Selasa, 31 Januari 2012

Suara Simalungun Kamis 26 Januari 2012 (Edisi 492)


Siantar Dibanjiri Foto Gatot Pujonogroho ST
  • Gatot Dinilai Kurang Populer di Siantar Simalungun
  • Spanduk Gatot Melanggar Perda

P.Siantar,SS
Kota Pematangsiantar saat ini dibanjiri foto Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujonogroho ST, hampir disetiap penjuru kota berdiri spanduk dan baliho bergambarkan foto Gatot. Spanduk dan baliho Gatot tersebut berisi beberapa ajakan dan himbauan antara lain supaya membayar pajak dan menuntut ilmu. Banyaknya foto Gatot tersebut mendapat tanggapan berbagai kalangan masyarakat kota “Sapangambei Manoktok Hitei” ini. 
Drs Burhanuddin Nasution mantan ketua GP-ANSOR Pematangsiantar mengatakan tidak salah memang gambar Gatot berisikan beberapa himbauan dibuat di berbagai penjuru kota Siantar, hanya saja karena terkesan menyolok membuat kita bertanya-tanya juga kenapa tiba-tiba himbauan tersebut membanjiri Pematangsiantar, memunculkan dugaan ini berhubungan dengan pelaksanaan Pemilihan Gubsu (Pilgubsu) yang akan dilaksanakan pertengahan tahun 2013.
Misalnya di baliho yang berlokasi di SMP Negeri 7 P.Siantar bertuliskan “mari budayakan pendidikan karakter bangsa maju berbudi pekerti sejak dini”, kemudian spanduk yang beberapa melintang jalan bertuliskan “membayar pajak kenderaan dan pajak air permukaan dengan tepat waktu bukti anda cinta Sumut”
Diterangkan Burhan memang sebagai Plt Gubsu Gatot bisa dikatakan sebagai incumbent sehingga dia bisa menggunakan kewenangan dan kewibawaan yang dimilikinya untuk mensosialisasikan wajah dan namanya kepada masyarakat.  Suka tidak suka bisa saja masyarakat berpendapat itu adalah kampanye terselubung yang dilakukan oleh Gatot. Tidak salah memang hanya saja bisa dikatakan kurang etis saja ujar Burhan.
Burhan mengatakan naiknya Gatot menjadi Plt Gubsu adalah sehubungan kasus korupsi yang menimpa Gubsu Syamsul Arifin.  Ditetapkannya Syamsul sebagai tersangka ketika itu juga dipenuhi kontroversi penilaian adanya muatan politis dalam penanganan kasus tersebut mengemuka pada saat itu.   Syamsul Arifin sendiri sudah sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor, situasi yang menimpa Syamsul menyebabkan dia harus merelakan jabatannya berpindah kepada Wagubsu Gatot Pujonugroho.  Hingga saat ini Gatot menjabat sebagai Plt Gubsu.
Lebih lanjut Burhan menilai Gatot memang kurang populer di daerah Siantar-Simalungun ,Gatot juga termasuk agak jarang berkunjung dan beramah tamah dengan warga Siantar Simalungun sehingga dia kurang begitu populer dan kurang akrab dengan warga Siantar-Simalungun.  Kemudian pembangunan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumut juga kurang signifikan di daerah ini, itulah mungkin yang menyebabkan Gatot kurang populer di daerah ini ujar Burhan.
Sementara itu Ahmad C Batubara Ketua Siantar Pers Club (SPC) mengatakan banjirnya spanduk dan baliho Gatot Pujonugroho agak unik juga.  Pantauan saya spanduk dan baliho tersebut naik dengan gencarnya sejak awal Januari 2012.  Mungkin saja itu berhubungan dengan Pilgubsu yang akan berlangsung awal tahun 2013.  Sebagai incumbent Gatot memang bisa bersembunyi bahwa spanduk dan baliho tersebut bukan atas instruksinya, hanya saja masyarakat awam kita menilai spanduk dan baliho tersebut diduga sebagai bentuk kampanye terselubung saja hanya saja dibungkus oleh pesan-pesan yang dari Dinas tertentu.
Dikatakan Ahmad spanduk Gatot banyak juga yang melanggar Perda karena dipasang melintang jalan.  Di Kota Pematangsiantar ada Perda yang melarang spanduk dipasang melintang jalan.  Beberapa spanduk yang melintang misalnya berlokasi di Jln Kartini, Jln Adam Malik, Jln MH Sitorus.  Pemko Siantar dalam hal ini Satpol PP hendaknya segera menurunkan spanduk tersebut karena jelas-jelas melanggar Perda.  Harus diakui Gatot memang kurang populer di Siantar-Simalungun karena dia juga kurang intensiv bersosialisasi di daerah ini ujar Ahmad. (tp)  


Sumut Majemuk Butuh Pemimpin Berjiwa Pemersatu
* DR Steven Iwanggi : Sahrianta Tarigan Layak Pimpin Sumut

P.Siantar,SS
Melihat fakta kemajemukan Sumatera Utara (Sumut) maka sangat dibutuhkan pemimpin yang santun dan berjiwa pemersatu. Saat ini sedang terjadi krisis kepemimpinan di  Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sehingga sehubungan dengan mendekatnya Pemilihan Gubernur Sunatera Utara (Pilgubsu) sangat diharapkan Gubernur yang memiliki visi membengun dan mempersatukan warga Sumut yang sangat majemuk.
Sahrianta Tarigan adalah figur yang layak memimpin Sumut agar terjadi perubahan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. 
Demikian rangkuman pendapat beberapa tokoh yaitu DR Steven Iwanggi Sekjen Forum Dialog Intelektual Papua, Pdt DR MD Wakkary Ketua Umum PGPI, dan Drs H Ridwan Yunus SE SH Ketua Masyarakat Sumatera Timur pekan ini.
DR Steven Iwanggi mengatakan bahwa mengingat betapa beragamnya Sumut baik dari segi suku, agama,  bahkan ras  maka sangat dibutuhkan figur yang santun dan pemersatu. Figur yang santun sangat dibutuhkan mengingat betapa beragamnya adat dan tradisi yang ada di Sumut begitu juga figur Pemersatu adalah figur yang bisa memahami perbedaan yang ada di Sumut.  Sahrianta Tarigan adalah figur yang layak karena rekam jejaknya selama berkiprah di DKI Jakarta dia bisa diterima semua kalangan baik Suku, Agama maupun Ras.
Dikatakan Steven Iwanggi membangun daerah yang begitu beragam membutuhkan seni dan managemen tersendiri sehingga masyarakat Sumut harus benar-benar mencermati figur calon Gubsu  yang akan ikut dalam Pilgubsu tahun 2013.  Sejak sekarang idelanya masyarakat sudah mempelajari track rekord dan kemampuan para calon yang akan bertanding. Akan tetapi mengingat keragaman Sumut maka harus dicari figur yang santun dan berjiwa pemersatu ujar Steven Iwanggi.
Lebih lanjut Steven mengatakan bahwa dirinya baru saja mengikuti pesta budaya
Sementara itu  Drs H Ridwan Yunus mengatakan bahwa saat ini dirinya menilai kepemimpinan di Sumut sama  sekali tidak berbuat itulah akibatnya kalau sejak awal masyarakat Sumut tidak cermat mengamati latar belakang dan track rekord calon pemimpinnya.  Tahun 2013 warga Sumut akan kembali berkesempatan memilih calon gubernur saya menghimbau agar warga Sumut khususnya warga Siantar-Simalungun tidak salah pilih lagi, jangan kita pilih pemimpin yang tidak berbuat kata Yunus dengan nada yang keras.
Yunus mengatakan mengingat betapa beragamnya masyarakat Sumut tidak sembarangan orang bisa jadi Gubsu. Harus orang-orang yang memang memiliki kualitas kepemimpinan yang baiklah yang bisa memimpin Sumut dia harus  Santun dan berjiwa mempersatukan jangan yang berjiwa pengkotak-kotakan masyarakat kata Yunus.
Calon Gubsu haruslah figur yang bisa lintas budaya dan lintas sosial berpola pikir nasional tidak mengkotak-kotakkan masyarakat. Kemudian tidak menggunakan issu SARA untuk menggapai kepentingan poltiknya. Kalau terus menggunakan issu SARA adalah pimpimpin yang berpola pikir sempit kata Yunus.
Dikatakan Yunus dirinya sudah mempelajari rekam jejak Sahrianta Tarigan selama ini baik sebagai anggota DPRD DKI maupun dalam pergaulannya sehari-hari di masyarakat.  Sahrianta dengan dengan semua kalangan bahkan ketika di maju sebagai calon anggota DPRD DKI dia tidak hanya didukung kalangan Kristen saja akan tetapi dari kalangan yang beragama Islam juga mendukungnya.  Sahrianta dinilai Yunus adalah figur yang pas memimpin Sumut yang beragam.
Sementara itu Pdt MD Wakkary  mengatakan bahwa aspirasi tentang Sumut membutuhkan calon Gubsu yang baru sudah menggema di kalangan perantau asalh Sumut di Jakarta. Bahkan pada satu kesempatan mantan Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan bahwa saat ini Sumut membutuhkan alternatif.  Pernyataan MS Kaban tersebut saat ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan perantau asal Sumut di Jakarta yang memang sedang mempersiapkan calon Gubsu alternatif.  Mengingat beragamnya Sumut memang sangat dibutuhkan pemimpin yang santun dan berjiwa pemersatu katanya.(tp)  

Bual-Bual Pokkalan
Paramangon Ilarang Marsuri-Suri Hatirongga
Seng na marsaran hasomanta naipokkalan mambualhon pasal budaya on tarmasuk ma ai pahara pahean hiou na ipaheini paramangon. Sondahan on lambin roh gial ni paramangonni simalungun mamahei paheianni parinangon aima hatirongga. Jelasdo hatirongga ai bagianni parinangon tapi rosuh tumang paramangon mamahei, bencong ma tongon.
 “ Ai mase lalab lang tarpasingat paramangonni simalungun on. Domma piga-piga hani ilarang ase ulang mamahei pahean hatirongga, lalab do inunut mangulak-ulak pahean hatirongga ai, mase rosuh hita paramangon jadi bencong ? Aih ……… nene …… bois ma hita on ……….. “ nini si Berton Saragih marepet ipokkalanni si Tolkas dengan gaya bahasa sinbandar.
 “ Ai mada ………. Mungkin buei ope na lang mambotoh bahasa hiou hatirongga aima hiouni naboru, parinangon atappe wanita ………, halani ai porlu ope sosialisasi melalui tuppuan na adong songon Partuha, Upas pakon na legan “ nini si Ayeb Saragih mangalumi si Berton Saragih halani sama-sama hun Harasan.
 “ Sasittongni nahurang peduli do hita sipata bani budaya simalungun on. Mase ma sampe sonari lang ibotoh bahasa hatirongga aima hiouni parinangon ? Ulang namin bueitu alasanbe ase ulang daohtu hita tarlambat bani jaman on. Haganup dalahi ilarang mamahei pahean Hatirongga.Ipaheima pahean suri-suri sibirong, jamabulanni hirik, ragi sattik atappe ragi panei. Pokokni sibirong ma warnani. Hubani haganupan pengurus Partuha Maujana bani sab dunia on dearma anggo marlajar adat simalungun termasuk hiouni simalungun ase boi jadi contoh bani masyarakat. Ulang jadi Partuha use mambahen contoh na lang cocok bani adat simalungun on. Saonaima pendapatku “ nini si Posma mambere hatorangan.
 “ OK sosok ma ai “ nini si Petrus songon na mambahen kesimpulanni parsahapan. “ Isepe hita on isukkun maningon sapandapotma bahasa budaya simalungun ase iparlajari. Apalagima paramangon, ulang be nami adong paramangon asal na amang-amang. Halak na asal amang-amang aima paramangonni simalungun na lang mangarusi adat simalungun. Padahal seng pala na mahol mamparlajari adat Simalungun. Jadi anggo adong ope paramangon na lang mangarusi adat budaya simalungun aima paramangon na asal amang-amang. Jelas do ai. Ise na tersinggung dearma ai. Halani anggo domma tarsinggung pasti adong ma perobahan, adongma pertobatan. Sonaima anggo sikapku na marsimalungun on.” Nini si Petrus hun Serbelawan.
 “ Sonaima sikap sitiruon “ nini si Paten use doppak si Petrus. Sebagai halak simalungun maningon adongdo sikapta pasal na marsimalungun on. Ulang idihuti hita organisasini simalungun, tapi lang adong sikapta pasal simalungun on. Hita maningon tegas, budaya simalungun maningondo ilestarihon. Ase barang isepe halakni namanlanglangi atappe na lang peduli bani budaya simalungun i Simalungun on maningon ialo hta. Maningon maralo do hita pakon halak na lang peduli bani budaya simalungun. Agepe ia pejabat atappe petinggi i Simalungun anggo lang komit melestarihon budaya simalungun maningon do igorba hita ase podas manadikku tanoh simalungun on.” Nini si Paten mandukung sikapni si Petrus.
 “ Malas uhur lambin songon na sodapni do na marsimalungun on “ nini si Arifin Kerasaan. “ Memang bolakangan on huidah bueido pejabat i Pemkab Simalungun an na lang peduli bani adat leluhurni Simalungun om. Bahkan hutuppuan marsombuh siholpe jarang do roh pejabat na i Simalungun on. Padahal hun Simalungun do niombahni marbaggal janah pistar iparsikolahan Aima halani udarani simalungun na segar botul. Dobhossi pejabat ia i Simalungun on mittor lupama bani adat budayani Simalungun. Bani jolma sisonon on maningon  irambas UPAS. Ulang be ibere ia jadi pejabat i Simalungun on anggo lang ra roh bani tuppuan budaya simalungun songon Marsombuh Sihol.Aima pendapotku, tapi mulakma hita bani judul awal, sagala paramangon ilarang ma marhiou hatirongga. Sibirong ma ipakei atap si Jambuilanni hirik atap ragai sattik.” Nini si Arifin mambere podah.
Hita haganupan halak Simalungun on, tugah-tugah hubatta bahasa haganupan paramangon lang bulih marhiou hatirongga halani hiouni parinangonndo hatirongga ai. Horasma hubani hita haganupan pambasa Suara Simalungun on, sai daohma naborit humbatta on.tambah rajoki. Lambin roh torangni ma matatta mambasa Suara Simalungun on. Diatei Tupama. (Paielis)

Bupati Sergai Ir. H.T. Erry Nuradi MSi :
Perayaan Imlek Sebagai Wadah Silaturahmi dan Pemersatu 

Sei Rampah,
Perayaan Tahun Baru Imlek 2563 yang dilaksanakan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama Yayasan dan Serikat Tolong menolong (STM) Serdang Bedagai (Sergai) sekaligus dijadikan sebagai wadah silaturahmi dan pemersatu antara Pemkab Sergai dengan masyarakat etnis Tionghoa sehingga diharapkan dapat memberikan motivasi serta warna tersendiri terhadap semangat dan jiwa persatuan dalam membangun Kabupaten Sergai ini.
Hal ini diungkapkan Bupati Ir. H.T Erry Nuradi, MSi dalam sambutannya pada acara Malam Temu Ramah Imlek 2563 dengan para tokoh agama, pemuda dan masyarakat yang digelar di aula Hian Thien Sang Tie kompleks Vihara Hut Chou di Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Jumat malam (20/1).
Acara yang berlangsung sangat meriah dihadiri Konjen RRT untuk Sumut Ny. Yang Ling Zhu, Ketua INTI Sumut Dr. Indra Wahidin, Ketua Perhimpunan Masyarakat Tionghoa Sumut Peduli Sosial dan Pendidikan Fadjar Suhendra, Ketua DPRD Sergai H. Azmi Yuli Sitorus SH M.Sp, Wakil Ketua DPRD Drs. H. Sayutinur M.Pd, Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman SIK. MH, Ketua TP PKK Sergai yang juga anggota DPRD Sumut Ny. Hj. Evi Diana Erry, Sekdakab Sergai Drs. Haris Fadillah, M.Si,  para Anggota DPRD Sergai, Assisten Ekbangsos Drs. Amirullah Damanik, Kepala SKPD, Ketua INTI Sergai Budy SE, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta ribuan undangan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Erry Nuradi mengharapkan agar perhimpunan INTI ini dapat mengajak seluruh warga Tionghoa di tanah bertuah negeri beradat ini untuk turut berperan serta dan memberi dukungan sepenuhnya terhadap kemajuan dan kemakmuran masyarakat di daerah ini.
Lebih lanjut Erry Nuradi mengatakan maju mundurnya kabupaten ini sangat bergantung pada dukungan yang diberikan oleh masyarakat dengan cara memelihara keamanan, ketertiban, persatuan dan kesatuan serta menghindari perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perpecahan.
Sebelumnya Konjen RRT Ny. Yang Ling Zhu memberikan apresiasi serta merasa bangga bisa hadir di Kabupaten Sergai dalam rangka merayakan Imlek 2563 yang bertepatan dengan tahun Naga Air yakni tahun yang merupakan simbol kekuatan. Ny. Yang Ling Zhu berharap perekonomian Sergai dapat berkembang dengan cepat dan tambah kuat, terlebih dengan dibangunnya akses jalan tol dan beroperasinya bandara Kuala Namu untuk mendukung ekspor dan impor yang bertujuan agar produk Sergai dapat dipasarkan ke RRT pada masa mendatang. 
Dalam kesempatan yang sama Dr. Indra Wahidin selaku Ketua INTI Sumut mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2563, semoga Sergai tetap menjadi Kabupaten terbaik di Indonesia dengan menciptakan kerukunan antar umat beragama di Sumut pada umumnya dan Sergai pada khususnya. 
Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pagelaran seni seperti Barongsai, Jaran Kepang, Seni Tari dan Band serta diwarnai dengan pemberian penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Ir. H.T Erry Nuradi, M.Si kepada 17 tokoh Tionghoa dari STM dan Yayasan Tionghoa se-Sergai. ( LM )

 INFO SINGKAT SIMALUNGUN-SERGEI

Tangga Batu, SS
Masyarakat tangga batu sangat resah dan geram akibat jalan yang begitu jelek, dan sangat-sangat sering orang menjadi korban jatuh,dan jatuh lagi. Terlebih-lebih jalan menuju huta galugur sampai huta pardomuan nauli. Seperti nya tidak ada perhatian pemerintah untuk memperbaiki/mengaspal jalan tersebut.Bagaimana kami mau menjual hasil bumi yang kami panen dengan lancar kalau jalan dari tahun ke tahun begini-begini saja kata bapak M.Manullang(57) kepada wartawan koran ini(2akibat jalan yang begitu jelek, dan sangat-sangat sering orang menjadi korban jatuh,dan jatuh lagi. Terlebih-lebih jalan menuju huta galugur sampai huta pardomuan nauli. Seperti nya tidak ada perhatian pemerintah untuk memperbaiki/mengaspal jalan tersebut.Bagaimana kami mau menjual hasil bumi yang kami panen dengan lancar kalau jalan dari tahun ke tahun begini-begini saja kata bapak M.Manullang(57) kepada wartawan koran ini(23/1). Kami harus berjalan berpulu-pulu kilo menuju persinggahan mobil(tempat mangkal mobil angkutan) di huta perbeohan.Pergantian dari perkebunan teh menjadi perkebunan sawit memang banyak enak nya di rasakan masyarakat setempat dan itu terjadi kira-kira 20 tahun yang silam dan memang perkebunan menyisip jalan-jalan tetapi bukan berarti jaln yang utama yang di perbaiki hanya jalan untuk kelancaran mengangkut hasil panen buah sawit. Sementar di huta galugur ada juga jembatan yang sudah keropos dan rusak berat, Sudah sering mobil/motor hampir jatuh ke dalam sungai kata Damson Sinaga (23) selaku putra daerah yantg sering mengajak muda/mudi untuk gotong royong 1 kali 2 minggu dan menutupi jalan yantg berlobang-lobang dengan batu dan tanah(22/1) akan tetapi, kata Damson kalau sehari ada 4-6 truk sawit yang lewat denagn muatan penuh, apalah kekuatan kami di tambah lagi kalau hujan jalan ini semakin hancur.Jadi, harapan kami agar pemerintah turun ke lokasi melihat langsung dan memperbaiki jalan utama yang kami lewati setiap hari agar kami dapat l’ancar menjual hasil bumi ke kota dan ke depan, kami masyarakat tangga batu- huta pardomuan nauli bisa makmur. HORAS ...... (LM)
Sergei, SS  
Dusun V kampung tempel desa penggalangan kec.seibamban sergei panik karena sebuah kompor minyak tanah meledak, tak hanya itu ledakan juga menghanguskan satu unit kois milik keluarga Bapak M.Yunus Senin(23/1) pkl.21.00 WIB. Para korban M.Yunus (35) Nurhayati (32) serta anak-anak nya Intan Fajar Habilah (9), dan Alif Imam Ramdani (4) sampai sekarang mereka se keluarga masih di rawat Di RSU.Melati Kampun PON akibat luka bakar. M.Yunus mengatakan ke pada wartawan koran ini sebelum kejadian mereka se keluarga sedang makan malam tiba-tiba kompor meledak yangb sebelum nya sudah di matikan ole Ibu Nurhayati serta merta menghangus kan seluru isi rumah dan Kios. Warga yang mengetahui ke jadian itu langsung bergerak memadam kan sijago merah dan yang lain membawa keluarga Bapak M.Yunus Ke RS. Dalam waktu sekejap saja bangunan dan isi rumah musnah dan rata. Korban mengalami ke rugian yang di taksir Puluhan Juta Rupiah. Walau harta benda musna semua tapi,kami masih dapat mensyukuri karna kami se keluarga bisa selamat, kalau harta masih dapat di cari Kata Bapaik M.Yunus. Pkl 21.00 WIB tiba-tiba terdengar bunyi ledakan kata Sudiarto (50)tetangga korban, begitu keluar dari rumah ternyata Kios dan Rumah tetangga nya yang terbakar, puluhan warga setempat mencoba memadamkan sijago merah yang kian membesar dengan peralatan seada nya. Setelah api mulai padam Mobil Pemadam kebakaran Pemkab sergei datang, Kami Khawatir api dari kios nya menyambar rumah kami yang berdempetan kata Sudiarto. Kapolsek Firdaus AKP Helmiyusuf ketika di hububungi membenar kan peristiwa terjadi nya kebakaran dan 4 orang korban dari luka bakar yang menyebab kan nya kompor meledak  jelas nya(MJ).

Pematang Simalungun, SS
 Pengaspalan yang di kerjakan orang yang tidak punya seni terjadi di Jln Zaitun Rambung Merah P.Simalungun,Pekerjaan yang hanya asal jadi saja dan baru hitungan 1 Bln saja selesai sudah trondol dan bergerutu. Apa memang tidak memikir kan mutu dan hanya asal jadi saja, Semantara dana untuk itu menelan 99 juta Rupiah, Jadi, kami mengharapkan, dan memohon kepada pengawas pemerintah untuk datang ke lokasi mengecek langsung hasil pekerjaan pengerasa di jln Zaitun kata bapak si Regar (55) di lokasi (20/1) kepada wartawan koran ini. Masyarakat setempat resah dan kurang suka cara pemerintah membuat Jalan dengan mutu yang sangat rendah dan asal jaadi. KORUPSI LAGI...........KORUPSI LAGI.........KORUPSI LAGI..........(LM)


Revisi SK Kemenhut Tunggu DPR
Simalungun, SS
Revisi Surat Keputusan (SK) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) No 44/2005 yang akan menentukan luas kawasan hutan negara di Kabupaten Simalungun, tinggal menunggu persetujuan DPR RI.

Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Simalungun, Jan Wanner Saragih mengatakan, usulan revisi SK Kemenhut No 44/2005, sudah diajukan Kementerian Kehutanan untuk mendapat persetujuan DPR RI. “Pemkab Simalungun berharap DPR RI menyetujui revisi SK Kemenhut No 44/2005 tahun ini juga. Dengan demikian, ada kepastian hukum terhadap lahan-lahan yang selama ini sudah telanjur menjadi kawasan permukiman penduduk, perkebunan, dan perkantoran pemerintah,” papar Jan,kemarin.

Dia menjelaskan, jika revisi SK Kemenhut No 44/2005 disetujui oleh pemerintah dan DPR RI, maka kawasan hutan negara di Kabupaten Simalungun bakal berkurang sekitar 40.000 hektare. Dengan dikeluarkannya 40.000 hektare lahan yang selama ini termasuk dalam kawasan hutan negara, luas kawasan hutan di Kabupaten Simalungun dari sebelumnya sekitar 130.000 hektare menjadi 90.000 hektare lebih. Jan menambahkan, Pemkab Simalungun mengusulkan dikeluarkannya sekitar 40.000 hektare lahan yang berada di sejumlah kecamatan, termasuk ibu kota kabupaten di Kecamatan Raya, dari kawasan hutan negara.

Sebab,wilayah itu sudah menjadi permukiman dan sudah dibangun kantor pemerintahan. Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Simalungun, Ojak Naibaho mengatakan,pemerintah pusat dan DPR RI diharapkan mengakomodir usulan Pemkab Simalungun supaya SK Kemenhut No 44/2005 direvisi. Hal itu, untuk mendukung pengembangan pembangunan daerah. “DPRD Simalungun berharap pemerintah pusat dan DPR RI mengabulkan revisi SK Kemenhut No 44/2005 yang diusulkan Pemkab Simalungun.

Dengan demikian,Pemkab Simalungun mendapat kepastian untuk mengembangkan pembangunan daerah, karena sudah ada kepastian lahan yang dapat dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat,” ujar politisi PDIP itu. Direktur lembaga swadaya masyarakat (LSM) Aspirasi Karya Rimba Lestari (Akari), Saor Parulian menambahkan, dengan direvisinya SK Kemenhut No 44/2005, diharapkan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang saat ini sudah bertempat tinggal di lahan yang termasuk dalam kawasan hutan negara. (int)

Pemko Tebing Tinggi akan wujudkan Program "OVOP”
Tebingtinggi, SS
Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) setempat akan mewujudkan program ‘One Village One Product’ (OVOP) di seluruh wilayah kelurahan di Tebingtinggi.
Keseriusan Pemko Tebingtinggi mewujudkan program OVOP itu terlihat saat digelar Rapat Pembahasan Data UMKM yang dipimpin Wakil Walikota H Irham Taufik SH, Rabu (18/1) di Aula Kantor Diskouperindag Jalan Gunung Leuser, Kota Tebingtinggi yang diikuti 55 orang yang terdiri dari para camat dan lurah se Kota Tebingtinggi berikut para Kepala Bidang dan Kepala Seksi di Dinas Kouperindag setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Kouperindag Drs H Asmali MBA, Sekretaris Dinas Kouperindag Dra Hj Yuniar, Kabid Perindustrian Hj Faridah Hanum, Kabid UMK HM Yunus Matondang SE, Kabid Perdagangan Ir Iboy Hutapea, Kabid Koperasi Khairani SE serta Camat Rambutan M Wahyudi SSTP.

Wakil Walikota H Irham Taufik SH menginstruksikan aparat pemerintahan daerah mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga SKPD terkait agar segera mendata beberapa jenis usaha di daerahnya supaya segera terbentuk suatu produk unggulan di masing-masing kelurahan.

“Semua ini adalah untuk kepentingan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan para anggotanya. Dalam hal pemasaran akan direncanakan di kawasan Terminal Bandar Kajum yang akan segera kita bangun sebagai pusat pemasaran hasil UMKM Kota Tebingtinggi,” sebut Irham Taufik.

Wakil walikota juga meminta agar aparat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan supaya ikut terjun ke lapangan dalam mendata pelaku UKM di daerahnya. “Diharapkan camat dan lurah segera memberikan masukan dan data UMKM yang unggul di kelurahan dan kecamatan. Camat dan lurah harus turun langsung supaya segera terdata semua UMKM yang ada di kota ini,” tegas Irham.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kouperindag Tebingtinggi dalam laporannya menyampaikan, jumlah peserta rapat 55 orang yang terdiri dari lima orang camat dan 35 lurah sekota Tebingtinggi di tambah para Kabid dan Kasi Dinas Kouprindag Kota Tebingtinggi sebanyak 10 orang.

Rapat tersebut membahas Data UMKM dan pembentukan produk-produk unggulan sebagai bagian dari program OVOP di kota Tebingtinggi. “Untuk tahap awal, kita akan menentukan dua produk unggulan di setiap kecamatan. Program OVOP ini diharapkan mampu meningkatkan peluang pasar serta untuk peningkatan ekonomi kerakyatan serta mewujudkan program ‘One Vilage One Product’ (satu daerah memiliki satu produk unggulan – red) di Kota Tebingtinggi,” katanya. (tt02)


Pemindahan Pegadang Membuat Anggota DPRD Berbeda Pendapat

Tebingtinggi,SS
Pemindahan pedagang kaki lima di Pasar Patimura ke Jalan Jawa di Kelurahan Pasar Gambir  Kecamatan Tebingtinggi Kota yang direncanakan Pemko Tebing Tinggi, membuat dua anggota DPRD Tebingtinggi berbeda pendapat dan bersitegang. Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Tebingtinggi Irham Taufik SH dan Wakil Ketua DPRD H Amril Harahap, perwakilan pedagang dan anggota DPRD lainnya mengunjungi Pasar Patimura, Kamis (12/1).
Kedua anggota DPRD Tebingtinggi bersitegang itu, Ketua Fraksi Partai Golkar, Ir Pahala Sitorus dengan anggota Fraksi FKPB, H Syamsul Bahri.
Anggota DPRD Tebingtinggi itu bersitegang karena Pahala Sitorus berprinsip mendukung program pemerintah membangun jembatan Jalan Patimura yang kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah mau roboh, sedangkan H Syamsul Bahri dan anggota DPRD lainnya, Zulfikar berbeda pendapat dengan Pahala.

Syamsul dan Zulfikar menyebutkan, sebaiknya pedagang Jalan Patimura ditanya terlebih dahulu mau dipindahkan ke Jalan Jawa atau tidak.
“Jangan yang penting pindah, tapi nasib pedagang dipikirkan,“ sebutnya.

jika nanti pedagang kembali ke Jalan Patimura, nanti dirapatkan lagi. Lihat dulu dan tempatnya,”ucap keduanya. Tapi, Pahala tetap menekankan jembatan harus dibangun.

Akibat kondisi itu, Irham Taufik memerintahkan segera di relokasikan pedagang dan diberi waktu seminggu untuk menyiapkan tempatnya untuk berdagang.
Seorang pedagang, Amir Sitompul mengatakan sebelum dibangunya jembatan Patimura tersebut pedagang meminta kepastian dan kapan dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Kemudian, setelah dibangun apakah bisa pindah kembali.

Irham Taufik menjawab, yang penting pedagang mau pindah supaya jembatan Patimura bisa segera diperbaiki. Karena perbaikan jembatan untuk kepentingan banyak orang.(tt02)



























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar