan batas-batas adalah BPN di daerah.  Diduga pelayanan berbelit-belit oleh pihak-pihak tertentu dengan sengaja menyengsarakan rakyat Tinokkah penduduk Simalungun yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai.  Kesimpulanya di PT. Bridgestone tidak termasuk pengusaha yang nakal mereka hanya menerima balik nama dari PT. Goodyear tempo dulu.  Cukup menghargai rakyat dari hasil 400 ha tanah masyarakat penduduk asli Simalungun di Tinokkah yang tentu melalui Pemkab Sergei kepada rakyat Tinokkah. 
Masih ada isu yang berkembang dan mempersalahkan rakyat tinokkah untuk memperjuangkan tanah nenek moyang dan hal seperti itu sudah tak wajar apalagi menyoal atas hak mana ada tempo dulu surat-surat kata A. Damanik dengan tegas, ya suratnya itulah nenek moyang.  Ketika hal ini hendak dipertanyakan ke PT. Bridgestone tidak berhasil karena petugas Humas Andri tidak berada di tempat, wartawanpun balik kanan dari kantor Direksi di Serbelawan. (Bersambung….) (Oleh Linda Manullang, SH


INFO SINGKAT DAERAH

Siantar Marihat, SS
Kantor Kelurahan Sukaraja yang dipimpin Bapak Hutabarat di kunjungi oleh Ibu-ibu Tim PKK Kota.  Ibu-ibu PKK tadi memberikan bubur kacang hijau kepada anak-anak TK PAUD Sukaraja, Ibu Dame br.Silalahi sebagai Wakil Ketua Tim PKK Kota memberikan arahan kepada ibu-ibu “dengan memberikan asupan makanan yang bergizi membuat anak-anak kita senantiasa sehat, cerdas dan lincah, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang patut kita banggakan kata Ibu Dame br. Silalahi.
Ibu tim PKK juga tidak luput mampir membersihkan rumput toga yang ada di depan kantor lurah, sehingga kantor lurah sukaraja tampak bersih, indah dan rapi dengan senyum dan bangga Bapak Hutabarat selaku Lurah Hutaraja senang melihat kebersamaan dan kunjungan dari Ibu-ibu tim PKK Kota tadi (LM).

Parapat,SS
Budaya bersih oleh Camat Perapat kepada semua aparat dan masyarakat kepada semua aparat dan masyarakat tertanam di hati masyarakat dengan baik.  Tidak segan-segan aparat dalam melaksanakan pengutipan sampah di lingkungan atau saat berjalan membuang sampah di tempat yang disediakan.  Hal ini menjadi prosedur baik buat kota Perapat  dan menjadi perhatian Dunia bahwa sampah adalah masalah kita bersama kata Drs. CH. Edison Pangaribuan  dari LSM Peduli (12/03)-KS.

Aek  Nauli, SS
Kantor balai penelitian kementrian kehutanan RI di Aek Nauli Sumut mendapat sorotan (13/3) jumlah pegawai Negeri yang bertugas disana 80 orang kepala kantor ITON, Kasi Perencanaan PRATIARA bahwa pihaknya ton.2011 telah membuat penelitian atas bibit 9 judul dan th 2012 sebanyak 17 judul dengan harga pemerintah Rp. 70 per judul.  Lokasi pendidikan dulunya cukup bagus, saat ini hampir semua bangunan tak terurus, juga jalan masuk, kebersihan, kerapian, tidak tertata dengan baik, aparat  pembohong masih ada di sana.  Banyak masyarakat berjunjung ke sana kecewa karena buruknya pelayanan PNS disana (Edi)

P.Siantar,SS
Ir. Sahat Pardede yang dikenal sebagai pengusaha dan ketua GAPENSI Siantar-Simalungun ini terpilih secara aklamasi menjadi ketua AMPI Kabupaten Simalungun periode 2012-207, sabtu (10/3)  yang dilantik ketua DPD AMPI Sumut H.M. Shaf  Lubis di Gedung MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jl. Asahan P. Siantar.  Sosok Ir. Sahat Pardede sangat tepat kata Drs. Bin Ahar Tambunan dari Nagojor-Tanah Jawa, orangnya cerdasm bersemangat, dan lemah lembut sebagai pimpinan sangat tepat katanya (10/3) kepada wartawan (MJ).

Jawa Maraja,SS
Camat Jawa Maraja Bah Jambi Ibu Dwi Fitriani SH MH, selalu aktif bermasyarakat  hadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H dan pentas seni Islam di Bah Jambi Sabtu malam (10/3).  Camat mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan iman.  Acara ini dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat dari Pemkab Simalungun kemudian siraman rohani oleh Datuk H. Abdul Maturudi Saleh  (Anggota DPRD dari P3) Prop. Sumatera Utara juga acara ini diramaikan lomba busana muslim, Nasyid, marhaban.  Cukup membanggakan putra-putri anak bangsa (KS).

Gunung Para,SS
Kasek SMP Swasta Kebun Gunung Para PTPN 3 Soecipto, S.Pd, mengatakan kepada wartawan bahwa proses belajar mengajar berjalan tertib, nyaman dan bersahaja.  Menurutnya bahwa kompetensi yang dimiliki Kasek 5, pegawai 6, guru 4 baru dapat berinteraksi, maka kalo pengawas disarankan sebaiknya S2 berdisiplin dan beretika.  Semuanya harus menjadi contoh di sekolah dan di masyarakat untuk mencapai target sekolah unggulan  harus mampu olah pikiran menciptakan cerdas mampu olah hati  menciptakan jujur dan tanggung jawab kinestetik olah raga menciptakan bersih dan sehat kemudian olah rasa dan karsa, menciptakan peduli dan kreatif.  Jadilah anak yang berguna buat orang tua dan bangsa Indonesia.  Ditambahkan Soecipto untuk acara rapat-rapat tetap melakukan belajar berdemokrasi berbicara di dalam rapat dan di depan umum, berikan kepada guru kesempatan bicara dalam rapat demi tujuan yang mulia di negeri ini katanya kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya (KS)

Tiga Dolog,SS
SMP Negeri 1 Kec. Dolok Panribuan (12/3) melaksanakan ujian sekolah yang secera serentak dilaksanakan di negeri ini.  Kasek yang aktif melakukan pengawasan juga dihadiri pengawas dari Dijkar Kab. Simalungun, yang saat itu pakaian Dinas lengkap tanpa papan pengenal.  Proses ujian mantap dan pengumuman ke siswa melalui pengeras suara cukup jelas untuk melakukan tugas-tugas ujian.

Jembatan Timbang,SS
Kerja keras para PNS di Pos Jembatan Timbang pantas dibanggakan, siang malam bekerja sistim oposan yang diatur pimpinan dikerjakan dengan baik, hampir semua PNS di pos ini berdisiplin  tampil rapi, bersahaja dan masyarakat yakin mereka telah bekerja dengan baik, hanya saja  pinta rakyat semua truk harus masuk jembatan timbang seperti NV STTC, agar tetap termonitoring berapa jumlah truk yang lewat dalam 1 hari kata Op. Porbarita Siahaan (54) dari P. Siantar (13/3) kepada wartawan koran ini (Alpijor)

P.Siantar,SS
Kasek SD Negeri 122391 Tombak Pulo-pulo R. Br. Simamora (10/3) di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya hanya 52 murid, dan guru 56, PNS 8, sementara 5 sudah sertifikasi tinggal 3 orang lagi karena masih baru pegawai dan masih mengikuti kuliah.  Menyoal dana pemberkasan dirinya tidak berwenang menjawab katanya kepada wartawan di ruang kerjanya (KS).


P.Siantar,SS
Benarkah di Dinas Pendidikan Kota Siantar untuk pembekasan Rp. 200.000 kepada setiap PNS ± 1215 orang? Ketika wartawan melakukan cek and ricek ke sekolah sebahagian ada mengaku bahwa mereka menyetor ke Boru Tompul, Bolon Sinaga kata mereka.  Ketika hal ini di konfirmasi ke Dinas, dari orang tertentu mengatakan tak benar itu semua, hingga wartawan masih tetap melakukan investigasi tentang uang suap dimaksud (10/3) (KS).

Jalan Pisang,SS
SD Negeri 124384 Jl. Pisang (9/3) di kunjungi wartawan, Kasek bolos dan menurut guru setempat “dirinya tak tahu menahu hanya ada info katanya ke Medan” kata staf yang enggan disebut namanya di koran ini, proses belajar mengajar tanpa pengawasan dan yang pasti guru bebas demikian juga murid-murid bebas belajar hasilnya sudah pasti mengecewakan orang tua (Tim).

Tanah Jawa,SS
Kantor BP3KP Tanah Jawa selaku koordinator Nelson Simanjuntak SP didampingi Ka. UPTD Bpk.Tarigan, secara lugas mengatakan kepada tim wartawan, bahwa pihaknya selalu membuat contoh di kompleksnya, seperti tanami cabe, padi, ternak ayam dan sebagai praktek langsung di kantor hingga masyarakat mengerti demikian juga penyuluh.  Nelson menunjukkan lokasi cabe yang mangaku sudah panen 2 kali hasilnya memuaskan.  Demikian juga padi sawah sistim legowo dapat berproduksi 10 ton/ Ha atau sama dengan 36 kaleng per rante.  Hal ini sangat luas biasa.  Padahal lahan padi di daerahnya 4000 Ha, dan sejak dulu sudah terkenal lumbung padi di Kab. Simalungun.  Menurut mereka ada sawah  di fungsi contoh dari sawah menjadi sawit dan diperkirakan 10% dari luas areal sawah lokasinya di bogor  Gelugur dan Maligas Tongah alasan kurangnya debit air membuat tanah alih fungsi kata R. Tarikan SP, kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya.  Di tambahkan Nelson bahwa 237 kelompok tani terdata dengan baik di kantornya, tersebar di 19 Nagori dan 1 kelurahan untuk pembinaan kelompok ini dilakukan sebaik mungkin dengan kerja sama antara koordinator BP4 KP, Ka. UPTD Dinas Pertanian, PHP (Pengamat Hama dan Penyakit) di pimpin Ir. Usman Harahap, semuanya melakukan kerja sama yang baik demi produksi di Kec. Tanah Jawa Kata Nelson Simanjuntak, SP mengakhiri perbincangan (Sita Damanik


P.Siantar,SS
Pelayanan Pengadilan Negeri Pematangsiantar bagus dimana seluruh pegawai dan staf sangat ramah dan pelayanan mereka prima.  Masyarakat yang akan mengurus segala keperluan yang berurusan dengan Pengadilan Negeri dilayani dengan ramah dan senyum membuat kita betah ngobrol di setiap ruangan.  Para pegawai semua pakaian dinas dengan lengkap dan tiap ruangan bersih serta tertata dengan rapi.  Bapak Pardomuan Napitupulu seoran PNS yang mau pensiun dimana Bapak Pardomuan hendak membuat akte kelahirannya karena kalau mau pensiun harus ada akte kelahiran jadi Bapak Pardomuan terpaksa membuat akte lahir di Pengadilan Negeri P. Siantar.  Ada berkas-berkas permohonan Bapak itu yang salah terpaksa harus bolak-balik ke pengadilan negeri dari catatan sipil, dengan senyum dan ramah serta sabar ibu Sihotang memperbaiki semua permohonan Bapak Pardomuan semua sidang berjalan dengan lancar jadi tinggal menunggu hasilnya.  Ketika wartawan (11/3) menanyakan berapa dikasi sama Bapak Pardomuan Ibu Sihotang menjawab dengan senyum “kami tidak mengharapkan upah dan meminta imbalan karena itu sudah merupakan tugas dan pelayanan kami kata ibu Sihotang di ruang kerjanya.” (LM)

Sei Bamban,SS
Jalan Nasional  dari Pematangsiantar sampai Serdang Bedagai sudah bagus tetapi di Sei Bamban – Sei Rampah mulai berlobang-lobang membuat pengguna jalan harus hati-hati kalau sempat dan kereta masuk ke lubang tersebut pasti mengakibatkan kecelakaan, tetapi di Sei Bamban ada sistem lubang segi empat yang ditutup dengan rapi jadi kalau lubang tersebut di buat pemeliharaan sedemikian rupa pasti tidak terlalu banyak memakan biaya dengan demikian kelancaran lalu lintas akan semakin tertib. (LM)

Pintu Bosi,SS
Jalan yang rusak berat menuju Desa Mekar Nauli (Pintu Bosi) sudah mulai diperbaiki dimana bahan-bahan bangunan telah tersedia disana, ketika tim wartawan menuju ke sana (pintu bosi) (13/3) para pekerja tidak ada begitu juga dengan pengawasny walau demikian wartawan ngobrol-ngobrol dengan penduduk yaitu Bapak U Silalahi (57) dan kawan-kawannya baguslah kalau sudah dikerjakan, tetapi harapan kami penduduk Mekar Nauli maunya diperbaiki jangan hanya sebatas beberapa bulan saja sudah ambruk lagi tolong campuran batu pasir dan semen yang seimbang sehingga menghasilan mutu yang bagus dan bisa bertahan sampai beberapa tahun kedepan kata Bapak Silalahi kalau sudah nantinya selesai jalan menuju kampung kami ini akan lancar dan kami pun tambah semangat kata Bapak Simanjuntak (14/3) (LM)

Pondok Bulu,SS
Nagori Pondok Bulu Kecamatan Dolok Panribuan terdapat mesin somel 5 unit saat ini belum beroperasi yang menjadi pertanyaan dilokasi somel atau yang terdekat adalah hutan lindung atau daearah-daerah aliran sungai (DAS).  Apakah somel ini akan mengambil kayu dari hutan lindung atau areal PPL khusus untuk konservasi alam, demikian hasil pantauan di lokasi (12/3) bersama tim wartawan koran ini. (M. Johan).

Sidamanik,SS
Kadis PSDA Kab. Simalungun Ir. Binsar Situmorang melakukan kunjungan ke kantor UPTD PSDA Kec. Sidamanik baru-baru ini didamping para Kabid Ir. Selamat Sipayung Binsar menerima masukan dari staf bagaimana cara pemeliharaan saluran dan pengamanan ketika banjir yang disampaikan kepala UPTD Bapak Sirait, SH hadir semua pekerja saluran penjaga pintu air dan penjaga bendung (KS)


Simpang Raya,SS
Kasek SD Negeri 091291 saat ditemui wartawan koran ini berada di kantor sedang bekerja mengevaluasi kinerja guru hadir semua guru dan bekerja dengan baik, tepat jam 10.57 Wib sedang beristirahat hingga dengan mudah ketemu para guru diakuinya bahwa gedung perpustakaan belum ada kata Lusden Sitinjak, S.Pd yang mengaku sudah sertifikasi jumlah murid 92 dan guru 10 serta guru honor 1 proses belajar mengajar berjalan lancar dan baik (Alpijor).

Pangkalan Buntu,SS
Kasek SD 095146 Kec. Panei Tongah P. Manurung, S.Pd jam 10.39 Wib bolos di pagi hari menurut guru beliau sedang mengikuti rapat di kantor KCD ketika wartawan bertanya kepada guru  berapa guru yang mengajar di jawab 5, ternyata hanya 4 artinya guru bohong ditemukan di sekolah ini.  Berkali-kali ditanya di jawab guru di kamar mandi yang pasti di dekolah ini dari 6 kelas mengajar hanya 4 guru, hebat ya !!!!(KS)

Gunung Para,SS
Sepintas lalu lalang di areal Afd. I Kebun Gunung Para PTPN III mereka pejabat disana tergolong mengerti kebersihan dan keindahan mereka berusaha membuat yang terbaik untuk kepentingan manusia kata Budi (34) warga Medan dan bekerja wiraswasta ciri khasnya terasa dimata kemudian turun ke hati untuk menyampaikan terima kasih (KS).

Parapat,SS
Pembenahan jalan negara di beberapa tempat di lakukan kantor balai Wil. II Medan.  Kementerian PU RI dengan sistem tutup lubang dan berharap segera selesai agar transportasi lancar pada posisi lain sudah banyak permukaan keriting  diduga sudah lama tak diperbaiki untuk itu masyarakat menghimbau pemerintah segera merealisasikan anggaran tahun 2012 (Edi)


12- 14 April 2012 MTQ ke-41 Kabupaten Simalungun di Pamatang Raya
Simalungun,SS 
Pemerintah Kabupaten Simalungun akan menggelar kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 41 tahun 2012 yang dipusatkan di Kota Pamatang Raya yang berlokasi di eks Kantor Bupati Simalungun. Dalam rangka mendukung pelaksanaan MTQ tersebut, telah dibentuk kepanitiaan berdasakan Surat Keputusan (SK) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Simalungun Nomor 03/PTQ-SIMAL/2012 dan SK Camat Raya Nomor 188.45/40/2012 sebagai panitia lokal.
Sesuai dengan SK LPTQ tersebut, pelaksanaan MTQ dijadwalkan selama 3 hari mulai tanggal 12 s/d 14 April 2012. Sebagai pelindung dalam pelaksanaan MTQ adalah Bupati Simalungun, Ketua DPRD, Dan Rem 022/PT, Dan Dim 0207 Simalungun, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Bupati dan Sekda. Penasehat yaitu Ketua Pengadilan Agama, Ketua MUI, Ketua LPTQ, Kakan Kemenag (Kementrian Agama), para Asisten, Staf Ahli Bupati, seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Manager GU V PTPN-IV, Manager PTPN-IV Unit Kebun Marjandi, MUI Kecamatan Raya dan ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Kecamatan Raya.
Sebagai Ketua Umum MTQ Ke-41 adalah Ir Amran Sinaga MSi, Ketua I-V masing-masing Ir H Ramadhani Purba, Aspemkesra, Kabag Adkemkesra, Camat Raya dan Panei, Sekretaris Umum Drs H Nasaruddin Lubis MH, bendahara Umum Sri Suswanti dan Koordinator Umum Sekretariat Jarinsen Saragih SPd dibantu Drs Lilik Suadi (sekretariat) dan 13 anggota.
Kepanitiaan tersebut juga dilengkapi dengan seksi-seksi seperti Seksi Upacara, pelatih pengibar bendera dikoordinatori oleh Camat Panei, kesenian dan hiburan dikoordinatori oleh Sariani Damanik SH, Pengarahan massa dan pawai dikoordinatori oleh Jarinsen Saragih SPd, Keamanan/parkir dikoordinatori oleh Polres Simalungun, kesehatan dikoordinatori oleh Dinas Kesehatan, komsumsi dan akomodasi dikoordinatori oleh Lurinim Purna, SSos, MSi, pemondokan dikoordinatori oleh Darwan Damanik SH (Sekcam Raya), Publikasi dan domumentasi dikoordinatori oleh Kabag Humas Pimpinan dan Keprotokolan, mushabaqoh dikoordinatori oleh Drs Junaidi MPd, akomodasi dewan hakim dikoordinatori oleh Suroto SHI, Amsah Sinaga, Remaja Mesjid Raya, tempat mimbar tilawah, perlengkapan dan dekorasi dikoordinatori oleh Ir H Ramadhani Purba, bazar dan kebersihan drg Amrianto, penempatan papan bunga dikoordinatori oleh Sekcam Raya, hadiah dikoordinatori oleh Zonny Waldi SSos MM, angkutan dikoordinatori oleh Kadis Perhubungan dan penerima tamu dikoordinatori oleh Kabag Humas Pimpinan dan Keprotokolan.
Dalam rangka menyusun program kerja pelaksanaan MTQ, bertempat di ruang harungguan kantor Bupati Simalungun, Rabu, pecan lalu Panitia Kabupaten Simalungun bersama Panitia Kecamatan menggelar rapat kepanitiaan bersama. Rapat penitia tersebut langsung dipimpin oleh ketua umum Ir Amran Sinaga MSi, didampingi Ketua LPTQ Ir Djadiaman Purba, Kabag Adkemkesra Josua Sitepu SH, Camat Raya Drs Jhon Suka Jaya Purba dan mewakili Kakan Kemenag Drs Junaidi MPd serta dihadiri oleh seluruh kepanitiaan baik kabupaten maupun kecamatan.
Rapat panitia tersebut antara lain membahas kesiapan untuk pemondokan peserta, lokasi-lokasi untuk pelaksanaan perlombaan setiap cabang, lokasi pelaksanaan MTQ dan program kerja yang akan dilaksanakan dalam menyukseskan MTQ nantinya. Dalam rapat tersebut juga diketahui untuk pendaftaran peserta dimulai pada tanggal 26 s/d 29 Maret 2012 di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Simalungun.
Ir Amran Sinaga MSi, saat memimpin rapat tersebut mengharapkan kepada seluruh seksi-seksi dan anggota dalam kepanitiaan MTQ untuk segera menyusun program yang akan dilaksanakan dan meningkatkan kinerja, sehingga nantinya pelaksanaan MTQ tersebut dapat berjalan dengan baik. Khusus untuk seksi yang bertugas sebagai koordinator pemondokan peserta diharapkan benar-benar menyeleksi tempat-tempat yang akan digunakan peserta,  sehingga peserta merasa nyaman untuk menempatinya.
Sementara itu, Camat Raya Drs Jhon Suka Jaya Purba menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Simalungun yang telah memberikan kepercayaan kepada Kecamatan Raya sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan MTQ ke-41 Kabupaten Simalungun tahun 2012.  Jhon Suka Jaya mengatakan bahwa untuk menyukseskan MTQ tersebut masyarakat kecamatan Raya siap mendukung dan menyukseskan acara tersebut terutama umat muslim.
Pada rapat kepanitiaan itu, seluruh peserta rapat memberikan berbagai masukan, saran dan pendapat. Untuk rapat kepanitiaan selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 15 Maret 2012 dan diharapkan seluruh anggota dalam kepanitiaan dapat hadir.(tp)


 Editorial
Hulman Bahayakan Demokrasi?
Ada, ratusan kawan kawan yang berprofesi sebagai watawan dan dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM ) datang dan unjukkan kemarahan buat orang nomer satu di Siantar. Ada, rasa terhina bahkan marwah mereka dijatuhkan oleh perdapat Hulman yang menyatakan “Wartawan dan LSM membahayakan Demokrasi” bahkan aka beberapa komentar lainnya yang dirasa menyinggung hati Wartawan dan LSM.
Angin apa yang membuat Hulman yang walikota Siantar berpandangan miring tentang wartawan dan LSM. Kami juga tersinggung, tapi bukan berarti kami juga harus turun ke jalan. Wajar dinilai bahwa Hulmanlah yang membahayakan demokrasi. Sejak dilantik tak ada niat dari pimpinan kota Siantar ini untuk melakukan tatap muka dengan para Wartawan. Bahkan ruangan mewah yang menjadi kantor tempatnya bekerja tak pernah digunakannya. Rumah Dinas dan Mobil yang disiapkan oleh pemko juga dicuekkannya. Wartawan dan LSM dianggapnya hanya sebagai penggangu kinerjanya.
 Hulman bagai tak mengerti peranan media. Hulman juga tak membutuhkan media, Hulman bagaikan anti dengan Wartawan. Karenanya tiap acara yang dihadirinya harus ada Oknum Brimob dan Polisi yang terus mengawal langkahnya. Dirumah pribadinyapun selalu saja ada oknum Brimob yang berwajah tak bersahabat setia menungu rumahnya.
Gawatnya, bukan hanya kepada LSM dan wartawan Hulman berpendapat miring. Kepada DPRD juga Hulman berpendapat miring. Sekumpulan oknum DPRD Siantar dinilainya sebagai “gudang sampah”. Padahal kalau mau diakui bahwa Humanlah yang menumpuk sampah di Rumah Dinasnya. Bagai mana tidak, seorang narapidana kasus perjudian malah dijadikannya orang kepercayaan. Sangkin percayanya Eliakim Simanjuntak yang non PNS mendapat posisi empuk sebagai Staff Khusus walikota P.Siantar. Rusak sudah tatanan birokrasi di Siantar.
Dengan menganggap remeh, wartawan. LSM dan lembaga Legistaif Hulman telah merusak tatanan Demokrasi, bahkan Hulman telah membahayakan Demokrasi.  Hulman agak gerah ketika wartawan, LSM dan DPRD menjalankan fungsinya. Hulman ingin menjadi Raja di Siantar, yang dapat berbuat sesukanya dan bertindak semaunya. Titah Hulman adalah hukum dan kekuasaan yang dipegangnya harus Absolut.
Kalau mau, Hulman selaku walikota P.Siantar dapat melakukan pendekatan yang baik dengan wartawan, LSM dan DPRD. Karena ketiga lembaga tadi bukanlah momok yang menakutkan. Mereka ada karena memang merupakan tuntutan dari demokrasi, kebebasan Pers juga sudah diatur dalam undang undang. Wartawan merupakan kekuatan ke 5 dalam bingkai demokrasi. Jangan musuhi wartawan. Karena dengan memusuhi wartawan adalah tindakan yang sangat bodoh.
Bangunlah kekerabatan dengan para wartawan, bukan harus menjaga jarak. Mereka merupakan mitra yang enak diajak untuk diskusi tentang apa saja. Pembanguan kota Siantar juga bagian dari karya para wartawan. Tanpa wartawan dunia akan salah arah. Bahkan Hulman bisa duduk menjadi walikota Siantar tak luput dari peranan para Wartawan LSM dan oknum anmggota DPRD (***)

Dari Redaksi 
Linda Manulang dan Marina Datang ke Kantor Kami

Pembaca yang kami hormati, Kantor kami memang keras sekeras semua penghuninya. Bahkan pada saat Rabu tiba tawa dari wanita sangat jarang kami rasakan. Linda dan Marina  yang memang akrab dengan semua kawan kawan yang ada di redaksi membuat ketegangan suasana kantor menjadi sedikit mencair. Tapi inilah kami berulang kami mau mencari siapa wanita yang mau berbaur dengan kami yang keras tidak pernah kami temui.

Pembaca yang kami sayangi, berbagai hal yang mambuat kami selalu saja tampil tegang pada hari Rabu terkadang akan semakin keras karena ketiadaan senyum wanita. Pembaca yang setia, Linda dan Marina adalah   wartawan kami yang paling handal. Dengan motto bekerja keras dan melayani pembeli dengan pelayanan prima. Marina  pasukan kami agak kaget ketika tiba-tiba Linda  datang  sambil membawa gorengan.

Pembaca sekalian suasana kantor kami yang agak kaku menjadi sedikit renyah dengan kedatangan Linda maklum dia kalau bercerita selalu membawa kebahagian sehingga    membuat pasukan redaksi  kami pun jadi riang dibuatnya. Kami salut juga dengan militansi dan kerja keras Linda  dalam  memasarkan koran Suara Simalungun di pelbagai daerah.

Linda dan Marina  wartawan kami yang tidak asing lagi bagi kami jika mereka  datang keredaksi Suara Simalungun, terkadang Linda selalu membawa keceriaan kekantor kami yan g biasanya setiap rabu hening. Untunglah Linda datang apalagi membawa gorengan.  

Pembaca sekalian bekerja keras memang etos yang harus dimiliki siapa saja apapun profesinya memang harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan kesuksesan. Bekerja keras juga adalah perwujudan kecintaan kepada pekerjaa apapun pekerjaan kita jika kita lakukan dengan penuh cinta dan kesungguhan tentu akan mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Apapun pekerjaan harus ditekuni kata Awi setengah berdakwah. Bekerja keras adalah panggilan jiwa bagi siapa saja yang memang ingin mempertahankna hidup. Dengan bekerja keraslah Tuhan akan mendatangkan rejeki, Tuhan hanya akan mendatangkan rejeki bagi orang yang bekerja keras dan yang terus memanggil namanya.....(***)   



    


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar