Jumat, 02 Maret 2012

Suara Simalungun Kamis 1 Februari 2012 (Edisi 497)



Ketua Presidium Partuha Maujana Simalungun DR JR Saragih SH MM (baju biru) saat Rapat Kertja Tahunan di Simalungun City Hotel Hapoltakan Pamatang Raya


 Ketua Presidium PMS DR JR Saragih SH MM :


Program Presidium PMS Harusnya  Mengglobal

Simalungun,SS
Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) adalah koordinator PMS sedunia artinya dalam menyusun program hendaknya fokusnya tidak hanya Siantar- Simalungun semata akan tetapi bagaimana agar bisa menjadi garam dan terang untuk orang Simalungun di seluruh dunia. Demikian dikatakan Ketua Presidium PMS DR JR Saragih SH MM saat Rapat Kerja Tahunan Presidium PMS Senin (27/2) di Simalungu City  Hotel Hapoltakan Pamatang Raya.
DR JR Saragih SH MM mengatakan kedepan wawasan Presidium PMS hendaknya lebih fokus terhadap program yang nyata dan jangan presidium PMS hanya berfikir untuk kabupaten Simalungun semata dan jangan Presidum PMS hanya mengurus pengurus saja  karena seluruh pengurus Presidium PMS adalah tokoh Simalungun ujar DR JR Saragih. Tugas Presidium PMS adalah membuat program untuk seluruh PMS yang ada di Indonesia bahkan di dunia walaupun rohnya tetap di Siantar-Simalungun, dengan demikian program yang mendesak adalah melantik seluruh PMS di Seluruh Indonesia dan seara khusus di Sumatera Utara.
Diterangkan DR JR Saragih bahwa sekarang Muspida sudah tidak ada lagi jadi sekarang Muspida adalah tokoh masyarakat dengan demikian PMS sebenarnya kedudukannya setara dengan Pemerintah. JR menontohkan sekarang serah terima Kodim  tidak lagi dilakukan di lapangan akan tetapi sudah dilakukan diruangan bersama tokoh masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan DR JR Saragih bahwa globalisasi sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat maka siapa yang tidak bisa mengikuti globalisasi akan tergilas sementara siapa yang dapat mengikuti globalisasi akan mampu bertahan.  Peran tokoh adat sangat penting di kehidupan masyarakat agar masyarakat tidak tergilas globalisasi ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut DR JR Saragih mengajak seluruh jajaran Presdium PMS untuk membuat program yang menyentuh masyarakat tidak usah programnya yang muluk-muluk tetapi bagaimana agar bisa menyentuh masyarakat Kemudian PMS juga harus bisa menjadi penentu misalnya bagaimana agar PMS bisa berperan menentukan siapa yang menjadi Gubernur Sumatera Utara. Presidum PMS harus bisa berdiri sejajar dengan pemerintah karena ketika PMS sudah bisa berbicara dengan pemerintah maka tidak ada lagi Simalungun yang disakiti ujar DR JR Saragih.
Sementara itu Ketua Departemen Budaya dan Parawisata Djapaten Purba BME mengatakan bahwa Rapat Kerja Tahunan Presidium PMS dimaksudkan adalah untuk menyusun program yanag akan dikerjakan selama periode 2010-2015.  Rapat Tahunan ini akan dilanjutkan dengan Rapat Departemen untuk lebih memantapkan program apa yang akan dikerjakan PMS.   Djapaten mengatakan memang banayak tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Presidum PMS hendaknya semua dijadikan cambuk agar PMS bisa lebih baik lagi melaksanakan aspirasi masyarakat tersebut.   Inti tugas Presidum PMS sebenarnya adalah masalah budaya jadi bagaimana agar budaya Simalungun tetap terjaga dan terpelihara dan dominan di daerah ini itulah yang paling penting.  Soal penggunaan aksara dan ornamen Simalungun sebenarnya Siantar-Simalungun sudah jauh tertinggal dibanding daerah lain jadi bagaimana agar eksistensi budaya Simalungun bisa terjaga dan terpelihara adalah hal yang sangat penting katanya.  Rapat Kerja Tahunan PMS tersebut dihadiri jajaran pengurus Presidium PMS dan Departemen.  Dalam waktu satu minggu akan dilanjutkan dengan Rapat Departemen untuk memantapkan program kata Djapaten Purba BME. (tp) 
    
Ir Mahrum Sipayung Disebut-sebut Bakal Jadi Sekda Simalungun
Medan,SS
Bupati Simalungun dalam berbagai mass media masih mencari sosok Sekda yang tepat. Tentu cerdas berani dan mampu mengisi selera rakyat dan selera Bupati, kalau salah mengangkat tentu akan menurunkan nama baik Bupati, padahal Bupati perlu dua periode, guna membangun Pematang Raya sebagai ibukota Kab. Simalungun kata Drs. Bin Ahar Tambunan (27/02) di Medan. Pergunjingan masyarakat beberapa calon kuat yang telah dihubungi para CALO antara lain Resman Saragih, Drs. Garinsen Saragih dan Ir. Amran Sinaga disebut-sebut calon kuat.
Dari nama-nama tersebut di atas memang benar sudah bagus, tapi masih adalagi lebih hebat. Berwawasan luas, pengalaman cukup dan mampu manajemen pemerintahan dengan baik, kata Drs. Bin Ahar Tambunan selaku pengamat pemerintahan di Simalungun. Menurutnya adalah Ir. Mahrum Sipayung, M.Si sebaiknya Bupati datang mengembalikan beliau menjadi sekda.
Kehebatan Mahrum adalah cepat dan tepat bertindak dalam pelayanannya kepada semua pihak tapi harus mampu membuat komitmen antara Bupati dan Sekda menyoal uang tidak diragukan, asal sepanjang hal itu membangun kabupaten Simalungun, kata Drs. CH. Edison Pangaribuan dari LSM Peduli. Pengalaman Mahrum di tingkat nasional dan internasional tak diragukan, oleh karena itu di zaman maju ini, pemkab Simalungun orang seperti Mahrum sangat dibutuhkan guna memberikan saran kepada Bupati. Kalau bukan seperti Mahrum percayalah visi misi yang terpampang dalam kalender Pemkab Simalungun hanya lips service saja dan mari kita lihat faktanya 4 tahun ke depan, kata Edison.
Permasalahan-permasalahan di Pemkab Simalungun adalah pergantian pejabat yang setiap saat bisa terjadi, kemudian banyaknya pengaduan masyarakat ke lembaga tinggi Negara menyoal kinerja Bupati Simalungun. Mutu proyek-proyek yang terlalu rendah dan menjadi tanggung jawab penuh Bupati. Alasannya karena pejabatnya cepat-cepat dicopot, maka tanggung jawabnya adalah Bupati Simalungun. Kalau proyek-proyek negara wajib hukumnya bersinergi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan. Kalau pejabat-pejabat silih berganti maka kinerja pejabat hanya memperbaiki administrsi saja kemudian diragukan mutu proyek sangat rendah, semangat kerja pejabat menurun dan akan menambah masalah dan akhirnya rakyat bupati pasti diadukan rakyat kepada KPK untuk mempertangungjawabkan kinerjanya, oleh karenanya kalau sekda tidak mampu bermain di tingkat nasional sudah pasti penjara menanti tamu daerah, kan begitu kawan?? (Sita)


Bual Pokkalan


Sayop Ma Simanjei Hupallopahan
Malas uhur pajuppah use hita bani rubrik bual pokkalan on. Naidah hasomanta par HIMAPSI pakon par UPAS lambin roh gasangni do na marsimalungun on. Patut do hatahononta tarima kasih bani tuppuan na dua on, halani pag do sidea pasang badan laho marjuang bani Simalungun on.
“Memang luar biasa do keberanianni ketua Upas pakon ketua Himapsi on. Mampu do sidea mardemon laho manolak konversi teh i Sidamanik” nini si Lomo bani hasomanni na minum i pokkalan Talun Madear Tanjung Pinggir.
“Memang maningon sonai do ge  na jadi ketua. Maningon tongon-tongon do berjuang bani Simalungun. Maningon ibela do kepentinganni Simalungun. Sedo songon na legan in, halani duit na otik mittor menghianat bani Simalungun. Malas uhur, andohar mangihutma ketua-ketua na legan in, na jaboltokon in” nini si Petrus hun Serbelawan.
“Adong do hata Simalungun na makkatahon SAYOPMA SIMANJEI HUPALLOPPAHAN. Artini seng boi tercapai tujuanta laho mambangun anggo lalabdo hita menghianat. Sayopma Simalungun on maju anggo bueitu ketua-ketuani Simalungun on na menghianat. Ukuran menghianat menurut au anggo ketua-ketua ai seng mandalankon fungsini sebagai ketua. Sonai do menurut pendapatku” nini si Ibnu menyindir.
“Tapi sonaha ma bahenon, agak sulit do membina tuppuanni Simalungun on halani bueitu na soppong-soppong. Soppong jadi ketua, soppong jadi porhanger, soppong jadi kapala, soppong jadi pembimbing. Padahal seng ongga ope latihan jadi ketua. Halani seng ongga latihan marorganisasi, jadi kesulitan ma ia jadi pemimpin ni organisasi. Akhirni jadi penghianatma. Minimal tuppuan ai jalan di tempat anggo lang roh missurni songon tangan ni bagot lambin hutoruh. Sonaima na hubotoh. Anggo salah, mulak hubakku hape sahap hu ai” nini si Marsen Damanik.
“OK dearma ai. Berarti na hurang do pengkaderan bani Simalungun on. Halani ai bere hitama uhurta bani pengkaderan generasi muda ni Simalungun. Ulang hita gap bani partuppuanni bapa, atappe tuppuanni inang. Tapi bere hita ma uhurta bani namaposo on ase terlatih sidea marorganisasi. Halani, anggo domma terlatih berorganisasi sanggah poso, yakin ma hita anggo domma matua, boima ia jadi pemimpin. Contohni : ulang ambisi jadi ketua PMS anggo lape ongga ketuani Himapsi atappe ketuani UPAS. Maningon kaderni Himapsi atap Upasma ibahen jadi pengurus PMS halani domma terlatih sidea marsimalungun pakon marorganisasi Sonaima jalan keluani” nini Hentung manongahi parbualan ipokkalan.
Hita halak Simalungun on, ra, sapandapot do hita pakon hasoman na ipokkalan. Ase, anggo adong niombahta na marlajar dewasa, suruh hita ma ia masuk organisasi ase tarlatih jadi pemimpin. Buei tumang pemimpin i Simalungun on na lang ongga terlatih marorganisasi. Akhirni sonon ma tarononta. Pesak marpere-pere, (oppugn jeriko) 

Himapsi Siantar Undang Warga Simalungun  Latihan Dihar

P.Siantar,SS
Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DP-Himapsi) Kota Pematangsiantar mengundang warga Siantar yang ingin latihan seni bela diri Simalungun  Dihar untuk bergabung dengan latihan Dihar yang diadakan Himapsi Siantar setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis di lapangan USI.  Demikian dikatakan Hermanto Sipayung ketua DPC-Himapsi Siantar kepada SS Rabu (29/2).
Hermanto mengatakan bahwa Dihar adalah salah satu budaya Simalungun yang perlu dilestarikan.  Sebagai salah satu elemen Simalungun maka Himapsi Siantar sangat berkepentingan menjaga dan melestarikannya untuk itu kami mengharapkan pemuda dan mahasiswa Simalungun untuk bergabung.  Sebagai salah satu olah raga bela diri Dihar sangat bermanfaat untuk kesehatan dan meningkatkan kekuatan fisik yang sangat berguna ke masa yang akan datang katanya.
Lebih lanjut Hermanto mengatakan pemuda dan mahasiswa Simalungun hendaknya lebih tertarik untuk mencintai dan melestarikan budaya Simalungun kita tidak ingin budaya Simalungun justru tidak terlihat di tanahnya sendiri, Siantar-Simalungun adalah basis Simalungun jadi disinilah pusat pelestarian Simalungun.
Hermanto mengatakan jika ada pemuda dan mahasiwa Simalungun yang ingin mengikuti latihan dihar bisa datang ke sekretariat Himapsi atau menjumapi DPK-Himapsi atau bisa juga menghubungi koordinator nya yaitu Henry Purba, Junianson Sinaga, Rudi Saragih. Kegiatan ini tidak dipungut biaya kata Hermanto. (tp)

Benarkah  DPRD Simalungun Jadi Calo Kepala Sekolah ?

Simalungun, SS

Pergantian kepala sekolah di lingkungan Dinas pendidikan  Kabupaten Simalungun ahir ahir ini banyak di campuri anggota dewan termasuk Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon hal itu terungkap dari salah seorang guru (Nurma Sinaga) yang baru saja  mengajukan berkas permohonan nya menjadi kepala sekolah di salah satu SD di Ujung padang  bercerita kepada sesama guru.
Berkas yang disampaikan  Nurma Sinaga adalah melalui sesorang yang bertempat tinggal di Bandar tanpa menyebutkan nama nya dan akan diteruskan ke Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon dengan memberikan  sejumlah 30 buah apel.
Benarkah berkas usulan  calon kepala sekolah ini melalui Ketua DPRD Simalungun ? tentu menjadi pertanyaan besar bahwa peran DPRD Simalungun sudah merangkap calo dan dimungkinkan segala usulan akan mengalir ke meja DPRD yang ahirnya jika itu betul posisi pendidikan di Simalungun menjadi bisnis dan merusak citra pendidikan di Simalungun bakal hancur KKN tambah subur dan yang pasti pengangkatan kepala Sekolah sesuai selera DPRD . bukan lagi berdasarkan kompetensi guru.
Dan jika benar seorang Ketua DPRD bertindak sebagai calo , Tentu anggota DPRD yang lain akan ikut ikut an mencari calon terbukti beberapa orang yang baru diangkat menjadi kepala sekolah di Ujung padang kata nya dibeking oleh anggota DPRD Simalungun ., Seperti ES, RH, HN.
Pergantian kepala sekolah tanpa aba aba mendadak sehingga kepala sekolah yang digantikan terkejut seperti apa yang terjadi di SD afd II Tinjoan Resti Saragih Sidabutar dengan mendadak mendengar bahwa dia nya digantikan ES yang di beking salah seorang anggota DPRD Simalungun.
Dengan pergantian itu jelas Resti Saragih Sidabutar tidak terima dan mempertanyakan hal itu kepada Dinas Pendidikan Simalungun melalui Ka Sub bag TU  ML Tobing dengan jawaban apa yang terjadi bagaikan Udan na so hasaongan (Hujan tak terbendung)  dapat diartikan pergantian itu mengandung proses wewenang oleh yang paling berkuasa (Pihak DPRD)
 Namun demikian pihak instansi terkait Dinas Pendidikan Simalungun seharus nya tetap komit untuk mengangkat Kepala sekolah yang betul punya kompetensi dan menghindari pengaruh oleh DPRD Simalungun .(tim)   

Wabup Sergai Saksikan Penandatanganan MoU PT. KAI dengan Pedagang Asongan

Sei Rampah, SS
Sebagai tindak lanjut pertemuan antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara dengan Perwakilan Pedagang Asongan Kereta Api kelas ekonomi, ditandatangani Nota Kesepakatan oleh Deputy Vice President PT. KAI Divre I Ir. Mohamad Nasyir dengan Perwakilan Pedagang Asongan Kereta Api Perbaungan Rivai Heriyanto Barus dan Adi Kesuma yang disaksikan oleh Wabup Sergai Ir. H. Soekirman di ruang rapat Wabup kompleks Kantor Bupati Sei Rampah, Senin (27/2).
 Penandatanganan Nota Kesepakatan turut disaksikan Staf Ahli bidang Pemerintahan Drs. Rachmat Karo-Karo, Kadis Perindagsar Drs. Indra Syahrin M.Si, Kadis Dinsosnakerkop H. Karno SH MAP, Kabag Humas Drs. H. Mariyono SP, jajaran PT. KAI (Persero) Divre I Sumut serta perwakilan Kapolres Sergai M. Purba dan Suhartono .
Dalam sambutannya Wabup Soekirman mengharapkan dengan ditandatanganinya nota kesepakatan ini dapat menyelesaikan masalah yang terjadi antara para pedagang asongan dengan PT. KAI (Persero) Divre I Sumut.  Kedua belah pihak diminta untuk menjalankan secara konsisten setiap butir kesepakatan agar tidak menimbulkan masalah di masa mendatang dan kepada PT. KAI diminta menciptakan pelayanan yang lebih baik lagi untuk pengguna jasa kereta api, ujar H. Soekirman.
Didalam kesepakatan ini diatur bahwa para pedagang asongan boleh berjualan hanya di kereta api kelas ekonomi Putri Deli dan Siantar Ekspres, dimana diijinkan dapat berjualan 5 orang  setiap gerbong kereta api atau 45 orang pedagang setiap rute wilayah dalam sehari dengan harga tiket pulang pergi Rp. 6.500,-.
Kadivre PT. KAI M. Nasyir menjelaskan sebagai salah satu langkah ”win-win solution” yang ditempuh oleh PT. KAI memberi izin kesempatan kepada para pedagang asongan untuk mengelola restaurant disalah satu gerbong kereta api tersebut. Tujuan pemberian izin ini diharapkan dapat mengubah status para pedagang asongan menjadi pedangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKMK).
Perwakilan Pedagang Asongan Kereta Api Perbaungan Rivai Barus mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sergai yang telah memediasi tercapainya kesepakatan ini sehingga para pedagangan asongan tidak kehilangan mata pencahariannya. (LM)

Tuan Dikman Purba :
Kembalina Nama  Jalan di Siantar ke Aslinya

P.Siantar,SS
Pemko Siantar hendaknya mengembalikan nama-nama jalan di Siantar ke aslinya sesuai dengan filosofinya. Nama-nama jalan di Siantar sudah banyak yang lari dari aslinya diharapkan Pemko Siantar segera membenahinya. Demikian dikatakan Tuan Dikman Purba Tambak Anggota Departemen  Adat, Sejarah dan budaya Presidium PMS kepada SS awal pekan ini.
Tuan Dikman Purba Tambak mengatakan bahwa sudah banyak nama-nama jalan di Siantar berubah tanpa persetujuan dari tokoh adat Simalungun.  Dikman mencontohkan nama Jln Cokroaminoto aslinya adalah Jalan Raja Dolog Silou, Jln Wahidin aslinya adalah Jln Tuan Bandar, Jalan Melanthon Siregar aslinya adalah Jln Tuan Marihat, Jln Pangaribuan aslinya adalah Jln Dolog Panribuan, Jln Purba aslinya adalah Jln Raja Purba, Jln Silimakuta aslinya adalah Jln Tuan Silimahuta, Jln Raya aslinya adalah Jln Raja Raya.
Pengembalian nama-nama jalan tersebut adalah sebagai bentuk pelestarian budaya Simalungun di kota Siantar ujar Dikman.
Lebih lanjut Tuan Dikman mengatakan elemen Simalungun yang ada di Kota Siantar hendaknya berani mengkritisi dengan tegas jika ada penggunaan ornamen dan aksara Simalungun yang tidak sesuai aslinya kita harapkan elemen Simalungun di Siantar lebih berani lagi menyuarakan kebenaran katanya.
Pada kesempatan tersebut Tuan Dikman juga mengharapkan agar pemakaian hiou suri-suri bagi warga Simalungun ditertibkan yaitu bagi kaum laki-laki/Bapa Hiou Suri-suri yang digunakan adalah warna hitam dan penempatan suri-suri adalah di bahu sebelah kanan. Kemudian Dikman menegaskan bahwa pemakaian doramani adalah tidak sembarangan artinya memilki tingkatan yaitu mulai dari Kerajaan, Partuanon/Panglima, Pangulu dan Upas.
Ditegaskan Dikman seluruh warga Simalungun hendaknya memberikan contoh tentang tata cara penggunaan pakaian Simalungun karena kalau orang Simalungun sendiri tidak konsisten bagaimana orang lain mau mengikut.  Contohnya masih banyak kaum Bapa/Laki-Laki Simalungun memakai hiou Hatirongga padahal Hatirongga untuk kaum perempuan untuk laki-laku adalah suri-suri.Ini saja masih banyak warga Simalungun tidak mematuhinya kita harapkan kedepan seluruh warga Simalungun disiplin dan konsisten menjalankan adat Simalungun kata Tuan Dikman Purba Tambak. (tp)

Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM:

Danau Toba Merupakan Warisan Leluhur kepada Masyarakat



Simalungun,SS 
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM mengatakan, Danau Toba merupakan warisan leluhur kepada masyarakat untuk dijaga dan dilestarikan bersasma-sama, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Hal itu dikatakan oleh Bupati saat rapat koordinas dengan Bupati Dairi bersama dengan para pejabat dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah itu, bertempat di Rumah dinas Bupati Dairi, Kamis, pekan lalu.
Dalam rangka menjaga dan melestarikan warisan leluhur tersebut, Bupati Simalungun  mengajak daerah-daerah yang berada dikawan Danau toba untuk bersama-sama memanfaat keindahan alamnya dengan membangun kepariwisataan di Danau Toba.
Selanjutnya DR JR Saragih SH MM yang juga koordinator Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (APKASI) wilayah Sumatera menyampaikan bahwa pelaksanaan kunker ke Kabupaten Dairi di maksud adalah untuk mengajak kerjasama daerah-daerah yang berada di kawasan Danau Toba dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Pesta Danau Toba (PDT) yang dijadwalkan pada Juni 2012 mendatang.
Bupati Simalungun berharap kepada 7 daerah yang ada dikawasan Danau Toba agar turut dalam kepanitiaan PDT, dan dalam pelaksanaan nantinya setiap daerah diharapkan melaksanakan kegiatan yang kaitannya dengan PDT, sehingga kebersamaan daerah-daerah dikawasan Danau Toba dalam menjaga dan melestarikan Danau Toba dapat terwujud. “Inilah tujuan dilibatkannya 7 daerah yang ada di kawasan Danau Toba dalam kepanitiaan PDT tahun 2012”, katanya
Menanggapi ajakan Bupati Simalungun untuk bekerjasama dalam mensukseskan PDT  dalam rapat tersebut, Bupati Dairi menyambut dengan penuh apresiasi dan langsung memerintahkan Sekda untuk mengunjuk stafnya agar dimasukkan kedalam struktur kepanitian PDT, dan saat itu juga dihunjuklan Asisiten II, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sert Kepala Bappeda).
Namun sebelumnya, Bupati Dairi dalam menyambut kedatangan Bupati Simalungun bersama para pejabat dijajaran Pemkab Simalungun mengucapkan selamat datang di daerahnya yang terdiri dari 15 kecamatan dan 169 desa/kelurahan. Penyambutan rombongan Bupati Simalungun oleh Bupati Dairi terlihat dalam suasana yang penuh dengan kekeluargaan dan keakraban.
Nama pejabat Kabupaten Dairi yang menerima kunjungan Bupati Simalungun dan romboangan
Bupati Dairi KRA Johnny Sihotang Adinegoro, Sekda Julius Ginting SSos, Ass I Rewin Silaban SSos MSi, Ass II Suasta Ginting SSos MSi, Ka.Bappeda Sebastianus Tinambunan SH MPd, Ka.DIPPEKA Jubel Sianturi SE MSi, Kadisbudpar Drs Bonar Butar-butar, Plt Kadis Pendidikan Drs Tumbur Simbolon, Kabag Humas Rahwasid Banurea SE, dan Kadis Kesehatn serta ny. KRA Johnny Sihotang Adinegoro. (tp)




INFO SINGKAT DAERAH


Marihat Tongguran,SS
Tim wartawan SS kunjungi SD Negeri 095202 yang jauh dari Kantor KCD ± 20 km dari Tanah Jawa, diakui bahwa koran SS miliki penulisan Aksara Simalungun jadi sangat dibutuhkan, kata T. Manurung selaku Kasek. Sebagai kasek dirinya harus mengutamakan anak didik dan merasa bertanggung jawab kemudian terhadap mutu, untuk itu semua guru-guru harus berdisiplin dan rajin bertugas, hindari ngerumpi, dan tampilkan kebersihan yang maksimal mungkin ungkapnya dengan senyum. (Bangun)

Dolok Panribuan, SS
Sekolah Dasar Negeri 096775 Marihat Tongguran Kasek T. Manik sedang bertugas mengikuti ujian sertifikasi di Pematang Raya kata Albon Sinaga yang saat itu anak-anak berolahraga dan guru-guru hadir antara lain Hemat Manurung, Mariani Silalahi, S. Purba dan Albon Sinaga, jumlah 4, sementara ujian sertifikasi 4. Yang pasti sangat terganggu proses belajar mengajar, tapi pimpinan di atas sama tak mengerti bahwa waktu itu adalah uang, kata M. Johan dari LSM Peduli Pembangunan dan Lingkungan Pematagsiantar. (Bangun)


Dolok Panribuan,SS
Kasek SD Negeri 091450 Blok 10, S. Sijabat sedang mengikuti ujian sertifikasi ke Raya lalu kepemimpinan diambil Bendahara BOS, menurutnya jumlah guru 10,  PNS 7, honor 3. Kondisi kantor guru rusak berat, jumlah siswa 71, semua guru aktif bekerja dan berpakaian rapi. Walau Kasek tak ada proses belajar mengajar lancar. (Bangun)


Marihat Tongguran, SS
B. Manik selaku Kasek baru berusaha menata kebersihan di lingkungan sekolah dan perintah semua guru untuk senantiasa waswas agar terhindar dari ngerumpi, bekerjalah sesuai dengan aturan, harap B. Manik.  Di sekolah ini guru 9, PNS 7, honor 2, murid 129, yang masuk kerja 5 orang yang lainnya sertifikasi, bekerja keras untuk memajukan pendidikan. (Alpijor)

Medan,  SS
Hal pelayanan masih rendah pada Pertamina Medan unit pembekalan dalam negeri I Jl. Kolonel Yos Sudarso No. 8. Ketika tim wartawan SS berada di kantor tersebut diterima langsung Dermawan mewakili Erika selaku Humas, menginformasikan yang akan disampaikan adalah pengakuan seorang supir bisa membeli minyak solar dengan Rp. 200.000 lalu dapatnya 200 liter. Hal ini sangat tak wajar perlu klarifikasi, info lain ada SPBU di Tebing Tinggi No. 14.202.154 sudah 2 bulan tak beroperasi, diduga minyak dijual ke perusahaan dengan harga yang mana? (Nober)

Lubuk Pakam,SS
Kantor Balai UPTD Belawan Padang Kementerian PU RI di Lubuk Pakam terkesan kantor ini tidak terurus bagaikan gudang kalau di negeri Malaysia dipimpin Ir. Darwis Lubis yang saat itu (24/02) sedang bolos adapun pegawai dari ± 50 orang yang hadir hanya 5 orang, itupun kinerjanya hanya main kartu di komputer. Jadi di Republik ini masih banyak PNS makan gaji buta, hebat juga PNS ya?. (Nober)

Tanjung Morawa,SS
Wartawan Suara Simalungun yang turun ke Kecamatan Banban temukan sistem pemeliharaan jalan dhi, menutup lubang dengan sistem kotak hingga rapi. Ketika hal ini dikonfirmasi ke Dinas Bina Marga Kab. Sergei Ir. Yusran Safri, M.Si diwakili Kabid Jalan Jembatan berujar bahwa saat ini tidak boleh lagi mutu rendah, harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan aturan main, kata Khairul Khartani selaku Kabid. (KS)

Medan,SS
Kantor Balai wilayah sungai, Direktorat Pengairan Kementerian PU wilayah II miliki SATPAM, arogan ketika hendak bertamu kepada kepala Balai dengan sopan bertanya dilayani tak baik. Security tanya nama wartawan dilayani dengan baik. Kemudian ketika wartawan tanya nama security dijawab tak perlu dan mengaku dirinya orang Jl. Nias P. Siantar. Sungguh aneh seorang satpam arogan, padahal tujuan wartawan adalah memberikan informasi tentang banyaknya proyek-proyek yang tak sesuai bestek kemudian DAS sudah habis terganggu hingga konserfasi alam sudah tak aman lagi. Informasi lain banyak kantor-kantor di jajarannya kantor balai, tidak aktif kerja, sering bolos dan kinerjanya tak jelas, contoh kantor Balai UPTD Bah Bolon di bawah pimpinan Ir. Berlin Sitompul. (Nober)


Karang Sari,SS
Kasek SD Negeri 095560 dikunjungi wartawan, saat itu kasek Hasiholan Tampubolon, S.Pd tidak berada di tempat jam 07.30 WIB alasan staf tugas luar, walau tidak ada kasek proses belajar mengajar berjalan dengan lancar, jumlah guru 13, PNS 10, honor 3, jumlah murid 278. Sementara lokal masih kurang 1 ruangan lagi, perlu perhatian Pemkab Simalungun. Perpustakaan buku setiap hari. Di sekolah ini dibuka, guru yang sertifikasi 7 orang dan yang lulus 5 orang, kata Roby Jhon, S.Pd. (KS)


Perumnas BT VI,SS
Salah satu kepala sekolah yang tidak setuju guru ngerumpi dalam proses belajar mengajar adalah Mualib Batubara, S.Pd Kasek SD 096915. Menurutnya setiap hari memperhatikan guru-guru dalam bekerja agar anak-anak tetap mengikuti mata pelajaran dengan baik. Jumlah murid 168, guru 14, PNS 12, honor 1, tata usaha 1, berharap semua pihak memahami. (KS)


Laras Dua,SS
Kantor Pangulu Nagori Laras Dua kecamatan Siantar di pagi hari tepat jam 08.00 WIB belum ada pegawai masuk kantor, walau masyarakat sudah ada yang menunggu untuk urusan dalam hal pelayanan. Ketika wartaawan hendak mengkonfirmasikan proyek PNPM yang soal ini sudah mulai, ternyata Janavin Sitanggang bolos tak masuk kantor, akhirnya wartawan balik kanan. (M. Johan)


Bangun,SS
Kantor Kasek SD 091258 rapi dan teratur membuat guru betah membaca ketika istirahat, berbagai surat kabar ada di sekolah ini guna menambah ilmu para guru yang pasti tak ada waktu guru ngerumpi. Fatimah, S.Pd selaku kasek mengatakan dia adalah putri kelahiran Bangun 52 tahun yang lalu jadi sudah pasti menjaga nama baik proses belajar mengajar. Dari guru 9 hanya 1 lagi yang belum sertifikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini semuanya selesai. Murid 253 semua pegawai 13, kalau ada guru berhalangan diambil alih langsung oleh Kasek untuk menggantikan guru yang tidak datang tadi. (M. Johan)

Bah Jambi,SS
Kasek SD Negeri 091570 Hj. Maslinda Sianturi mengatakan dirinya tahun 2013 akan memasuki masa pensiun, tapi ujian sertifikasi sudah dua kali kalah, namun kali ini berharap dirinya berusaha untuk lulus yang pasti usaha, kata Maslinda dengann senyum. Urusan Kasek sangat padat, namun proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar dan baik, hampir semua guru-guru bekerja dengan semangat dan baik, kata kasek mengakhiri perbincangan. (M. Johan)

Mekar Bahalat,SS
Nagori Mekar Bahalat memiliki ruas jalan Bah Jambi - Nagojor, di musim panas (27/2) debu banyak, masyarakatpun harus menghirup udara busuk, Pemkab Simalungun hanya ketawa-ketawa saja. Bupati tidak merasakan apa derita rakyat menghirup debu di Mekar Bahalat adalah hal yang biasa, kata B. Saragih (40) penduduk setempat. Percuma kita bayar pajak yang sesungguhnya baru lagi dikerjakan proyek di sini, tapi faktanya sudah amburadul. Jadi terserah pemerintah mau bagaimana jalan di sini, kata B.Saragih sambil berlalu. (M. Johan)

P.Siantar,SS
Kelurahan Naga Huta kecamatan Siantar Simarimbun dikunjungi wartawan SS tepat jam 13.40 WIB (27/02) Lurah saat itu berada di kantor walau sendirian tetap semangat menanti rakyat untuk dilayani, kantor yang selalu bersih dan rapi merupakan tugas utama, kata Bapak Purba, ketika ditanya kemana staf dijawab sedang istirahat sebentar lagi masuk, kata Bapak Purba. (Alpijor)

Laras,SS
R. Hutahaean selaku kasek 091663 Laras berwibawa cerdas dan mampu memimpin dengan baik. Tepat jam 11.00 WIB dikunjungi kantor KCD kecamatan Bandar Huluan untuk mengevaluasi proses belajar mengajar tetap disiplin. Saat itu Try Out (ujian) hingga suasana hening jumlah murid 132 dan belum memiliki perpustakaan walau sekolah tersebut dibangun tahun 1957 dan anak didiknya sudah ada yang menjadi Profesor antara lain  Prof.Soelo (Dosen USU). Pagar halaman, ruangan WC semua standar hanya saja guru-guru lupa pakai papan nama, maklum guru “sibuk”. (Edi)

Bah Gunung,SS
Perguruan Budi Utomo Bah Gunung ini semakin maju dalam mengasuh anak negeri SMP dan SMA walau jumlah 63, namun proses belajar mengajar tetap berjalan diasuh guru 11, yang semangatnya tinggi kata Drs. Pantas Manullang. Menurutnya bahwa Ketua Yayasan adalah Bapak Wira sekaligus kepala sekolah. Dalam setiap keputusan Mahkamah Agung telah terbit bahwa pemiliknya adalah bapak Wira. (M. Johan)


Bah Gunung,SS
Kilang padi “Saudara Tani” dipertanyakan masyarakat dari mana pemakaian minyak solar, maksudnya apakah memakai non subsidi? Ketika wartawan SS mempertanyakan hal ini ke pihak perusahaan dijawab dari “PETRON ANDALAN NUSANTARA”. Diantar langsung ke tempat. Jadi masyarakat yang menginformasikan diambil dari SPBU terdekat tidak benar. Wartawan akan mempertanyakan hal ini ke Petron, jawabnya tunggu dulu pemberitaan selanjutnya. (KS)


Bah Gunung,SS
Tukimi, A.Ma.Pd Kasek SD Negeri 091674 Bah Gunung diwakili Ilma Sari yang saat itu kelelahan mengajar mengatakan murid 135, guru 10, PNS 8, honor 2. Sekolahnya belum memiliki perpustakaan dan berharap pemerintah dapat segera membangun saat itu kasek tidak ada di tempat karena ada urusan dinas (28/2). (Edi)


Pardagangan,SS
Kota Perdagangan sudah terkenal sejak dulu, kini lurahnya Chairuman Nasution yang disebut Lurah Perdagangan I, dikatakan bahwa pelayanan ke masyarakat tetap lancar khususnya e-ktp, pihaknya berusaha menyelesaikan dan kini sudah mencapai 85%, mudah-mudahan dalam dekat selesai dengan baik. Pembagian raskin lancar melalui distribusi dari gudang Bulog. Untuk kebersihan tetap Budaya Jumat Bersih khususnya di daerah ini, katanya dengan tegas. (KS)


Bandar Hataran,SS
Usaha ternak babi di Bandar Hataran milik Bunhan masih tergolong pas-pashan dan pembuangan limbah tertampung dengan baik, peresapan cukup di areal dan limbahnya dapat dimanfaatkan masyarakat. Ketika wartawan SS mengkonfirmasi masyarakat diwakili Ny. Adi (40) jualan di pinggir jalan yang mengaku suaminya adalah sopir di Bandar Hataran, bagi masyarakat lingkungan tidak ada masalah karena pembuangannya tidak sampai ke sungai, ungkapnya kepada wartawan (28/2). (Edi)


Kebun Laras PTPN IV,SS
Masyarakat Laras berterima kasih kepada manager karena lembu sudah bebas ngangon hingga ratusan lembu di sana gemuk-gemuk dan sehat, kata Anto kepada wartawan koran ini (28/2) di Bandar Huluan. Ketika wartawan bertanya lagi, “apa tidak marah satpamnya?” Jawabnya “tidak, tugas satpam itu kan hanya menjaga pintu agar wartawan dan LSM tidak bebas masuk tanya korupsi, pokoknya saling menghargailah. (KS)










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar