Sabtu, 11 Februari 2012

Suara Simalungun Kamis 9 Februari 2012 (Edisi 494)





LSM – SOLU Adukan Tiga Pejabat 
Pemko Siantar ke KPK

P.Siantar,SS
Lembaga Swadaya Mayarakat Studi Sosial Politik Hukum (LSM-SOLU) mengadukan tiga pejabat Pemko Pematangsiantar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tindak pidana korupsi. Ketiga pejabat Pemko tersebut adalah Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rufinus ST, Kepala Dinas Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman Ir Adres Tarigan dan Kepala Dinas Pendapatan JA Setiawan Girsang.  Pengaduan LSM-SOLU ke KPK tersebut disampaikan melalui surat nomor : 001/LSM-SOLU/I/2012 tertanggal 6 Februari 2012 ditandatangani Ketua Armada SH dan Sekretaris Paten Purba.
Dalam pengaduan tersebut LSM- SOLU menjelaskan kronologi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan ketiga pejabat Pemko tersebut yaitu bahwa Pemko Siantar melalui Dinas Marga dan Pengairan serta Dinas Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman menganggarkan belanja modal pembangunan fisik (konstruksi) hotmix, lapen, drainase dan gorong-gorong yang ditampung dalam APBD 2011.  Sesuai penelusuran LSM-SOLU dilapangan ditemukan banyak proyek yang belum selesai dikerjakan hingga tahun anggaran 2011 tutup buku, tetapi masih dikerjakan pada tahun 2012.
Selanjutnya bahwa diketahui dari pemberitaan media massa yang terbit di kota Pematangsiantar dana proyek pembangunan fisik dikedia instansi tersebut sudah dibayarkan/dicairkan melalui Bank 100 % dengan cara memanipulasi data adminitrasi proyek seolah-olah proyek udah selesai dikerjakan 100 % walaupun proyek tersebut belum tuntas dikerjakan dan masih belum dikerjakan hingga tahun anggaran 2011 tutup buku.
LSM-SOLU menegaskan mencermati banyaknya perhatian masyarakat menyoroti pekerjaan proyek yang bermasalah di Kota Pematangsiantar diduga telah terjadi tindak pidana korupsi secara sistematis yang dilakukan Pemko Siantar dalam hal ini     Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rufinus ST, Kepala Dinas Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman Ir Adres Tarigan dan Kepala Dinas Pendapatan JA Setiawan Girsang  selaku pengelola keuangan daerah dengan cara memanipulasi data pencairan proyek sehingga berindikasi merugikan keuangan negara Milayaran rupiah dan bertentangan dengan undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Dalam Pasal 3 undang-undang tersebut dikatakan setiap orang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan  yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit 50 juta dan paling banyak Rp 1 M.
Diterangkan LSM-SOLU proses pelaksanaan proyek yang dilaksanakan Pemko Siantar melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan Keuangan Daerah.  Proses pelaksanaan yang dilakukan Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Bina Marga dan Pengairan serta Dinas Tata Ruang Perumahan dan Permukiman jelas melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.
Dalam surat tersebut LSM-SOLU menegaskan bahwa pengaduan yang disampaikan ke KPK adalah wujud peran serta masyarakat sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2000 tentang tata cara pelaksanaan peras serta mayarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.  LSM-SOLU meminta ke KPK untuk segera melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan jabatan wewenang yang dilakukan ketiga pejabat tersebut deni tegaknya hukum di Pematangsiantar. (tp)             

Dirjen Bimas Kristen :


 Galang Persatuan Wujudkan Pemimpin yang 
Mampu Majukan  Sumut

Jakarta, SS
Dr. Saur Hasugian, MTh. Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI dalam pertemuan dengan rombongan M. Barus, MTh., Ketua Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) yang didampingi Ketua Kelasis, para pendeta serta tokoh umat Drs. Sahrianta Tarigan, MA.,  Dwi Surbakti Anggota DPRD Jakarta pekan lalu meminta supaya Gereja Batak Karo Protestan berada di garis terdepan bekerjasama dengan aras Gerakan Protestan dan Katolik, Pantekosta  untuk mewujudkan pimpinan yang diterima ditengah bangsa.
Dikatakan GBKP diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendeta supaya sesuai dengan perkembangan pengetahun umat di tengah era informasi dan digital serta mutu sekolah minggu. Dalam pertemuan tersebut Dirjen Dimas Kristen memberikan bantuan keuangan keoada GBKP serta memberikan Ulos KaroSahrianta Tarigan anggota jemat GBKP Sumur Batu Jakarta Pusat mengatakan GBKP memiliki peranan strategis menggalang persatuan dan kesatuan untuk memajukan rakyat Sumatera Utara.
Robinson Togap Siagian tokoh mayarakat Sumut mengatakan bahwa Gereja memiliki peran yang sangat strategis untuk mengembangkan dan memberikan pengetahuan tentang demokrasi khususnya kepada jemaat dan mayarakat.  Di era reformasi saat ini sangat dibutuhkan pemimpin yang jujur yang mampu menjawab keinginan masyarakat. Gereja diharapkan bisa ikut berperan menggalang masyarakat menentukan pemimpin seuai hati nurani dan terhindar dari politik uang katanya. (tp)

Bual Pokkalan


Parmagouni Anak Boru Jabu Pakon Anak Boru Sanina
Seng dong napiah bani hasomanta parminum na ipokkalanni SS ilobei ni USI, haganupan do parlahouni simalungun na salah  iukkari sidea andohar adong parubahan batta na marsimalungun on. Sattorap on sidea mambahas pasal parmagou pakon parmittopni anak boru jabu (ABJ) pakon anak boru sanina (ABS) bani horja adatni Simalungun.
“Anggo sahali on ulaki hita lobei membahas perangkat adat ni Simalungun on aima ABJ pakon ABS” nini si Jahomar mangajuhon usul bani sidang bual pokkalan.
“Ai adong do tong kajianmu na bayu. Ai do na mambahen malas uhur mangidah ham” nini si Jamal Sinaga  menanggapi usulni si Jahomar.
“Ai sonaha gatni permasalahanni ABJ pakon ABS on ase maningon jadi pembahasan” manukkun si Jamal soppong lanjar padear parhundul.
“Sonon ai” si Jahomar memulai pasaksakkon permasalahanni ABJ pakon ABS.
“Songon na binotohta rombang, bahasa ABJ pakon ABS aima bagian humbani buei perangkat adat bani hita Simalungun. Hassa, bolakangan on, songon na hurang do naidah hataridahanni ABJ pakon ABS. Halani ai songon na malnang-malnang dassa naidah horja adat bani hita Simalungun. Niatahon horja na maradat hape lang, ia niatahon lang maradat hape lang lengkap domu hubani jalurni. Halani aido ase roh sukkun-sukkun, mase terjadi sisonon on” nini si Jahomar use.
“Ai mada tongon, songon nahurang sangngiris tong horjatta halani parmagouni ABJ pakon ABS. Tapi anggo manurut au ia namambahaen on, aima halani nahurang do pangarusionni suhut bani adat simalungun. Irik homa maila manukkun orang tua atappe saninani na patut sisukkunonni. Anggo nini halakan, Malu Bertanya Sesat di Jalan, nni. Sonaima manurut pandapotku” nini si Hamrin Ujung Padang mulai membahas.
“Tongon nini si Hamrin in, tapi sihol namin ambahkononku” marsappang use si Ayeb Harasan. “Sasittongni seng boi mardalan adat anggo lang adong ABJ pakon ABS. Halani fungsini ABS aima sebagai penanggung jawab horja adat secara keseluruhanni bani rumah ni tondongni. Sedangkan ABS aima juru bicarani hasuhutan atappe sebagai wakilni hasuhuton namanottuhon kebijakan bani horja adat dobhossi mangindo penjelasan bani hasuhuton. Hassa, bueima halak simalungun na galir, ai iagando sarupa raja parhata bani Toba pakon ABJ. Padahal bani simalungun seng adong na igoran raja parhata. Sementara pangidua ni suhut pe seng adong bani simalungun. Na adong aima ABS. Haganupan on terjadi aima halani rayohni halak simalungun marlajar adat Simalungun namambahen bagou halak pakon fungsini ABJ pakon ABS. Songon na binotohta rombang ia ABJ ai merupakan sada jabatan strategis bani adat Simalungun. Seng boi ABJ iwakilhon bani na legan atappe iboli hasuhuton, halani memang tertentudo halakni na jadi ABJ. Ilantik atap pe ipatappei  sihilap do bani ABJ. Ibere hiouni, gupakni, sakkalanni pakon perlengkapan na legan. Umumni naidah lang jelasbe ise ABJ. Hun pajak Horas mando ialopi ABJ dengan bayaran yang lumayan, ai lang marpere-pere ma horjatta simalungun on ? Aich …… tene …….” Si Ayeb manoppuk-noppk meja.
“Anggo sonai sonaha ma sikapta” si Waldi mambahen sukkun-sukkun.
“Sonon ma ai, bere hita ma saran atappe usul bani Bapatta pangurus Partuha Maujana Simalungun ase mambahen sada kursus hukum adat simalungun bani hita halak simalungun. Anggo lang marlajar lalab do hita lang mangarusi. Jadi pitah PMS dassa na topat mambahen kursus on. Marotti ma lobei PMS marpolitik, mangajari adat ma lobei ihorjahon, ai memang ai do fungsini ase ibentuk PMS sedo na marpolitik atappe mangintip-intip borongan. Anggo ra do PMS dearma ai, anggo seng ra, bubarhon hita ma sidea. Tapi posdo uhur, marpirkkir do sidea podas ase ulang magou ABJ pakon ABS. Minimal ase ulang adong ABJ pakon ABS na palsu, sonaima pandapotku” nini si Posma Bandar mambahn solusi.
Hita haganupan halak Simalungunon, sepele do tonggporon pasal ABJ pakon ABS on. Tapi baggal tumang peranni bani horja adat Simalungun. Pangindouan, mulai sonai lantik hamma ABJ mu janah totapkon hamma ise do ABS mu ase ulang soppat maila ham bani horja adatmu na lang taratur in. Pabuei hita ma marguru atappe marlajar adat simalungun ase pag mamukkah horja adatni Simalungun. Ulang pajagul-jagulhon tukkul pe lang das. Ulang pajuttul-juttulhon songon matani balang. Sonaima. (paielis)

INFO SINGKAT DAERAH
 Rambung Merah, SS
Asyiknya proses belajar mengajar SD 091277 di Rambung Merah mengingatkan orangtua kesan baik dari para PNS yang bekerja maksimal dari 16 guru berbagai disiplin ilmu aktif mengajar, yang luar biasa kepala sekolah ikut memberi les pelajaran sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan. Jumlah siswa 246 orang, cara belajar tertib dan disiplin dan juga guru-guru tidak ada yang ngerumpi. (Alpijor)
Bah Birong Ulu, SS
Murid belajar, guru merokok di kedai jam 10.15 WIB Senin (6/2) di SD 091492 Bah Birong Ulu. Dari 7 guru PNS hanya hadir 3 orang, sementara kepala sekolah menghadiri rapat di KCD (UPTD Kecamatan Jorlang Hataran) artinya guru tak hadir 60%, demikian pantauan wartawan (6/2). Kalau demikian seterusnya putuslah harapan orangtua anaknya tak cerdas, masukan buat Bapak Kepala Sekolah Malam Lumban Batu perlu perhatian Bupati Simalungun untuk meningkatkan disiplin PNS, jangan hanya di kantor Bupati, perlu juga turun ke lapangan memantau ke daerah-daerah. (Alpijor)
Bandar Jawa, SS
Lain pula masalah di sekolah SD 094146, jumlah pegawai 10 orang yang hadir hanya 3 orang sementara jumlah murid 79. Saat belajar murid disuruh guru mengambil daun ubi sehingga menarik perhatian karena sayur singkong adalah zat besi, ruangan sekolah kurang bersih, asbes pada bocor, kemudian kamar mandi kotor. Dua daun pintu disandarkan ke dinding, kasek K. Marbun, tugas luar mengikuti rapat di UPTD Kecamatan Jorlang Hataran (6/2). (Alpijor)

KEC. DOLOK PANRIBUAN, DOLOK MARAJA (SS)
Semangat kerja guru di SD 091443 Dolok Maraja tergolong lumayan, hampir semua guru aktif mengajar, demikian juga kepala sekolah rajin mengontrol guru dalam proses belajar mengajar, tak ada guru yang ngobrol-ngobrol, yang luar biasa kalau istirahat guru-guru membaca, dan tak ada yang ngerumpi, demikian pantauan di sekolah Ibu CR. Marbun (6/2). (LM)

KEC. DOLOK MARAWAN, SERGEI (SS)
Sangatlah hebat kalau bisa jadi juara seperti kecamatan Dolok Marawan berhasil menjadi juara I se Kabupaten Serdang Bedagai dalam pelayanan e-KTP kepada masyarakat. Target sampai Januari 2012 mencapai 98% hingga masyarakat puas, tak ada yang bertele-tele. Demikian pantauan wartawan di lokasi kantor camat (2/2). (LM)

Gunung Para, SS
Dunia pendidikan merupakan tugas negara untuk mencerdaskan anak negeri. Kunjungan tim wartawan di SMA Negeri 1 Kec. Dolok Marawan salah satu sekolah tingkat SLTA yang lokasinya dekat dengan jalan nasional semangat kerja guru baik dan penataan pekarangan juga bagus serta kekompakan semua guru aman dan bersahaja, demikian obrolan wartawan koran ini bersama Kasek H. Galingging, S.Pd (2/2). (LM)
 Sergei, Sipispis, SS
Kecamatan Sipispis memiliki sungai yang panjang dan bermuara di sungai Padang kota Tebing Tinggi. Ketika musim hujan kondisi debit air sangatlah baik untuk bermain “ARUM JERAM” sepanjang 4 km dalam waktu 3 jam akan menikmati dinginnya air pegunungan, arus yang membawa perahu karet akan menari-nari sambil bergoyang-goyang oleh panduan tekong. Luar biasa!!! kata Mama Nika Br. Silitonga yang mengaku penduduk kota Tebing Tinggi, untuk satu trip hanya membayar Rp. 300.000, demikian liputan wartawan di ancol-Sipispis (5/2). (LM)

Desa Gunung Para – Sergei, SS
Kebersihan, keindahan sepanjang jalan nasional daerah Kebun Gunung Para PTPN III dari hari ke hari semakin mantap, artinya buat yang melintas di sana akan senang, bangga bahwa anak negeri ini mampu menyumbang hal-hal yang dibutuhkan orang lain, apalagi pendatang dari luar negeri. Terima kasih Pak Manajer, kata Solikin (58) penduduk Limbong, semoga makin maju (6/2). (LM)

Sergei Desa Tinokkah, SS
Harapan penduduk Desa Tinokkah lahan kira-kira 450 ha masih terkatung-katung harap dikembalikan PT. Bridgestone kepada masyarakat agar senantiasa masyarakat layak hidup, kata M. Johan, selaku Direktur Eksekutif LSM PPL (6/2). Perjuangan rakyat mulai tahun 2011 sampai 2012 belum ada penyelesaiannya dengan baik, walau pemerintah tempo dulu Kabupaten Deli Serdang yang mengurusi hak-hak rakyat sampai berita ini diturunkan pelayanan pemerintah belum TUNTAS, rakyat menderita dan tidak adil, walau dibola-bola rakyat tetap berjuang agar pemerintah dapat mengembalikan hak-hak rakyat tanggal 6 September 2011, DPRD SU Nomor 4335/IN/SUUP perihal tindak lanjut aspirasi rakyat. Tanggal 06 Desember 2000 No.591/6442/ Bupati Deli Serdang perihal : 1) Mohon tuntutan masyarakat desa Dolok Sagala seluas kira-kira 450 ha dikeluarkan dari HGU PT. Soefindo. 2) Mohon tuntutan masyarakat Desa Batu Masagi seluas kira-kira 152 ha dikeluarkan dari HGU PT. Sri Rahayu Agung.
Semua tembusan surat ada kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional. Sistem pelayanan pemerintah berbelit-belit dan terlalu pro pengusaha adalah presedent buruk di Republik ini, kata M. Johan kepada wartawan. Melalui pemberitaan ini kiranya Pemkab Sergei dapat menanggung aspirasi masyarakat yang dimaksud. (LM)

KELURAHAN KERASAAN I, SS
Dalam rangka Musyawarah Pembangunan (Musrembang) Anggota DPRD Simalungun Dra.Dian Gusti Nasution bersama Arifin selaku lurah turun ke lapangan dan dari Dinas Bina Marga Simalungun Tumpak Hotlan Naiborhu, ST untuk meninjau lapangan dalam menentukan P.1 (6/2). Hadir dalam rapat semua unsur-unsur terkait termasuk tokoh-tokoh masyarakat, hanya saja pinta masyarakat diwakili M. Sianipar (40), yang utama adalah menutup lubang di jalan. (LM)

TAPIAN DOLOK, SS
Peningkatan kebersihan dan keindahan SMP Negeri 1 Tapian Dolok adalah kemajuan berarti semangat guru bekerja ukuran kualitas pendidikan, hal ini tentu membuat hati orangtua senang karena dididik guru-guru berkualitas dan berdisiplin dipimpin Kasek Kencang, S.Pd di sekolah ini butuh pagar permanen dan rehabilitasi. (LM)


TAPIAN DOLOK, SS
Kasek SD Negeri No. 091604 Bandar Jambu merupakan SD terbaik yang dikunjungi tim wartawan (7/2) dengan pelayanan yang baik dan transparan. Jumlah murid 213, guru/pegawai 11 orang dipimpin seorang Kasek perempuan berwibawa Resah Tobing, S.Pd. Penataan ruang kantor sempurna, lokal, WC semuanya bersih, proses belajar mengajar antara guru dan anak-anak terjamin dilihat pada jam 10.00 WIB. “Saya baru Kasek 8 bulan pindahan dari Dolok Ulu, jadi saya tetap menjaga nama baik sekolah,” kata Ibu ini dengan senyum. (M. Johan)


TAPIAN DOLOK, NAGARAJA , SS
Sungai di Naga Raja ini Bah Sula melintas pada perkebunan  PT. Bridgestone terlihat. Penyediaan perlindungan terhadap DAS (Daerah Aliran Sungai) sama sekali tak ada artinya, konservasi alam yang dijamin Undang-Undang habis ditelan PT. Bridgestone, tak ada pelarangan dari Pemkab Simalungun. (M. Johan)
NAGA RAJA I, SIPISPIS, SS
Kantor Kades Naga Raja I terlihat (7/2) terbuka tetapi pegawai bolos apalagi sekretaris Saudara Heri P. salah seorang PNS tidak aktif, hanya yang ngantor sepeda motor, pelayanan pertanyaan wartawan tentang desa akhirnya kosong, alasannya Kades Mandiaman Purba sulit ditemui warga di kantor, sering ngantor di luar. (M. Johan)

NAGA RAJA I, SIPISPIS, SS
Kasek SD Negeri 102116 Nagaraja I Dahliani, S.Pd (7/2) mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya baru bertugas 6 bulan di sekolah tersebut. PNS 7, honor 4, yang sertifikasi 4 orang, kondisi kantor sekolah sudah mulai rusak-rusak, bangun tahun 2009 bersumber DAK, kerusakan terjadi karena penjaga sekolah tidak ada, perlu perhatian Bupati untuk mengangkat lorongan kerja dimaksud. (M. Johan)




NAGUR PANE, SIPISPIS (SS)
Salah satu sekolah swasta Taman Siswa di daerah kini mendapat rehabilitasi 2 lokal untuk SMK TA.2011 dengan dana kira-kira Rp.200 juta kata Musli Purba, S.Pd mewakili Kasek yang saat itu sedang tugas ke kantor Dinas di Rampah (7/2), menurut Musli jumlah guru 21 dan murid SMK 130, SMA 149, SMP 182, sementara uang sekolah SMK/SMA Rp.50.000,- dan SMP dibebaskan, dalam pantauan kondisi kemajuan pekerjaan baru mencapai 60%. (LM)


NAGUR PANE, SIPISPIS (SS)
Baru saja datang ke Nagur Pane LSM ICW dan Tipikor dan sama-sama minum di salah satu kedai tempat Chairuddin Lubis mangkal, apa katanya “menyoal tanah HGU PT. Bridgestone yang menjadi masalah berharap janganlah sampai terjadi pertumpahan darah”. Ketika wartawan bertanya menyoal DAS dikatakan di zaman revormasi penduduk menguasai sungai Ronggason dan sudah ada akta Camat yang dibuat pejabat lama. Sementara dirinya belum pernah menandatangani surat pada areal DAS di sungai tersebut. Jumlah penduduk ber KTP 1.154 orang. Jadi persentase e-KTP sampai bulan ini 95%. Untuk pembangunan pihaknya menerima Rp.50 juta, dan Raskin 700 kg per bulan. Demikian pantauan wartawan di lokasi (7/2). (M. Johan)

  RAYA KAHEAN (SS)
Kepala Puskesmas dr. Henny Rosalia Pane di ruang kerjanya, jumlah pegawai 39, dan Pustu 5 dan yang bertugas (7/2) jam 15.30 WIB 3 orang, jumlah yang berobat pada bulan Januari 2012 sebanyak 207 orang, kemudian tidak satupun yang meninggal, dalam pelayanan 24 jam dilaksanakan 3 ship (applosan). Hampir semua tugas diemban dengan disiplin dan mengutamakan pelayanan prima ditambahkan bahwa saat itu pimpinan tugas  Dr. Roni Monika Br. Purba Pakpak yang mengaku dalam waktu dekat akan menikah dengan Pdt. Erwin Saragih, S.Th demikian pantauan wartawan di tempat. (Edi)

SAMBOSAR RAYA (SS)
Kedai tuak Pak Serda Saragih di sore hari cukup rame dan mantap, sambil bercerita dan tukar pikiran masalah kepemimpinan kepala daerah. Menurut mereka kepala daerah yang berhasil adalah orang yang jujur tidak mau korupsi, kemudian dapat diukur dari sarana jalan, kalau jalan jelek yang pasti Bupatinya juga “jelek”, demikian kata Anteng Purba, T. Monseng Saragih (56), Iwan Purba (38) di lokasi (7/2) kepada wartawan koran ini. (Edi)

 SERGEI, SIPISPIS, BARTONG (SS)
Di desa ini ada usaha Somel 2 unit kata Ratno, menurutnya Camat, Satpol PP pernah datang meninjau, hanya saja tempat Pamplet usaha ijin diduga tak jelas, bahan olahan cukup banyak, dan pemilik Linggom Damanik. Masukan kepada Bupati Sergei untuk dimonitor (7/2), demikian pantauan di lokasi. (Edi)

 
TAPIAN DOLOK, SINAKSAK (SS)
Bau busuk yang menyengat hidung masyarakat Sinaksak selalu terganggu dampak dari PT.CRN, menurut Pak Girsang (60) penduduk setempat banyak aparat diduga hanya turun, lalu minta uang, perlu ditutup kalau melanggar AMDAL, minta perhatian Bupati Simalungun. (Mare)
 TAPIAN DOLOK (SS)
Pelayanan PDAM Tirta Lihou Sinaksak mantap atas laporan kerusakan/bocor pipa (6/2) di Tapian Dolok warga yang melapor kepada petugas penagih rekening dalam waktu singkat sudah diperbaiki hingga masyarakat berterima kasih kepada petugas, semoga pelayanan PADM Tirta Lihou ke depan semakin mantap. (LM)
 PAUD Sanggar Anak Balita  PKK dan Binaan Pemko Siantar Perlu Perhatian
P,Siantar SS
Keberadaan PAUD Sanggar Anak Balita ( SAB ) yang diselenggrakan oleh PKK Kota Pematangsiantar dengan jumlah Satuan Pendidikan sebanyak 45 lokasi tersebar pada 37 Kelurahan dari 52 Kelurahan pada 8 Kecamatan yang ada di Kota Pematangsiantar kurang mendapat perhatian dari sekolah dan kantor kelurahan sebagai penyedia tempat.
Di dalam Undang –Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Pendidikan Nasional diselenggarakan oleh Pemerintah dan Masyarakat.Oleh Karena itu PAUD SAB diselenggarakan oleh Masyarakat ( Organisasi ) dalam hal ini adalah PKK, akan tetapi karena PKK adalah organisasi kemitraan pemerintah maka PAUD SAB dibina oleh Pemerintah .Maka dapat disebut PAUD SAB diselenggarakan Oleh PKK  dan Binaan Pemerintah Kota Pematangsiantar, demikian ucap M Uga Lubis Kasubdis Pendidikan Luar Sekola Dinas Penjar kota Siantar Rabu (8/2) di kantornya.
Masih didalam UU No.20 Tahun 2003 pasal 28 disebutkan bahwa Satuan Pendidikan Untuk anak Usia Dini  ( PAUD ) 0 sampai dengan 6 Tahun dilaksanakan dalam 3 jalur yakni ; Taman Kanak-Kanak untuk jalur formal, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak,dan Satuan Pendidikan Sejenis pada jalur Non Formal serta Pendidikan dalam Keluarga atau lingkungan pada jalur Informal. Walaupun PAUD ada pada semua jalur akan tetapi pelaksanaan pembelajarannya terlaksana pada jam yang sama  sehingga kecil kemungkinan terjadi tumpang tindih.Oleh karena itu sebaiknya kedudukan TK dan kelompok PAUD lainnya mendapat perhataian yang sama sebagai satuan Pendidikan Anak Pra Sekolah.
 Setelah tebitnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar  Pendidikan Anak Usia Dini , disebutkan standar Pendidik dan Tenaga kependidikan PAUD adalah sebagai berikut : Pendidik pada satuan Pendidikan PAUD adalah Guru Paud dengan latar belakang Pendidikan S1/D4, yang berlatar Pendidikan SMA dan Diploma disebut sebagai guru Pendamping, sedangkan yang berlatar belakang pendidikan SMP disebut Guru pengasuh.Dengan demikian sebutan kepada para pendidik PAUD adalah Guru dan bukan lagi Tutor sebagaimana sebutan selama ini.Konsekwensi dari sebutan ini adalah guru PAUD juga berhak terhadap hak yang diterima guru SD, SMP,SMA sebagaimana yang tertuang didalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  yakni guru berhak ditingkatkan Profesi dan Kesejahteraannya. Menyangkut Profesi tentunya adalah kualifikasi akademis ,sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesi.Sedangkan yang menyangkut kesejahteraannya adalah Tunjangan Non Sertifikasi bagi guru yang belum memiliki sertifikasi Profesi, Tunjangan Fungsional Guru Swasta , Tunjangan guru daerah terpencil.Dari Propinsi Sumut ada Insentif Guru, sedangkan dari Pemerintah Kota Pematangsiantar ada kesejahteraan Guru dan Kesejahteraan Kepala Sekolah, ucap Uga
Tak semua anak usia pra sekolah ( 0-6  Tahun ) di Kota Pematangsiantar dapat tertampung di Taman Kanak-Kanak tambahnya.Sampai Saat ini Jumlah Taman Kanak -Kanak  Negeri yang diselenggarakan Pemerintah  berjumlah 3 Lokasi dan jumlah Taman Kanak- Kanak swasta ada 18 Lokasi , dan jumlah Paud Yang diselenggarakan Masyarakat ada 72 lokasi yakni 45 diselenggarakan SAB dan 27 lagi dilaksanakan masyarakat lainya.Jumlah TK dan lembaga PAUD lainnya yang ada di Pematangsiantar hanya mampu menampung 5.100 anak dari 20.000 anak usia 0-6 tahun yang ada di kota Pematangsiantar.PAUD SAB sampai saat ini mendidik 1.600 yang nota bene adalah anak masyarakat yang kurang mampu.
PAUD SAB tidak memiliki gedung  dan meubiler sendiri, melainkan menumpang pada Ruangan Kelas Sekolah Dasar Negeri atau Bekas Rumah Dinas dan sebagian lagi menempati ruang pertemuan/balai di kelurahan atau ruang kosong lainnya yang ada di kantor Kelurahan. Karenanya harus ada perhatian bersama baik pemerintaj bersama masyarakat untuk kemajuan pendidikan di Siantar utamanya SAB binaan PKK ini (ac)

J. Sinaga, Camat Raya Kahean
Rusak Berat Jalan Jurusan Sorba Dolok - Sambosar Dan Sorba Dolok – Bah Tonang

Raya Kahean ,SS
Pelayanan umum tetap berjalan dengan baik dan khusus jalan menuju kota lumayan, hanya perlu/ mendesak menutup lobang. Sementara jalan jurusan Sorba Dolok – Sambosar dan Bah Tonang- Sorba Dolok rusak berat dan sangat mengganggu perekonomian masyarakat, kata camat dengan penuh harap kepada Pemkab Simalungun (7/2) di ruang kerjanya di Raya Kahean). Masyarakat kini sudah cerdas dan cara penyampaian keluhan semakin profesional, singkatnya sebagai pejabat tentu menampung kalau tak terealisasi barangkali cacian dan makian silih berganti oleh karena itu permintaan 2 jurusan jalan tersebut kiranya menjadi prioritas utama di kecamatan Raya Kahean,
Ditambahkan Camat bahwa jumlah penduduk kira-kira 18.000 orang tinggal di kelurahan tambah 10 nagori dalam penyelenggaraan e-KTP dari wajib KTP ± 13.000 baru selesai 9.600 orang, kondisi kantor pekarangan tetap bersih, suasana bekerja pegawai aman dan terkendali.
Di tempat berbeda Monseng Saragih (56) mengatakan kalau jembatan Bah Kulistik rusak, maka putuslah hubungan Sorba Dolok ke Sambosar Raya. Tidak ada jalan alternatif, untuk itu masyarakat sangat mengharapkan pelayanan pemerintah, kini kondisinya goyang-goyang dan sudah rusak berat, mengenang peristiwa lama jembatan ini sudah pernah kecelakaan bus, korban tewas 14 orang, peristiwa tahun 1989. Demikian pantauan dari Raya Kahean. (Edi)
Walikota T.Tinggi Buka Layanan SMS Centre

Tebingtinggi (SS)
Untuk menampung informasi dan kritik serta pengaduan masyarakat tentang pelayanan aparatur di Pemko Tebing Tinggi Walikota Tebingtinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan MM meluncurkan SMS Centre di nomor 0819821993.

Demikian dikatakan Walikota Tebingtinggi melalui Kabag Humasy PP Ahdi Sucipto SH kepada wartawan diruang kerjanya, selasa (7/2). Disebutkan, selain melalui SMS di Nomor 0819821993, masyarakat juga bisa mengirim pesan lewat E-mail di walikotatebingtinggi@gmail.com maupun pesan BlackBerry Messenger (BBM) dengan mengakses PIN BBM 22A5947B

"Dengan dibukannya layanan SMS Centre ini, warga Kota Tebingtinggi telah dapat menyampaikan tentang pelayanan aparatur PNS pemko tebingtinggi maupun saran untuk pembangunan Kota ini kepada Walikota” Jelas Adhi Sucipto sembari menambahkan bahwa setiap pesan yang dikirim akan dibaca langsung oleh walikota.

Dijelaskannya, dengan telah di bukanya layanan Media centre tersebut, Walikota mengharapkan dapat menimbulkan perubahan pada mental aparatur PNS di jajaran Pemerintah Kota dalam melayani masyarakat sehingga pelayanan public menjadi lebih maksimal serta dapat menerima masukan masukan maupun informasi yang positif terhadap pembangunan Kota Tebingtinggi ini langsung dari warga (tt02)

Walikota Tebing Tinggi
Jadikan Tebing Tinggi Kota Yang Bertaqwa


TEBING TINGGI (SS)
Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan bahwa Kota Tebing Tinggi kedepan menjadi Kota masyarakatnya yang betaqwa, maju dan mandiri berkeadilan dalam Bhineka Tunggak Ika, serta sarasehan warga Karang Taruna yang mengangkat tema peningkatan kapasitas karang taruna dalam mensuseskan kebijakan visi dan misi dan program Pemko Tebing Tinggi sangat positip.

“ Maksudnya supaya kita jangan terjebak kedalam masyarakat yang berpikir secara materi saja, bahwa kita harus bisa menjadikan masyarakat Kota Tebing Tinggi menjadi berjiwa sosial dan bukan masyarakat menjadikan materi sebagai Tuhannya,” jelas Umar Zunaidi Hasibuan saat membuka sarasehan Karang Taruna Kota Tebing Tinggi Kamis (26/1)di Gedung Hj Syawiyah Nasution, Jalan Sutomo Tebing Tinggi.

 Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara, Sholahuddin Nasution bersama rombongan, Ketua DPRD Tebing Tinggi, Syarial Malik, anggota DPRD asal Partai Golkar,Wan Gunadi,Ketua Karang Taruna Tebing Tinggi, Azhar Efendi Lubis, Buya Toad, Kabag Humas Hadi Sucipto dan pengurus Karang Taruna Kecamatan dan Kelurahan sekota Tebing Tinggi.

 Ketua Karang Taruna Sumut, Solahuddin Nasution mengatakan berharap mendapat kesuksesan dalam melaksanakan sarasehan dan pesta temu karya pemilihan ketua karang taruna priode 2012-2017 nantinya. Disampaikan juga bahwa karang taruna adalah organisasi sosial dan tidak ada kepentingan politik. “ Karang taruna adalah jembatan mendukung program kerja pemerintah setempat,” jelas Solahuddin.

 Masih menurutnya, bahwa di karang taruna ini sangat diharapkan bukti karya nyata dari kerja keras untuk menampilakan kegiatan-kegiatan sosial ditengah masyarakat sesuai dengan tiga pilar karang taruna. “ keorganisasian, usaha kesejahteraan sosial dan usaha ekonomi produktif,”ungkapnya.

 Sementara itu, Ketua karang taruna Kota Tebing Tinggi, Azhar Efendi Lubis yang akan berakhir masa tugasnya mengatakan kepada para kandidat calon ketua karang taruna yang baru sebanyak enam orang apabila terpilih kedepan bisa menjadikan karang taruna menjadi lebih baik. “ Saya berharap pelaksanaan temu karya pada bulan Maret mendatang bisa berjalan baik, jalin komunikasi dan silatuhrami dengan pengurus karang taruna se kota Tebing Tinggi serta tetap harus mendukung program kerja pemerintah Kota Tebing Tinggi,”jelasnya.(tt020)















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar