Kamis, 15 Maret 2012

suarasimalungun Kamis 15 Maret 2012 (Edisi 499)


Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto fto bersama dengan civitas akademika USI, Bupati Simalungun  DR JR Saragih SH MM dan Walikota Siantar Drs Koni Ismail Siregar Usai memberikan Kuliah Umum 

Hulman Sitorus SE Diduga Bisa Membahayakan Negara dan Menghambat Demokrasi

P.Siantar,SS
Pernyataan Walikota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE pada acara pembukaan Konsultasi Nasional Wilayah I GMKI Rabu pekan lalu yang dilansir media lokal Siantar-Simalungun yang menyebutkan LSM dan Pers penghambat demokrasi serta membahayakan negara adalah pernyataan yang bisa membahayakan negara dan penghambat demokrasi.  Penilaian tersebut dikatakan Armada Purba SH Ketua Komite Pemilih Indonesia Indonensia  (TePI) Kota Pematangsiantar kepada SS Rabu (14/3).
Armada mengatakan kebebasan menyampaikan pendapat dan pikiran baik secara lisan dan tulisan dilindungi UUD 45 dengan demikian siapa saja pihak yang coba menghambat warga menyampaikan pendapat dan pikiran secara lisan dan tulisan adalah pihak yang menentang konstitusi UUD 45 sehingga bisa dikatakan pihak tersebut adalah ancaman bagi NKRI.
Dijelaskan Armada undang-undang nomor 40 tentang Pers menjadi landasan wartawan melaksanakan tugas jurnalistik.  Dalam undang-undang tersebut juga diatur tentang hak jawab artinya jika ada pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan media massa bisa melakukan klarifikasi dengan menggunakan hak jawab pada media tersebut.  Pengelola media berkewajiban menerbitkan  hak jawab tersebut dengan porsi halaman yang sama.  Dengan demikian jika ada pihak yang keberatan dengan isi pemberitaan bisa menggunakan hak jawab, selanjutnya kalau masih keberatan dengan isi pemberitaan pihak yang keberatan bisa mengadu kepada Komite Penyiaran Indonesia (KPI) dan KPI bisa memberikan sanksi.
Dengan demikian pernyataan Hulman Sitorus yang sangat tendensius memojokkan LSM dan Pers terutama pers dinilai penghambat demokrasi dan membahayakan negara adalah justru penghambat demokrasi dan membahayakan negara. Sebaiknya Hulman lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan dan alangkah baiknya lebih mempelajari lagi secara mendalam proses demokrasi yang sedang berlangsung saat ini di Indonesia.
Lebih lanjut Armada mengatakan bahwa Pers adalah pilar keempat dari demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pers fungsinya adalah lembaga yang melakukan  sosial kontrol terhadap jalannya pemerintahan.  Kalau ada pihak yang menganggap saat ini Pers tidak profesional itu sah-sah saja karena eksektif, legislatif dan yudikatif juga tidak profesional.  Alangkah konyolnya jika ada pihak yang mengharapkan Pers profesional sementara pemerintahan saat ini  saja juga tidak profesional.  Reformasi masih berumur 13 tahun jadi prosesnya masih berjalan menuju kesempurnaan.  Dengan demikian sangat tidak etis jika ada Walikota memberikan penilaian sedemikian buruknya terhadap kinerja Pers.
Armada mengatakan mantan menteri penerangan di era BJ Habibie yang menghapus Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Jenderal Yunus Yosfiah  pernah mengatakan bahwa tidak ada negara didunia ini yang hancur karena kebebasan pers, justru kebebasan pers adalah modal untuk terciptanya pemerintahan yang lebih bersih dan lebih baik.  Kalau Hulman Siturus mungkin gerah dengan pemberitaan Pers patut diduga dia tidak mengikuti perkembangan demokrasi di Indonesia Pasca robohnya orde baru.
Jika ada pihak-pihak di negara ini yang melanggar konstitusi adalah ancaman terhadap NKRI karena kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat baik secara lisan dan tulisan dilindungi konstitusi jadi pihak yang coba mengangkangi konstitusi adalah ancaman bagi tegaknya NKRI kita semua berkewajiban menghadapi pihak yang coba melanggar konstitusi kata Armada Purba. Pernyataan Hulman Sitorus yang mengatakan Pers dan LSM penghambat demokrasi dan membahayakan negara adalah pernyataan yang berlebihan.  Dan yang paling utama adalah pihak yang melanggar konstitusi adalah pihak yang paling berbahaya bagi NKRI pungkas Armada. (tp)


DPC Himapsi  Siantar :
Logo Pemko  Sebaiknya Diganti
P.Siantar, SS
Dewan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPC HIMAPSI) Kota Pematangsiantar Hermanto Sipayung SH, mengharap kepada Pemerintah Kota Siantar yang  saat ini dibawah kepemimpinan Hulman Sitorus, SE dan Drs Koni Ismail Siregar  agar mengganti logo Pemko Siantar dengan tulisan “Sapangambei Manoktok Hitei”, logo Pemko Siantar  sekarang ini tidak menggunakan tulisan “sapangambei manoktok hitei”. Demikian hal ini dikatakan  Ketua DPC Himapsi Kota Siantar Hermanto Sipayung, SH pada acara Rapat Kerja Cabang dan Latihan Kepemimpinan Tingkat Daerah (LKTD)  Sabtu (10/3) di Convention Hall Siantar Hotel.
Dikatakan Hermanto, seharusnya Pemko Siantar mau mewujudkan jati diri Simalungun di bekas Kerajaan Siantar yang Rajanya Sangnualuh Damanik. DPC Himapsi siap untuk bermitra dengan Hulman mewujudkan hal tersebut ujarnya.
Selain itu DPC Himpasi juga meminta agar nama-nama jalan dikota Siantar dikembalikan dengan aslinya, karena sudah banyak nama-nama jalan di Siantar yang  berubah tanpa ada persetujuan   dari tokoh-tokoh adapt Simalungun, seperti nama jalan  Cokroaminoto aslinya adalah Raja Dolog Silou, Jalan Dr Wahidin aslinya Jalan Tuan Bandar, Jalan Malanthon Siregar aslinya adalah jalan Tuan Marihat, Jalan Pangaribuan aslinya adalah  jalan Dolog Panribuan dan masih banyak lagi kata Hermanto.
Sementara itu, Walikota Siantar Hulman Sitorus SE yang saat itu diwakili Kaban Kesbang Linmas dan Pol Drs Gunawan Purba dalam sambutanya mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota Pematangsiantar  menyambut baik. Hal ini adalah bukti konkret Himapsi mampu menjaga kesinambungan kepemimpinan yang dibangun dengan tradisi demokrasi yang sehat.
Saat ini kata Gunawan, Himapsi telah membuktikan bahwa jati dirinya  sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan  yang dinamis, fleksibel yaitu sebagai kader  yang mengedepankan  intlektualitas, penuh dinamika perdebatan ide, benturan gagasan  dan perbedaan perspektif dalam melihat masalah untuk merumuskan  masa depan Himapsi tanpa kehilangan etnisitas dan entitas budaya Simalungun  yang adiluhung.Semua ini adalah kekeyaan yang dimiliki Himapsi yaitu kader-kader muda  yang potensial, dengan semangat tinggi, komitmen yang  tangguh dan intlekluatas merupakan harapan yang dilahirkan dari LKTD nantinya.
Dikatakan Gunawan, bahwa Nasionalisme yang selama ini diusung Himapsi harus senantiasa berpegang pada niat luhur para the founding fathers yang menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa yang makmur, adil dan sejahtera. Dengan demikian Himapsi dituntut oleh zaman untuk  melakukan hal-hal konkret, tidak hanya sekedar diskursus, melainkan  melalui aksi nyata, sehingga Himapsi  akan diterima  dan dicintai oleh pemuda dan mahasiswa dikampus-kampus utama.
Hadir dalam acara tersebut, pendiri Himapsi Januarison, SH, Mhum,  Ketua DPP Himapsi yang diwakili Hans Hutabarat, Ketua PMS  yang diwakili Karmidin Sinaga, Karshel Sitanggang, Burhanudin Saragih,  Ir Adiaksa Purba serta undangan lainnya. (nu)  
 
Bual Pokkalan
Ai Adongpe Si Jaboltok I Sidamanik ???
Lambin merapma parbualan ipokkalan pasal perjuangan na marsimalungun on. Lang iagat uhur adong ope na mangganggu perjuanganni niombahta par HIMAPSI pakon  UPAS i Sidamanik.
 “Malasma uhur bani gerakan na marsimalungun on ase ulang lalab hita gabe panonton i hutatta on, tapi pusok uhur mambogei barita bahasa adong ope hasomanta na lang mangarusi arti perjuangan, pitah halani boltok, aima si jaboltok, repot.” Nini si Jahomar mamukkah seminar kecil ipokkalanni Pak Mawar i Tanjung Pinggir.
 “Sonaha do maksuni ai Jahomar, torus terangma gelah ham ulang songon na marhutitta” nini si Marsen ingin tau.
“Sonon ai. Songon na binotohta rombang, bahasa perjuangan marsimalungun terakhir on semakin marak ihorjahon Himapsi pakon Upas. Contohni perjuangan mambela hasomanta na i Sidamanik aima pasal penolakan konversi humbani teh hubani sawit. Halani anggo saut ma konversi ai, horahma Sidamanik, janah banjir anggo musim udan. Homani, in mando jagiahni Sidamanik sadokah kobun teh ijai. Leganni ai, adongdo parjanjianni Tuan Sidamanik hubani Bolanda, bahasa ase ibere tanoh ai  iusahai bolanda pitah untuk perkebunan teh, ase lestari alam janah selamatma Danau Toba. Sedo nalaho manuan sawit. Sonaima sekilas perjuangan na marsimalungun on. Tapi …………, luar biasa do hape baokni sebagian kecil halak simalungun i Sidamanik. Tarolos do sidea mambahen tuppuanni Simalungun etek-etek i Sidamanik pitah laho mambela kobun. Ibahen sidea ma penasehatni sidea ganupan simbalog halani manager kobun sidea ijai. Jadi halak simbalog ma na gabe penasehat ni halak Simalungun i Sidamanik. Lang domma bayohon ??? “ nini si Jahomar patorangkon.
“Memang tarsonggot do au manangar barita ai” nini si Jauman hun lopah perasaan tau. “Hubogei, mariah do acara ai. Roh do artis Simalungun hun Medan. Ijama lang Mariah halani maloni si Jaboltok Sidamanik on, iparohma duitni ganup parkobun, dengan alas  akan membela konversi. Ipalomah sijaboltok ma perjuanganni UPAS pakon HIMAPSI” nini si Jauman.
“Memang anggo mangulah ma si Jaboltok, siap dear ma hita on. Halani pitah na menghianat do horjani si Jaboltok on. Perasaan boi menghalau UPAS pakon HIMAPSI asal ma dapotan duit. Pengianat. Songon baliang simalopak. Seng sipaturutan dokah manggoluh sijaboltok on. Domma terlalu berani sidea manjual perjuangan on. Nabayohon ma tongon” nini Jarmen sambil makkarat iponni.
“Sonon ma gelah ai” nini Pak Mawar mambahen jalan keluarni. “Napangindo hubani HIMAPSI pakon UPAS ase ulang marnaloja na berjuang on. Hassipe beraksi si Jaboltok i Sidamanik, seng anjai dokah umur ni ai. Napenting ulang gabe par upas pakon Himapsi na berobah jadi si Jaboltok. Anggo pala lang komit Himapsi pakon Upas, sundut nari ma hita. Pitah tuppuan na dua on mando nalang boi iboli kobun. Halani ai tuppaki hitama HIMAPSI pakon UPAS ase adong modalni sidea laho marjuang. Ulang be namin beroperasi si Jaboltok i Simalungun on. Posma uhurta ihaholongi Tuhan do perjuangta, sonaima pendapatku” nini Pak Mawar serius.
Baiklah, hita halak simalungun diluarni si Jaboltok, pakkei hita na berjuang on. Dihuti hitama perkembangannni Simalungun. Ulang ma namin hita mencari kesempatan itongah-tongahni perjuangan. Bursikkon hita si Jaboltok penghianat ai, ase podas hita maju halak Simalungun on. Lang naima ???? (Oppung Jeriko)

Tidak Benar  DPRD Simalungun Jadi Calo Kepala Sekolah

Simalungun, SS
Tidak benar DPRD Simalungun menjadi calo kepala sekolah saya tidak pernah mengatakan hal tersebut demikian dikatakan Nurma Sinaga Guru SD di Kampung Baru Ujung Padang kepada SS Rabu (14/3). Nurma mengatakan seperti Pemberitaan SUARA SIMALUNGUN Edisi 497 dengan judul “Benarkah DPRD Simalungun jadi Calo Kepala Sekolah” ?.  Dalam berita tersebut disebutkan “Pergantian Kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun akhir akhir ini banyak dicampuri anggota termasuk ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon hal itu terungkap dari salah seorang guru (Nurma Sinaga) yang baru saja mengajukan berkas permohonan nya menjadi Kepala sekolah SD di Ujung padang bercerita sesama guru .
Nurma mengatakan dirinya tidak pernah mengatakan hal tersebut kepada wartawan SUARA SIMALUNGUN, sumber berita tersebut bukan datang dari saya dengan ini saya mengklarifikasi dan membantah pemberitaan tersebut kata Nurma Sinaga. Nurma mengharapkan agar sebelum menerbitkan berita terlebih dahulu melakukan chek and rechek kepada narasumber agar tidak menimbulkan salah paham.  Dengan tegas Nurma mengatakan dirinya tidak pernah mengatakan hal tersebut dan mengklarifikasi berita tersebut. (tim)

 
Penerimaan karyawan PTPN IV Gunung Bayu jadi Polemik
Bosar Maligas,SS
Penerimaan karyawan lepas menjadi karyawan tetap PTPN IV Gunung Bayu dinilai tidak transparan dan diduga sarat rekayasa.  Tidak senang dengan hal tersebut pada hari Rabu (14/3) karyawan lepas (buruh lepas) menyampaikan aspirasi terhadap manager PTPN IV Gunung Bayu. 
Dalam orasinya karyawan mempertanyakan masalah pengangkatan karyawan lepas menjadi karyawan tetap karena dari 189 orang karyawan lepas yang sudah ditetapkan menjadi karyawan tetap hanya 65 orang, hal ini menjadi  menjadi polemik. Sementara  antara yang 65 orang yang sudah ditetapkan menjadi karyawan ada yang tidak layak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan. Menurut para karyawan tersebut bahwa diantara 65 orang yang telah ditetapkan termasuk kategori malas kerja dan tidak memenuhi persyaratan.  Ada apa dengan mereka yang telah ditetapkan tersebut bahkan dari  65 orang itu ada namnya yang telah dicoret oleh manager yang terdahulu dan setelah pencoretannya tidak pernah lagi kerja tetapi tetap diangkat menjadi karyawan tetap.Tindakan manager yang mengangkat karyawan yang telah dicoret tersebut maka terjadi kecemburuan social ditengah-tengah karyawan yang belum ditetapkan. 
Menurut para karyawan yang mengadakan orasi mereka tidak akan melakukan aktivitas selama belum ada jawaban pihak perusahaan yang jelas. Sesuai pantauan awak koran ini mereka yang belum ditetapkan sebagai karyawan tetap memang sangat disesalkan karena tidak benar-benar diperhatikan oleh pihak perusahaan. (AG)

Siswa Penerima BSM di Siantar Meningkat


P.Siantar,SS
Jumlah siswa Kota Pematangsiantar yang akan menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang akan dikucurkan Juli mendatang meningkat tajam.  Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Jonson Tampubolon, Selasa (13/3),  mengatakan peningkatan jumlah siswa SD penerima BSM bukan karena meningkatnya jumlah siswa miskin, tetapi disebabkan adanya tambahan anggaran pada  perubahan APBN  bagi 4.000 siswa miskin lainnya. 
Diterangkannya, sebelumnya,  melalui APBN 2012 pemerintah pusat  hanya menganggarkan bantuan bagi 6.000 siswa SD saja. Di mana setiap siswa menerima Rp360.000 pertahun, dan  dibayarkan setiap enam bulan sekali. Saat ini pemerintah pusat melalui perubahan APBN menambah 4.000  siswa miskin yang bisa mendapatkan BSM. Sehingga total siswa SD kota Pematangsiantar yang akan menerima BSM menjadi 10.000 siswa "Hanya saja, bantuan dari P APBN, hanya sekitar  Rp270 ribu persiswa  pertahun,"ujarnya.
 Dikatakannya, dalam melakukan pendataan siswa, Disdik mempercayakannya kepada guru guru dimasing- masing sekolah. Hal itu disebabkan Disdik menilau guru lebih mengenal siswanya masing-masing. Sedangkan untuk  meminimalisir penyalahgunaan BSM, pihaknya hanya mendata siswa mulai dari kelas I hingga kelas 5 saja.
Sayangnya, meski batas waktu pengiriman data kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sudah sempit, namun sampai saat ini sejumlah sekolah belum memberikan data siswanya. Lebih jauh dikatakan, sasaran pemberian bantuan bagi siswa miskin adalah untuk mencegah siswa tak mampu putus sekolah. Bantuan dimaksudkan agar siswa mampu membeli keperluan sekolah seperti baju, sepatu, dan keperluan sekolah lainnya.
Kepala Seksi ( Kasi) data dan informasi Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar, Supriady, mengatakan,sesuai data yang diterima, jumlah siswa miskin untuk tingkat SMP mencapai 98/ siswa.
Dimana, SMP N 3 menjadi tempat siswa miskin paling banyak yakni sebanyak 95 siswa,  diikuti SMP 1 dengan jumlah 78. Sedangkan siswa SMP 2, SMP 4 dan SMP 8 masing masing 70 siswa.

Data siswa miskin itu kata dia sudah dikirimkan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sekira seminggu lalu. "Sedangkan, untuk tingkat sekolah menengah atas  dan Sekolah Menengah Kejuruan, sampai saat ini masih dalam pendataan,"katanya. (tp)

Nazar Rakyat Tinokkah Berjuang Untuk Merebut 
Tanah Nenek Moyangnya

Sergei Sipispis, SS
Nasib rakyat Tinokkah penduduk asli berjuang mempertahankan haknya ± 400 Ha tapi apa daya semua selesai karena ulah kantor agraria Kab. Deli Serdang (Tempo Dulu) puluhan tahun silam dengan pelayanan tidak prima maka seorang kepala seksi pendaftaran tanah diduga salah terima perintah untuk tidak mengeluarkan perkampungan dai HGU lama DPN No. 114/HGU/BPN/97 tanggal 16-09-1997.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat yang mengaku bermarga damanik (60) kepada wartawan koran ini cukup jelas di surat HGU tersebut huruf (d) berbunyi “bahwa untuk perkebunan di atas pada huruf (b) diatas setelah diadakan pengecekan dari perhitungan kembali dengan mengeluarkan PERKAMPUNGAN SEMPADAN SUNGAI SEKOLAH” cukup jelas kalau ada di negeri ini perkampungan tentu harus ada areal untuk diolah jadi perjuangan rakyat Tinokkah ± 400 ha cukup mulia dan perlu mendapat pelayanan dari Pemerintah, Perjuangan rakyat Tinokkah di tingkat Bupati dan DPRD Tk. II mendapat respon yang baik artinya dua lembaga ini surati atasannya gubernur Sumatera Utara  dan DPRD Tk. I Sumatera Utara, kedua lembaga ini juga merespon masyarakat Tinokkah agar hak rakyat itu diberikan melalui suratnya ke Menteri Dalam Negeri.  Dari Menteri dalam negeri dengan suratnya No. SK 2/HGU/BA/80, yang berbunyi memutuskan “apabila di areal yang diberikan HGU ternyata terdapat penduduknya, penggarapan rakyat secara menetap yang sudah ada sebelum penerimaan HGU dan belum mendapat penyelesaian maka menjadi kewajiban/ tanggung jawab sepenuhnya dari penerima HGU untuk menyelesaikan sebaik-baiknya”.  Ternyata sampai saat ini pemerintah Mendagri tidak terlaksana dengan baik yang tentu menetapkan batas-batas adalah BPN di daerah.  Diduga pelayanan berbelit-belit oleh pihak-pihak tertentu dengan sengaja menyengsarakan rakyat Tinokkah penduduk Simalungun yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai.  Kesimpulanya di PT. Bridgestone tidak termasuk pengusaha yang nakal mereka hanya menerima balik nama dari PT. Goodyear tempo dulu.  Cukup menghargai rakyat dari hasil 400 ha tanah masyarakat penduduk asli Simalungun di Tinokkah yang tentu melalui Pemkab Sergei kepada rakyat Tinokkah. 
Masih ada isu yang berkembang dan mempersalahkan rakyat tinokkah untuk memperjuangkan tanah nenek moyang dan hal seperti itu sudah tak wajar apalagi menyoal atas hak mana ada tempo dulu surat-surat kata A. Damanik dengan tegas, ya suratnya itulah nenek moyang.  Ketika hal ini hendak dipertanyakan ke PT. Bridgestone tidak berhasil karena petugas Humas Andri tidak berada di tempat, wartawanpun balik kanan dari kantor Direksi di Serbelawan. (Bersambung….) (Oleh Linda Manullang, SH


INFO SINGKAT DAERAH

Siantar Marihat, SS
Kantor Kelurahan Sukaraja yang dipimpin Bapak Hutabarat di kunjungi oleh Ibu-ibu Tim PKK Kota.  Ibu-ibu PKK tadi memberikan bubur kacang hijau kepada anak-anak TK PAUD Sukaraja, Ibu Dame br.Silalahi sebagai Wakil Ketua Tim PKK Kota memberikan arahan kepada ibu-ibu “dengan memberikan asupan makanan yang bergizi membuat anak-anak kita senantiasa sehat, cerdas dan lincah, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang patut kita banggakan kata Ibu Dame br. Silalahi.
Ibu tim PKK juga tidak luput mampir membersihkan rumput toga yang ada di depan kantor lurah, sehingga kantor lurah sukaraja tampak bersih, indah dan rapi dengan senyum dan bangga Bapak Hutabarat selaku Lurah Hutaraja senang melihat kebersamaan dan kunjungan dari Ibu-ibu tim PKK Kota tadi (LM).

Parapat,SS
Budaya bersih oleh Camat Perapat kepada semua aparat dan masyarakat kepada semua aparat dan masyarakat tertanam di hati masyarakat dengan baik.  Tidak segan-segan aparat dalam melaksanakan pengutipan sampah di lingkungan atau saat berjalan membuang sampah di tempat yang disediakan.  Hal ini menjadi prosedur baik buat kota Perapat  dan menjadi perhatian Dunia bahwa sampah adalah masalah kita bersama kata Drs. CH. Edison Pangaribuan  dari LSM Peduli (12/03)-KS.

Aek  Nauli, SS
Kantor balai penelitian kementrian kehutanan RI di Aek Nauli Sumut mendapat sorotan (13/3) jumlah pegawai Negeri yang bertugas disana 80 orang kepala kantor ITON, Kasi Perencanaan PRATIARA bahwa pihaknya ton.2011 telah membuat penelitian atas bibit 9 judul dan th 2012 sebanyak 17 judul dengan harga pemerintah Rp. 70 per judul.  Lokasi pendidikan dulunya cukup bagus, saat ini hampir semua bangunan tak terurus, juga jalan masuk, kebersihan, kerapian, tidak tertata dengan baik, aparat  pembohong masih ada di sana.  Banyak masyarakat berjunjung ke sana kecewa karena buruknya pelayanan PNS disana (Edi)

P.Siantar,SS
Ir. Sahat Pardede yang dikenal sebagai pengusaha dan ketua GAPENSI Siantar-Simalungun ini terpilih secara aklamasi menjadi ketua AMPI Kabupaten Simalungun periode 2012-207, sabtu (10/3)  yang dilantik ketua DPD AMPI Sumut H.M. Shaf  Lubis di Gedung MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jl. Asahan P. Siantar.  Sosok Ir. Sahat Pardede sangat tepat kata Drs. Bin Ahar Tambunan dari Nagojor-Tanah Jawa, orangnya cerdasm bersemangat, dan lemah lembut sebagai pimpinan sangat tepat katanya (10/3) kepada wartawan (MJ).

Jawa Maraja,SS
Camat Jawa Maraja Bah Jambi Ibu Dwi Fitriani SH MH, selalu aktif bermasyarakat  hadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H dan pentas seni Islam di Bah Jambi Sabtu malam (10/3).  Camat mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan iman.  Acara ini dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat dari Pemkab Simalungun kemudian siraman rohani oleh Datuk H. Abdul Maturudi Saleh  (Anggota DPRD dari P3) Prop. Sumatera Utara juga acara ini diramaikan lomba busana muslim, Nasyid, marhaban.  Cukup membanggakan putra-putri anak bangsa (KS).

Gunung Para,SS
Kasek SMP Swasta Kebun Gunung Para PTPN 3 Soecipto, S.Pd, mengatakan kepada wartawan bahwa proses belajar mengajar berjalan tertib, nyaman dan bersahaja.  Menurutnya bahwa kompetensi yang dimiliki Kasek 5, pegawai 6, guru 4 baru dapat berinteraksi, maka kalo pengawas disarankan sebaiknya S2 berdisiplin dan beretika.  Semuanya harus menjadi contoh di sekolah dan di masyarakat untuk mencapai target sekolah unggulan  harus mampu olah pikiran menciptakan cerdas mampu olah hati  menciptakan jujur dan tanggung jawab kinestetik olah raga menciptakan bersih dan sehat kemudian olah rasa dan karsa, menciptakan peduli dan kreatif.  Jadilah anak yang berguna buat orang tua dan bangsa Indonesia.  Ditambahkan Soecipto untuk acara rapat-rapat tetap melakukan belajar berdemokrasi berbicara di dalam rapat dan di depan umum, berikan kepada guru kesempatan bicara dalam rapat demi tujuan yang mulia di negeri ini katanya kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya (KS)

Tiga Dolog,SS
SMP Negeri 1 Kec. Dolok Panribuan (12/3) melaksanakan ujian sekolah yang secera serentak dilaksanakan di negeri ini.  Kasek yang aktif melakukan pengawasan juga dihadiri pengawas dari Dijkar Kab. Simalungun, yang saat itu pakaian Dinas lengkap tanpa papan pengenal.  Proses ujian mantap dan pengumuman ke siswa melalui pengeras suara cukup jelas untuk melakukan tugas-tugas ujian.

Jembatan Timbang,SS
Kerja keras para PNS di Pos Jembatan Timbang pantas dibanggakan, siang malam bekerja sistim oposan yang diatur pimpinan dikerjakan dengan baik, hampir semua PNS di pos ini berdisiplin  tampil rapi, bersahaja dan masyarakat yakin mereka telah bekerja dengan baik, hanya saja  pinta rakyat semua truk harus masuk jembatan timbang seperti NV STTC, agar tetap termonitoring berapa jumlah truk yang lewat dalam 1 hari kata Op. Porbarita Siahaan (54) dari P. Siantar (13/3) kepada wartawan koran ini (Alpijor)

P.Siantar,SS
Kasek SD Negeri 122391 Tombak Pulo-pulo R. Br. Simamora (10/3) di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya hanya 52 murid, dan guru 56, PNS 8, sementara 5 sudah sertifikasi tinggal 3 orang lagi karena masih baru pegawai dan masih mengikuti kuliah.  Menyoal dana pemberkasan dirinya tidak berwenang menjawab katanya kepada wartawan di ruang kerjanya (KS).


P.Siantar,SS
Benarkah di Dinas Pendidikan Kota Siantar untuk pembekasan Rp. 200.000 kepada setiap PNS ± 1215 orang? Ketika wartawan melakukan cek and ricek ke sekolah sebahagian ada mengaku bahwa mereka menyetor ke Boru Tompul, Bolon Sinaga kata mereka.  Ketika hal ini di konfirmasi ke Dinas, dari orang tertentu mengatakan tak benar itu semua, hingga wartawan masih tetap melakukan investigasi tentang uang suap dimaksud (10/3) (KS).

Jalan Pisang,SS
SD Negeri 124384 Jl. Pisang (9/3) di kunjungi wartawan, Kasek bolos dan menurut guru setempat “dirinya tak tahu menahu hanya ada info katanya ke Medan” kata staf yang enggan disebut namanya di koran ini, proses belajar mengajar tanpa pengawasan dan yang pasti guru bebas demikian juga murid-murid bebas belajar hasilnya sudah pasti mengecewakan orang tua (Tim).

Tanah Jawa,SS
Kantor BP3KP Tanah Jawa selaku koordinator Nelson Simanjuntak SP didampingi Ka. UPTD Bpk.Tarigan, secara lugas mengatakan kepada tim wartawan, bahwa pihaknya selalu membuat contoh di kompleksnya, seperti tanami cabe, padi, ternak ayam dan sebagai praktek langsung di kantor hingga masyarakat mengerti demikian juga penyuluh.  Nelson menunjukkan lokasi cabe yang mangaku sudah panen 2 kali hasilnya memuaskan.  Demikian juga padi sawah sistim legowo dapat berproduksi 10 ton/ Ha atau sama dengan 36 kaleng per rante.  Hal ini sangat luas biasa.  Padahal lahan padi di daerahnya 4000 Ha, dan sejak dulu sudah terkenal lumbung padi di Kab. Simalungun.  Menurut mereka ada sawah  di fungsi contoh dari sawah menjadi sawit dan diperkirakan 10% dari luas areal sawah lokasinya di bogor  Gelugur dan Maligas Tongah alasan kurangnya debit air membuat tanah alih fungsi kata R. Tarikan SP, kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya.  Di tambahkan Nelson bahwa 237 kelompok tani terdata dengan baik di kantornya, tersebar di 19 Nagori dan 1 kelurahan untuk pembinaan kelompok ini dilakukan sebaik mungkin dengan kerja sama antara koordinator BP4 KP, Ka. UPTD Dinas Pertanian, PHP (Pengamat Hama dan Penyakit) di pimpin Ir. Usman Harahap, semuanya melakukan kerja sama yang baik demi produksi di Kec. Tanah Jawa Kata Nelson Simanjuntak, SP mengakhiri perbincangan (Sita Damanik


P.Siantar,SS
Pelayanan Pengadilan Negeri Pematangsiantar bagus dimana seluruh pegawai dan staf sangat ramah dan pelayanan mereka prima.  Masyarakat yang akan mengurus segala keperluan yang berurusan dengan Pengadilan Negeri dilayani dengan ramah dan senyum membuat kita betah ngobrol di setiap ruangan.  Para pegawai semua pakaian dinas dengan lengkap dan tiap ruangan bersih serta tertata dengan rapi.  Bapak Pardomuan Napitupulu seoran PNS yang mau pensiun dimana Bapak Pardomuan hendak membuat akte kelahirannya karena kalau mau pensiun harus ada akte kelahiran jadi Bapak Pardomuan terpaksa membuat akte lahir di Pengadilan Negeri P. Siantar.  Ada berkas-berkas permohonan Bapak itu yang salah terpaksa harus bolak-balik ke pengadilan negeri dari catatan sipil, dengan senyum dan ramah serta sabar ibu Sihotang memperbaiki semua permohonan Bapak Pardomuan semua sidang berjalan dengan lancar jadi tinggal menunggu hasilnya.  Ketika wartawan (11/3) menanyakan berapa dikasi sama Bapak Pardomuan Ibu Sihotang menjawab dengan senyum “kami tidak mengharapkan upah dan meminta imbalan karena itu sudah merupakan tugas dan pelayanan kami kata ibu Sihotang di ruang kerjanya.” (LM)

Sei Bamban,SS
Jalan Nasional  dari Pematangsiantar sampai Serdang Bedagai sudah bagus tetapi di Sei Bamban – Sei Rampah mulai berlobang-lobang membuat pengguna jalan harus hati-hati kalau sempat dan kereta masuk ke lubang tersebut pasti mengakibatkan kecelakaan, tetapi di Sei Bamban ada sistem lubang segi empat yang ditutup dengan rapi jadi kalau lubang tersebut di buat pemeliharaan sedemikian rupa pasti tidak terlalu banyak memakan biaya dengan demikian kelancaran lalu lintas akan semakin tertib. (LM)

Pintu Bosi,SS
Jalan yang rusak berat menuju Desa Mekar Nauli (Pintu Bosi) sudah mulai diperbaiki dimana bahan-bahan bangunan telah tersedia disana, ketika tim wartawan menuju ke sana (pintu bosi) (13/3) para pekerja tidak ada begitu juga dengan pengawasny walau demikian wartawan ngobrol-ngobrol dengan penduduk yaitu Bapak U Silalahi (57) dan kawan-kawannya baguslah kalau sudah dikerjakan, tetapi harapan kami penduduk Mekar Nauli maunya diperbaiki jangan hanya sebatas beberapa bulan saja sudah ambruk lagi tolong campuran batu pasir dan semen yang seimbang sehingga menghasilan mutu yang bagus dan bisa bertahan sampai beberapa tahun kedepan kata Bapak Silalahi kalau sudah nantinya selesai jalan menuju kampung kami ini akan lancar dan kami pun tambah semangat kata Bapak Simanjuntak (14/3) (LM)

Pondok Bulu,SS
Nagori Pondok Bulu Kecamatan Dolok Panribuan terdapat mesin somel 5 unit saat ini belum beroperasi yang menjadi pertanyaan dilokasi somel atau yang terdekat adalah hutan lindung atau daearah-daerah aliran sungai (DAS).  Apakah somel ini akan mengambil kayu dari hutan lindung atau areal PPL khusus untuk konservasi alam, demikian hasil pantauan di lokasi (12/3) bersama tim wartawan koran ini. (M. Johan).

Sidamanik,SS
Kadis PSDA Kab. Simalungun Ir. Binsar Situmorang melakukan kunjungan ke kantor UPTD PSDA Kec. Sidamanik baru-baru ini didamping para Kabid Ir. Selamat Sipayung Binsar menerima masukan dari staf bagaimana cara pemeliharaan saluran dan pengamanan ketika banjir yang disampaikan kepala UPTD Bapak Sirait, SH hadir semua pekerja saluran penjaga pintu air dan penjaga bendung (KS)


Simpang Raya,SS
Kasek SD Negeri 091291 saat ditemui wartawan koran ini berada di kantor sedang bekerja mengevaluasi kinerja guru hadir semua guru dan bekerja dengan baik, tepat jam 10.57 Wib sedang beristirahat hingga dengan mudah ketemu para guru diakuinya bahwa gedung perpustakaan belum ada kata Lusden Sitinjak, S.Pd yang mengaku sudah sertifikasi jumlah murid 92 dan guru 10 serta guru honor 1 proses belajar mengajar berjalan lancar dan baik (Alpijor).

Pangkalan Buntu,SS
Kasek SD 095146 Kec. Panei Tongah P. Manurung, S.Pd jam 10.39 Wib bolos di pagi hari menurut guru beliau sedang mengikuti rapat di kantor KCD ketika wartawan bertanya kepada guru  berapa guru yang mengajar di jawab 5, ternyata hanya 4 artinya guru bohong ditemukan di sekolah ini.  Berkali-kali ditanya di jawab guru di kamar mandi yang pasti di dekolah ini dari 6 kelas mengajar hanya 4 guru, hebat ya !!!!(KS)

Gunung Para,SS
Sepintas lalu lalang di areal Afd. I Kebun Gunung Para PTPN III mereka pejabat disana tergolong mengerti kebersihan dan keindahan mereka berusaha membuat yang terbaik untuk kepentingan manusia kata Budi (34) warga Medan dan bekerja wiraswasta ciri khasnya terasa dimata kemudian turun ke hati untuk menyampaikan terima kasih (KS).

Parapat,SS
Pembenahan jalan negara di beberapa tempat di lakukan kantor balai Wil. II Medan.  Kementerian PU RI dengan sistem tutup lubang dan berharap segera selesai agar transportasi lancar pada posisi lain sudah banyak permukaan keriting  diduga sudah lama tak diperbaiki untuk itu masyarakat menghimbau pemerintah segera merealisasikan anggaran tahun 2012 (Edi)


12- 14 April 2012 MTQ ke-41 Kabupaten Simalungun di Pamatang Raya
Simalungun,SS 
Pemerintah Kabupaten Simalungun akan menggelar kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 41 tahun 2012 yang dipusatkan di Kota Pamatang Raya yang berlokasi di eks Kantor Bupati Simalungun. Dalam rangka mendukung pelaksanaan MTQ tersebut, telah dibentuk kepanitiaan berdasakan Surat Keputusan (SK) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Simalungun Nomor 03/PTQ-SIMAL/2012 dan SK Camat Raya Nomor 188.45/40/2012 sebagai panitia lokal.
Sesuai dengan SK LPTQ tersebut, pelaksanaan MTQ dijadwalkan selama 3 hari mulai tanggal 12 s/d 14 April 2012. Sebagai pelindung dalam pelaksanaan MTQ adalah Bupati Simalungun, Ketua DPRD, Dan Rem 022/PT, Dan Dim 0207 Simalungun, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Bupati dan Sekda. Penasehat yaitu Ketua Pengadilan Agama, Ketua MUI, Ketua LPTQ, Kakan Kemenag (Kementrian Agama), para Asisten, Staf Ahli Bupati, seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Manager GU V PTPN-IV, Manager PTPN-IV Unit Kebun Marjandi, MUI Kecamatan Raya dan ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Kecamatan Raya.
Sebagai Ketua Umum MTQ Ke-41 adalah Ir Amran Sinaga MSi, Ketua I-V masing-masing Ir H Ramadhani Purba, Aspemkesra, Kabag Adkemkesra, Camat Raya dan Panei, Sekretaris Umum Drs H Nasaruddin Lubis MH, bendahara Umum Sri Suswanti dan Koordinator Umum Sekretariat Jarinsen Saragih SPd dibantu Drs Lilik Suadi (sekretariat) dan 13 anggota.
Kepanitiaan tersebut juga dilengkapi dengan seksi-seksi seperti Seksi Upacara, pelatih pengibar bendera dikoordinatori oleh Camat Panei, kesenian dan hiburan dikoordinatori oleh Sariani Damanik SH, Pengarahan massa dan pawai dikoordinatori oleh Jarinsen Saragih SPd, Keamanan/parkir dikoordinatori oleh Polres Simalungun, kesehatan dikoordinatori oleh Dinas Kesehatan, komsumsi dan akomodasi dikoordinatori oleh Lurinim Purna, SSos, MSi, pemondokan dikoordinatori oleh Darwan Damanik SH (Sekcam Raya), Publikasi dan domumentasi dikoordinatori oleh Kabag Humas Pimpinan dan Keprotokolan, mushabaqoh dikoordinatori oleh Drs Junaidi MPd, akomodasi dewan hakim dikoordinatori oleh Suroto SHI, Amsah Sinaga, Remaja Mesjid Raya, tempat mimbar tilawah, perlengkapan dan dekorasi dikoordinatori oleh Ir H Ramadhani Purba, bazar dan kebersihan drg Amrianto, penempatan papan bunga dikoordinatori oleh Sekcam Raya, hadiah dikoordinatori oleh Zonny Waldi SSos MM, angkutan dikoordinatori oleh Kadis Perhubungan dan penerima tamu dikoordinatori oleh Kabag Humas Pimpinan dan Keprotokolan.
Dalam rangka menyusun program kerja pelaksanaan MTQ, bertempat di ruang harungguan kantor Bupati Simalungun, Rabu, pecan lalu Panitia Kabupaten Simalungun bersama Panitia Kecamatan menggelar rapat kepanitiaan bersama. Rapat penitia tersebut langsung dipimpin oleh ketua umum Ir Amran Sinaga MSi, didampingi Ketua LPTQ Ir Djadiaman Purba, Kabag Adkemkesra Josua Sitepu SH, Camat Raya Drs Jhon Suka Jaya Purba dan mewakili Kakan Kemenag Drs Junaidi MPd serta dihadiri oleh seluruh kepanitiaan baik kabupaten maupun kecamatan.
Rapat panitia tersebut antara lain membahas kesiapan untuk pemondokan peserta, lokasi-lokasi untuk pelaksanaan perlombaan setiap cabang, lokasi pelaksanaan MTQ dan program kerja yang akan dilaksanakan dalam menyukseskan MTQ nantinya. Dalam rapat tersebut juga diketahui untuk pendaftaran peserta dimulai pada tanggal 26 s/d 29 Maret 2012 di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Simalungun.
Ir Amran Sinaga MSi, saat memimpin rapat tersebut mengharapkan kepada seluruh seksi-seksi dan anggota dalam kepanitiaan MTQ untuk segera menyusun program yang akan dilaksanakan dan meningkatkan kinerja, sehingga nantinya pelaksanaan MTQ tersebut dapat berjalan dengan baik. Khusus untuk seksi yang bertugas sebagai koordinator pemondokan peserta diharapkan benar-benar menyeleksi tempat-tempat yang akan digunakan peserta,  sehingga peserta merasa nyaman untuk menempatinya.
Sementara itu, Camat Raya Drs Jhon Suka Jaya Purba menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Simalungun yang telah memberikan kepercayaan kepada Kecamatan Raya sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan MTQ ke-41 Kabupaten Simalungun tahun 2012.  Jhon Suka Jaya mengatakan bahwa untuk menyukseskan MTQ tersebut masyarakat kecamatan Raya siap mendukung dan menyukseskan acara tersebut terutama umat muslim.
Pada rapat kepanitiaan itu, seluruh peserta rapat memberikan berbagai masukan, saran dan pendapat. Untuk rapat kepanitiaan selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 15 Maret 2012 dan diharapkan seluruh anggota dalam kepanitiaan dapat hadir.(tp)


 Editorial
Hulman Bahayakan Demokrasi?
Ada, ratusan kawan kawan yang berprofesi sebagai watawan dan dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM ) datang dan unjukkan kemarahan buat orang nomer satu di Siantar. Ada, rasa terhina bahkan marwah mereka dijatuhkan oleh perdapat Hulman yang menyatakan “Wartawan dan LSM membahayakan Demokrasi” bahkan aka beberapa komentar lainnya yang dirasa menyinggung hati Wartawan dan LSM.
Angin apa yang membuat Hulman yang walikota Siantar berpandangan miring tentang wartawan dan LSM. Kami juga tersinggung, tapi bukan berarti kami juga harus turun ke jalan. Wajar dinilai bahwa Hulmanlah yang membahayakan demokrasi. Sejak dilantik tak ada niat dari pimpinan kota Siantar ini untuk melakukan tatap muka dengan para Wartawan. Bahkan ruangan mewah yang menjadi kantor tempatnya bekerja tak pernah digunakannya. Rumah Dinas dan Mobil yang disiapkan oleh pemko juga dicuekkannya. Wartawan dan LSM dianggapnya hanya sebagai penggangu kinerjanya.
 Hulman bagai tak mengerti peranan media. Hulman juga tak membutuhkan media, Hulman bagaikan anti dengan Wartawan. Karenanya tiap acara yang dihadirinya harus ada Oknum Brimob dan Polisi yang terus mengawal langkahnya. Dirumah pribadinyapun selalu saja ada oknum Brimob yang berwajah tak bersahabat setia menungu rumahnya.
Gawatnya, bukan hanya kepada LSM dan wartawan Hulman berpendapat miring. Kepada DPRD juga Hulman berpendapat miring. Sekumpulan oknum DPRD Siantar dinilainya sebagai “gudang sampah”. Padahal kalau mau diakui bahwa Humanlah yang menumpuk sampah di Rumah Dinasnya. Bagai mana tidak, seorang narapidana kasus perjudian malah dijadikannya orang kepercayaan. Sangkin percayanya Eliakim Simanjuntak yang non PNS mendapat posisi empuk sebagai Staff Khusus walikota P.Siantar. Rusak sudah tatanan birokrasi di Siantar.
Dengan menganggap remeh, wartawan. LSM dan lembaga Legistaif Hulman telah merusak tatanan Demokrasi, bahkan Hulman telah membahayakan Demokrasi.  Hulman agak gerah ketika wartawan, LSM dan DPRD menjalankan fungsinya. Hulman ingin menjadi Raja di Siantar, yang dapat berbuat sesukanya dan bertindak semaunya. Titah Hulman adalah hukum dan kekuasaan yang dipegangnya harus Absolut.
Kalau mau, Hulman selaku walikota P.Siantar dapat melakukan pendekatan yang baik dengan wartawan, LSM dan DPRD. Karena ketiga lembaga tadi bukanlah momok yang menakutkan. Mereka ada karena memang merupakan tuntutan dari demokrasi, kebebasan Pers juga sudah diatur dalam undang undang. Wartawan merupakan kekuatan ke 5 dalam bingkai demokrasi. Jangan musuhi wartawan. Karena dengan memusuhi wartawan adalah tindakan yang sangat bodoh.
Bangunlah kekerabatan dengan para wartawan, bukan harus menjaga jarak. Mereka merupakan mitra yang enak diajak untuk diskusi tentang apa saja. Pembanguan kota Siantar juga bagian dari karya para wartawan. Tanpa wartawan dunia akan salah arah. Bahkan Hulman bisa duduk menjadi walikota Siantar tak luput dari peranan para Wartawan LSM dan oknum anmggota DPRD (***)

Dari Redaksi 
Linda Manulang dan Marina Datang ke Kantor Kami

Pembaca yang kami hormati, Kantor kami memang keras sekeras semua penghuninya. Bahkan pada saat Rabu tiba tawa dari wanita sangat jarang kami rasakan. Linda dan Marina  yang memang akrab dengan semua kawan kawan yang ada di redaksi membuat ketegangan suasana kantor menjadi sedikit mencair. Tapi inilah kami berulang kami mau mencari siapa wanita yang mau berbaur dengan kami yang keras tidak pernah kami temui.

Pembaca yang kami sayangi, berbagai hal yang mambuat kami selalu saja tampil tegang pada hari Rabu terkadang akan semakin keras karena ketiadaan senyum wanita. Pembaca yang setia, Linda dan Marina adalah   wartawan kami yang paling handal. Dengan motto bekerja keras dan melayani pembeli dengan pelayanan prima. Marina  pasukan kami agak kaget ketika tiba-tiba Linda  datang  sambil membawa gorengan.

Pembaca sekalian suasana kantor kami yang agak kaku menjadi sedikit renyah dengan kedatangan Linda maklum dia kalau bercerita selalu membawa kebahagian sehingga    membuat pasukan redaksi  kami pun jadi riang dibuatnya. Kami salut juga dengan militansi dan kerja keras Linda  dalam  memasarkan koran Suara Simalungun di pelbagai daerah.

Linda dan Marina  wartawan kami yang tidak asing lagi bagi kami jika mereka  datang keredaksi Suara Simalungun, terkadang Linda selalu membawa keceriaan kekantor kami yan g biasanya setiap rabu hening. Untunglah Linda datang apalagi membawa gorengan.  

Pembaca sekalian bekerja keras memang etos yang harus dimiliki siapa saja apapun profesinya memang harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan kesuksesan. Bekerja keras juga adalah perwujudan kecintaan kepada pekerjaa apapun pekerjaan kita jika kita lakukan dengan penuh cinta dan kesungguhan tentu akan mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Apapun pekerjaan harus ditekuni kata Awi setengah berdakwah. Bekerja keras adalah panggilan jiwa bagi siapa saja yang memang ingin mempertahankna hidup. Dengan bekerja keraslah Tuhan akan mendatangkan rejeki, Tuhan hanya akan mendatangkan rejeki bagi orang yang bekerja keras dan yang terus memanggil namanya.....(***)   



    


Kamis, 08 Maret 2012

Suara Simalungun Kamis 8 Maret 2012 (Edisi 498)


Ketua BPH-USI Masdin Saragih (kanan)  dan Seniman Pembuat Patng asal Yogyakarta Irwan

Patung Radjamin Purba akan Diresmikan


  • Direncanakan Diresmikan Menko Kesra RI

P.Siantar,SS
Patung Radjamin Purba SH yang berada di kampus Univesitas Simalungun akan segera diresmikan. Direncanakan peresemian akan dilaksanakan akhir Maret 2012 atau pertengahan April 2012.  Demikian dikatakan Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Universitas Simalungun kepada SS Rabu (7/3). Masdin Saragih mengatakan pekerjaan pembangunan tugu Radjamin Purba sudah 100 persen selesai tingal merapikan saja. Patung sudah dipasang akan tetapi masih ditutup dan pembukaan patung akan dilakukan saat persemian ujar Masdin.
Lebih lanjut Masdin mengatakan pekerjaan pembangunan patung memang lebih cepat dari waktu yang direncanakan, pembangunan bisa lebih cepat selesai dikarenakan semuanya berjalan sangat lancar tanpa ada hambatan sedikitpun. Proses peresmian patungpun sekarang sedang dikerjakan dan panitia untuk itu sekarang sedang bekerja kita sudah mengirim surat kepada Menko Kesra Agung Laksono agar berkenan meresmikan patung tersebut, surat sudah dilayangkan dan kita sedang menunggu balasannya ujar Masdin.
Dikatakan Masdin adalah pembangunan patung adalah sebagai monumen untuk senantiasa mengingat jasa dan pengabdian Radjamin untuk memajukan Simalungun.  Inisiatipnya mendirikan Universitas Simalungun adalah visi yang sangat melampaui zamannya yaitu agar warga Simalungun bisa memilki SDM yang semakin baik.  Begitu banyak jasa dan perbuatan Radjamin di tanah Simalungun dan kepada warga Simalungun sehingga sangat pantas diabadikan dalam bentuk monumen patung agar senantiasa menjadi teladan bagi generasi berikutnya kata Masdin.
Kemudian pendirian patung juga adalah untuk sebagai pengingat kepada warga Simalungun sekarang untuk meneruskan segala perbuatan yang baik yang sudah dikerjakan Radjamin.  Kiranya menjadi motivasi bagi kita semua untuk juga berbuat di tanah Simalungun, masih banyak tokoh Simalungun yang sebenarnya bisa berbuat banyak bagi tanah Simalungun kiranya bisa menjadikan Radjamin Purba sebagai sumber inspirasi pungkas Masdin.
Sementara itu Ir Martua Siadari Dosen Fakultas Pertanian USI mengatakan dengan adanya tugu Radjamin Purba di kampus USI menjadikan kampus USI semakin indah dan berwibawa.  Semangat pengabdian Radjamin Purba memang harus terus digelorakan kepada seluruh warga Simalungun dan secara khusus kepada civitas akademikan USI.  Radjamin adalah tokoh Simalungun yang tidak memilki cacat sama sekali. Jiwa pengabdiannya dan keperduliannya untuk meningkatkan SDM warga Simalungun adalah cita-cita luhur yang juga harus kita jaga dan pelihara.
Martua Siadari mengatakan dengan berdirinya patung Radjamin di kampus yang diperjuangkannya dengan sungguh-sungguh menjadi inspirasi bagi kita semua agar muncul Radjamin-Radjamin baru di tanah Simalungun.  Kita berharap tidak hanya ada satu Radjamin akan tetapi muncul banyak Radjamin yang memilki visi yang jauh kedepan untuk membangun Simalungun kata Martua Siadari.
Siadari mengatakan Radjamin Purba sangat pantas menjadi teladan bagi generasi muda dan khususnya kepada civitas akademika USI, pendirian patung Radjamin di kampus USI semakin membuat kampus USI menjadi berwibawa kata Siadari.  (tp)  

UPAS Siap Hadang Mafia Tanah Tanjung Pinggir
* Membeli Tanah Negera Melanggar Pasal 385 KUHP dengan Ancaman 4 Tahun Penjara
* Ronsen Purba SH : Hulman Sitorus Hendaknya Tidak Menebar “Mimpi”
P.Siantar,SS
Seluruh anggota UPAS yang jumlahnya ribuan siap menghadang para mafia tanah Tanjung Pinggir yang gencar beroperasi di lahan Tanjung Pinggir.  Saat ini banyak maia tanah beroperasi memperjual belikan  lahan Tanjung Pinggir.  Demikian dikatakan Jauman Purba Komandan Satgas Dewan Pimpinan Pusat Usaha Penyelamatan Asset Simalungun (DPP-UPAS) kepada SS Rabu (7/3).
Januarison mengatakan saat ini banyak calo-calo yang memperjual belikan tanah Tanjung Pinggir padahal hingga saat ini status lahan tersebut adalah tanah negara.  Bagi warga yang membeli dan menjual lahan tersebut maka perbuatan tersebut adalah perbuatan pidana dan bisa terkena Pasal 385 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Warga hendaknya tidak terpengaruh dengan bujuk rayu para calo mafia tanah Tanjung Pinggir tegas Jauman.
Diterangkan Jauman bahwa lahan Tanjung Pinggir adalah asset Simalungun karena dulunya lahan tersebut adalah wilayah Kerajaan Panei. Dengan demikian maka menjadi tugas seluruh elemen Simalungun mempertahankan lahan tersebut dari cengkraman para mafia tanah. Kemudian Januarison mengharapkan agar aparat hukum segera bertindak dengan menghentikan praktek mafia tanah tersebut dan segera menangkapnya karena sudah meresahkan masyarakat.
Sikap UPAS yang menguasai lahan Tanjung Pinggir adalah sebagai konsekwensi karena lahan tersebut adalah lahan adat Simalungun UPAS adalah penjaga asset Simalungun jadi diharapkan aparat keamanan segera bertindak. Pihak-pihak yang mengklaim itu lahannya padahal dia tidak punya kaitan dengan Simalungun silahkan angkat kaki dari Lahan Tanjung Pinggir ujar Jauman dengan nada keras.
Sementara itu Ronsen Purba SH Koordinator Umum Kelompok Pencinta Lagu Simalungun (KPLS) mengatakan rencana pembangunan kota baru di Tanjung Pinggir dinilai tidak masuk akal Walikota Siantar Hulman Sitorus hendaknya tidak membuat mimpi yang bisa meresahkan rakyatk kata Ronnsen.
Ronsen mengatakan bahwa masalah Tanjung Pinggir adalah masalah krusial jadi perlu penanganan yang hati-hati.  Secara faktual lahan Tanjung Pinggir HGU nya sudah habis jadi tanah tersebut statusnnya bukan lagi milik PTPN III melainkan menjadi milik negara.  Karena HGU sudah habis maka agar tidak terbengkalai lahan tersebut diusahai masyarakat miskin sehingga saat ini lahan Tanjung Pinggir sudah diusahai rakyat.
Sekitar tahun 2000 an HGU Tanah Tanjung Pinggir sudah habis dan ketika itu DPRD dan Pemko memberikan angin kepada warga miskin dan PNS golongan rendah untuk mengusahainya.  Saya mendengar informasi ada pengusaha yang menjumpai Dirut PTPN III mengapa bernegoisasi dengan Dirut PTPN III padahal HGU sudah habis harusnya ke Meneg BUMN kata Ronsen.
Ditegaskan Ronsen sah-sah saja ada pemikiran Pemko untuk membuat kota baru di Tanjung Pinggir akan tetapi harus sesuai koridor hukum dan aspirasi masyarakat. Jangan kepentingan masyarakat yangh sudah menguasahi tanah tersebut terpinggirkan misalnuya UPAS, BAS, Fokrat, Futasi dll. Kepentingan kelompok tersebut juga harus dipertimbangkan Pemko dan kota baru tersebut harus bernuansa Simalungun kata Ronsen.
Ronsen mengharapakan agar tim yang dibuat Pemko membebaskan lahan tersebut bekerja sesuai hukum yang berlaku jangan karena ada kepentingan segelintir oknum janagan justru orang kaya yang dibela Wong Cilik terpinggirkan kara Ronsen yang juga mantan anggota DPRD Siantar.
Dikatakan Ronsen Pemko harusnya mengetahui filosofis tanah karena dia mendengar bahwa sudah ada pengusaha yang memperjuangkan pembebasan lahan ke Dirut PTPN III bahkan kabarnya sudah mengeluarakan uang yang tidak sedikit. Mengapa justru berurusan dengan PTPN III karena tanah tersebut sekarang sudah kembali ke negara karena HGU nya sudah habis, apa ini indikasi mau menjadi kota Cina katanya. (Tp)



Bual Pokkalan


Ai Adongpe Si Jaboltok I Sidamanik ???
Lambin merapma parbualan ipokkalan pasal perjuangan na marsimalungun on. Lang iagat uhur adong ope na mangganggu perjuanganni niombahta par HIMAPSI pakon  UPAS i Sidamanik.
 “Malasma uhur bani gerakan na marsimalungun on ase ulang lalab hita gabe panonton i hutatta on, tapi pusok uhur mambogei barita bahasa adong ope hasomanta na lang mangarusi arti perjuangan, pitah halani boltok, aima si jaboltok, repot.” Nini si Jahomar mamukkah seminar kecil ipokkalanni Pak Mawar i Tanjung Pinggir.
 “Sonaha do maksuni ai Jahomar, torus terangma gelah ham ulang songon na marhutitta” nini si Marsen ingin tau.
“Sonon ai. Songon na binotohta rombang, bahasa perjuangan marsimalungun terakhir on semakin marak ihorjahon Himapsi pakon Upas. Contohni perjuangan mambela hasomanta na i Sidamanik aima pasal penolakan konversi humbani teh hubani sawit. Halani anggo saut ma konversi ai, horahma Sidamanik, janah banjir anggo musim udan. Homani, in mando jagiahni Sidamanik sadokah kobun teh ijai. Leganni ai, adongdo parjanjianni Tuan Sidamanik hubani Bolanda, bahasa ase ibere tanoh ai  iusahai bolanda pitah untuk perkebunan teh, ase lestari alam janah selamatma Danau Toba. Sedo nalaho manuan sawit. Sonaima sekilas perjuangan na marsimalungun on. Tapi …………, luar biasa do hape baokni sebagian kecil halak simalungun i Sidamanik. Tarolos do sidea mambahen tuppuanni Simalungun etek-etek i Sidamanik pitah laho mambela kobun. Ibahen sidea ma penasehatni sidea ganupan simbalog halani manager kobun sidea ijai. Jadi halak simbalog ma na gabe penasehat ni halak Simalungun i Sidamanik. Lang domma bayohon ??? “ nini si Jahomar patorangkon.
“Memang tarsonggot do au manangar barita ai” nini si Jauman hun lopah perasaan tau. “Hubogei, mariah do acara ai. Roh do artis Simalungun hun Medan. Ijama lang Mariah halani maloni si Jaboltok Sidamanik on, iparohma duitni ganup parkobun, dengan alas  akan membela konversi. Ipalomah sijaboltok ma perjuanganni UPAS pakon HIMAPSI” nini si Jauman.
“Memang anggo mangulah ma si Jaboltok, siap dear ma hita on. Halani pitah na menghianat do horjani si Jaboltok on. Perasaan boi menghalau UPAS pakon HIMAPSI asal ma dapotan duit. Pengianat. Songon baliang simalopak. Seng sipaturutan dokah manggoluh sijaboltok on. Domma terlalu berani sidea manjual perjuangan on. Nabayohon ma tongon” nini Jarmen sambil makkarat iponni.
“Sonon ma gelah ai” nini Pak Mawar mambahen jalan keluarni. “Napangindo hubani HIMAPSI pakon UPAS ase ulang marnaloja na berjuang on. Hassipe beraksi si Jaboltok i Sidamanik, seng anjai dokah umur ni ai. Napenting ulang gabe par upas pakon Himapsi na berobah jadi si Jaboltok. Anggo pala lang komit Himapsi pakon Upas, sundut nari ma hita. Pitah tuppuan na dua on mando nalang boi iboli kobun. Halani ai tuppaki hitama HIMAPSI pakon UPAS ase adong modalni sidea laho marjuang. Ulang be namin beroperasi si Jaboltok i Simalungun on. Posma uhurta ihaholongi Tuhan do perjuangta, sonaima pendapatku” nini Pak Mawar serius.
Baiklah, hita halak simalungun diluarni si Jaboltok, pakkei hita na berjuang on. Dihuti hitama perkembangannni Simalungun. Ulang ma namin hita mencari kesempatan itongah-tongahni perjuangan. Bursikkon hita si Jaboltok penghianat ai, ase podas hita maju halak Simalungun on. Lang naima ???? (Oppung Jeriko)

Pelayanan Akte Lahir Di PN P.Siantar Bagus
P. Siantar,SS
Tujuh orang ibu penduduk Mekar Nauli mengurus akte kelahiran anak mereka, masing-masing ibu Rewati br. Sianipar, Ratna br. Sianipar, Sarma br. Sirait, Pia Novasari br. Pangaribuan, Tetty br. Hutauruk, Meris br. Manalu, dan Ibu br. Pakpahan. Pertama-tama mereka pergi ke Kantor Catatan Sipil Pemko yang ada di Jl. Melanton Siregar, tetapi pelayanan pegawai di sana tidak bagus memberi keterangan mengenai syarat-syarat dan kata pegawai kantor catatan sipil harus ada dulu akte nikah baru bisa mengurus akte kelahiran anak. Ketujuh Ibu tadi akhirnya pergi ke kantor pengadilan negeri Pematangsiantar karena memang kepengurusan akte kelahiran anak-anak mereka sudah terlambat.
Ketujuh ibu tadi dilayani dengan baik oleh ibu Herawati br. Simbiring dan Ibu Sipayung. Pertanyaan demi pertanyaan ketujuh ibu tadi dijawab oleh pegawai Pengadilan Negeri dengan ramah. Pertama-tama ketujuh ibu tadi disuruh oleh Ibu Herawati membuat permohonan untuk mengajukan pembuatan akte kelahiran dan dengan syarat-syarat melengkapi : KK, KTP, Surat Baptis, Surat Perkawinan Orangtua, dan Surat Keterangan Kelahiran dari Bidan/Rumah Sakit yang dilengkapi dengan materai 6.000 3 lembar, membuat permohonan ketujuh ibu tadi tanggal 7 Pebruari dan sidang tanggal 5 dan 6 Maret. Sidang berjalan dengan lancar dan semua permohonan dikabulkan oleh bapak dan ibu hakim, dan menunggu minggu depan sudah bisa mengambil akte lahir tersebut.
Sementara ibu Pia Novasari br. Pangaribuan dan ibu Tetty Hutauruk mempunyai anak di bawah umur 1 tahun dan ingin membuat akte kelahiran anaknya, tetapi ditolak oleh pegawai catatan sipil pemko karena tidak ada akte nikah padahal ibu/bapak hakim menganjurkan kepada kedua ibu ini supaya segera mengurus akte lahir anak mereka ke kantor catatan sipil pemko. Mana yang betul? Jadi kedua ibu ini menjadi bingung, kata ibu/bapak hakim masih bisa mengurus akte kelahiran anak mereka di catatan sipil. Sementara pergi ke sana ditolak dan harus mempunyai akte nikah. Baru bisa mengurus akte kelahiran, bagaimana ini???
Seharusnya janganlah mempersulit cara kepengurusan membuat akte kelahiran kalau bisa kita bantu agar semua penduduk mendaftar menjadi warga negara Indonesia yang sah tanpa berbelit-belit, kalau dipersulit bisa-bisa penduduk yang alergi untuk membuat akte kelahiran. (LM)


INFO SINGKAT DAERAH


Panei Tongah-Baganding,SS)
SD 091288 Sibaganding milik bangunan terbengkalai DAK 2010 sudah hampir 2 tahun, masyarakat sekitar bertanya-tanya kapan selesainya, seharusnya dapat diselesaikan dengan baik atau Kadis Pendidikan Kabupaten Simalungun dapat mencari solusi, agar hal itu tidak menjadi preseden buruk di negeri Simalungun, kata Op. Parbarita Siahaan (53) kepada wartawan koran ini Panei Tongah (5/7). (Bangun)

Dolok Panribuan, SS
SMP Swasta Pembangunan Saribu Jawa dipimpin seorang wanita Rohani Sitindaon, S.Pd dengan murid 40 orang dan guru 9 orang. Sekolah ini terdiri dari 3 lokal ditambah 1 ruang kantor. Perlu mendapat perhatian pemerintah untuk mendapatkan bantuan, karena sampai berita ini diturunkan belum pernah ada bantuan dari pemerintah, demikian Rohani (6/3) kepada wartawan koran ini. (LM)

Pondok Bulu, SS
PAM Desa Pondok Bulu dikelola swasta dipimpin Bapak Sinaga mampu mengatur konsumen ± 120 KK dengan harga Rp. 400,-/m3. Arealnya mulai dari Pondok Bulu sampai dengan Simpang Palang. Sumber air dari Aek Nauli sistem gratifikasi, hanya saja pinta Samosir maunya dikelola pemerintah agar dapat ditingkatkan kualitasnya, kata Pak Samosir kepada wartawan koran ini (05/03) di kedainya Pondok Bulu. (Nober)

Aek Nauli-Jalan Nasional, SS
Pekerjaan parit/beram dimandori oleh Saudara Hendro (28) penduduk Sibunga-bunga dan memerintah dia bekerja adalah Pak Simbolon menggunakan pekerja 12 orang dengan harga pekerjaan Rp. 700.000/km dan menurutnya hanya mampu mengerjakan hari ini (5/3) 1 km. Peralatan mesin babat dan cangkul kemudian truk pengangkut pekerja, kata Hendro kepada wartawan. Sesuai pantauan wartawan hasil kerja tidak rapi. (Nober)
  
Parapat, SS
Tim wartawan mendapat informasi bahwa petugas PLN Ranting Parapat tewas, terjadi saat menebang kayu di kota Parapat, namanya Jasmin Sinuraya (28). Para petugas PLN berusaha membawa ke Rumah Sakit Umum Kota Parapat guna mendapat pertolongan, dilayani maksimal karena darah sudah banyak tercecer akhirnya Jasmin meniggal dunia. Hasil pantauan wartawan korban dikebumikan tanggal 5 Maret 2012 dan tercatat sebagai peserta JAMSOSTEK di Pematangsiantar. (Nober)


Jalan Negara-Parapat-Siantar, SS
Jalan ini sudah mulai keriting beberapa tempat, beram pun sudah mulai terkikis parit tak sempurna di beberapa tempat rawan longsor, lubang-lubang jalan mulai melebar dan semua ini adalah dampak mutu proyek karena lemahnya pengawasan hingga perlu tindakan pencegahan, terlebih-lebih jalan di Simpang Dua persis di depan timbangan, demikian pantauan wartawan di lokasi (5/3). (Nober)
Simpang Simarimbun-Gorbus, SS
Kerusakan hotmix di ruas jalan Simpang Simarimbun - Gorbus membutuhkan penutupan lobang, seandainya Bupati setuju hanya 10 Duntruk untuk 20 ton sudah cukup (hasil investigasi) dan jalan ini akan tahan 3 tahun ke depan, lalu apa kata masyarakat sistem kerjanya TEPAT, kalau tidak nama baik Bupati TERCORENG. (Alpijor)


Aek Nauli-Parapat, SS
Membabat beram dan cuci parit di jalan negara ini mandor A. Munthe dengan anggota 8 orang bekerja baik menerima kerja dari Parlagutan Siregar, cara kerja anggota memadai dan hasil kerjanya lumayan, menurut Munthe bekerja sebagai mandor harus bisa membuat hasil yang terbaik, alasannya jalan umum terlihat apalagi Parapat adalah kota Wisata, demikian pantauan wartawan di lapangan (5/3). (Alpijor)


Pematangsiantar, SS
SMK Swasta GKPI Jl. DI. Panjaitan Pematangsiantar memiliki lokasi strategis buat siswa, aman dan mudah terjangkau bagi siswa dari luar kota. Memiliki siswa 430, dan guru-guru berpengalaman serta pengawasan yang ketat bagi siswa membuat para orangtua senang bersekolah di sana. Menurut Kepala Sekolah L.Siagian, S.Pd bahwa larangan merokok bagi guru dan siswa merupakan budaya di SMK Swasta GKPI. Hal ini yang membanggakan dan semua loyal terhadap larangan, kata Kepsek dengan senyum.  (M. Johan)


Panombeian Panei, SS
Kasek SMA Negeri 1 Panombeian Panei dipimpin kasek baru pindahan dari Raya Kahean Drs. K. Saragih dan beliau ini tergolong pimpinan yang cerdas dan pandai bergaul. Selama beliau dikenal wartawan orangnya disiplin dan membawa ke hal-hal yang positif, saat ini pembenahan dilakukan khususnya kebersihan dan penataan sekolah semakin mantap. Pantauan wartawan di lokasi (6/3). (M. Johan)


Simarimbun, SS
Kali ini aktivitas Lurah Simarimbun menanam pohon kolodokan tiang ± 600 batang, ditanam di sepanjang jalan Simpang Simarimbun, terencana dengan baik dan diharapkan kalau sudah tumbuh akan menciptakan kesejukan dan keindahan yang sangat dibutuhkan manusia, kata Lurah Bapak B. Lumbangaol kepada wartawan (2/3) di lokasi. Oleh karenanya setiap orang yang melakukan pengawasan apalagi pemeliharaan sudah barang pasti orang yang membuat KEBAJIKAN berarti hamba Tuhan, kata lurah dengan senyum. (Alpijor)


Pematangsiantar, SS
drg. Artha Dewi M. Bako adalah Kepala Puskesmas Kesatria, orangnya mudah senyum dan senang dengan pekerjaannya sebagai Kepala Puskesmas. Dengan jumlah penduduk di daerah awasannya 10.549 dengan pasilitas sarana yang ada BKIA, BP/BPS 2, praktek dokter 7, praktek dokter gigi 3, praktek bidan 11, toko obat 2, bahkan praktek tradisional 2. Kemudian di daerah Siopat Suhu Posyandu 7 unit, Kelurahan Merdeka 5 unit, Kelurahan Asuhan 7 unit, semuanya itu adalah untuk pelayanan masyarakat. Oleh karena itu kepada semua masyarakat guna memahami kondisi umum dan lingkungan Puskesmas Kesatria silahkan berobat “anda sehat kami senang”, kata Ibu Artha kepada wartawan koran ini. (Nober)


Gunung Hataran, SS
Debora Sitorus, S.Pd selaku Kasek SMP Swasta HKBP memiliki guru 13, PNS 8 dan honor 5, sementara murid hanya 136 saat itu (02/03). Kesibukan Ibu Kasek meningkat dan tetap dengan wajah cerah melayani pertanyaan wartawan menyangkut kondisi lokal, menurutnya lokal lengkap hanya masalah kurang murid, kalau untuk laboratorium dan menampung murid masih tersedia 2 lokal lagi. Proses belajar mengajar di sekolah ini termasuk daerah aman dan tetap terpantau. Banyak orang tua merasakan anaknya bangga dididik di sini, kata Ibu Debora kepada wartawan.  (Alpijor)


Gunung Hataran,SS
Saat kunjungan tim wartawan ke SD Negeri 091257 dipimpin Kasek Maria Sitanggang, S.Pd memiliki guru PNS 9, dan honor 1. Hampir semua guru di sana bekerja dengan semangat serta pelayanan baik, mudah senyum walau kasek saat itu sedang bertugas ke luar, para guru mampu menjawab pertanyaan wartawan. Para guru Ibu Silalahi, Ibu S. Sumbayak, S.P, Dorianna br. Sitorus, semuanya berpakaian rapi (pakaian Dinas) dan bekerja dengan giat. (M. Johan)


Perumnas Batu VI, SS
Kali ini perhatian wartawan tertuju ke SD Negeri 091255 Batu VI dipimpin Kasek Masda Silalahi, S.Pd. Saat itu (29/2) sedang asyik belajar komputer untuk mampu mengerjakan sendiri semua administrasi. Suasana kantor yang aman dan penuh penataan buku-buku dan tempat guru-guru untuk bekerja, bersih, rapi hingga betah untuk duduk mengerjakan semua perlengkapan guru dalam proses belajar mengajar. Kata Masda pihaknya pulang untuk hari Senin sampai dengan Kamis 14.00 WIB, Jum’at jam 13.30 WIB, Sabtu jam 13.00 WIB. Perubahan jam kerja ini tujuannya untuk mengerjakan semua pekerjaan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar dari guru 18, PNS 4 dan ruangannya 7 tambah 1 kantor. Bangunan permanen bantuan DAK, fasilitas yang ada INFOKUS 3 unit, Laptop 5 unit, komputer 1 unit, juga kantor ini menyediakan makan siang untuk semua pegawai dan sudah berjalan  mulai bulan Mei 2010, kata Ibu Masda dengan senang hati. Pantauan wartawan saat itu hampir semua aktivitas berjalan dengan baik, guru-guru penuh disiplin dari 207 murid, semua hadir dididik secara profesional dan maju. (M. Johan)

Tomuan,SS
Penduduk Tomuan Gang Pendidikan sangat resah karena tahun 2011 jalan sudah diukur dan akan diaspal, tetapi sampai saat ini itu hanya tinggal mimpi, karena sampai sekarang jalan ke sana belum jadi diaspal, pada waktu diukur katanya mau diaspal sehingga membuat penduduk Tomuan khususnya Gang Pendidikan sangat senang dan gembira. Tunggu punya tunggu belum jadi sampai sekarang. Hari gini masih ada jalan di kota madya Pematangsiantar belum pernah diaspal, kasihan deh. (Sita)



Pensiunan Yang Mengambil Gaji Di Kantor Pos Terlantar

P.Siantar, SS

Para pensiunan yang menerima gaji melalui pelayanan biro kantor pos yang ada di Kota P. Siantar sangat-sangat kecewa.  Pantauan wartawan koran ini (3/3) menurut pengakuan seorang pensiunan yang tidak mau disebut namanya mengaku menjadi capek dan kesal atas pelayanan kantor pos yang tidak becus terhadap para pensiunan.  Kami sudah jauh-jauh datang ke kantor pos ini untuk mengambil gaji tetapi sampai disini malah begini jadinya kata bapak yang tidak mau disebut namanya. 
Tanya punya tanya ternyata kantor pos putus hubungan dengan Bank BRI akhirnya Kantor pos tidak mau memotong angsuran pinjaman pensiun dari BRI  yang gaji pensiunnya di kantor POS sehingga para pensiunan menjadi terlantar dan terkatung-katung. Untuk setor pensiunan dari BRI yang gaji pensiunnya mengambil gaji pensiunnya di kantor pos yang kasiannya sebahagian pensiuan terlantar dan setor sendiri ke Bank BRI.  Kasihan para orang tua dimana letak kemanusiaan.  Kedepan sebaiknya jangan memilih kantor pos sebagai tempat mengambil gaji pensiun, himbau Bapak tua tadi sambil berlalu (Tim)

Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM:


Sekda adalah  Motor Penggerak Pemerintahan

Simalungun,SS
Sekretaris Daerah (Sekda) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebagai motor penggerak di dalam pelaksanaan organisasi pemerintahan, oleh karena itu pekerjaan Sekda bukannya gampang. Hal itu dikatakan oleh Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM ketika memberikan bimbingan dan arahan di acara pelepasan tugas Sekda Kabupaten Simalungun Drs Ismail Ginting MSi yang telah memasuki masa persiapan pensiun, bertempat di aula Hapoltakan Pamatang Raya, Senin, 05/03/2012.
Dikatakan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun TNI dan aparatur pemerintah lainnya pasti akan mengalami masa pensiun, demikian juga halnya dengan Bupati juga akan mengakhiri masa jabatannya. “Perjalanan karir beliau (Ismail Ginting) sebagai PNS dimulai dari awal hingga mencapai akhir dari karir sebagai seorang PNS. Ini harus di syukuri, karena ini merupakan berkad Tuhan”, kata Bupati.
Kepada Drs Ismail Ginting MSi, Bupati Simalungun berharap setelah menjalini pensiun agat tetap aktif ditengah-tengah masyarakat, bahkan jika mengajukan diri untuk menjadi calon Bupati Karo dirinya akan memberikan dukungan.
Menyinggung tentang pelaksana tugas-tugas Sekda Kabupaten Simalungun yang telah memsuki masa pensiun, Bupati menyampaikan bahwa telah mengangkat Ir Topot Saragih MH sebagai Pelaksana harian (Plh) yang melaksanakan tugas perintah dari kepala daerah secara langsung. “Selama melaksanakan tugas sebagai Sekda di Kabupaten Simalungun Drs Ismail Ginting telah menunjukkan dedikasih yang tinggi terhadap tugas-tugas pemerintahan dan ini harus kita contoh. Untuk itu, siapun yang menjadi Sekda harus loyal kepada atasannya”, tandasnya.
Dikesempatan itu, Bupati juga tak luput menyampaikan terima kasih kepada Drs Ismail Ginting M.Si yang telah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan di Kabupaten Simalungun sekitar 16 bulan dengan arif dan bijaksana. Dia juga menyampaikan maaf kepada Ismail dan keluarga atas segala kehilafan selama melaksanakan roda pemerintahan di Kabupaten Simalungun secara bbersama-sama.
Sementara itu, Drs Ismail Ginting M.Si didampingi istri dalam pemyampaian pesan dan kesan selama bertugas sebagai Sekda di Kabupaten Simalungun menyamapiakan terima kasih kepada seluruh aparatur pemerintahan di daerah ini yang telah membantunya dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan.
Sebelumnya Ka. Badan Kepegawain Daerah (BKD) Dra Anna J Girsang dalam laporannya menyebutkan bahwa, pelaksanaan pelepasan tugas Sekda Kabupaten Simalungun Drs Ismail Ginting MSi yang telah memasuki masa persiapan pensiun berdasarkan SK Bupati Simalungun Nomor 800/1040/2012 tanggal 27 Pebruari 2012 tentang pemberian bebas tugas memasuki masa persiapan pensiun a.n. Drs Ismail Ginting M.Si dan SK Bupati Simalungun Nomor 800/1095/2012 tanggal 1 Maret 2012 tentang surat perintah pelaksana harian (Plh) a.n. Ir Topot Saragih MH.
Pelepasan tugas Sekda Kabupaten Simalungun tersebut ditandai dengan penandatangan berita acara serah terima jabatan dari Drs Ismail Ginting M.Si kepada Ir Topot Saragih MH yang disaksikan oleh Bupati Simalungun, penyerahan SK Bupati Simalungun tentang bebas tugas memasuki masa persiapan pensiun kepada Drs Ismail Ginting M.Si. Selanjutnya, penyerahan cendera mata oleh Bupati Simalungun berupa ulos, Pin Habonaron Do Bona dan bingkisan yang disampaikan oleh Plh Sekda didampingin para asisten, perwakilan SKPD, Camat, Lurah dan Ka Puskesmas. (tp)
                   

Kopdit  BK3D Sumut Gandeng PT SI  Berdayakan Anggota


P.Siantar,SS
Koperasi Kredit (Kopdit) yang tergabung dalam Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Sumut (BK3D) Sumaera Utara menggandeng PT Sonin Indonesia (SI) dalam memberdayakan anggota. Kedua lembaga bekerja sama dalam penyuluhan pertanian.

Salah satu lembaga Kopdit yang berada dalam naungan BK3D Sumut yang terikut dalam kerja sama itu adalah  CU Cinta Mulia Pemtangsiantar. Kepada wartawan, Selasa (6/3), Pimpinan CU Cinta Mulia, Robinson Bakara, menjelaskan kerja sama dengan PT SI dilatarbelakangi keinginan Kopdit BK3D untuk melebarkan sayap dalam pelayanan kepada anggota. Katanya, selama ini pihaknya hanya memberi pelayanan koperasi kepada anggota secara umum seperti simpan pinjam. “Kali ini, kita ingin masuk lebih dalam lagi dalam pelayanan yaitu peduli dengan usaha anggota,” katanya.

Robinson menjelaskan, hampir 65 % dari sebanyak 18 ribu lebih anggota yang tergabung dalam CU Cinta Mulia menjalankan usaha di sektor pertanian. Dikatakannya, agar usaha anggota yang berlatarbelakang di sektor pertanian itu semakin baik maka CU Cinta Mulia berkepentingan memberikan masukan dengan pemfasilitasian penyuluhan pertanian.

Diterangkannya, PT SI yang bergerak di bidang produsen kimia pertanian seperti pestisida, herbisida dan pupuk pertanian dinilai mempunyai nilai lebih yang mampu memberikan dorongan bagi petani anggota CU Cinta Mulia dalam kelanggengan usaha seperti dalam peningkatan produksi pertaniannya. Dikatakannya, dari hasil penyuluhan yang diberikan pihak PT SI diketahui rata-rata kimia pertanian yang diproduksi terjangkau petani padahal sangat membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertaniannya. .

Setelah anggota mengikuti penyuluhan yang diberikan PT SI, lanjut Robinson, petani anggota bisa menikmati rendahnya cost produksi denga hasil yang semakin tinggi. “Dengan asumsi tersebut, kita memastikan anggota akan semakin mampu membayar kredit pinjaman di CU Cinta Mulia,” katanya.

Menyangkut kerja sama dalam penyuluhan ini, terang Robinson, untuk tahap pertama Kopdt BK3D Sumut dan PT SI menyepakati lama kerja sama selama dua tahun ke depan. Inti kerja sama antara lain BK3D Sumut memfasilitasi pelaksanaan penyuluhan sementara PT SI mengadakan instruktur dan memperkenalkan produk sarana pertaniannya. Ditegaskannya, BK3D hanya memfasilitasi penyelenggaraan penyuluhan tanpa memaksakan anggota membeli produk PT SI. “Terserah petani anggota mau membeli  atau tidak,” ujarnya.


Ditambahkan Robinson, program penyuluhan ini sebenarnya merupakan salah satu program pelatihan yang sering diberikan kepada anggota. Pelatihan yang sering dilakukan adalah pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan. Sayangnya, khusus di Kota Siantar, pelatihan jarang dilaksanakan karena anggota kurang berminat. Diharapkan, dengan adanya pelatihan sektor pertanian ini menambah kuantitas pelayanan yang diberikan dalam memberdayakan anggota.  Saat ini asset CU Cinta Mulia sudah mencapai 89 miliar. Tahun 2012 ini diproyeksikan kredit mencapai Rp 28 miliar.  (tp)


Siantar Tak Jadi Primadona Kunker

P.Siantar,SS
Ternyata ada hal yang menarik dibalik pelaksanaan Kunjungan Kerja (Kunker) yang dilakukan DPRD Kota Siantar. Ketika 30 anggota DPRD Kota Siantar memilih daerah lain di luar pulau Sumatera untuk melaksanakan Kunker, namun tidak satupun anggota DPRD dari daerah lainnya yang memilih Kota Siantar untuk melaksanakan Kunker.

Ketua Komisi II DPRD Kota Siantar, Kennedy Parapat, Senin lalu  mengakui minimnya DPRD dari daerah lain yang melakukan kunker di Kota Siantar. "Memang masih minim daerah kita menjadi pilihan kunker," terang kader Partai Indonesia Baru ini.
Kennedy menilai, tidak primadonanya Kota Siantar menjadi daerah kunker disebabkan oleh beberapa faktor seperti tidak adanya kelebihan dari Kota Siantar jika dibandingkan dengan daerah lainnya yang jauh lebih maju "Daerah tempat pelaksanaan Kunker sudah pasti memilih daerah yang lebih maju dari daerah asal. Mungkin saat ini Kota Siantar belum memiliki kelebihan sehingga kurang dipilih oleh DPRD lainnya," paparnya.

Diterangkannya, pemilihan daerah untuk pelaksanaan kunker dipengaruhi beberapa indikator seperti persamaan daerah,kondisi alam serta cuaca termasuk pemerintahan daerah tersebut serta indikator lainnya seperti pendidikan, PAD dan kesehatan. Dari indikator tersebut maka akan DPRD menentukan pemilihan daerah yang akan dipilih.

Saat ditanya apakah DPRD Siantar tidak merasa malu jika hanya mampu melakukan kunjungan tanpa pernah dikunjungi oleh DPRD dari daerah lain, Kennedy enggan untuk menjawabnya. Hanya saja, Kennedy sepakat untuk meningkatkan pendidikan dan segi lainnya agar Kota Siantar mampu  menjadi pilihan kunker. Namun, Kennedy mengatakan hanya saja itu tergantung kepada pihak pemerintah khususnya kepala daerah dalam mengimplementasikan Kota Siantar. 

Anggota DPRD lain, Aulul Imran mengaku bahwa dirinya pesimis jika Kota Siantar menjadi  daerah kunjungan kerja para anggota dewan daerah lain di Indonesia sebab Siantar tidak memiliki  keistimewaan yang dapat diadopsi seperti pendapatan PAD dan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembangunan. Dicontohkannya, saat berkunjung ke sebuah daerah, Kantor DPRD setempat  sudah memiliki  fasilitas seperti ruang sidang, ruang komisi dan ruang fraksi yang jauh lebih permanen disbanding yang dimiliki Kota Siantar. Begitupun, katanya, minimnya fasilitas yang dimiliki DPRD Siantar disebabkan  karena keterbatasan dana.(tp)


Editorial
Susu, Telur dan Kacang Hujau
Anak yang baik dan generasi yang sehat tentu itulah harapan kita semua. Tak ada yang mengiginkan anaknya menjadi yang tidak berguna, semua kita berharap akan mendapatkan generasi yang cerdas. Soal bagai mana caranya itulah yang harus kita buat agar tercipta generasi yang berguna. Untuk itu perlu gizi yang baik.
Di Siantar sering anak sekolah yang masih duduk di bangku sekolah dasar mendapatkan asupan gizi berupa susu, telur dan kacang hijau. Dapat disyukuri bahwa program ini memang ada manfaatnya buat anak kita yang merupakan generasi bangsa. Karena mungkin saja dengan tekanan ekonomi yang makin sulit, ada kemungkinan orang tua siswa tak mampu memberikan susu, telur dan kacang hijau buat anaknya. Tapi apakah pemberian asupan gizi ini sudah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan. Karena semua yang diprogramkan oleh pemerintah hampir semuanya baik, tapi kalau sampai untuk pemberian susu telur dan kacang hijau ini juga disunat sudah sangat keterlaluan.
 Kalau sudah memang merupakan kemauan bagi semua pihak maka apapun yang menjadi program yang baik tentulah tak ada hambatan. Hal ini sangat berbeda dengan pa yang menjadi harapan tentang keberadaan seragam motif Simalungun di Simalungun. Hal yang baik tapi tak mendapat dukungan, akhirnya kalaupun ada sekolah yang membuat seragam motif Simalungun, siswa mendapatkannya dengan harga yang mahal. Pengenalan karakter budaya buat generasi bangsa sangatlah penting tapi malah tidak mendapat dukungan.
Sama pentingnya pemberian gizi yang baik dengan pengenalan budaya buat generasi muda. Kalau penggunaan seragam motif Simalungun tidak mendapat respon, tapi pemberian Susu telur kacang hijau lancar lancar aja. Kita berharap akan generasi yang sehat. Tapi kalau generasi itu sudah tidak mau lagi mengenal budaya lokal dimana tempat dia lahir dan dibesarkan akan sangat merugikan . Sampai saat ini bahasa budaya Simalungun bukanlah bahasa yang awam kita dengar. Bahkan bahasa lokal dari luar daerah malah hal yang sering kita dengarkan.
Dinilai ada keengganan pihak yang ada di kabupaten  Simalungun akan hidup dan berkembangnya budaya Simalungun di tanahnya sendiri. Perlahan namun pasti budaya asli Simalungun akan tergeserkan oleh budaya yang dari luar. Baik itu budaya yang ada di Indonesia maupun budaya yang datang dari Negara lain.
Kalau pihak pemko Siantar mau dan mampu memberikan sedikit APBDnya buat gesnerasi muda yang sehat, dan diharapkan dari generasi yang sehat inilah aka lahir anak bangsa yang cerdas. Di Simalungun jangankan pemberian asupan gizi yang baik buat generasi. Akan adanya niat pemberian seragan motif Simalunguin yang dapat melahirkan genaerasi yang sadar budaya malah mendapat tantangan dari berbagai kalangan. (***)

Dari Redaksi
Semua Biro Kami Mengirim Berita Via Email


Pembaca Suara Simalungun yang kami sayangi, belakangan ini   ada yang sangat menakjubkan  kepada kami  khususnya  awak  redaksi. Mengapa tidak? Semua wartawan dan kepala biro kami sudah mengirimkan beritanya lewat email. Alangkah senangnya hati kami mendengar  bahwa semua biro  sudah pintar menggunakan layanan internet, kata kepala Biro kami   Posma.  “ Aku saja hampir  tiap minggu mengirim berita lewat email” ternyata tidak sulit belajar internet jika mau belajar dan terus belajar.

Mendengar ucapan Posma, beberapa biro kami juga sudah mulai terangsang kuntuk memngirimkan berita melalui email. Seperti minggu  ini   wartawan kami Pak Sukijan dari Karang Rejo  menelepon Ibnu Manurung, katanya Pak Sukijan mau kirim berita lewat email, jadi tolonglah “Pak Nu” kirimkan emailnya. Kok lama kali saya baru tahu  bisa mengirim  berita lewat email kata Pak Sukijan. Sebenarnya layanan/ akses mengirim berita lewat email, sudah lama Cuma terkadang kita saja yang  kurang mau belajar.

Pembaca yang kami sayangi, bukan Posma dan Pak Sukijan  saja yang mengirimkan  beritanya  via email,  tetapi ada juga biro kami dari Pamatang Sidamanik  yakni Marsudin Damanik yang  mengirimkan beritanya beritanya via email. Dengan demikian kerja awak redaksi sedikit terbantu. Meskipun demikian  ya  ada baiknya  juga jika  mau datang  juga ke keredaksi Suara Simalungun sembari memperat hubungan  silaturahmi, dan kalau boleh datangnya bawa gorenganlah  kata Pak Batu  yang asli doyan ngemil ini.

Perlu juga kita syukuri, bahwa di usia 12 tahun Suara Simalungun  ini semua personil Suara Simalungun  yang berada di setiap Kecamatan  sudah memahami dan cara pemakaian layanan internet untuk mengirimkan berita-berita hasil liputanya di lapangan via email, bahkan ada juga biro kami yang mengirimkan beritanya  langsung dari lapangan melalui  Black Berry Mesenger (BBM). Hebat juga ya personil Suara Simalungun, celetuk Marina wartawati kami yang berunit di Polresta ini.  

Pembaca  serta pelanggan Suara Simalungun yang kami hormati dimanapun berada , sepertinya belakangan ini kinerja kami di Redaksi Suara Simalungun sedikit terbantu dengan  pengirimana berita  biro-biro kami yang dikirim melalui  via email. Sebaiknya sistim seperti ini terus dilanjutkan dan  ditingkatkan apalagi zaman sekarang  sudah canggih, bahkan kita bias mendapat informasi yang lebih luas, apalagi  jika kita sudah menguasai tehknologi di era sekarang ini.Makanya yang namanya belajar dan terus belajar  tak akan pernah berhenti, karena “ Kecerdasan akan mengalahkan ego, dan kesuksesan  adalah gerbang emas bagi orang  cerdas, sebagai kaum  cerdas bunuhlah ego dan lahirkan  ide (Mario Teguh) (***) .