Jangan Ada yang Mencoba Mengobok-obok Bumi Simalungun
• Sekjend PMS Pardi Purba SE : Mari Kita Bangun Demokrasi yang Beretika
* Ronsen Purba SH : Adat dan Etika Simalungun Hendaknya Dihormati
Simalungun, SS
Seluruh elemen masyarakat Kabupaten Simalungun hendaknya memiliki satu derap langkah untuk membangun bumi Habonaron Do Bona dengan cara menciptakan suasana yang kondusif ditengah-tengah masyarakat. Suasana kondusif akan sangat dibutuhkan untuk terlaksananya pembangunan untuk peningkatakan kesejahteraan masyarakat. Demikian pendapat tokoh masyarakat Simalungun yang dihimpun SUARA SIMALUNGUN pekan ini.
Pardi Purba SE Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP/Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) mengatakan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Simalungun Bumi “Habonaron Do Bona” untuk tidak menganggu kekundusifan Kabupaten Simalungun. Saat ini suasana masyarakat Kabupaten Simalungun dibawah kepemimpinan DR JR Saragih SH MM sudah sangat kondusif hendaknya jangan ada yang mencoiba-coba mengganggu.
Pardi mengatakan etnis Simalungun adalah etnis yang paling demokratis di seluruh Indonesia, seluruh suku dan agama yang ada di Indonesia hidup berdampingan secara nyaman tanpa ada gangguan. Ragam perbedaan yang ada di NKRI ada di Simalungun sehingga Simalungun bisa disebut sebagai “Indonesia Mini”. Ragam perbedaan tersebut adalah modal yang sangat bagus untuk pembangunan masyarakat, jadi menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga kekondusifan tersebut ujar Pardi. Begitu juga pembangunan demokrasi di Simalungun handaknya lebih mengedepankan etika yang bersumber dari tradisi yang ada di Simalungun.
Pardi mengeluhkan masih adanya aktifis LSM maupun tokoh masyarakat yang masih mencoba mengobok-obok Simalungun dengan menebarkan issu dan prasangka yang tidak ada kebenarannya. Di alam demokrasi memang kebebasan menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan adalah dilindungi undang-undang dasar. Kebebasan tersebut hendaknya kita jalankan secara beretika dan bertanggung jangan justru kebebasan tersebut kita manfaatkan untuk menciptakan suasana menjadi tidak kondusif.
Dikatakan Pardi memang masih sulit mencari figur aktifis LSM maupun tokoh masyarakat yang memang memiliki komitmen untuk membangun, kebanyakan masih hanya sekedar untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja. Misalnya saja ada aktifis LSM dulunya sangat berpihak kepada Penguasa mungkin karena ketika itu dia diberdayakan penguasa tersebut sekarang dia jadi orang yang terus menerus menyoroti penguasa seolah tak ada lagi yang baik yang dikerjakan. Hal tersebut sebenarnya sungguh sangat disesalkan seharusnya kita bisa lebih objektif ujarnya.
Sementara itu Ronsen Purba SH ketua umum Kelompok Pencinta Lagu Simalungun (KPLS) mengatakan bahwa DR JR Saragih SH MM juga sekaligus sebagai ketua PMS sehingga seluruh elemen Simalungun memiliki tanggung jawab moril untuk membelanya. Kalau memang kepemimpinan DR JR Saragih dinilai buruk silahkan dinilai secara bertanggung jawab dan jujur.
Janganlah kita menilai kinerja Bupati dengan menggunakan perasaan sentimen seolah tak ada lagi yang baik yang dikerjakan. Pembenahan Raya sebagai Ibu Kota Kabupaten Simalungun adalah salah satu contoh prestasi yang dibuat DR JR Saragih SH MM. Begitu juga dengan peningkatan kedisiplinan PNS serta kedekatannya dengan masyarakat dari semua kalangan adalah sesuatu yang patut dibanggakan. Ronsen mengingatkan jangan ada yangh coba-coba mengobok-obok Simalungun karena sejak zaman Raja Marpitu Simalungun sudah kondusif pungkasnya. (tp)
Petani Simalungun Sangat Dekat dengan GUSMAN
Simalungun,SS
Petani Simalungun ternyata sangat dekat dan lebih mengenal pasangan calon Gus Irawan dan Sukirman (GUSMAN) dibandingkan pasangan calon lain. Hal tersebut adalah sesuai pantauan SUARA SIMALUNGUN yang terjun ke Kecamatan Bandar dan Pamatang Bandar pekan ini. Salah seorang petani Padi Sawah di Bandar Tinggi Irwan kepada SS mengatakan bahwa seluruh pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) maupun TS sudah pernah terjun kesini, akan tetapi yang paling sering dibicarakan petani adalah GUSMAN.
Dikatakan Irwan faktor GUSMAN dikenal juga karena adanya pengaruh Soekirman yang memang sejak lama dikenal sebagai aktifis HKTI. Gus Irawan juga dikenal sebagai figur yang banyak memahami permasalahan petani sehingga sangat wajar jika petani pada umumnya lebih mengenal GUSMAN. Bagi kami petani ngak begitu ngerti dengan visi dan misi kami lebih karena faktor kedekatan secara emosional semata karena GUSMAN sudah sangat dekat kepada kami kata Irwan.
Lebih lanjut Irwan mengatakan GUSMAN dinilai paling paham soal ekonomi kerakyatan sehingga jika terpilih menjadi Gubsu akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Sumatera Utara. Latar belakang keduanya yang dekat dengan persoalan rakyat sangat cocok memimpin Sumut lima tahun kedepan.
Sementara itu Supomo petani warga Simpang Kalvin mengatakan bahwa warga Sumut mayoritas adalah kaum menengah kebawah, ekonominya juga masih ekonomi menengah kebawah sehingga masih sangat membutuhkan konsep pembangunan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dengan kondisi demikian sangat dibutuhkan pemimpin yang memahami persoalan akar rumput karena menangani masalah ekonomi kerakyatan berbeda dengan menangani ekonomi kapitalis yang padat modal.
Kalau ekonomi kerakyatan modal rakyat sangat sedikit bahkan bisa dikatakan tanpa modal. Modal rakyat hanyalah semangat, kerja keras dan kejujuran. Dengan situasi demikian sangat dibutuhkan konsep ekonomi kerakyatan yang bisa mendekatkan rakyat misalnya dengan akses permodalan. Permodalan sulit diakses masyarakat kecil karena tidak adanya political will dari pemerintah itu memerlukan keberanian politik dan sangat tergantung oleh pemimpinnya.
Selanjutnya Supomo mengatakan Mencermati lima kandidat Gubsu yang bertanding dalam Pilgubsu Maret 2013 figur Gus Irawan dan Sukirman sangat tepat karena petani lebih mengenal GUSMAN.
Pengalaman Gus Irawan saat memimpin Bank Sumut yang memiliki banyak program untuk peningkatan ekonomi kerakyatan adalah modal yang sangat relevan yang harus dimiliki calon Gubsu. Begitu juga Sukirman yang memiliki pengalamana dua periode sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagei dan berlatar belakang Sarjana Pertanian sangat cocok memimpin Sumut kedepan.
Ditegaskan Supomo intinya Sumut membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan rakyat kecil yang adalah penduduk mayoritas di Sumut. Dan pasangan Gus Irawan Sukirman paling paham masalah ekonomi kerakyatan sehingga warga Sumut patut mempertimbangkannya dalam Pilgubsu Maret mendatang ujarnya.
Membangun daerah yang begitu beragam membutuhkan seni dan managemen tersendiri sehingga masyarakat Sumut harus benar-benar mencermati figur calon Gubsu yang akan ikut dalam Pilgubsu tahun 2013. idealnya masyarakat sudah mempelajari track rekord dan kemampuan para calon yang akan bertanding. Akan tetapi mengingat keragaman Sumut maka harus dicari figur yang santun dan berjiwa pemersatu ujarnya. Sumut adalah ibaratnya miniatur Indonesia sehingga sangat membutuhkan pemimpin yang bisa mempersatukan perbedaan. (tp)
Fakultas Hukum USI akan Adakan Seminar Internasional Business Law
P.Siantar, SS
Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI) , akan melaksanakan seminar Internasional Busines Law bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Jakarta. Acara tersebut akan dilaksanakan tanggal 21 Januari 2013 di Auditorium Radjamin Purba SH jalan Sisingamangaraja Barat Kota Pamatangsiantar. Demikian dikatakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Simalungun Januarison Saragih, SH, Mhum kepada SS Rabu (16/1).
Januarison mengatakan tujuan kegiatan seminar tersebut adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat tentang sistim hukum dan perundang-undangan yang berlaku pada suatu Negara. Selain itu juga akan memberikan penyegaran wawasan kepada masyarakat tentang peranan pengadilan dengan suatu putusan yang adil dan bermanfaat dan kepastian hukum, yang nantinya akan memberi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pengaruh sistim hukum dan akibatnya dalam aktivitas hukum internasional disuatu Negara. kegiatan ini diprogramkan mengingat sistim hukum Negara menjadi top topic hampir diseluruh belahan dunia. Hal ini telah terbukti dari peranan pengadilan yang berbeda penerapan hukumnya dipengadilan menurut sistim hukum masing-masing. Oleh karena itu dengan melakukan kegiatan seminar untuk menjadikan sumber daya manusia (SDM) pada akademisi, unsure birokrasi dan pengusaha khususnya di Pamatangsiantar dan Simalungun.
Kegiatan seminar tentang “ Judical Activism an the rule of law The Proper role of judges in a constitutional democracy ini akan menghadirkan nara sumber Prof Gabriel Moens, PH.D, LL B, LL.M, JD, MBA, Fci Arb dan Prof Dr Bintan R Saragih, SH, dan sebagai moderator Riduan manik SH, MH dan Jenriswandi Damanik SH, MH. Sedangkan sasaran untuk menjadi peserta adalah masyarakat umum, Birokrasi (Pemerintah khususnya di Kabupaten / Kota dan pengusaha, civitas akademik (dosen, Alumni, dan Mahasiswa) yang berkapasitas sebanyak 350 orang.
Untuk melaksanakan kegiatan seminar tersebut telah terbentuk panitia seminar dengan susunan Penasehat (Rektor USI Drs Hisarma Saragih, MHum), penanggung Jawab (Dekan Fakultas Hukum USI Januarison Saragih, M.Hum), Ketua Umum (Humala Sitinjak, SH, M,Div, MH), Ketua I Jasebel Girsang, Ketua II Mesdiana Purba, SH, Mh, Sekretaris Riduan Manik, SH, MH, Wakil Sekretaris Muldri P.J Pasaribu, SH, MH, Bendahara Djarusdin Sitio, SH, MH, wakil bendahara Pasu Malau, SH, MH, seksi persidangan Jenriswandi Damanik, SH, MH, Sangap Berliana Damanik, SH, Seksi perlengkapan , Alikudin Saragih, SH, MH, Seksi Dukumnentasi, Sarles Gultom, SH, MH, Rosita Nainggolan, SH, MH, seksi Dekorasi, Roy Andre Christian Naldo, SH, MH, Darman Sinaga, Sridewana Sipayung. (nu)
BUAL-BUAL POKKALAN
Pasal Adat Simalungun
Rattib tumang do parbualan hasimalungunon bani pokkalan sattorap on. Apalagi ma bani parrohni tokoh adat Simalungun Hamrin Saragih hun huta Ujung Padang, Waldi Damanik pakon Ayeb Saragih hun huta Harasan Simalungun, Petrus Purba hun Huta Serbelawan, Kumpul Purba hun huta Panombeian Panei pakon tokoh na legan na roh minum hu pokkalan. Tambulpe songon na mattin tumang do aima gulei tanggiling hasil buruanni Bertus pakon anggotani Parjuma Bolag.
“ Sattorap on sibualhononta aima pasal partibal atappe eksistensi ni adat simalungun sondahan on “ nini si Posma Bandar perasaan pimpinan sidang bani kumpulan perwiritan.
“ Mase maningon pasal adat Lawei, ai lang adongbe topik na legan ? “ si Marsudin Damanik hun Sidamanik.
“ Memang bueido topik na penting sibahason na marsimalungun on. Halani memang buei tumang persoalan na pasedahon hajongjonganni Simalungun. Tapi sattorap on masalah adat ma lobei bahas hita, halani adat do landasan berpikirta anggo hita laho membangun simalungun ibagas pengertian na legan, adat simalungun menjadi landasan konstitusional bani pembangunan simalungun. Anggo landasan filosofini aima Habonaron Do Bona. Alasan penting na legan homa homa, anggo ihutakku i Bandar, songon na rappisdo pemahaman soal adat Simalungun on.Bayangkon nassiam, sedangkan na berlangganan Suara Simalungun pe i Pamatang Bandar pitah 20 halak do, aido ase porlu pamasmas hita parsahapan pasal adat Simalungun piga-piga bulan on na laho roh on, mudah-mudahan tambah ma homa halakni na mamboli suara simalungun i Pamatang Badar “ nini si Posma use marbalos sambil padaratkon sigaretni Gudang Garam Surya.
“ Seng pitah i Bandar, ihutakku Saran Padang pe lambin roh migarni do pasal adat simalungun on. Gatido gondang karo ipahata bani horja adatni halak simalungun.Sosok do ai, pabuei hitama kegiatan pasal pemasyarakatan adat simalungun on “ nini si Rosman Saragih soppong, irik manorguk bagot sore (basor) pinasisirni parpokkalan.
“ Hita haganupan, mase porlu iparlajari hita adat simalungu ? Aima halani artini adat simalungun ai, aima aturan tata tertib marsimalungun na iajarhon oppungta na hinan. Pakon pondok, adat aima aturan tata tertib. Jadi anggo jelasdo pangarusionta pasal adat simalungun podas do hita simalungun on maju, halani domma iarusi ganup halak simalungun on tatang atur hagoluhan marsimalungun. Porlu pemerataan pemahaman adat simalungun. Aido ase porlu hita haganupan maradat simalungun “ nini si Waldi Damanik mambere wejangan songon na menghadapi anggota UPAS i Harasan Simalungun salosei latihan manggual isopouni Ayeb.
“ Ya, sittong do ai. Adat Simalungun aima jati dirini Simalungun. Artini anggo adong halak simalungun na lang mangarusi adat simalungun, aima halak simalungun na minus jati dirini. Seng adongbe hadirionni ai. Urah do ai moleng bani goluh on. Usih do ai songon sanggar simolei-olei. Huja logou marombus hujaima ia misir, seng adong pendirianni ai. Sonaima pendapatku “ nini si Aman Damanik Satgas Upas hun Bandar Masilam.
Seng pitah ai, ase ibotoh hita, ia adat ai aima tata tertib bani ganup aspek goluh on. Adat na marsanina, adat na martondong, adat na marboru,adat na marhasoman sahuta, adat na marpimpinan, adat na marorang tua, adat na marniombah, adat na markongsi usaha, adatni na marutang, adat na mar UPAS, adat ni namaridou, adatni na marbisnis, adat kelahiran, adat perkawinan, adat marujung goluh, adat mamokkot rumah pakon na leban, pakon na legan. Pokokni haganup aspek goluh on adong do adatni. Halani ai anggo adong ma orang tua na lang mangarusi adat, berarti ma ai orang tua ai na lang mangarusi aturan. Berarti niombahni ni aipe hudobanni aima niombahni halak na lang maradat, na lang taratur. Jadi anggo manurut au anggo sihol maju simalungun on, haganupan ma halak simalungun on mangarusi adat simalungun “ nini si Jaserman hun Sondi Raya sambil patordouhon naheini halani loja markareta roh hun Raya.
“ Tapi anggo pandapotku legando “ nini si Walmen Damanik hun Batu 20.” Naparlobei mangarusi adat simalungun aima pangurus pakon anggotani Partuha Maujana Simalungun. Ai namambahen kahou halak simalungun on, aima halani buei tumang pengurus PMS na lang mangarusi adat simalungun, kan sibahuton ma ? Taridah ma namin rumangni adat Simalungun bani rumah tanggani pengurus PMS. Niombahni PMS pe namin lancarma marbahasa Simalungun sedo marbahasa Jerman tumang. Ulang be namin adong pengurusni PMS na lang mangarusi cara mamahei hiou simalungun. Dob aipe namin ase susur hubani UPAS, HIMAPSI, IKEIS pakon na legan.” Nini si Walmen use.
“ Adong ope sitambahkonon “ soppong si Jhon Sipayung marsahap sambil padohorhon dirini hulouloan janah manjamah galas marisi bagot sore (basor). “ Belakangan on bueima halak simalungun na jadi Pejabat i Pemkab Simalungun. Sabotulni anggo pejabat ma diri maningon na botohma adat Simalungun. Ulang adong pejabat na lang mangarusi adat simalungun i Simalungun on ase boi ia mangajari masyarakat I Simalungun on laho patorsahon kehidupanni masyarakat i Simalungun on. Jadi anggo adong ope pejabat na lang mangarusi adat simalungun, malapor ma lobei bani PMS atappe bani UPAS ase itatar janah iajari dear maradat simalungun ” nini si Jhon serius tumang.
Hita haganupan halak simalungun on barang ijape hita marianan, sonaima parbualanni sidea parpokkalan. Tottu adong do na lang sosok bai uhurta janah bueido na sosok bani pikkiranta. Hitape boi do mambere pandapot pasal porluni na maradat Simalungun. Sonaha, adong do pendapatmu soal adat Simalungun on ? Anggo adongdo kirim hamma hu Suara Simalungun (SS) ase publikasihon hita. Tapi anggo lang adong, marlajar ma lobei ase boi markomentar. Minimal marlajarma sonaha manayat dayok. Sonai homa age na mambatur. Selamatkon hitama adat Simalungun. Diatei Tupa (paielis)
Zulkarnain Nasution: GuSman Menang Rakyat Senang
P.Siantar, SS
Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara hanya tinggal hitungan hari saja. Pencalonan kali ini diikuti lima peserta yag akan bertanding menuju Sumut 1. Dali kaca mata saya hanya pasangan Nomor Urut 1 yang paling layak untuk memimpin Sumatera Utara kedepan. Demikian hal ini dikatakan Ketua Paguyuban Gang Amal Zulkanain Nasution kepada“ SS pada acara gerak jalan santai dalam rangka Hut Paguyuban Gang Amal Minggu (13/1) kemarin
Dijelaskannya bahwa pasangan nomor urut satu GuSman jika terpilih menjadi Gubernur telah memiliki komitmen untuk membuat Sumut yang lebih baik , sebab Sumut Sejahtera haruslah terukur, katanya. pernah menjadi CEO BUMD of The Year, 2010 dan 2011, dari Majalah Business Review dan Majalah Property dan Bank ini, hal itu dapat dicapai dengan memproduktifkan masyarakat miskin melalui pemberian modal bergulir minimal 50.000 KK setiap tahun. Untuk menghindari penganggur baru dari angkatan kerja baru, maka dibuat program kewirausahaan bagi 10.000 pemuda dan mahasiswa orang per tahun, Jika GuSman Menang rakyat senang, katanya.
Semoga dengan majunya pasangan GuSman pada Tahun 2013 ini adalah momentum untuk mencapai Sumut sejahtera. Saya secara pribadi menunggu kehadiran Gus Irawan untuk memimpin SUMUT Kedepan, apalagi melihat semangat GuSman untuk memperbaiki ekonomi Sumut sudah menjadi impian masyarakat sejak lama. Karena itu kami yakin Gus dan Soekirman adalah sosok yang tepat untuk membangkitkan perekenomian dan membawa masyarakat Sumut lebih sejahtera,” ujar Zulkarnain , warga Kelurahan Banjar ini.
Selain itu salah seorang peserta gerak jalan sanatai pada acara Hut Paguyuban, Vivie, mengatakan dirinya sangat simpatik melihat pasangan Nomor Urut 1. “ rasanya pasangan kedua calon ini memlikik sejuta aura kepemimpinan. Saya yakin Gusman menang, rakyat pasti senang. Selain itu pasangan Gusman adalah pasangan yang memilki kemampuan, serta memiliki menegement untuk memajukan sumut lebnih sejahtera. Semoga Gusman menang, kata vivie yang juga seorang pelajar ini.
Komite, Tokoh Agama, Masyarakat Serta Guru SD Negeri 091607 Sinaksak Memohon Agar Aryati Ningsih, S.Pd Tetap Kepala Sekolah
Tapian Dolok, SS
Selama ini Bupati Simalungun selalu memperhatikan nasib Kepala Sekolah. Seiring dengan hal itu, Komite Sekolah, Tokoh Agama, Masyarakat mohon kepada Bupati Simalungun agar kepala sekolah SD Negeri 091607 Sinaksak, Aryati Ningsih, S.PdI dapat dipertahankan di tempat tersebut. Hal ini disampaikan guru-guru sekolah (15/1) di Kantor Kepala Sekolah kepada awak koran ini. Menurut mereka sudah melayangkan surat kepada Bupati Simalungun dan ditandatangani kurang lebih 20 orang. Isi surat permohonan sebagai berikut : 1. sesuai penilaian kami komite sekolah SD Negeri 091607 Sinaksak Kec. Tapian Dolok bahwa selama kepemimpinan saudari Aryati Ningsih, S.PdI peningkatan proses belajar mengajar sangat baik, 2. Bahwa selama ini saudari Aryati Ningsih, S.PdI menjadi Kepala Sekolah manajemen pengelolaan keuangan transparan dan dapat dipertahankan serta sesuai dengan skala prioritas. 3. bahwa selama sdri. Aryati Ningsih, S.PdI menjadi Kepala Sekolah sarana dan prasarana pendidikan mengalami peningkatan yang sangat baik, lingkungan belajar tertata, ruang belajar asri dan media belajar dikelas lengkap. 4. Bahwa selama Sdri. Aryati Ningsih S.PdI menjadi kepala sekolah, pembinaan kepada rekan guru baik sumber daya manusia, maupun jenjang karir sangat demokratis. 5. Bahwa selama Sdri. Aryati Ningsih, S.PdI menjadi kepala sekolah setiap tahunnya calon murid baru selalu membludak, sehingga setiap tahunnya selalu membatasi/menolak murid karena ruang belajar tidak dapat menampung para pendaftar seluruhnya. 6. Bahwa selama Sdri. Aryati Ningsih, S.PdI menjadi Kepala sekolah memiliki jiwa kepemimpinan yang demokratis. 7. Bahwa selama Aryati Ningsih, S.PdI Menjadi Kepala sekolah, beliau juga sebagai tokoh masyarakat dibidang keagamaan-sosial di Sinaksak Kec. Tapian Dolok. 8. Bahwa kami dalam menyampaikan permohonan ini bukan menentang keputusan atasan, melainkan demi peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 091607 Sinaksak Kec. Tapian Dolok ke depan.
Kami yang bermohon Edison Hutasoit (Komite Sekolah), Darwinsah (Tokoh Masyarakat), Saodah (Tokoh masyarakat), Ir. Tri Utomo (Tokoh Pemuda), Rosmeri Simorangkir (Guru Kelas), Polina Sinurat (Guru Kelas), Pitra Rider Sihombing (Guru Kelas), Suli (Guru Kelas), Sutrisno (Guru Kelas), H. Purba, S.PdK (guru Kelas), M. Situmorang, (guru Kelas), Ida Novian Situmorang (guru Kelas), Nuri. S (guru Honor), Setiawan Gultom (Guru honor), Aprinda (Tata Usaha).
Ketika hal ini dipertanyakan kepada Ka. UPTD Kec. Tapian Dolok tidak berhasil karena Ibu tidak berada ditempat. Menurut staf yang bertugas saat itu sedang berada di luar. (LM/KS)
Corak Batik Khas Tebing Tinggi Diperkenalkan
Tebing tinggi,SS
Hasil pelatihan membatik tangan khas Tebingtinggi yang digelar Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kouperindag) Kota Tebingtinggi kepada 25 warga dan remaja putri di Aula RM Putra Ganda Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtinggi akhirnya diperkenalkan dan ditampilkan di Gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (8/1).
Batik tulis tangan khas Kota Tebingtinggi bernuansa asbtrak di tuangkan dikain katun dengan motif bunga besar berciri khas-kan ikon Kota Tebingtinggi seperti lukisan burung beo, Tugu Perjuangan 13 Desember dan motif pohon bambu melambangkan Kota Tebingtinggi sebagai Kota Lemang.
Walikota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan berharap batik yang telah dihasilkan oleh anak-anak remaja putri Kota Tebingtinggi hendaknya bisa dipromosikan sebagai daya tarik pariwisata bahwa Kota Tebingtinggi mempunyai ciri khas batik sendiri tanpa meniru corak dari daerah lain. “Kita berharap pihak Dinas Kouperindag segera mendaftarkan hak paten hasil karya batik tulis tangan anak-anak putri Kota Tebingtinggi ini,” pintanya.
Menurut Umar Hasibuan, kedepan untuk menampung kerajinan batik tangan oleh anak-anak remaja putri supaya pasarnya lebih menarik, pihak Pemko Tebingtinggi akan membuat tempat (galeri) batik yang rencananya di Terminal Bandar Kajum. “Kita akan buatkan tempat galerinya di kios UMKM di Kota Tebingtinggi, tepatnya di Terminal Bandar Kajum”, ungkap Umar.
Sebelumnya, Kadis Kouperidag Drs H Asmali didampingi instruktur batik sebagai tenaga pelatih yakni Prof Amroni MAG mengatakan, pelatihan selama 25 hari dimulai Desember 2012 lalu dibuat oleh Diskouperindag untuk menciptakan inovasi dikalangan anak-anak remaja putri dalam mengolah kerajinan batik tulis tangan. Tebingtinggi selain dijuluki kota Lemang harus punya batik sendiri, katanya
.
Acara pertunjukan peragaan dengan memakai busana batik tulis hasil karya putra-putri Tebing Tinggi inipun mengundang decak kagum para hadirin.Sehingga sewaktu diadakan acara pelelangan batik hasil karya putra dan putri Tebing Tinggi ini laris manis dan habis terjual.
Kita telah melatihnya, dan ternyata anak-anak remaja putri ini telah mampu menuangkan inspirasi batik tulis tangannya, mereka semuanya sudah mampu menghasilkan karya batik tulis tangan sendiri dengan motif ikon khas Kota Tebingtinggi”, ungkap Asmali.
Salah seorang pembatik, Widia Santi (17) mengaku sangat bahagia karena dimasa muda bisa menghasilkan karya batik tulis tangan yang nantinya bisa dipakai oleh seluruh warga Kota Tebingtinggi. Dalam satu ukuran kain baju, Santi mengaku mampu membatik dengan motif bunga besar dan Tugu 13 Desember dalam waktu satu minggu.
Hasil batik tulis tangan sangat berharga, untuk hasil karya mampu di jual Rp 250 ribu. Lumayan, dimasa muda bisa menghasilkan uang sendiri dengan karya sendiri,” kata Santi. (TT-01 )
INFO SINGKAT DAERAH
Simalungun – Proyek Belum Bayar, SS
Kontraktor-kontraktor baru di Kab. Simalungun mengeluh menyoal pembayaran borongan. Sudah selesai tapi pihak Pemkab belum bisa bayar karena uang dikas tak ada. Proses berita acara sudah selesai, namun pembayaran tak bisa direalisasi kata kontraktor yang enggan disebut namanya di koran ini (15/1). Komentarnya begini proyeknya tersebar di Kab. Simalungun, diperoleh dari Calo proyek tentuk pakai Fee Proyek, kemudian administrasi juga pake dana, sampai selesai proyek dikerjakan. Kebetulah penyelesaian pakai uang panas. Hal seperti ini soal biasa di dunia bisnis. Kalau seandainya tak direalisasi bulan Januari maka puntunglah kontraktor. Ir. Sahat Pardede Ketua Gapensi Siantar-Simalungun mengatakan siap menerima pengaduan Kontraktor dan masyarakat untuk diteruskan ke pihak berwajib sepanjang data yang diberikan memiliki data akurat. Kemudian Drs. Bin Ahar Tambunan Pemerhati Pembangunan berkomentar mana mungkin itu bisa diadukan karena kontraktor terlebih dahulu menyuap untuk memperoleh borongan sudah pasti kontraktor terlebih dahulu. Ditangkap Pihak berwajib, baru pihak pengguna anggaran jadi tak mungkin ada yang berani bertindak bunuh diri. Jadi singkatnya di kantor Bupati Simalungun Puluhan kontraktor mondar mandir untuk menanti pembayaran. (KS)
P. Siantar – Gotong Royong, SS
Jumat bersih (8/1) Penataan jalan parapat Kel. Simarimbun Kecamatan Siantar Simarimbun dilaksanakan Aparat terlihat disana beberapa personil antara lain Pak Gultom dari BLH, Pak Camat/Sekcam, Pak Lbn. Gaol Lurah Simarimbun dan staf dengan jumlah ± 60 orang membabat dan menanam pohon. Mereka bekerja santai untuk menciptakan suatu keindahan untuk disumbangkan kepada masyarakat. Jalan ini adalah Jalan Nasional, kemudian kiri kanan kelapa sawit milik PTPN IV. Beram jalan adalah milik Dirjen Bina Marga Kementerian PU RI di Jakarta. Jadi, untuk menciptakan keindahan di Jalan Negara dan kebetulan menuju daerah pariwisata danau toba sudah pasti butuh perhatian pemerintah kota Pematangsiantar, PTPN IV, Kementerian PU. Dan ini semua untuk keindahan dan untuk kebutuhan masyarakat, kata Drs. CH. Edison Pangribuan kepada wartawan baru-baru ini di salah satu kedai kopi Jl. Sutomo Pematangsiantar. (Alpijor)
Medan – 6 Penjahat di ringkus awal tahun 2013, SS
Polsekta Medan Kota berhasil meringkus penjahat sepeda motor dan ganja, dan barang bukti senjata tajam, badik. Masing-masing syafaruddin lubis (41) alamat jalan Garu II, Wanda Puji Pratama (19) alamat jalan Sakti Lubis terlibat curanmor, Andika (20) alamat jalan sakti lubis sebelumnya sudah tertangkap dan ini adalah rekan wanda. Selanjutnya Fahrul (33) alamat jalan serdang terlibat jambret HP. Fernando Simbolon (22) terlibat jambret. Bobi Syahputra (18) terlibat kasus ganja kering. Agus Prasetyo (22) terlibat kasus pembobol kartu kredit. Semuanya telah ditahan untuk diproses selanjutnya, kata Kompol Sandy Sinurat, S.ik (4/1) kepada wartawan. (Nober)
Pematangsiantar – Honorer Dinkes ditangkap, SS
Urusan Ahmad Chairul untuk menjadi CPNS sirna, habis yang bersangkutan kini ditahan di Polres Pematangsiantar terlibat narkoba. Selama ini Ahmad Chairul dikenal ramah dan baik, kata M. Johan (8/1). Satu bulan terakhir yang bersangkutan tidak masuk kantor dan beberapa masyarakat menduga bahwa Ahmad telah diusulkan menjadi CPNS. Dr. Ronald Saragih selaku Kadis membantah nama yang bersangkutan diusulkan menjadi CPNS ke Pihak atasan untuk menyudutkan Dinkes. Atau tujuan tertentu. Hanya mengaku sebagai Pegawai Honorer dan sudah tiga kali dilayangkan surat peringatan dan kita tunggu saja proses hukum, kata Ronald dengan tegas. (KS)
Siantar – Simalungun – Calon Gubsu Tahun 2013 – 2018, SS
Dicela-cela masa pengenalan calon gubsu maka spanduk-spanduk bertabur dimana-mana. Dari 5 pasangan terbaik bangsa hampir sama kekuatannya masing-masing membuat pendekatan kepada masyarakat Dengan berbagai macam cara. Namun dari pengamatan yang bakal menang adalah Cagub yang menguasai kota Medan dan sekitarnya. Nanti kita lihat pada Maret 2013, kata Drs. Bin Ahar Tambunan salah seorang pemerhati pemilu dan akan mendukung yang menang siapapun diantara kelima calon gubsu, ujarnya singkat (15/1) di lobi siantar hotel. (M. Johan)
Sergei – camat Dolok Merawan Rapat, SS
Camat Dolok Merawan Kabupaten Sergei pimpin rapat inspektorat dan kepala desa se kecamatan Sergei di Gedung Serba guna (15/1) dan akunya rapat teknis menyoal pembangunan. Saat itu berbincang dengan Desmon Tampubolon Kasi PMD. Ketika wartawan mencoba berbincang menyoal banyaknya kantor Kepala Desa kosong. Dijawab Syafran Nasution selaku Camat Dolok Merawan semua kepala desa sedang rapat disana, ungkapnya singkat. Pembangunan PNPM Tahun Anggaran 2009, fisik Rp. 830 juta, non Fisik Rp. 70 juta rupiah. Tahun Anggaran 2010, Fisik Rp. 1,6 M, Non fisik Rp. 157 juta. Tahun Anggaran 2011, Fisik Rp. 1,3M, non fisik Rp. 105 juta. Tahun Anggaran 2012, Fisik Rp. 574 juta, non fisik Rp. 126 juta. Untuk mengetahui lebih detail pembangunan fisik Desmon Tampubolon selaku PPK tidak berkomentar langsung tinggalkan wartawan. Akhirnya balik kanan tinggalkan kamar kerja Kasi PMD. (KS)
Sergei – Kepsek Bolos, SS
Dame, S.Pd Kepala SD Negeri 102124 Dolok Merawan saat dikunjungi wartawan (15/1) bolos alias tidak berada ditempat. Tiga guru saat itu ngerumpi saat proses belajar mengajar. Menurut informasi yang berkembang dari masyarakat, bahwa Dame, S.Pd sering bolos. Demikian pantauan wartawan koran ini disekolah tersebut. Harapan masyarakat banyak, kepada Ka. UPTD (KCD) agar setiap PNS (Guru) dan Kasek melaksanakan tugasnya dengan benar. Jangan sampai ada PNS yang tidak disiplin, baik tanda pengenal, pakaian dinas dan dalam proses belajar mengajar tidak ada guru yang ngerumpi. Tegas Amat Sinaga selaku orang tua murid. (KS)
Pematangsiantar – Program Kerja Kepala Sekolah, SS
Pengawasan oleh LSM PPL di Sumatera Utara lumayan dan padat. diukur kinerja Kepala Sekolah dari Reportase pada papan laporan setiap harinya. Yang tergantung didinding. Kalau kosong jelas karena malas. Hal ini terpantau (15/1) oleh tim wartawan. Untuk Dra. Amoria Purba Kepsek SD Negeri 122357 Jalan Jati Kota Pematangsiantar cukup jelas tertulis semua kinerja dan sistem administrasi dikuasai semua diberkaskan dengan baik. Menurutnya program kerja kepala sekolah cukup jelas data keadaan guru dan siswa, bagan struktur organisasi sekolah, semuanya cukup jelas dan publik boleh menilainya lewat papan bagan tersebut. Demikian perbincangan singkat dengan ibu Amoria Purba. (LM)
15 Tahun Reformasi, Nilai Pancasila Semakin Tersingkir
Jakarta,SS
Gerakan reformasi yang semula ingin mengembalikan nilai-nilai luhur Pancasila menjadi arus utama ternyata hanya tinggal harapan. Sudah 15 tahun berlalu nilai-nilai itu justru semakin tersingkir dari pola pembangunan.
Paling tidak Indonesia sangat bergembira karena secara formal dianggap sebagai negara demokrasi ke-3 terbesar di dunia. Namun, berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini seakan menunjukkan Indonesia tidak sedang menuju demokrasi substansial, melainkan hanya prosedural saja.
Lima belas tahun berlalu, ternyata terlalu banyak sisi lemah reformasi yang terpampang di depan mata. Kelemahan ini jika tidak cepat diatasi, masa depan Indonesia berada dalam taruhan.
Demikian rangkuman pendapat dari Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yewangoe dan tokoh dan cendekiawan Muslim sekaligus pendiri Maarif Institute Ahmad Safii Maarif dalam seminar dan loka karya agama-agama (SAA) ke-29 dengan tema “Agama-Agama dan Politik Pasca-Orde Baru: Refleksi 15 Tahun Reformasi”, di Jakarta, Senin (14/1).
Ahmad Safii Maarif mengatakan, tokoh-tokoh agama berulang kali menyuarakan berbagai penyimpangan reformasi itu, namun kultur politik neo liberalisme yang lagi menjadi acuan menutup mata dan telinga para pemegang demokrasi. Seperti cita-cita proklamasi 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghalau kemiskinan tetapi ternyata berujung dengan setengah gagal, begitu pula gerakan reformasi setelah 15 tahun berjalan.
Menurutnya, hal ini terjadi karena elit politik awal reformasi pada umumnya adalah kaum politisi dadakan. Mereka adalah instant politicians yang kosong pemahamannya soal cita-cita awal bangsa ini.
“Mereka tidak punya cetak biru tentang bagaimana semestinya bangsa ini diurus dalam mengisi kemerdekaan,” ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ini.
Dalam aspek keagamaan, Indonesia memang dikenal dengan bangsa yang beragama, tetapi prinsip keadilan dan lapang dada menerima perbedaan belum juga tegak. Semakin banyak kelompok yang ingin membunuh perbedaan itu dengan dalih agama, yang sebetulnya karena kurang paham dan egois.
Padahal, sudah jelas konstitusi sangat kuat melindungi setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjalankannya dengan rasa aman, damai dan bebas. Tetapi, negara tidak selalu hadir di saat genting.
“Jika negara yang memiliki hak memaksa agar setiap orang tunduk pada konstitusi dan peraturan lainnya menjadi lemah dan kehilangan wibawa, maka anarkisme akan sulit diatasi. Selama 15 tahun terakhir, energi bangsa sangat terkuras oleh rentetan konflik yang tak habis-habisnya,” kata Safii.
Dia menyarankan solusi agar dalam tempo yang tidak lama kelemahan ini bisa diatasi, Indonesia harus dipimpin oleh pribadi yang visioner, punya nyali, kuat, jujur negarawan, dan integritas. Pemimpin seperti inilah yang menurut dia, harus terpilih dalam Pilpres 2014 nanti.
Apapun asal partai politiknya, asalkan pemimpin tersebut bisa melakukan gerakan perubahan untuk masyarakat. Tanpa transformasi dalam diri pemimpin, situasi yang sama akan terus berulang tanpa ujung. Andreas Yewangoe juga menyoroti dari bidang penegakan hukum dan keadilan, masih jauh panggang dari api. Para koruptor yang seharusnya membayar setiap penyelewengannya, justru dihukum sangat ringan, dan sebagian yang sudah menjalani hukuman sedang menikmati hasil korupsinya. Penegakan hukum terhadap para koruptor hanya berkutat pada rumusan normatif Undang-Undang, tetapi hasil akhirnya tidak membuat jera.
Persoalan kekerasan atas nama agama, juga menurut Andreas masih menjadi masalah pelik di era reformasi ini. Makin bertumbuhnya radikalisme di kalangan masyarakat sangat mengkhawatirkan. Negara harus menemukan akar radikalisme tersebut dan menyelesaikannya, dan menemukan akar kerukunan otentik yang sudah tertanam mendalam di dalam kebudayaan.
“Saya masih percaya adanya kerukunan otentik di Indonesia, yaitu jenis kerukunan yang sudah ada dari dulu dalam masyarakat kita yang tidak dikomando, tidak diatur-atur,” katanya. (int)
Jumat, 01 Maret 2013
SUARA SIMALUNGUN EDISI 536 (Kamis 10 JAnuari 2013-17 Januari 2013)
Pilgubsu Mendekat :
Dukungan kepada Gus Irawan & Sukirman Semakin Mengkristal
Simalungun,SS
Semakin mendekatnya Pilgubsu Maret 2013 dukungan warga Siantar-Simalungun kepada pasangan Gus Irawan & Sukirman (GUSMAN) semakin mengkristal saja. Pasangan ini dinilai sangat paham bagaimana memajukan Sumatera Utara semakin sejahtera. Besar kemungkinan GUSMAN akan menang telak khususnya di Siantar-Simalungun. Demikian rangkuman pendapatan tokoh masyarakat Siantar Simalungun yang dihimpun SUARA SIMALUNGUN pekan ini.
Mesdianto tokoh masyarakat Jawa Kecamatan Pamatang Bandar mengatakan Pasangan Calon Gubernur Sumut Gus Irawan Pasaribu dan Sukirman dinilai paling paham soal ekonomi kerakyatan sehingga jika terpilih menjadi Gubsu akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Sumatera Utara. Latar belakang keduanya yang dekat dengan persoalan rakyat sangat cocok memimpin Sumut lima tahun kedepan.
Mesdianto mengatakan bahwa warga Sumut mayoritas adalah kaum menengah kebawah, ekonominya juga masih ekonomi menengah kebawah sehingga masih sangat membutuhkan konsep pembangunan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dengan kondisi demikian sangat dibutuhkan pemimpin yang memahami persoalan akar rumput karena menangani masalah ekonomi kerakyatan berbeda dengan menangani ekonomi kapitalis yang padat modal.
Kalau ekonomi kerakyatan modal rakyat sangat sedikit bahkan bisa dikatakan tanpa modal. Modal rakyat hanyalah semangat, kerja keras dan kejujuran. Dengan situasi demikian sangat dibutuhkan konsep ekonomi kerakyatan yang bisa mendekatkan rakyat misalnya dengan akses permodalan. Permodalan sulit diakses masyarakat kecil karena tidak adanya political will dari pemerintah itu memerlukan keberanian politik dan sangat tergantung oleh pemimpinnya.
Selanjutnya Supomo Saragih tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Maligas mengatakan Mencermati lima kandidat Gubsu yang bertanding dalam Pilgubsu Maret 2013 figur Gus Irawan dan Sukirman sangat tepat karena mencermati track rekord keduanya yang sangat dekat dengan permasalahan rakyat kecil akan mampu membuat gebrakan untuk masyarakat Sumut yang lebih sejahtera. Pengalaman Gus Irawan saat memimpin Bank Sumut yang memiliki banyak program untuk peningkatan ekonomi kerakyatan adalah modal yang sangat relevan yang harus dimiliki calon Gubsu. Begitu juga Sukirman yang memiliki pengalamana dua periode sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagei dan berlatar belakang Sarjana Pertanian sangat cocok memimpin Sumut kedepan.
Ditegaskan Supomo intinya Sumut membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan rakyat kecil yang adalah penduduk mayoritas di Sumut. Dan pasangan Gus Irawan Sukirman paling paham masalah ekonomi kerakyatan sehingga warga Sumut patut mempertimbangkannya dalam Pilgubsu Maret mendatang ujarnya.
Sementara itu Kaliamsah Damanik tokoh masyarakat Kecamatan Panei mengatakan bahwa saat ini sedang terjadi krisis kepemimpinan di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sehingga sangat diharapkan Gubernur mendatang adalah yang memiliki visi membangun dan mempersatukan warga Sumut yang sangat majemuk. Mengingat betapa beragamnya Sumut baik dari segi suku, agama, bahkan ras maka sangat dibutuhkan figur yang santun dan pemersatu. Figur yang santun sangat dibutuhkan mengingat betapa beragamnya adat dan tradisi yang ada di Sumut begitu juga figur Pemersatu adalah figur yang bisa memahami perbedaan yang ada di Sumut.
Dikatakan Kaliamsah membangun daerah yang begitu beragam membutuhkan seni dan managemen tersendiri sehingga masyarakat Sumut harus benar-benar mencermati figur calon Gubsu yang akan ikut dalam Pilgubsu tahun 2013. idealnya masyarakat sudah mempelajari track rekord dan kemampuan para calon yang akan bertanding. Akan tetapi mengingat keragaman Sumut maka harus dicari figur yang santun dan berjiwa pemersatu ujarnya. Sumut adalah ibaratnya miniatur Indonesua sehingga sangat membutuhkan pemimpin yang bisa mempersatukan perebedaan. Saat ini dirinya menilai kepemimpinan di Sumut sama sekali tidak berbuat itulah akibatnya kalau sejak awal masyarakat Sumut tidak cermat mengamati latar belakang dan track rekord calon pemimpinnya. Tahun 2013 warga Sumut akan kembali berkesempatan memilih calon gubernur saya menghimbau agar warga Sumut khususnya warga Siantar-Simalungun tidak salah pilih lagi, jangan kita pilih pemimpin yang tidak berbuat katanya.(tp)
Presidium PMS :
Menilai DR JR Saragih SH MM Hendaknya Tidak Menggunakan “Kacamata Kuda”
• Oknum yang Pingin Jadi Bupati Simalungun Berpolitiklah Secara Elegan
Simalungun,SS
Politisi dan aktifis LSM di Simalungun hendaknya tidak menggunakan “Kaca Mata Kuda” dalam menilai kepemimpinan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM. Kalau Kuda yang menggunakan Kaca Mata maka penglihatannya hanya fokus pasa satu sisi saja tanpa bisa melihat sisi yang lain. Saat ini ada politisi dan aktifis LSM di Simalungun gemar menggunakan “Kaca Mata Kuda” artinya hanya menjelek-jelekkan saja tanpa mau mengakui prestasi DR JR Saragih SH MM membawa Perubahan di Simalungun. Hal tersebut dikatakan Pardi Purba SE Sekjend DPP/Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) kepada SS awal pekan ini.
Pardi Purba mengatakan segelintir aktifis LSM dan Politisi Kabupaten Simalungun memang memiliki keunikan tersendiri yang langka dan sedikit tidak masuk akal. Ada LSM yang sejak awal pendiriannya hanya melihat kejelekan yang dilakukan DR JR Saragih dan anehnya kejelekan yang dimaksudpun sebenarnya hanya issu murahan yang tak pernah ada buktinya. Oknum aktifis LSM tersebut hendaknya rajin membaca buku atau membuka internet tentang apa sebenarnya tugas dan fungsi LSM yang sebenarnya.
Misalnya saja kita tidak pernah mendengar ada prestasi LSM yang suka menjelek-jelekkan DR JR Saragih tersebut mengadvokasi masyarakat miskin dan tertindas untuk mendapatkan haknya. Justru kita hanya mendengar aktifis LSM tersebut hanya berkoar-koar layaknya radio rusak-rusak memburuk-burukkan saja.
Pardi menegaskan sebenarnya dirinya kasihan dengan sifat dan kebiasaan aktifis LSM tersebut mengapa demikian mungkin karena dia kurang kerjaan sehingga suka mencari-cari kesalahan orang saja tanpa pernah melakukan reflekasi tentang apa yang sudah dia lakukan untuk membangun Simalungun. Begitu juga politisi Simalungun yang terus berteriak lantang mencari-cari kesalahan DR JR Saragih SH MM walaupun hingga saat ini kesalahan yang dia maksud tidak pernah ada.
Pardi Purba menilai politisi tersebut hanya mau numpang tenar saja dengan memanfaatkan Pers, dengan cara membuat statemen yang sedikit vulgar maka pers akan tertarik memberitakan dengan harapan oknum tersebut dikenal masyarakat sangat disayangkan upayanya tersebut dengan membangun sentimen seolah tak ada yang bagus yang dibuat DR JR Saragih SH MM.
Pardi menyarakankan kepada aktifis LSM dan politisi yang ingin membangun karir dan popularitas demi menggapai tujuan politik tertentu hendaknya tidak lagi menggunakan cara memburuk-burukkan. Marilah kita membangun prestasi dengan cara memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Kalau kita berbuat baik kepada masyarakat tentu masyarakat bisa menilai apakah memang bisa jadi pemimpin atau hanya “tong kosong nyaring bunyinya”.
Dengan tegas Pardi mengatakan bahwa Simalungun memiliki filosofi “habonaron do bona” dan memiliki adat dan tradisi Simalungun yang sangat menjunjung tinggi etika dan kesopanan. Harapan kita dalam bertindak marilah tetap sesuai dengan prinsip berbudaya agar tidak menimbulkan ketersinggungan saja pungkasnya. (tp)
BUAL-BUAL POKKALAN
MANRANGGI HORJA ADAT BANI SIMALUNGUN
Malas uhur, pajuppah use hita bani parbualan Simalungun aima bani bual pokkalan on.Posdo uhur, bahasa na komit ope hita bani parjuangan marsimalungun on. Andoharma.
Sattorap on, ulaki hita lobei mangugari pambotohta pasal adat simalungun on, gendo roh bueini hita namangarusi adat pakon budaya simalungun ase ulang soppat magou hita halani na dob magou adat pakon budaya simalungun.
”Ulang lobei namarnaloja hita massahapi adat simalungun, halani seng mungkin iarapkon hita halakan tarlobih simbalog an laho patorsahon adatta on” nini si Sudiman Saragih par Lubuk Pakam naroh khusus hu Siattar laho marbual adat Simalungun bani pokkalan ni SS.
”Ai mage” Nini si Petrus Serbelawan mambalosi. ”Apalagi isahapi hita pasal ranggini horja adat, sosok tumang ma ai, halani buei ope hita on na sihap mambahen horja adat baik bani malasni uhur pakon pusokni ni uhur, hape lape adong songon mantap botul pasal ranggini horja ai. Ase dearma ukkari hita lobei” nini Petrus use irik manoldu sigaretni.
”Ok. Taringat hubani ranggini horja, maningon mulak do lobei hita hubani sistem kekerabatanni halak Simalungun. Sanina pangalopan riah, boru pangalopan gogoh janah tondong pangalopan podah.
Jadi anggo sihol ma hita mangadongkon horja adat, naparlobei sihorjahonon aima na mangalop riah bani sanina. Sanina sainang sa amang, sanina na marsanina bapa, sasina na marsanina opung pakon na legan, bila penting dihut pakon sanina pariban. Dob ai laho ma diri hubani boru diri na iwakili anak boru jabu. Hubani anak boru jabu aido na padas sura-sura diri termasuk rencana adat nalaho sihorja honon. Terakhir laho ma diri mangindo podah hubani todong. Tarlobih ma ai hubani tondong pamupus diri. Sonai do anggo na hubotoh” nini Jaserman Sondi marpodah.
“Ya, domma lepak tongon au on” nini si Posma soppong. “Anggo sadokah on, parlobei hurumahni tulangni dakdanak on do au marsuhutan asal adong horja ijabukku. Halani maningon sonai do hu horjahon ase ulang maseda uhurni inangni dakdanak on” nini Posma polos
. “Lepak ma tongon ham Lawei” nini si Juhut hun lopah hundulan. ”Ham in ma goranni turis atap turut istri. Ai anggo tulang ni dakdanak do sedo daroh diri ai. Tondong na baru do ai. Sedo ai pamupus diri. Halani maningon pamupus diri do parlobei na juppahan, halani ia do na bertanggung jawab hubatta. Sedo botouni parrumah. Tapi sonaima, anggo ra do diri marubah domma dear ai. Ulang be pesak janah marsalahan horjatta tarlobih petinggini Simaungun on.” Nini si Juhut Purba perasaan ahli adat Simalnguungun.
“Dob ai aha ma use sihorjahonon, “ nini si Purba Tojai songon na lang sabar mandihuti parsahapan.
“Anggo manurut pandappotku, horja na mangihut aima mambahen riah tongah jabu. Ijaima hadir Sanina, Tondong pakon boru. Anggo sondahan on, ijaima homa iottang ase roh hasoman sahuta termasuk pengurusni Partuha Maujana Simalungun. Ibani riah tongah jabu on, maningon tuntas ma homa membahas tatang aturni horja, pardalanni gori, pardalanni demban, pardalanni hiou pakon na legan. Ijon ma homa botohonni simbuei isema anak boru sanina pakon anak boru jabu ase ulang adong na lepas tanggung jawab bani horja ai.” Nini si Marsudin Damanik gelar Mardam mambere pandpot.
“Sosok ma ai tongon” marsahap use si Bertus na hundul ilambungni Ayeb Saragih. “Manurut pandapotkupe tarsonai dassa nulat-nulatni horjani Simalungun on. Hassa, anggo bani matani horja maningon dihutma homa namin odoran na dua nari aima tondongni tondong pakon anak boru mintori. Aido ase adong doding tolu sahundulan lima saodoran. Anggo domma ijin sitolu sahundulan songon sanina, tondong, boru itambah lima saodoran aima tondongni tondong pakon anak boru mintori, lengkapma haganupan kekerabatanni hita Simalungun. Aipe anggo songon na hurang pas pendpatku ai, mulak hubakku ma hape” nini si Bertus ibagas toruhni uhur.
Hita haganupan halak Simalungun on, nini namatua makkatahon, marulu do bah, marbona do sakkalan janah martappuk do demban. Ganup do adong nulatni horja adat. Ulang hita jappak-jappak laho makkorjahon horja adat. Maningon dear do iranggi hita horjatta. Nini halakan, maningon adong do proposalni horja ase haganupan horja ai sistimatis, ekonomis janah hemat panorang. Horja na lang dong persiapan, biasani pabadorhon. Halani ai sittong-sitong ma bahen hita horja adatta. Halani anggo lepak, sedo pitah hasuhuton na maila. Haganupan halak Simalungun pasti maila anggo seorma horja adatta, tarlobih ilobeini buei do halak na lang halak Simalungun. Sonaima. (oppungni jeriko)
Bupati Simalungun Silahturrahmi ke Pondok Persulukan Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS
Simalungun,SS
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Gidion Purba Msi, para asisten Setkab Simalungun dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan kunjungan silahturrahmi ke pondok persulukan Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS (Tuan Guru Serambi Babussalam Majelis Zikir Thariqat Nagsyabandiyah) di Nagori Jawa Tongah Kecamatan Hatonduhan, Jum’at, 04/01/2013.
Kedatangan Bupati dan rombongan ke pondok perslukukan tersebut disambut oleh pimpinan persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA yang merupakan putra kandung dari Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS bersama dengan pengikutnya dan langsung melakukan pertemuan di balai pertemuan yang ada di pondok persulukan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM menyampaikan bahwa kunjungan ini, selain untuk bersilahturrahmi dengan warga di pondok persulukan juga untuk mengucapkan selamat dan sukses ada pelaksanaan HUL ke-3 Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS yang akan dilangsungkan pada tanggal 5 Januari 2013.
“Saya sangat mendukung keberadaan pondok persulukan ini, karena ini merupakan salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam pembinaan mental spirituan masyarakat”, tandas Bupati sembari berharap agar warga di pondok persulukan tersebut mendo’akan sehingga selama kepemimpinannya di Kabupaten Simalungun dapat berjalan dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan terhadapa podok persulukan itu, Bupati Simalungun memberikan bantuan sebesar Rp. 200 juta kepada pimpinan pondok persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA untuk digunakan sebagai pengembangan pondok persulukan tersbeut.
Sementara itu, Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Simalungun bersama rombongan di pondok persulukan yang dipimpinya “Saya juga berterima kasih atas perhatian Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Simalungun yang telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap tempat kami ini yang merupakan sarana pembinaan mental/spiritual dan keimaan masyarakat”, tambahnya.
Selanjutnya dia berharap agar agenda perubahan yang merupakan misi dari Pemkab Simalungun tetap dilanjutkan. “Memang untuk mewujudkan perubahan tersebut selalu ada tantangan bahkan cobaan”, ujarnya.
Seusai dari pondok persulukan, Rombongan Bupati Simalungun melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pangulu Jawa Tongah. Di Kantor ini Bupati Simalungun menghimbau kepada aparatur nagori untuk menata sekaligus membenahi lingkungan perkantoran tersebut. Tampak hadir dalam kunjungan Bupati dan rombongan itu, Camat Hatonduhan Daniel Silalahi SSTP Msi bersama beberapa orang pengulu se-kecamatan Hatonduhan.(tp)
Bupati Sergai Serahkan 2.026 Paket Sembako kepada Warga
Sei Rampah, SS
Sebagai bentuk kepedulian dan meringankan beban masyarakat pasca musibah banjir beberapa waktu lalu yang terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Pemerintah Kabupaten Sergai (Pemkab Sergai) melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai kembali menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi masyarakat Kecamatan Sei Rampah yang warganya mengalami musibah banjir paling banyak.
Bantuan ini diserahkan Bupati Sergai Ir. H.T. Erry Nuradi, M.Si didampingi Wabup Ir. H. Soekirman yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Sei Rampah Desa Firdaus, Selasa (8/1) dan turut dihadiri Pelaksana Kepala BPBD Sergai Drs. Joni Walker Manik MM, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) H. Ifdal, S.Sos, M.AP, Camat Sei Rampah Drs. Fajar Simbolon, Sekcam Sei Rampah Drs. Andi Ma’arif, para Kades dan ribuan masyarakat penerima bantuan.
Penyerahan bantuan untuk Kecamatan Sei Rampah berupa 2.026 paket sembako untuk 6 desa se-Kecamatan Sei Rampah yakni untuk Desa Sei Rampah sebanyak 1.356 KK, 226 KK untuk Desa Pematang Ganjang, Desa Cempedak Lobang sejumlah 260 KK. Kemudian untuk Desa Sei Rejo sebanyak 108 KK, Silau Rakyat sebanyak 36 KK dan Desa Firdaus sejumlah 40 KK.
Dalam setiap paket bantuan yang diserahkan terdiri dari 10 kg beras, 4 kg gula pasir dan 4 liter minyak goreng kemasan. Bupati Erry Nuradi dalam sambutannya menjelaskan ada lima tindakan yang dilakukan pemerintah menangani musibah banjir tersebut yakni SAR (Search and Rescue) yaitu dicari dan selamatkan dulu korban, kemudian tanggap darurat dengan menyediakan dapur umum, air bersih, selimut dan tenda serta pemberian obat-obatan/pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada korban. Sedangkan tindakan yang ketiga adalah rehabilitasi adalah mempercepat perbaikan kembali sarana maupun prasarana yang rusak akibat banjir, kemudian tindakan keempat yaitu rekonstruksi (membangun kembali) terhadap sarana maupun prasarana yang rusak.
Dan tindakan kelima yakni counselling dengan memberikan penguatan berupa bimbingan dan penyuluhan bagi korban banjir, agar tegar menjalani kehidupannya secara normal di tengah-tengah masyarakat, papar Bupati Erry Nuradi.
Lebih lanjut Bupati Sergai Erry Nuradi mengungkapkan khusus bencana banjir yang menimpa beberapa rumah penduduk bahwa tindakan SAR sudah dilakukan Pemkab Sergai bersama oleh jajaran TNI dan Kepolisian dibantu masyarakat setempat. Demikian juga halnya dengan tindakan tanggap darurat, sejak peristiwa banjir Pemkab Sergai dan beberapa yayasan sosial maupun warga masyarakat yang peduli telah memberikan bantuan berupa makanan, air bersih layak konsumsi, pendirian tenda-tenda tempat penampungan sementara korban.
Untuk tindakan rehabilitasi bagi sarana maupun prasarana yang rusak menurutnya, sedikit memakan waktu dalam pencegahan musibah banjir datang kembali dintaranya tindakan normalisasi Sungai Sei Rampah berupa pelebaran sungai, peninggian tebing dan memperdalam sungai (pengerukan), jelas Bupati Erry Nuradi.
Selain itu Bupati Erry Nuradi menghimbau kepada warga untuk tidak melupakan budaya gotong-royong, bekerja bakti membersihkan lingkungan termasuk membersihkan saluran air dari sampah ketika menghadapi musim penghujan. Kegiatan gotong-royong menurut Bupati Erry Nuradi memang sifatnya sederhana tetapi manfaatnya luar biasa, sesuai visi Kecamatan Sei Rampah Bersih dapat terwujud, ungkap Bupati Erry Nuradi.
Sebelumnya Pelaksana Kaban BPBD Sergai Drs. Joni Walker Manik menjelaskan bahwa penyerahan kembali bantuan pasca banjir kepada masyarakat Kecamatan Sei Rampah ini merupakan program pemerintah pusat terhadap pemulihan daerah yang dilanda bencana alam.
Disela-sela acara penyerahan bantuan ini Bupati HT Erry Nuradi didampingi Wabup Ir. H. Soekirman menandatangani prasasti program PNPM-MPd tahun anggaran 2012 berupa kegiatan perkerasan jalan telford di Desa Silau Rakyat Kecamatan Sei Rampah. (LN)
MK Hapus Kelas RSBI di Sekolah Pemerintah
Jakarta, SS
Mahkamah Konstitusi (MK) menghapuskan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang berada di sekolah-sekolah pemerintah. MK memutuskan RSBI bertentangan dengan UUD 1945 dan bentuk liberalisasi pendidikan.
"Mengadili, mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Mahfud MD dalam sidang terbuka untuk umum di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (8/1).
Dalam pertimbangannya, MK berpendapat sekolah bertaraf internasional di sekolah pemerintah itu bertentangan dengan UUD 1945. MK juga menilai RSBI menimbulkan dualisme pendidikan. "Ini merupakan bentuk baru liberalisasi dan berpotensi menghilangkan jati diri bangsa dan diskriminasi adanya biaya yang mahal," tandas MK.
Seperti diketahui, para orang tua murid dan aktivis pendidikan menguji pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas karena tak bisa mengakses satuan pendidikan RSBI/SBI ini lantaran mahal. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan).
"Saya senang dengan putusan ini karena MK berpihak kepada rakyat, hormatilah keputusan hukum. Jangan sampai tidak ada RSBI, tapi ada yang setipe," kata wali murid, Widi yang anaknya sekolah di SMA 68.
Hargai Keputusan MK
Menanggapi putusan tersebut, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menyatakan menghargai apapun keputusan MK. "Tadi sudah diputuskan. Meski saya belum bisa mendapatkan putusan utuhnya, tapi apapun itu pemerintah sangat menghormati dan menghargai," kata Nuh dalam konferensi persnya di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (8/1).
Nuh menyatakan bahwa dulunya RSBI digagas dalam Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 dalam suasana semangat reformasi. Waktu itu harga diri bangsa sedang terpuruk dan ingin bangkit sejajar dengan bangsa lainnya.
Pemerintah-pun melaksanakan RSBI pada masa selanjutnya. Akhirnya, RSBI sekarang dibubarkan oleh MK. Meski begitu, Kemendikbudlegowo menerima keputusan MK.
"Pemerintah tidak merasa kalah menang. Tinggal menjankan saja. Monggo kalau nggak boleh ada RSBI," ujar Nuh. (dtc)
Jumlah Pemilih Pilgubsu di Sumut 10,2 Juta
Medan, SS
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut melalui rapat pleno terbuka, Selasa (8/1) di Hotel Madani menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 sebanyak 10.295.013 jiwa. Dari DPT itu pemilih yang terdaftar didominasi perempuan yakni 5.203.864 atau selisih 10 persen dari pemilih laki-laki yakni 5.091.149 jiwa.
Sementara jumlah pemilih terbesar terdapat di Kota Medan dengan jumlah pemilih 2.121.841 jiwa dan Kabupaten Deliserdang dengan jumlah pemilih 1.428.876 jiwa.
Dalam rapat pleno dihadiri seluruh komisioner KPU kabupaten/kota se-Sumut, Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, sumber data DPT dari data kependudukan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Disebutkan Irham, secara resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyerahkan data kependudukan dan data potensi pemilih pilkada kepada KPU pada 1 Juni 2012. Diakui, ada percepatan penyerahan data itu dengan tujuan menjaga komitmen agar persoalan kependudukan dan pemilih yang selalu muncul saat proses pemilu dan pilkada bisa diminimalisir. Diharapkan ada validasi data pemilih yang akurat yang dilakukan KPU di seluruh tingkatan.
Dalam kesempatan itu Irham menyampaikan, dengan telah ditetapkannya DPT Pilgubsu ini diharapkan masukan, kritik dan pendapat untuk menyempurnakan dan perbaikan DPT itu. "Mungkin penetapan DPT ini masih jauh dari harapan dan kesempurnaan. Ada kelemahan serta luput dengan masih adanya penduduk yang belum terdata," ujar Irham.
Dijelaskan, Undang Undang masih memberikan ruang dan kesempatan untuk sekali lagi melakukan perubahan terhadap DPT.
Dikatakan Irham, KPU sejak diserahkannya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4), oleh Pemrovsu
KPU telah menyerahkan daftar pemilih sementara (DPS) kepada seluruh pengurus partai politik, tim kampanye maupun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, agar masing-masing turut serta melakukan perbaikan, perobahan dan pendapat kepada KPU sehingga ada penyempurnaan data yang sesungguhnya dari masing-masing pasangan calon dan tim kampanye.
Ditegaskan Irham, yang menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran KPU terkait Pilgubsu ini adalah bagaimana melindungi dan menyelamatkan hak konstitusional warga negara sehingga bisa menggunakan hak pilihnya secara bersamaan pada 7 Maret 2013.
"Diharapkan peran serta semua pihak untuk melakukan koreksi terkahir terhadap DPT ini, sehingga seluruh warga yang mempunyai hak pilihnya dapat ikut serta menyampaikan hak politiknya memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur," ujar Irham Buana didampingi komisioner KPU Sumut lannya yakni, Surya Perdana, Nurlela Djohan, dan Rajin Sitepu.
Sebelum penetapan DPT oleh KPU Sumut, masing-masing Ketua KPU kabupaten/kota menyampaikan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar di daerah masing-masing. (int)
Beberapa Daerah di Sumut Terancam Longsor
Medan,SS
Beberapa daerah di Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan masih harus hati-hati terhadap ancaman longsor. Hal ini terkait kawasan pergunungan dan lereng perbukitan di Sumut masih diguyur hujan hingga Januari 2013.
"Lima daerah yang menjadi ancaman longsor ke depan yaitu Tanah Karo, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Simalungun", sebut Mega Sirait, Kepala bidang data dan infiormasi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I stasiun Bandara Polonia Medan, Selasa (8/1).
Menurut Mega, kondisi cuaca secara umum di Sumatera Utara khususnya di Medan, curah hujan sedikit mulai berkurang dibandingkan kondisi hujan Desember 2012. Namun dia tidak membantah, hingga pertengahan Januari 2013 masih berpeluang curah hujan meningkat (deras) terutama di daerah-daerah pergunungan seperti Sembahe dan Langkat, khususnya pesisir timur Sumatera Utara.
Karena itu, lanjut Mega, potensi banjir-banjir kiriman dari hulu sungai perlu diwaspadai oleh warga masyarakat yang menetap disepanjang bantaran aliran sungai, baik Suingai Deli dan Babura di Medan, maupun Sungai Wampu di Langkat bahkan Sungai Ular di kawasan Deliserdang.
"Masyarakat pesisir timur dan barat Sumut diingatkan perlu mewaspadai banjir kiriman maupun tanah longsor bakal terjadi lagi ke depan," jelas Kepala bidang data dan informasi BMKG Wilayah I stasiun Bandara Polonia Medan.
Begitupun dia menilai, suhu panas yang terjadi saat ini masih tergolong aman. Kondisi panas kawasan kota Medan pada siang hari mencapai angka 32 hingga 33 derajat celcius, sementara sore dan malam bahkan hingga pagi hari lebih banyak turun hujan bersifat lokal di beberapa wilayah di kawasan Medan.
Kondisi panas di kawasan perkotaan seperti Medan bisa juga dipengaruhi efek dari rumah kaca, gedung-gedung tinggi, asap kenderaan bahkan akibat kondisi jalan raya. (int)
INFO SINGKAT DAERAH
Tangga Batu - Pengerasan Jalan, SS
Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun dipimpin Pangulu Nagori Tangga Batu Rinto Manurung mendapat perbaikan jalan dari PPIP dengan lebar 2,5 meter, panjang jalan 1,9 km dengan ketebalan 15 cm serta mendapat biaya sekitar 250 juta rupiah, pantauan wartawan di lokasi (1/1) jalan tersebut telah disusun batu padas, Medan jalan sulit ditempuh akibat batu-batu padas tersebut besar-besar dan pada terangkat semua, padahal rencana kerja dibatu, terus dilapisin pasir, serta digilas agar permukaan jalan rata. Tetapi kenyataannya sampai sekarang (9/1) belum tersentuh pasir dan penggilas. Mengakibatkan susah payah untuk dilalui kendaraan terlebih-lebih kendaraan roda dua. Informasi diterima dari beberapa penduduk setempat yang tidak mau disebut namanya. Pengerasan jalan tersebut dikerjakan oleh masyarakat sendiri. Masyarakat desa Pardomuan Nauli mempunyai harapan terhadap pemerintah Kabupaten Simalungun agar pengerasan jalan yang tanggung ± 1 Km yang dibiarkan tidak dibatui. Agar sesegera mungkin dibuat pengerasan jalan karena menurut info masyarakat banyak ± 20 tahun tidak pernah mendapat pengerasan jalan. Memang sangat prihatin dengan penduduk karena untuk menjual hasil bumi mereka susah payah akibat jalan menuju desa tangga batu hancur-hancuran. (LM)
Panombeian Panei – Rawan Pencurian, SS
Sunggul Sitangang (44) penduduk Nagori Gurgur Kec. Panombeian Pane mengatakan kepada wartawan koran ini (04/1) di rumahnya bahwa desanya rawan pencurian. Sudah sering hilang Babi, bebek, ban mobil, ayam dan tanaman dan lain-lain. Anehnya masyarakat tak ada yang ngadu. Dirinya sendiri mengadukan kehilangan bebek 432 ekor pad atanggal 17-8-2012, dengan alat bukti bus GOK NO. 408 yang dipergunakan Marungkil Simbolon (32) untuk menjual bebek ke arah tanah jawa. Barang bukti sudah ditahan namun kemudian dilepas dan akhirnya pemilik sudah menjualnya, walau sudah di foto pihak Polsek. Kini Marungkil menjadi DPO dan berakhirlah persoalannya. Untuk urusan ini korban beri uang Rp. 50 ribu kepada penyidik bermarga Situmeang untuk uang rokok, kata Ny. Simanjuntak istri pelapor kepada wartawan.
Ketika hal ini dipertanyakan kepada Kapolsek AKP M. Manik, SH.MH membenarkan hal itu dan terlapor Marungkil DPO sampai saat ini dan minta kepada pelapor kalau ada Marungkil kelihatan minta diinformasikan agar ditangkap. Menyoal 50 ribu yang diberi pelapor dikatakan Kapolsek “Itu kan pemberian” terimalah. Menurut Drs. Bin Ahar Tambunan selaku Pemerhati sebaiknya ditolah penyidik dengan mengatakan minta maaf pihaknya tidak boleh menerima uang, karena sudah digaji pemerintah. Untuk pembelajaran di negeri ini, karena nilainya terlalu kecil dan dampaknya dapat mengangkat nama baik kepolisian, sebaiknya ditolak dengan santun dan bukan asal terima, kata Drs. Bin Ahar Tambunan dengan tegas. (M. Johan)
Tanah Jawa – Kecewa, SS
Lukia Simanjuntak (58) penduduk Nagori Mariatasi Kec. Hatonduhan, kecewa berat karena pengaduan sudah 1 tahun yang lalu dilaporkan sampai saat ini (9/1) belum ada proses Kajari Simalungun hingga saya malu kata Lukia kepada wartawan lewat telepon selulernya. Ceritanya begini, penrusakan yang dilakukan Bidan boru Sinaga dan Ambarita telah dilapor ke Polsek Tanah Jawa, dan bahkan telah diadukan ke Kapolda Sumut dan sudah dipross penyidiknya bermarga Hutasoit. Menurutnya berkas perkara telah dilaporkan ke Kajari Simalungun dan akhirnya persoalan perkara mengendap di tangan penyidik (Jaksa) untuk itu Lukia akan pertanyakan masalah ini kepada Jaksa minggu depan. (Alpijor).
Kota Binjai – Korupsi, SS
GAPEKNAS Kota Binjai sorot proyek pengaspalan berbiaya Rp. 15 M, tuding tidak sesuai bestek dan minta Kadis Tarukim dan PPTK di tangkap, kata Maruba Sagala selaku ketua gabungan pengusaha konstruksi nasional kepada wartawan baru-baru ini. Faktanya proyek pembangunan jalan setapak di Ir. H. Juanda gang sejahtera lingkungan VI Kel. Mencirim Kec. Binjai Timur Kota Binjai. Mutunya rendah dan diduga penuh kebohongan dan tidak dapat bertahan lama dari segi umur proyek, untuk itu minta kepada penegak hukum untuk periksa proyek tersebut dan menangkap pengguna anggaran kata Maruba dengan tegas. (KS)
Simalungun – Sindikat Pencuri Alat Berat, SS
Polres Simalungun berhasil bongkar Sindikat pencuri alat komputer Beko milik Pemkab Simalungun dititipkan di Dinas Bina Marga Kabupaten Simalungun Jalan Asahan Km. 6. Kejadian 19 Nopember 2012. Para tersangka MHP (22) warga nagori Lestari Indah Kec. Siantar. S alias Ijal warga Sungai berombang dusun IV Kec. Pani Hilir Kabupaten Labuhan batu, H alias Tono (23) asal Sei Semujur, Kec. Si Suka, Kab. Batu Bara. Semuanya telah ditahan dan kini dalam proses hukum, demikian Kasat Serse Polres Simalungun AKP Ronny, Sik kepada wartawan baru-baru ini. (Alpijor/PP)
Hutabayu Raja – Kekurangan Komputer, SS
Kekurangan komputer di SMP Negeri 3 Hutabayu Raja menjadi hal serius kata Bellen Munthe, S.Pd kepada wartawan baru-baru ini. Untuk belajar pemahaman terpaksa 3 orang untuk 1 komputer dan siswa belajar pada sore hari. Belajar di ruangan Tata Usaha, sangat memprihatinkan 8 unit komputer untuk 3 jurusan. Ketika hal ini dipertanyakan kepada Dikjar Simalungun, Kadis melalui Drs. P. Sinaga selaku SEKDIS mengatakan TA 2013 diupayakan untuk penambahan komputer di SMP Negeri 3 Hutabayu. (Mare)
Jawa Maraja – Jalan Rusak, SS
Ruas jalan simpang Bah Jambi – Nagojor dan ruas jalan Nagojor – Hutabayu Raja masih butuh perbaikan, karena lubang-lubang akan mengganggu arus lalu lintas, karena lubang-lubang akan mengganggu arus lalu lintas. Sesungguhnya jalan merupakan urat nadi perekonomian dan tolak ukur suatu daerah. Kalau jalan rusak sudah pasti dipemerintahan b anyak tak beres, kata Ir. Kondar Silitonga dari LSM PPL menyikapi buruknya ruas jalan tersebut, pantauan (4/1) di lokasi. Menurut kondar, rusaknya jalan di Kabupaten Simalungun adalah karena mutu proyek terlalu rendah, kemudian rendahnya sistim pengawasan dan tidak ada dana pemeliharaan. Dan rakyat harus menderita karena jalan tak mulus di Kab. Simalungun, karena korupsi sangat kental (menggurita) itulah penyebabnya, kata Kondar tegas, (Sita)
Simalungun – Sabu-sabu, SS
SS oknum Polres Simalungun diduga terlibat peredaran sabu-sabu di Kabupaten Simalungun. Diharap masyarakat agar ditangkap dan ditahan, oknum ini telah mencemari lembaga kepolisian, kalau dibiarkan akan semakin merajalela kata Krismon Pangaribuan, SH kepada wartawan koran ini (8/1) di loby Siantar Hotel.
Oknum SS yang jarang dinas telah mencoreng nama baik POLRI membuat masyarakat GERAH, sebaiknya pecat saja, sesuai proses hukum berlaku kata Krismon. Harpaan ini disampaikan kepada AKBPD Andy Syariful Taufik, Sik, M.Si untuk segera bertindak terhadap ulah oknum SS terkesan kebal hukum. (M. Johan)
Dolok Panribuan – Salut, SS
Saya salut sekaligus angkat tangan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kec. Dolok Panribuan Drs. C. Ritonga, alasannya mampu menjadikan Komplek berdisiplin. Semangat kerja guru meningkat dalam proses belajar mengajar. Dan beliau satu-satunya yang pernah membuat reuni akbar lulusan tahun 1985 sampai dengan sekarang. Acaranya meriah dan sukses, kata Pak Silalahi yang mengaku orang tua murid dan tinggal di kompleks perumnas Tiga Dolok. Dilanjutkan Bapak Silalahi juga mutu pendidikan dan perubahan perilaku anak-anak sangat dirasakan para orang tua murid. Tentu itu alasan yang kuat, begitu! (Bangun)
Jalan Nasional – Rusak, SS
Beram jalan tergerus sedalam 0,5 meter di ruas jalan Nasional posisi Tiga Dolok. Tepatnya di Nagori Bandar Dolok sangat menakutkan buat kendaraan roda dua apalagi saat musim hujan. Perlu perhatian Kantor Balai atau unit pemeliharaan jalan di daerah. Masyarakat sangat berharap. Hal itu bisa segera ditangani, kata Krismon Pangaribuan BA dari LSM PPL, berkomentar kepada wartawan koran ini. Sudah hampir 1 tahun beram ini dibiarkan saja. Anehnya tidak ada anggota DPRD khususnya perwakilan dari Kec. Dolok Panribuan yang memperhatikan aspirasi masyarakat. (LM)
Girsang Sipangan Bolon – Kebersihan, SS
Pemotongan rumput di kompleks SMA Negeri 1 Kec. Girsang Sipangan Bolon tetap rapi dan bersih. Sehingga keindahan tercermin dari sekolah itu. Terpantau (8/1) di lokasi. Penataan lingkungan yang baik sudah pasti membuat anak-anak terbiasa dan berharap anak-anak diluar sekolah mampu mencontoh apa yang dibuat atau dilanjutkan Ebson Silaban, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah. Sampai saat ini belum ada keluhan dari orang tua murid atau komite tentang kegiatan yang dilaksanakan disekolah untuk melakukan proses belajar mengajar. (KS)
Padang Sidempuan – Pengeroyokan, SS
Agus Rizki Situmorang (26) korban pengeroyokan oleh AK (30) dkk, sampai babak belur, karena masalah sepele hingga membuat laporan polisi No. LP/707/XII/2012/SU/PSP, Tanggal 22 Desember 2012 dengan penyidik Eddy Tarigan di Kapolres Padang Sidempuan. Kejadian pada tanggal 22 Desember 2012 sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Sudirman depan KFC kota Padang Sidempuan dihajar AK dkk hingga mengakibatkan mata bengkak, merah, dan sembab makan, kebiru-biruan, dengan wajah hancur-hancuran. Laporan istri AK yang memicu kemarahan AK karena Rizki bernyanyi sambil bergitar dan lagu-lagu yang dibawakan oleh menyindir istri AK hingga istri AK tersinggung dan menegur rizki. Akan tetapi rizki mengatakan, bahwa lagu-lagu yang dinyanyikannya tidak menyindir siapa-siapa. Akan tetapi istri AK tidak terima hingga mengadu kepada suaminya dan langsung menampar rizki. Akan tetapi rizki mengelak hingga tamparan yang dilayangkan AK tidak mengenai Rizki. Akibat emosi AK memanggil teman-temannya dan mengejar serta menghajar Rizki hingga babak belur. Malam itu juga Rizki dibawa oleh keluarganya untuk mendapat visum di Rumah Sakit Umum Padang Sidempuan serta membuat laporan pengaduan dengan nama Pengadu Juniara Petros (Keluarga Rizki). Akan tetapi hingga saat ini belum ada panggilan polisi terhadap AK.
Simarimbun – Pelaksanaan Reses ke 3, SS
Fernando M. Siahaan, anggota DPRD Tk II Pematangsiantar periode 2009 – 2014 di desa Banjar Nahor Kelurahan Tong Simarimbun (24/12) pukul 12.00 WIB berjalan dengan lancar, hikmat serta meriah. Turut juga Kadis Pertanian/Peternakan Robert Pangaribuan, Kadis Tarukim A. Tarigan, Kadis PU serta anggota Dewan Bapak Rudi Whu serta lurah Tong Simarimbun Bapak Siadari. Masyarakat sangat antusias atas kehadiran anggota dewan Fernando M. Siahaan terlihat dari jumlah warga yang hadir ± 100 orang. Acara dimulai dari kata sambutan dari lurah Tong Simarimbun kemudian dilanjutkan oleh Bapak Fernando mengatakan supaya Masyarakat bisa mengutarakan semua unek-unek dan permasalahan yang te rjadi ditengah-tengah masyarakat. Baik masalah pertanian, drainase, parit, longsor, dan jalan. Setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab warga yang dimulai dari Ibu K. Simangunsong yang mengatakan tentang parit didepan rumahnya tersumbat sehingga kalau hujan turun menjadi banjir dan membuat aroma busuk di sekitar perumahan. Dan memohon agar mendapat perbaikan. Oppu Daren Br. Siahaan bertanya tentang drainase dan parit didepan rumahnya tidak berfungsi sehingga kalau hujan air masuk kedalam rumah. B. Nainggolan menghimbau agar jalan nasional yang berlubang-lubang mendapat perbaikan yang sering mengakibatkan kecelakaan serta lampu jalan dari jalan parapat Km. 4-5 tidak berfungsi hingga gelap gulita padahal tiang lampu ada akan tetapi bola lampu sudah putus. Masyarakat Tong Simarimbun juga menghimbau akibat drainase untuk kesawah amblas, hingga pengairan ke sawah susah dan padi kering tidak berair. Mengakibatkan kerugian dan gagal panen. Masyarakat Tong Simarimbun yang sebahagian sebagai petani termasuk lumbung padi di kota Pematangsiantar, akan tetapi masyarakat menghimbau pemerintah agar turun ke lokasi untuk memperbaiki drainase yang amblas, agar senantiasa penduduk Tong Simarimbun bisa panen dengan hasil yang memuaskan. (BCP)
Dukungan kepada Gus Irawan & Sukirman Semakin Mengkristal
Simalungun,SS
Semakin mendekatnya Pilgubsu Maret 2013 dukungan warga Siantar-Simalungun kepada pasangan Gus Irawan & Sukirman (GUSMAN) semakin mengkristal saja. Pasangan ini dinilai sangat paham bagaimana memajukan Sumatera Utara semakin sejahtera. Besar kemungkinan GUSMAN akan menang telak khususnya di Siantar-Simalungun. Demikian rangkuman pendapatan tokoh masyarakat Siantar Simalungun yang dihimpun SUARA SIMALUNGUN pekan ini.
Mesdianto tokoh masyarakat Jawa Kecamatan Pamatang Bandar mengatakan Pasangan Calon Gubernur Sumut Gus Irawan Pasaribu dan Sukirman dinilai paling paham soal ekonomi kerakyatan sehingga jika terpilih menjadi Gubsu akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Sumatera Utara. Latar belakang keduanya yang dekat dengan persoalan rakyat sangat cocok memimpin Sumut lima tahun kedepan.
Mesdianto mengatakan bahwa warga Sumut mayoritas adalah kaum menengah kebawah, ekonominya juga masih ekonomi menengah kebawah sehingga masih sangat membutuhkan konsep pembangunan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dengan kondisi demikian sangat dibutuhkan pemimpin yang memahami persoalan akar rumput karena menangani masalah ekonomi kerakyatan berbeda dengan menangani ekonomi kapitalis yang padat modal.
Kalau ekonomi kerakyatan modal rakyat sangat sedikit bahkan bisa dikatakan tanpa modal. Modal rakyat hanyalah semangat, kerja keras dan kejujuran. Dengan situasi demikian sangat dibutuhkan konsep ekonomi kerakyatan yang bisa mendekatkan rakyat misalnya dengan akses permodalan. Permodalan sulit diakses masyarakat kecil karena tidak adanya political will dari pemerintah itu memerlukan keberanian politik dan sangat tergantung oleh pemimpinnya.
Selanjutnya Supomo Saragih tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Maligas mengatakan Mencermati lima kandidat Gubsu yang bertanding dalam Pilgubsu Maret 2013 figur Gus Irawan dan Sukirman sangat tepat karena mencermati track rekord keduanya yang sangat dekat dengan permasalahan rakyat kecil akan mampu membuat gebrakan untuk masyarakat Sumut yang lebih sejahtera. Pengalaman Gus Irawan saat memimpin Bank Sumut yang memiliki banyak program untuk peningkatan ekonomi kerakyatan adalah modal yang sangat relevan yang harus dimiliki calon Gubsu. Begitu juga Sukirman yang memiliki pengalamana dua periode sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagei dan berlatar belakang Sarjana Pertanian sangat cocok memimpin Sumut kedepan.
Ditegaskan Supomo intinya Sumut membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan rakyat kecil yang adalah penduduk mayoritas di Sumut. Dan pasangan Gus Irawan Sukirman paling paham masalah ekonomi kerakyatan sehingga warga Sumut patut mempertimbangkannya dalam Pilgubsu Maret mendatang ujarnya.
Sementara itu Kaliamsah Damanik tokoh masyarakat Kecamatan Panei mengatakan bahwa saat ini sedang terjadi krisis kepemimpinan di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sehingga sangat diharapkan Gubernur mendatang adalah yang memiliki visi membangun dan mempersatukan warga Sumut yang sangat majemuk. Mengingat betapa beragamnya Sumut baik dari segi suku, agama, bahkan ras maka sangat dibutuhkan figur yang santun dan pemersatu. Figur yang santun sangat dibutuhkan mengingat betapa beragamnya adat dan tradisi yang ada di Sumut begitu juga figur Pemersatu adalah figur yang bisa memahami perbedaan yang ada di Sumut.
Dikatakan Kaliamsah membangun daerah yang begitu beragam membutuhkan seni dan managemen tersendiri sehingga masyarakat Sumut harus benar-benar mencermati figur calon Gubsu yang akan ikut dalam Pilgubsu tahun 2013. idealnya masyarakat sudah mempelajari track rekord dan kemampuan para calon yang akan bertanding. Akan tetapi mengingat keragaman Sumut maka harus dicari figur yang santun dan berjiwa pemersatu ujarnya. Sumut adalah ibaratnya miniatur Indonesua sehingga sangat membutuhkan pemimpin yang bisa mempersatukan perebedaan. Saat ini dirinya menilai kepemimpinan di Sumut sama sekali tidak berbuat itulah akibatnya kalau sejak awal masyarakat Sumut tidak cermat mengamati latar belakang dan track rekord calon pemimpinnya. Tahun 2013 warga Sumut akan kembali berkesempatan memilih calon gubernur saya menghimbau agar warga Sumut khususnya warga Siantar-Simalungun tidak salah pilih lagi, jangan kita pilih pemimpin yang tidak berbuat katanya.(tp)
Presidium PMS :
Menilai DR JR Saragih SH MM Hendaknya Tidak Menggunakan “Kacamata Kuda”
• Oknum yang Pingin Jadi Bupati Simalungun Berpolitiklah Secara Elegan
Simalungun,SS
Politisi dan aktifis LSM di Simalungun hendaknya tidak menggunakan “Kaca Mata Kuda” dalam menilai kepemimpinan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM. Kalau Kuda yang menggunakan Kaca Mata maka penglihatannya hanya fokus pasa satu sisi saja tanpa bisa melihat sisi yang lain. Saat ini ada politisi dan aktifis LSM di Simalungun gemar menggunakan “Kaca Mata Kuda” artinya hanya menjelek-jelekkan saja tanpa mau mengakui prestasi DR JR Saragih SH MM membawa Perubahan di Simalungun. Hal tersebut dikatakan Pardi Purba SE Sekjend DPP/Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS) kepada SS awal pekan ini.
Pardi Purba mengatakan segelintir aktifis LSM dan Politisi Kabupaten Simalungun memang memiliki keunikan tersendiri yang langka dan sedikit tidak masuk akal. Ada LSM yang sejak awal pendiriannya hanya melihat kejelekan yang dilakukan DR JR Saragih dan anehnya kejelekan yang dimaksudpun sebenarnya hanya issu murahan yang tak pernah ada buktinya. Oknum aktifis LSM tersebut hendaknya rajin membaca buku atau membuka internet tentang apa sebenarnya tugas dan fungsi LSM yang sebenarnya.
Misalnya saja kita tidak pernah mendengar ada prestasi LSM yang suka menjelek-jelekkan DR JR Saragih tersebut mengadvokasi masyarakat miskin dan tertindas untuk mendapatkan haknya. Justru kita hanya mendengar aktifis LSM tersebut hanya berkoar-koar layaknya radio rusak-rusak memburuk-burukkan saja.
Pardi menegaskan sebenarnya dirinya kasihan dengan sifat dan kebiasaan aktifis LSM tersebut mengapa demikian mungkin karena dia kurang kerjaan sehingga suka mencari-cari kesalahan orang saja tanpa pernah melakukan reflekasi tentang apa yang sudah dia lakukan untuk membangun Simalungun. Begitu juga politisi Simalungun yang terus berteriak lantang mencari-cari kesalahan DR JR Saragih SH MM walaupun hingga saat ini kesalahan yang dia maksud tidak pernah ada.
Pardi Purba menilai politisi tersebut hanya mau numpang tenar saja dengan memanfaatkan Pers, dengan cara membuat statemen yang sedikit vulgar maka pers akan tertarik memberitakan dengan harapan oknum tersebut dikenal masyarakat sangat disayangkan upayanya tersebut dengan membangun sentimen seolah tak ada yang bagus yang dibuat DR JR Saragih SH MM.
Pardi menyarakankan kepada aktifis LSM dan politisi yang ingin membangun karir dan popularitas demi menggapai tujuan politik tertentu hendaknya tidak lagi menggunakan cara memburuk-burukkan. Marilah kita membangun prestasi dengan cara memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Kalau kita berbuat baik kepada masyarakat tentu masyarakat bisa menilai apakah memang bisa jadi pemimpin atau hanya “tong kosong nyaring bunyinya”.
Dengan tegas Pardi mengatakan bahwa Simalungun memiliki filosofi “habonaron do bona” dan memiliki adat dan tradisi Simalungun yang sangat menjunjung tinggi etika dan kesopanan. Harapan kita dalam bertindak marilah tetap sesuai dengan prinsip berbudaya agar tidak menimbulkan ketersinggungan saja pungkasnya. (tp)
BUAL-BUAL POKKALAN
MANRANGGI HORJA ADAT BANI SIMALUNGUN
Malas uhur, pajuppah use hita bani parbualan Simalungun aima bani bual pokkalan on.Posdo uhur, bahasa na komit ope hita bani parjuangan marsimalungun on. Andoharma.
Sattorap on, ulaki hita lobei mangugari pambotohta pasal adat simalungun on, gendo roh bueini hita namangarusi adat pakon budaya simalungun ase ulang soppat magou hita halani na dob magou adat pakon budaya simalungun.
”Ulang lobei namarnaloja hita massahapi adat simalungun, halani seng mungkin iarapkon hita halakan tarlobih simbalog an laho patorsahon adatta on” nini si Sudiman Saragih par Lubuk Pakam naroh khusus hu Siattar laho marbual adat Simalungun bani pokkalan ni SS.
”Ai mage” Nini si Petrus Serbelawan mambalosi. ”Apalagi isahapi hita pasal ranggini horja adat, sosok tumang ma ai, halani buei ope hita on na sihap mambahen horja adat baik bani malasni uhur pakon pusokni ni uhur, hape lape adong songon mantap botul pasal ranggini horja ai. Ase dearma ukkari hita lobei” nini Petrus use irik manoldu sigaretni.
”Ok. Taringat hubani ranggini horja, maningon mulak do lobei hita hubani sistem kekerabatanni halak Simalungun. Sanina pangalopan riah, boru pangalopan gogoh janah tondong pangalopan podah.
Jadi anggo sihol ma hita mangadongkon horja adat, naparlobei sihorjahonon aima na mangalop riah bani sanina. Sanina sainang sa amang, sanina na marsanina bapa, sasina na marsanina opung pakon na legan, bila penting dihut pakon sanina pariban. Dob ai laho ma diri hubani boru diri na iwakili anak boru jabu. Hubani anak boru jabu aido na padas sura-sura diri termasuk rencana adat nalaho sihorja honon. Terakhir laho ma diri mangindo podah hubani todong. Tarlobih ma ai hubani tondong pamupus diri. Sonai do anggo na hubotoh” nini Jaserman Sondi marpodah.
“Ya, domma lepak tongon au on” nini si Posma soppong. “Anggo sadokah on, parlobei hurumahni tulangni dakdanak on do au marsuhutan asal adong horja ijabukku. Halani maningon sonai do hu horjahon ase ulang maseda uhurni inangni dakdanak on” nini Posma polos
. “Lepak ma tongon ham Lawei” nini si Juhut hun lopah hundulan. ”Ham in ma goranni turis atap turut istri. Ai anggo tulang ni dakdanak do sedo daroh diri ai. Tondong na baru do ai. Sedo ai pamupus diri. Halani maningon pamupus diri do parlobei na juppahan, halani ia do na bertanggung jawab hubatta. Sedo botouni parrumah. Tapi sonaima, anggo ra do diri marubah domma dear ai. Ulang be pesak janah marsalahan horjatta tarlobih petinggini Simaungun on.” Nini si Juhut Purba perasaan ahli adat Simalnguungun.
“Dob ai aha ma use sihorjahonon, “ nini si Purba Tojai songon na lang sabar mandihuti parsahapan.
“Anggo manurut pandappotku, horja na mangihut aima mambahen riah tongah jabu. Ijaima hadir Sanina, Tondong pakon boru. Anggo sondahan on, ijaima homa iottang ase roh hasoman sahuta termasuk pengurusni Partuha Maujana Simalungun. Ibani riah tongah jabu on, maningon tuntas ma homa membahas tatang aturni horja, pardalanni gori, pardalanni demban, pardalanni hiou pakon na legan. Ijon ma homa botohonni simbuei isema anak boru sanina pakon anak boru jabu ase ulang adong na lepas tanggung jawab bani horja ai.” Nini si Marsudin Damanik gelar Mardam mambere pandpot.
“Sosok ma ai tongon” marsahap use si Bertus na hundul ilambungni Ayeb Saragih. “Manurut pandapotkupe tarsonai dassa nulat-nulatni horjani Simalungun on. Hassa, anggo bani matani horja maningon dihutma homa namin odoran na dua nari aima tondongni tondong pakon anak boru mintori. Aido ase adong doding tolu sahundulan lima saodoran. Anggo domma ijin sitolu sahundulan songon sanina, tondong, boru itambah lima saodoran aima tondongni tondong pakon anak boru mintori, lengkapma haganupan kekerabatanni hita Simalungun. Aipe anggo songon na hurang pas pendpatku ai, mulak hubakku ma hape” nini si Bertus ibagas toruhni uhur.
Hita haganupan halak Simalungun on, nini namatua makkatahon, marulu do bah, marbona do sakkalan janah martappuk do demban. Ganup do adong nulatni horja adat. Ulang hita jappak-jappak laho makkorjahon horja adat. Maningon dear do iranggi hita horjatta. Nini halakan, maningon adong do proposalni horja ase haganupan horja ai sistimatis, ekonomis janah hemat panorang. Horja na lang dong persiapan, biasani pabadorhon. Halani ai sittong-sitong ma bahen hita horja adatta. Halani anggo lepak, sedo pitah hasuhuton na maila. Haganupan halak Simalungun pasti maila anggo seorma horja adatta, tarlobih ilobeini buei do halak na lang halak Simalungun. Sonaima. (oppungni jeriko)
Bupati Simalungun Silahturrahmi ke Pondok Persulukan Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS
Simalungun,SS
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Gidion Purba Msi, para asisten Setkab Simalungun dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan kunjungan silahturrahmi ke pondok persulukan Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS (Tuan Guru Serambi Babussalam Majelis Zikir Thariqat Nagsyabandiyah) di Nagori Jawa Tongah Kecamatan Hatonduhan, Jum’at, 04/01/2013.
Kedatangan Bupati dan rombongan ke pondok perslukukan tersebut disambut oleh pimpinan persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA yang merupakan putra kandung dari Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS bersama dengan pengikutnya dan langsung melakukan pertemuan di balai pertemuan yang ada di pondok persulukan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM menyampaikan bahwa kunjungan ini, selain untuk bersilahturrahmi dengan warga di pondok persulukan juga untuk mengucapkan selamat dan sukses ada pelaksanaan HUL ke-3 Syekh Abdurrahman Rajaguguk QS yang akan dilangsungkan pada tanggal 5 Januari 2013.
“Saya sangat mendukung keberadaan pondok persulukan ini, karena ini merupakan salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam pembinaan mental spirituan masyarakat”, tandas Bupati sembari berharap agar warga di pondok persulukan tersebut mendo’akan sehingga selama kepemimpinannya di Kabupaten Simalungun dapat berjalan dengan baik.
Sebagai bentuk dukungan terhadapa podok persulukan itu, Bupati Simalungun memberikan bantuan sebesar Rp. 200 juta kepada pimpinan pondok persulukan Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA untuk digunakan sebagai pengembangan pondok persulukan tersbeut.
Sementara itu, Syekh H Ahmad Sabban Al Rahmaniy MA mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Simalungun bersama rombongan di pondok persulukan yang dipimpinya “Saya juga berterima kasih atas perhatian Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Simalungun yang telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap tempat kami ini yang merupakan sarana pembinaan mental/spiritual dan keimaan masyarakat”, tambahnya.
Selanjutnya dia berharap agar agenda perubahan yang merupakan misi dari Pemkab Simalungun tetap dilanjutkan. “Memang untuk mewujudkan perubahan tersebut selalu ada tantangan bahkan cobaan”, ujarnya.
Seusai dari pondok persulukan, Rombongan Bupati Simalungun melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pangulu Jawa Tongah. Di Kantor ini Bupati Simalungun menghimbau kepada aparatur nagori untuk menata sekaligus membenahi lingkungan perkantoran tersebut. Tampak hadir dalam kunjungan Bupati dan rombongan itu, Camat Hatonduhan Daniel Silalahi SSTP Msi bersama beberapa orang pengulu se-kecamatan Hatonduhan.(tp)
Bupati Sergai Serahkan 2.026 Paket Sembako kepada Warga
Sei Rampah, SS
Sebagai bentuk kepedulian dan meringankan beban masyarakat pasca musibah banjir beberapa waktu lalu yang terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Pemerintah Kabupaten Sergai (Pemkab Sergai) melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai kembali menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi masyarakat Kecamatan Sei Rampah yang warganya mengalami musibah banjir paling banyak.
Bantuan ini diserahkan Bupati Sergai Ir. H.T. Erry Nuradi, M.Si didampingi Wabup Ir. H. Soekirman yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Sei Rampah Desa Firdaus, Selasa (8/1) dan turut dihadiri Pelaksana Kepala BPBD Sergai Drs. Joni Walker Manik MM, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) H. Ifdal, S.Sos, M.AP, Camat Sei Rampah Drs. Fajar Simbolon, Sekcam Sei Rampah Drs. Andi Ma’arif, para Kades dan ribuan masyarakat penerima bantuan.
Penyerahan bantuan untuk Kecamatan Sei Rampah berupa 2.026 paket sembako untuk 6 desa se-Kecamatan Sei Rampah yakni untuk Desa Sei Rampah sebanyak 1.356 KK, 226 KK untuk Desa Pematang Ganjang, Desa Cempedak Lobang sejumlah 260 KK. Kemudian untuk Desa Sei Rejo sebanyak 108 KK, Silau Rakyat sebanyak 36 KK dan Desa Firdaus sejumlah 40 KK.
Dalam setiap paket bantuan yang diserahkan terdiri dari 10 kg beras, 4 kg gula pasir dan 4 liter minyak goreng kemasan. Bupati Erry Nuradi dalam sambutannya menjelaskan ada lima tindakan yang dilakukan pemerintah menangani musibah banjir tersebut yakni SAR (Search and Rescue) yaitu dicari dan selamatkan dulu korban, kemudian tanggap darurat dengan menyediakan dapur umum, air bersih, selimut dan tenda serta pemberian obat-obatan/pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada korban. Sedangkan tindakan yang ketiga adalah rehabilitasi adalah mempercepat perbaikan kembali sarana maupun prasarana yang rusak akibat banjir, kemudian tindakan keempat yaitu rekonstruksi (membangun kembali) terhadap sarana maupun prasarana yang rusak.
Dan tindakan kelima yakni counselling dengan memberikan penguatan berupa bimbingan dan penyuluhan bagi korban banjir, agar tegar menjalani kehidupannya secara normal di tengah-tengah masyarakat, papar Bupati Erry Nuradi.
Lebih lanjut Bupati Sergai Erry Nuradi mengungkapkan khusus bencana banjir yang menimpa beberapa rumah penduduk bahwa tindakan SAR sudah dilakukan Pemkab Sergai bersama oleh jajaran TNI dan Kepolisian dibantu masyarakat setempat. Demikian juga halnya dengan tindakan tanggap darurat, sejak peristiwa banjir Pemkab Sergai dan beberapa yayasan sosial maupun warga masyarakat yang peduli telah memberikan bantuan berupa makanan, air bersih layak konsumsi, pendirian tenda-tenda tempat penampungan sementara korban.
Untuk tindakan rehabilitasi bagi sarana maupun prasarana yang rusak menurutnya, sedikit memakan waktu dalam pencegahan musibah banjir datang kembali dintaranya tindakan normalisasi Sungai Sei Rampah berupa pelebaran sungai, peninggian tebing dan memperdalam sungai (pengerukan), jelas Bupati Erry Nuradi.
Selain itu Bupati Erry Nuradi menghimbau kepada warga untuk tidak melupakan budaya gotong-royong, bekerja bakti membersihkan lingkungan termasuk membersihkan saluran air dari sampah ketika menghadapi musim penghujan. Kegiatan gotong-royong menurut Bupati Erry Nuradi memang sifatnya sederhana tetapi manfaatnya luar biasa, sesuai visi Kecamatan Sei Rampah Bersih dapat terwujud, ungkap Bupati Erry Nuradi.
Sebelumnya Pelaksana Kaban BPBD Sergai Drs. Joni Walker Manik menjelaskan bahwa penyerahan kembali bantuan pasca banjir kepada masyarakat Kecamatan Sei Rampah ini merupakan program pemerintah pusat terhadap pemulihan daerah yang dilanda bencana alam.
Disela-sela acara penyerahan bantuan ini Bupati HT Erry Nuradi didampingi Wabup Ir. H. Soekirman menandatangani prasasti program PNPM-MPd tahun anggaran 2012 berupa kegiatan perkerasan jalan telford di Desa Silau Rakyat Kecamatan Sei Rampah. (LN)
MK Hapus Kelas RSBI di Sekolah Pemerintah
Jakarta, SS
Mahkamah Konstitusi (MK) menghapuskan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang berada di sekolah-sekolah pemerintah. MK memutuskan RSBI bertentangan dengan UUD 1945 dan bentuk liberalisasi pendidikan.
"Mengadili, mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Mahfud MD dalam sidang terbuka untuk umum di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (8/1).
Dalam pertimbangannya, MK berpendapat sekolah bertaraf internasional di sekolah pemerintah itu bertentangan dengan UUD 1945. MK juga menilai RSBI menimbulkan dualisme pendidikan. "Ini merupakan bentuk baru liberalisasi dan berpotensi menghilangkan jati diri bangsa dan diskriminasi adanya biaya yang mahal," tandas MK.
Seperti diketahui, para orang tua murid dan aktivis pendidikan menguji pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas karena tak bisa mengakses satuan pendidikan RSBI/SBI ini lantaran mahal. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan).
"Saya senang dengan putusan ini karena MK berpihak kepada rakyat, hormatilah keputusan hukum. Jangan sampai tidak ada RSBI, tapi ada yang setipe," kata wali murid, Widi yang anaknya sekolah di SMA 68.
Hargai Keputusan MK
Menanggapi putusan tersebut, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menyatakan menghargai apapun keputusan MK. "Tadi sudah diputuskan. Meski saya belum bisa mendapatkan putusan utuhnya, tapi apapun itu pemerintah sangat menghormati dan menghargai," kata Nuh dalam konferensi persnya di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (8/1).
Nuh menyatakan bahwa dulunya RSBI digagas dalam Undang-undang Sisdiknas Tahun 2003 dalam suasana semangat reformasi. Waktu itu harga diri bangsa sedang terpuruk dan ingin bangkit sejajar dengan bangsa lainnya.
Pemerintah-pun melaksanakan RSBI pada masa selanjutnya. Akhirnya, RSBI sekarang dibubarkan oleh MK. Meski begitu, Kemendikbudlegowo menerima keputusan MK.
"Pemerintah tidak merasa kalah menang. Tinggal menjankan saja. Monggo kalau nggak boleh ada RSBI," ujar Nuh. (dtc)
Jumlah Pemilih Pilgubsu di Sumut 10,2 Juta
Medan, SS
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut melalui rapat pleno terbuka, Selasa (8/1) di Hotel Madani menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 sebanyak 10.295.013 jiwa. Dari DPT itu pemilih yang terdaftar didominasi perempuan yakni 5.203.864 atau selisih 10 persen dari pemilih laki-laki yakni 5.091.149 jiwa.
Sementara jumlah pemilih terbesar terdapat di Kota Medan dengan jumlah pemilih 2.121.841 jiwa dan Kabupaten Deliserdang dengan jumlah pemilih 1.428.876 jiwa.
Dalam rapat pleno dihadiri seluruh komisioner KPU kabupaten/kota se-Sumut, Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, sumber data DPT dari data kependudukan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Disebutkan Irham, secara resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyerahkan data kependudukan dan data potensi pemilih pilkada kepada KPU pada 1 Juni 2012. Diakui, ada percepatan penyerahan data itu dengan tujuan menjaga komitmen agar persoalan kependudukan dan pemilih yang selalu muncul saat proses pemilu dan pilkada bisa diminimalisir. Diharapkan ada validasi data pemilih yang akurat yang dilakukan KPU di seluruh tingkatan.
Dalam kesempatan itu Irham menyampaikan, dengan telah ditetapkannya DPT Pilgubsu ini diharapkan masukan, kritik dan pendapat untuk menyempurnakan dan perbaikan DPT itu. "Mungkin penetapan DPT ini masih jauh dari harapan dan kesempurnaan. Ada kelemahan serta luput dengan masih adanya penduduk yang belum terdata," ujar Irham.
Dijelaskan, Undang Undang masih memberikan ruang dan kesempatan untuk sekali lagi melakukan perubahan terhadap DPT.
Dikatakan Irham, KPU sejak diserahkannya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4), oleh Pemrovsu
KPU telah menyerahkan daftar pemilih sementara (DPS) kepada seluruh pengurus partai politik, tim kampanye maupun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, agar masing-masing turut serta melakukan perbaikan, perobahan dan pendapat kepada KPU sehingga ada penyempurnaan data yang sesungguhnya dari masing-masing pasangan calon dan tim kampanye.
Ditegaskan Irham, yang menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran KPU terkait Pilgubsu ini adalah bagaimana melindungi dan menyelamatkan hak konstitusional warga negara sehingga bisa menggunakan hak pilihnya secara bersamaan pada 7 Maret 2013.
"Diharapkan peran serta semua pihak untuk melakukan koreksi terkahir terhadap DPT ini, sehingga seluruh warga yang mempunyai hak pilihnya dapat ikut serta menyampaikan hak politiknya memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur," ujar Irham Buana didampingi komisioner KPU Sumut lannya yakni, Surya Perdana, Nurlela Djohan, dan Rajin Sitepu.
Sebelum penetapan DPT oleh KPU Sumut, masing-masing Ketua KPU kabupaten/kota menyampaikan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar di daerah masing-masing. (int)
Beberapa Daerah di Sumut Terancam Longsor
Medan,SS
Beberapa daerah di Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan masih harus hati-hati terhadap ancaman longsor. Hal ini terkait kawasan pergunungan dan lereng perbukitan di Sumut masih diguyur hujan hingga Januari 2013.
"Lima daerah yang menjadi ancaman longsor ke depan yaitu Tanah Karo, Dairi, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Simalungun", sebut Mega Sirait, Kepala bidang data dan infiormasi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I stasiun Bandara Polonia Medan, Selasa (8/1).
Menurut Mega, kondisi cuaca secara umum di Sumatera Utara khususnya di Medan, curah hujan sedikit mulai berkurang dibandingkan kondisi hujan Desember 2012. Namun dia tidak membantah, hingga pertengahan Januari 2013 masih berpeluang curah hujan meningkat (deras) terutama di daerah-daerah pergunungan seperti Sembahe dan Langkat, khususnya pesisir timur Sumatera Utara.
Karena itu, lanjut Mega, potensi banjir-banjir kiriman dari hulu sungai perlu diwaspadai oleh warga masyarakat yang menetap disepanjang bantaran aliran sungai, baik Suingai Deli dan Babura di Medan, maupun Sungai Wampu di Langkat bahkan Sungai Ular di kawasan Deliserdang.
"Masyarakat pesisir timur dan barat Sumut diingatkan perlu mewaspadai banjir kiriman maupun tanah longsor bakal terjadi lagi ke depan," jelas Kepala bidang data dan informasi BMKG Wilayah I stasiun Bandara Polonia Medan.
Begitupun dia menilai, suhu panas yang terjadi saat ini masih tergolong aman. Kondisi panas kawasan kota Medan pada siang hari mencapai angka 32 hingga 33 derajat celcius, sementara sore dan malam bahkan hingga pagi hari lebih banyak turun hujan bersifat lokal di beberapa wilayah di kawasan Medan.
Kondisi panas di kawasan perkotaan seperti Medan bisa juga dipengaruhi efek dari rumah kaca, gedung-gedung tinggi, asap kenderaan bahkan akibat kondisi jalan raya. (int)
INFO SINGKAT DAERAH
Tangga Batu - Pengerasan Jalan, SS
Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun dipimpin Pangulu Nagori Tangga Batu Rinto Manurung mendapat perbaikan jalan dari PPIP dengan lebar 2,5 meter, panjang jalan 1,9 km dengan ketebalan 15 cm serta mendapat biaya sekitar 250 juta rupiah, pantauan wartawan di lokasi (1/1) jalan tersebut telah disusun batu padas, Medan jalan sulit ditempuh akibat batu-batu padas tersebut besar-besar dan pada terangkat semua, padahal rencana kerja dibatu, terus dilapisin pasir, serta digilas agar permukaan jalan rata. Tetapi kenyataannya sampai sekarang (9/1) belum tersentuh pasir dan penggilas. Mengakibatkan susah payah untuk dilalui kendaraan terlebih-lebih kendaraan roda dua. Informasi diterima dari beberapa penduduk setempat yang tidak mau disebut namanya. Pengerasan jalan tersebut dikerjakan oleh masyarakat sendiri. Masyarakat desa Pardomuan Nauli mempunyai harapan terhadap pemerintah Kabupaten Simalungun agar pengerasan jalan yang tanggung ± 1 Km yang dibiarkan tidak dibatui. Agar sesegera mungkin dibuat pengerasan jalan karena menurut info masyarakat banyak ± 20 tahun tidak pernah mendapat pengerasan jalan. Memang sangat prihatin dengan penduduk karena untuk menjual hasil bumi mereka susah payah akibat jalan menuju desa tangga batu hancur-hancuran. (LM)
Panombeian Panei – Rawan Pencurian, SS
Sunggul Sitangang (44) penduduk Nagori Gurgur Kec. Panombeian Pane mengatakan kepada wartawan koran ini (04/1) di rumahnya bahwa desanya rawan pencurian. Sudah sering hilang Babi, bebek, ban mobil, ayam dan tanaman dan lain-lain. Anehnya masyarakat tak ada yang ngadu. Dirinya sendiri mengadukan kehilangan bebek 432 ekor pad atanggal 17-8-2012, dengan alat bukti bus GOK NO. 408 yang dipergunakan Marungkil Simbolon (32) untuk menjual bebek ke arah tanah jawa. Barang bukti sudah ditahan namun kemudian dilepas dan akhirnya pemilik sudah menjualnya, walau sudah di foto pihak Polsek. Kini Marungkil menjadi DPO dan berakhirlah persoalannya. Untuk urusan ini korban beri uang Rp. 50 ribu kepada penyidik bermarga Situmeang untuk uang rokok, kata Ny. Simanjuntak istri pelapor kepada wartawan.
Ketika hal ini dipertanyakan kepada Kapolsek AKP M. Manik, SH.MH membenarkan hal itu dan terlapor Marungkil DPO sampai saat ini dan minta kepada pelapor kalau ada Marungkil kelihatan minta diinformasikan agar ditangkap. Menyoal 50 ribu yang diberi pelapor dikatakan Kapolsek “Itu kan pemberian” terimalah. Menurut Drs. Bin Ahar Tambunan selaku Pemerhati sebaiknya ditolah penyidik dengan mengatakan minta maaf pihaknya tidak boleh menerima uang, karena sudah digaji pemerintah. Untuk pembelajaran di negeri ini, karena nilainya terlalu kecil dan dampaknya dapat mengangkat nama baik kepolisian, sebaiknya ditolak dengan santun dan bukan asal terima, kata Drs. Bin Ahar Tambunan dengan tegas. (M. Johan)
Tanah Jawa – Kecewa, SS
Lukia Simanjuntak (58) penduduk Nagori Mariatasi Kec. Hatonduhan, kecewa berat karena pengaduan sudah 1 tahun yang lalu dilaporkan sampai saat ini (9/1) belum ada proses Kajari Simalungun hingga saya malu kata Lukia kepada wartawan lewat telepon selulernya. Ceritanya begini, penrusakan yang dilakukan Bidan boru Sinaga dan Ambarita telah dilapor ke Polsek Tanah Jawa, dan bahkan telah diadukan ke Kapolda Sumut dan sudah dipross penyidiknya bermarga Hutasoit. Menurutnya berkas perkara telah dilaporkan ke Kajari Simalungun dan akhirnya persoalan perkara mengendap di tangan penyidik (Jaksa) untuk itu Lukia akan pertanyakan masalah ini kepada Jaksa minggu depan. (Alpijor).
Kota Binjai – Korupsi, SS
GAPEKNAS Kota Binjai sorot proyek pengaspalan berbiaya Rp. 15 M, tuding tidak sesuai bestek dan minta Kadis Tarukim dan PPTK di tangkap, kata Maruba Sagala selaku ketua gabungan pengusaha konstruksi nasional kepada wartawan baru-baru ini. Faktanya proyek pembangunan jalan setapak di Ir. H. Juanda gang sejahtera lingkungan VI Kel. Mencirim Kec. Binjai Timur Kota Binjai. Mutunya rendah dan diduga penuh kebohongan dan tidak dapat bertahan lama dari segi umur proyek, untuk itu minta kepada penegak hukum untuk periksa proyek tersebut dan menangkap pengguna anggaran kata Maruba dengan tegas. (KS)
Simalungun – Sindikat Pencuri Alat Berat, SS
Polres Simalungun berhasil bongkar Sindikat pencuri alat komputer Beko milik Pemkab Simalungun dititipkan di Dinas Bina Marga Kabupaten Simalungun Jalan Asahan Km. 6. Kejadian 19 Nopember 2012. Para tersangka MHP (22) warga nagori Lestari Indah Kec. Siantar. S alias Ijal warga Sungai berombang dusun IV Kec. Pani Hilir Kabupaten Labuhan batu, H alias Tono (23) asal Sei Semujur, Kec. Si Suka, Kab. Batu Bara. Semuanya telah ditahan dan kini dalam proses hukum, demikian Kasat Serse Polres Simalungun AKP Ronny, Sik kepada wartawan baru-baru ini. (Alpijor/PP)
Hutabayu Raja – Kekurangan Komputer, SS
Kekurangan komputer di SMP Negeri 3 Hutabayu Raja menjadi hal serius kata Bellen Munthe, S.Pd kepada wartawan baru-baru ini. Untuk belajar pemahaman terpaksa 3 orang untuk 1 komputer dan siswa belajar pada sore hari. Belajar di ruangan Tata Usaha, sangat memprihatinkan 8 unit komputer untuk 3 jurusan. Ketika hal ini dipertanyakan kepada Dikjar Simalungun, Kadis melalui Drs. P. Sinaga selaku SEKDIS mengatakan TA 2013 diupayakan untuk penambahan komputer di SMP Negeri 3 Hutabayu. (Mare)
Jawa Maraja – Jalan Rusak, SS
Ruas jalan simpang Bah Jambi – Nagojor dan ruas jalan Nagojor – Hutabayu Raja masih butuh perbaikan, karena lubang-lubang akan mengganggu arus lalu lintas, karena lubang-lubang akan mengganggu arus lalu lintas. Sesungguhnya jalan merupakan urat nadi perekonomian dan tolak ukur suatu daerah. Kalau jalan rusak sudah pasti dipemerintahan b anyak tak beres, kata Ir. Kondar Silitonga dari LSM PPL menyikapi buruknya ruas jalan tersebut, pantauan (4/1) di lokasi. Menurut kondar, rusaknya jalan di Kabupaten Simalungun adalah karena mutu proyek terlalu rendah, kemudian rendahnya sistim pengawasan dan tidak ada dana pemeliharaan. Dan rakyat harus menderita karena jalan tak mulus di Kab. Simalungun, karena korupsi sangat kental (menggurita) itulah penyebabnya, kata Kondar tegas, (Sita)
Simalungun – Sabu-sabu, SS
SS oknum Polres Simalungun diduga terlibat peredaran sabu-sabu di Kabupaten Simalungun. Diharap masyarakat agar ditangkap dan ditahan, oknum ini telah mencemari lembaga kepolisian, kalau dibiarkan akan semakin merajalela kata Krismon Pangaribuan, SH kepada wartawan koran ini (8/1) di loby Siantar Hotel.
Oknum SS yang jarang dinas telah mencoreng nama baik POLRI membuat masyarakat GERAH, sebaiknya pecat saja, sesuai proses hukum berlaku kata Krismon. Harpaan ini disampaikan kepada AKBPD Andy Syariful Taufik, Sik, M.Si untuk segera bertindak terhadap ulah oknum SS terkesan kebal hukum. (M. Johan)
Dolok Panribuan – Salut, SS
Saya salut sekaligus angkat tangan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kec. Dolok Panribuan Drs. C. Ritonga, alasannya mampu menjadikan Komplek berdisiplin. Semangat kerja guru meningkat dalam proses belajar mengajar. Dan beliau satu-satunya yang pernah membuat reuni akbar lulusan tahun 1985 sampai dengan sekarang. Acaranya meriah dan sukses, kata Pak Silalahi yang mengaku orang tua murid dan tinggal di kompleks perumnas Tiga Dolok. Dilanjutkan Bapak Silalahi juga mutu pendidikan dan perubahan perilaku anak-anak sangat dirasakan para orang tua murid. Tentu itu alasan yang kuat, begitu! (Bangun)
Jalan Nasional – Rusak, SS
Beram jalan tergerus sedalam 0,5 meter di ruas jalan Nasional posisi Tiga Dolok. Tepatnya di Nagori Bandar Dolok sangat menakutkan buat kendaraan roda dua apalagi saat musim hujan. Perlu perhatian Kantor Balai atau unit pemeliharaan jalan di daerah. Masyarakat sangat berharap. Hal itu bisa segera ditangani, kata Krismon Pangaribuan BA dari LSM PPL, berkomentar kepada wartawan koran ini. Sudah hampir 1 tahun beram ini dibiarkan saja. Anehnya tidak ada anggota DPRD khususnya perwakilan dari Kec. Dolok Panribuan yang memperhatikan aspirasi masyarakat. (LM)
Girsang Sipangan Bolon – Kebersihan, SS
Pemotongan rumput di kompleks SMA Negeri 1 Kec. Girsang Sipangan Bolon tetap rapi dan bersih. Sehingga keindahan tercermin dari sekolah itu. Terpantau (8/1) di lokasi. Penataan lingkungan yang baik sudah pasti membuat anak-anak terbiasa dan berharap anak-anak diluar sekolah mampu mencontoh apa yang dibuat atau dilanjutkan Ebson Silaban, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah. Sampai saat ini belum ada keluhan dari orang tua murid atau komite tentang kegiatan yang dilaksanakan disekolah untuk melakukan proses belajar mengajar. (KS)
Padang Sidempuan – Pengeroyokan, SS
Agus Rizki Situmorang (26) korban pengeroyokan oleh AK (30) dkk, sampai babak belur, karena masalah sepele hingga membuat laporan polisi No. LP/707/XII/2012/SU/PSP, Tanggal 22 Desember 2012 dengan penyidik Eddy Tarigan di Kapolres Padang Sidempuan. Kejadian pada tanggal 22 Desember 2012 sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Sudirman depan KFC kota Padang Sidempuan dihajar AK dkk hingga mengakibatkan mata bengkak, merah, dan sembab makan, kebiru-biruan, dengan wajah hancur-hancuran. Laporan istri AK yang memicu kemarahan AK karena Rizki bernyanyi sambil bergitar dan lagu-lagu yang dibawakan oleh menyindir istri AK hingga istri AK tersinggung dan menegur rizki. Akan tetapi rizki mengatakan, bahwa lagu-lagu yang dinyanyikannya tidak menyindir siapa-siapa. Akan tetapi istri AK tidak terima hingga mengadu kepada suaminya dan langsung menampar rizki. Akan tetapi rizki mengelak hingga tamparan yang dilayangkan AK tidak mengenai Rizki. Akibat emosi AK memanggil teman-temannya dan mengejar serta menghajar Rizki hingga babak belur. Malam itu juga Rizki dibawa oleh keluarganya untuk mendapat visum di Rumah Sakit Umum Padang Sidempuan serta membuat laporan pengaduan dengan nama Pengadu Juniara Petros (Keluarga Rizki). Akan tetapi hingga saat ini belum ada panggilan polisi terhadap AK.
Simarimbun – Pelaksanaan Reses ke 3, SS
Fernando M. Siahaan, anggota DPRD Tk II Pematangsiantar periode 2009 – 2014 di desa Banjar Nahor Kelurahan Tong Simarimbun (24/12) pukul 12.00 WIB berjalan dengan lancar, hikmat serta meriah. Turut juga Kadis Pertanian/Peternakan Robert Pangaribuan, Kadis Tarukim A. Tarigan, Kadis PU serta anggota Dewan Bapak Rudi Whu serta lurah Tong Simarimbun Bapak Siadari. Masyarakat sangat antusias atas kehadiran anggota dewan Fernando M. Siahaan terlihat dari jumlah warga yang hadir ± 100 orang. Acara dimulai dari kata sambutan dari lurah Tong Simarimbun kemudian dilanjutkan oleh Bapak Fernando mengatakan supaya Masyarakat bisa mengutarakan semua unek-unek dan permasalahan yang te rjadi ditengah-tengah masyarakat. Baik masalah pertanian, drainase, parit, longsor, dan jalan. Setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab warga yang dimulai dari Ibu K. Simangunsong yang mengatakan tentang parit didepan rumahnya tersumbat sehingga kalau hujan turun menjadi banjir dan membuat aroma busuk di sekitar perumahan. Dan memohon agar mendapat perbaikan. Oppu Daren Br. Siahaan bertanya tentang drainase dan parit didepan rumahnya tidak berfungsi sehingga kalau hujan air masuk kedalam rumah. B. Nainggolan menghimbau agar jalan nasional yang berlubang-lubang mendapat perbaikan yang sering mengakibatkan kecelakaan serta lampu jalan dari jalan parapat Km. 4-5 tidak berfungsi hingga gelap gulita padahal tiang lampu ada akan tetapi bola lampu sudah putus. Masyarakat Tong Simarimbun juga menghimbau akibat drainase untuk kesawah amblas, hingga pengairan ke sawah susah dan padi kering tidak berair. Mengakibatkan kerugian dan gagal panen. Masyarakat Tong Simarimbun yang sebahagian sebagai petani termasuk lumbung padi di kota Pematangsiantar, akan tetapi masyarakat menghimbau pemerintah agar turun ke lokasi untuk memperbaiki drainase yang amblas, agar senantiasa penduduk Tong Simarimbun bisa panen dengan hasil yang memuaskan. (BCP)
Kamis, 19 April 2012
suara simalungu Kamis 5 April 2012 (Edisi 503)
Warga Purba Sari Sudah Sangat Resah :
Polres Simalungun Didesak segera
Tangkap Pelaku Cabul Maryono
Simalungun,SS
Polres Simalungun dalam hal ini Polsek Serbelawan diminta segera menangkap pelaku cabul Maryono warga Gg Kenanga Nagori Purba Sari Kecamatan Tapian Dolog yang sudah sangat meresahkan. Perbuatan asusila Maryono yang suka memperlihatkan kemaluannya dan melakukan onani didepan anak-anak dan ibu rumah tangga Nagori Purba Sari sudah berlangsung puluhan tahun sehingga sudah sangat meresahkan. Demikian dikatakan Ngatimin/Nasib Pangulu Nagori Purba Sari kepada Wartawan awal pekan ini.
Ngatimin mengatakan pengaduan warga Purba Sari ke Polsek Serbelawan hendaknya ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan konflik horizontal Maryono hendaknya segera ditangkap. Warga yang sudah menjadi korban perbuatan Maryono sudah sangat banyak sehingga diharapkan Polsek Serbelawan segera memprosesnya ujar Ngatimin.
Sementara itu Drs Kolahman Saragih SH MH kuasa hukum korban mengatakan bahwa Polsek Serbelawan hendaknya tidak hanya menggunakan Pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila kepada Maryono akan tetapi sehubungan korbannya banyak anak-anak dibawah umur sudah sepantasnya Maryono dijerat Undang Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan Anak.
Ditegaskan Kolahman sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak tidak ada alasan untuk tidak segera menahan Maryono apalagi masyarakat sudah sangat resah terbukti adanya surat pernyataan 50 KK warga Purba Sari. Dalam kasus ini sangat dibutuhkan sikap fair pihak Polsek Serbelawan demi tegaknya hukum dan rasa keadilan masyarakat.
Dalam kesempatam tersebut Kolahman juga kecewa dengan sikap penyidik karena hingga saat ini Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diminta kuasa hukum hingga saat ini tak kunjung diberikan kepada kuasa hukum korban apakah “ada batu batu dibalik udang” besar ujar Kolahman bertanya.Juper Indra Saragih ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa BAP tidak diberikan karena belum ditandatangani Kapolsek padahal menurut Kolahman Saragih BAP tidak perlu harus ditandatangtani Kapolsek cukup Juper yang bersangkutan yang menandatangani. Tidak ada dasar hukumnya Juper menahan atau memperlambat BAP.
Sementara itu warga Purba Sari membuat surat pernyataan yang pada intinya menyatakan keberatan terhadap tindakan Maryono. Dalam surat pernyataan tersebut ditegaskan bahwa atas nama masyarakat Huta I Nagori Purba Sari dan Lingkungan VIII Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolog menyatakan keberatan atas tindakan asusila/kesopanan yang dilakukan Maryono warga Huta I Jalan Kenanga Purba Sari terhadap warga, surat pernyataan tersebut ditandatangani puluhan warga Purba Sari.
Seperti diketahui Mariono warga Nagori Purba Sari Kecamatan Tapian Dolog sudah berkali-kali melakukan tindakan yang menimbulkan keresahan bagi warga yaitu selalu melakukan onani didepan gadis cilik. Hal ini sering dilakukannya saat anak-anak perempuan ditempat kediamannya di Desa Nagori Purba Sari Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun. Akibat ulah Mariono, pihak keluarga korban melaporkannya ke Polsek Serbelawan.
Adapun yang menjadi korban gadis cilik diantaranya Halamah Tusaddiah, Ivo Susi Sulastri dan masih banyak lagi yang lain penduduk yang sama. Akibat ulah Mariono tersebut menimbulkan trauma kepada korban.
Seperti ini sudah perlahan-lahan dilakukan pelaku, sehingga meresahkan masyarakat Nagori Purba Sari. Kolahman yang saat itu didampingi orang tua korban, Dina, Kameriah Naibaho sudah hampir semua mamak, anak-anak yang ada di Purba Sari, kecewa dengan ulah Mariono. Dikeluhkan warga Mariono asal kekamar mandi sering memergoki Mariono sedang mengintip. Keluarga korban mendesak kepada Polsek Serbelawan tanggap dengan pengaduan keluarga korban yang tertanggal 23 Maret 2012 ke Polsek Serbelawan agar memperoses pengaduan tersebut hingga tuntas. (tp)
Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM
Mari Bersama-sama Mendukung, Melestarikan dan Mencintai Budaya Simalungun
Simalungun,SS
Mari bersama-sama mendukung, melestarikan dan mencintai Budaya Simalungun”. Ajakan tersebut disampaikan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam bimbingan dan arahannya saat menghadiri Malam Pesona Kesenian Budaya Simalungun, di lokasi PRSU, Medan, Selasa malam, (10/4).
Mari bersama-sama mendukung, melestarikan dan mencintai Budaya Simalungun”. Ajakan tersebut disampaikan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam bimbingan dan arahannya saat menghadiri Malam Pesona Kesenian Budaya Simalungun, di lokasi PRSU, Medan, Selasa malam, (10/4).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Simalungun mengatakan, kebudayaan Simalungun merupakan warisan dan harta kekayaan yang tak ternilai harganya dari para leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan dan sangat banyak Budaya Simalungun yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam kehidupan, khusunya bagi para generasi muda agar tetap mencintai budaya Simalungun terutama untuk menghadapi kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini.
DR JR Saragih SH MM juga menekankan kepada seluruh Pejabat Pemkab Simalungun dan Instansi terkait agar meningkatkan kinerjanya dalam memeperkenalkan kesenian dan kebudayaan Simalungun kepada para generasi muda sehingga seni dan budaya Simalungun dapat terus melekat di hati mereka melalui berbagai kegiatan. Pemkab Simalungun juga akan memberikan dukungan bagi masyarakat maupun pemuda yang peduli terhadap kemajuan kesenian dan kebudayaan Simalungun.
Acara tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-41 tahun 2012 yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan oleh panitia penyelenggara PRSU.
Kegiatan malam pesona budaya Simalungun ini diawali dengan pengelaran tor-tor sombah yang dibawakan oleh putri-putri cantik dari Yayasan Sauhur, penampilan Opera “Parjabu Parsapan” oleh Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara (IMAS-USU) dan penampilan Toping-Toping, Huda-Huda serta tari Haroan Bolon tari-tarian Simalungun lainnya dari Himpunan Mahasiswa Pemuda Simalungun (HIMAPSI) Penampilan seni Budaya Simalungun tersebut mendapat sambutan yang meriah dari para pengunjung yang hadir.
Sebelumnya, Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon dalam sambutannya mengatakan, Masyarakat Simalungun harus menjunjung tinggi dan meneladani budaya Simalungun. Binton juga mengatakan, ditengah-tengan kemajuan teknologi saat ini, banyak generasi muda Simalungun yang mulai meninggalkan budaya Simalungun. Untuk itu dengan diselenggarakannya pentas seni Budaya Simalungun diharapkan masyarakat dan generasi muda dapat lebih mencintai budaya Simalungun.
Sementara itu mewakili Partuha Maujana Simalungun (PMS) Japaten Purba dalam sambutannya antara lain mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan Masyarakat Simalungun yang turt menyukseskan acara malam Pesona Budaya Simalungun tersebut, dan khusus kepada generasi muda Simalungun untuk lebih giat dalam mempelajari budaya Simalungun agar budaya Simalungun dapat tetap berkesinambungan dimasa yang kan datang.
Turut memberikan kata sambutan, Ketua Yayasan PRSU Panusunan Pasaribu
dalam sambutannya antara lain mengatakan, acara malam Pesona Budaya Simalungun ini dapat dijadikan sebagai ajang “Marsombuh Sihol” yang diharapkan dapat memotivasi dan menimbulkan Siprit untuk membangun Kabupaten Simalungun. Panusunan juga berharap agar seluruh masyarakat, para tokoh adat dan Pemerintah bersama-sama membangun Kabupaten Simalungun yang lebih baik.
Tampak hadir dalam acara tersebut, unsur muspida Simalungun, anggota DPRD Simalungun, para pimpinan SKPD dan camat dijajaran Pemkab Simalungun, para pengurus PMS, lembaga/dinas/instansi Prov. Sumut dan para pengunjung PRSU. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan para artis Simalungun, Damma Silalahi, Yanci Sinaga, Lamser Girsang dll. (tp)
Simalungun Do Sipukkah Huta I Tobing
Horas ma batta haganupan pambasa Bual Pokkalan on. Seng tarbahen lang maningon malas do uhurta romban halani ipargogohi Tuhan ope hita das bani panorang on janah soppat ope hita mambasa bual pokkalan on. Lang naido ?
Anggo hasomanta na ipokkalan, rattib do tong marbual pasal Simalungun on. Sattorap on das do parbualan doppak Tobing. Roh do homa si Awin Silangit hu pokkalan mambere hatorangan na buei soal Tobing sapari. Sonai homa Bapa Muliangsen Saragih roh do homa mamboan missini PMS Tobing na torus eksis marsimalungun. Buei tumang do pejuangni Simalungun on na roh hu pokkalan sattorap on. Posma Saragih Pamatang Bandar, Gonal Purba hun Bandar Huluan, Petrus Purba hun Sarbulawan, Efendi Saragih hun Kerasaan, Hamrin Ujung Padang, Albiner Gultom hun Bosar Maligas, Sita Damanik hun Pardagangan, Jaserman hun Sondi, Deduard hun Tiga Runggu, Kaliamsah hun Pane Tongah pakon Rijon hun Panombeian.
“Sonon ma namin tong-tong parrohni hasoman hun sion na daoh hu pokkalan na etek-etek on. Apalagi hasoman naro hun Tobing on, kader HIMAPSI homa, mattin pangahap” nini Jahomar manisei Awin pakon Muliangsen.
“Ai mada, anggo hanami partobing on, seng ongga lupa namarsimalungun on. Hassipe lang buei iarusi hanami pasal adat Simalungun, anggo hanami pag do jadi pangurusni Partuha Maujana Simalungun halani kebetulan hanami on kaderni HIMAPSI. Sedo na masuk hun jendela hanami on, jelas do kader terpimpin” nini Awin marbalos.
“Legan ge hata huria, ai aha hinan do parroh nassiam on, ai na adongdo gerakan na bayu ? Mase lang dihut Agusman Kapala Biro ?” ipasakkan Posma parrohni hasoman hun Tobing namambahen roh rattibni parbualan.
“Sonon ai” marsahap si Awin Langit sambil manjopput gulei ulog.”Saor songon na binotohta ia huta Tobing Tinggi ai, halak Simalungun do sipukkah huta. Salah sada ma ijai tokoh aima Tuan Bandar Kajum Damanik. Ra sadokah on ianggap hita do ai hutani Malayu, sasittongni halak Simalungun do penduduk aslini Tobing ai. Hassa, halani buei napamagouhon morgani jadi iagat halak use halak malayu. Anggo marosuh Tuhan, paulakon ma use jumbalangni Simalungun i Tobing. Bani tanggal 28 Juni nalaho roh on, pamasaon ma pamilihan Wali Kota i Tobing janah adongdo halak Simalungun na gabe calon, goranni Edi Sopian Purba nomor oppat ma ia holi. Binotoh do nassiam hasoman on seng dihut mamilih holi. Tapi yakin do hanami bahasa na buei tumang do hasoman, diha-diha, hade-hade pakon parpamilionta na legan i Tobing ai. Halani ai hanami mangindo ase bergerakma hita mangojur hasomanta na itobing ai ase mamilih bapa Edi Sopian on. Anggo ra do hita, pasti monang halak Simalungun i Tobing” nini Awin ibagas toruhni uhur.
“Ijado boi monang i Tobing halak Simalungun. Sedangkan i Siattar pe lang tar parjuangkon halak Simalungun jadi Wali Kota” nini Hamrin hundiparni meja perasaan pengamat politik senior.
“Hita Lang boi pesimis” nini si Sita Damanik menanggapi si Hamrin.
“Tongondo Lawei Damanik in” marbalos use si Gonal Bandar Huluan sambil mangindo kain lap tangan bani parpokkalan.”Kita harus optimis” nini Gonal use.
“Sekali mandi harus basah. Haganupan halak Simalngun i Tobing maningon jadi Team Sukkses janah seng manuntut pembayaran. Hita on haganupan ulang pitah marbuali ipokkalan on, maningon turun do hita hulapangan. Ulang balsap, atappe baggalan sahap” nini si Kaliamsa Panei Tongah optimis.
“OK dear ma ai” nini si Deduard perasaan memimpin sidang jemaat i Tiga Runggu. “Pabulat hita ma uhurta. Urupi hitama calon Simalungun ai. Ulang adong na mata duiton. Malah anggo boi sumbangkon hitama hinadonganta laho mangurupi calon ai. Posma uhurta ai na totapdo marsada Simalungun on hassipe agak pesak otik i Raya an. Baik,tutup hitama parbualanta. Tok, tok, tok “ ni Deduard. (paielis)
Pembinaan Aparat Dolok Panribuan Tetap Mantap
Tiga Dolok, SS
Kunjungan tim wartawan ke Kec. Dolok Panribuan (9/4) pembinaan aparat ke seluruh Pangulu Nagori oleh Camat terpantau baik, kinerja Pangulu nagori di 14 Nagori tetap semangat khususnya pelayanan kepada masyarakat yang menarik menyoal pembangunan melalui ADD dan PNPM semuanya terbangun melalui rakorbang tingkat kecamatan berarti demokrasinya cukup memuaskan hingga masyarakat puas atas aspirasi yang diusulkan, contoh di Nagori Ujung Bondar Pangulu Nagori Samsudiaman Purba mampu merubah manajemen pemerintahan yang dulu lamban dan kini 100 % berubah total, kata Op. Mikar dari Saribu Jawa II khususnya kebersihan pada posisi jalan negara semua Pangulu Nagori aktif bekerja dan tahun ini pengusulan rumah bedah untuk tahun 2013 tetap menjadi perjuangan Camat Dolok Panribuan James Siahaan, SSTP.
Masalah pertanian oleh Kepala BP4KP Kec. Dolok Panribuan Sahala Saragih tetap turun dan pantauan wartawan koran ini di kantornya terlihat rapat membicarakan pengendalian hama cukup serius dan terbukti hasil pembinaan (penyuluhan) cukup mantap kepada petani. Demikian juga hubungan Camat dengan Kepala Puskesmas UPTD Pendidikan Kec. Dolok Panribuan cukup baik dan mampu meningkatkan pelayanan yang baik hingga prestasi kerja di mata rakyat cukup menggembirakan kata M. Johan dari LSM Peduli Pembangunan dan Lingkungan di Tiga Dolok (M. Johan)
INFO SINGKAT DAERAH
Bandar Huluan, SS
Disiplin PNS adalah kewajiban setiap PNS untuk ditaati dalam rangka pelayanan kepada tuga pokok setiap PNS beda dengan Kepala Sekolah 091666 Naga Jaya I kata masyarakat lingkungan sekolah sering bolos kerja hingga proses belajar mengajar di sekolah ini sangat rendah mutunya perlu mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Kab. Simalungun (Tim)
Bandar Huluan, SS
Apel Pagi-Sore setiap hari kerja di Kantor Camat Bandar Huluan perlu dicontoh semua PNS di Kec. Bandar Huluan, semua masyarakat memperhatikan baju dinas lengkap hingga gagah kelihatannya. Ketika wartawan masuk ruangan kantor 6 ruangan di sekat (dibatas) transparan untuk pelayanan kata Sekcam WE. Malau, S.Sos mewakili Camat Bandar Huluan Roganda Sihombing, A.P. Msi kepada wartawan koran ini (4/4) di ruangan kerjanya.
Kecamatan Bandar Huluan terdapat kebun laras PTPN IV, jadi masyarakat sangat familiar dengan kebun termasuk di izinkan manager kebun menagar kebun laras untuk bebas ternak hal ini diucapkan terima kasih kepada manager karena sudah membantu masyarakat untuk penggenderan jalan Kabupaten kira-kira 10 km dan menurut info berkembang hal itu adalah bantuan dari Kebun Laras PTPN IV Cuma ada kekurangannya KURANG RAPI. Sesungguhnya CORPORATE SOSIAL RESPONCEBILITY tidak sebanding kata tokoh-tokoh masyarakat Bandar Huluan, maksudnya HARUS RAPI (M. Johan)
Pematang Bandar, SS
Camat Pematang Bandar Beres Manullang, SH rajin turun lapangan untuk insveksi ke seluruh nagori-nagori di wilayah kerjanya hampir semua pembangunan yang ada di Kecamatan ini mendapat pengawasan dari Camat sesuai tupoksi. Semua staf bekerja dengan baik dan saling bekerjasama untuk pelayanan kepada masyarakat, hanya saja jalan menuju ke Pematang Bondar dari Kerasaan kira-kira 7 km. penuh lubang untuk ditutup segera hal ini masukan kepada Pemkab Simalungun (Bangun)
Pematang Bandar, SS
Puskesmas Pematang Bandar di pantau wartawan (4/4) pada jam 14.30 Wib petugas atau PNS dalam daftar urut 35 dengan pimpinan dr. Donald Rudi Pangaribuan. Dokter yang satu ini rajin ke lapangan untuk melakukan pemantauan kepada semua bawahannya. Karmetta Pakpahan petugas piket mengatakan bahwa hari ini pasien berobat hanya 14 orang demikian Karmetta berujar kepada wartawan sambil melayani pasien yang diketahui KTU saudara Untung. (Bangun)
Bahbirong Ulu, SS
Kasek SD Negeri 095178 Kec. Sidamanik Mei Julita Pardede, S.Pd merupakan sosok Kasek yang rajin dan mengamati guru-guru yang mengajar dan dirinya tidak setuju guru-guru ngerumpi apalagi terlambat dirinya senantiasa duluan hadir dan belakangan pulang semua diperhatikannya dengan seksama salah satu contoh Poltak M. Sihite yang terlambat saat itu langsung ditegor agar tidak terlambat lagi di lain hari. Seandainya banyak Kepala sekolah yang mencontoh sosok ibu Mei Julita Pardede, S.Pd yang selalu datang duluan balik belakangan pasti banyak sekolah di Kab. Simalungun ini yang maju. (Alpijor).
Bahbirong Ulu, SS
SD Negeri 094147 Afd. D BBU di pimpin Kasek Malum Lumban Batu, S.Pd dengan jumlah murid 18 orang Guru 6 orang kasek jarang masuk atau bolos para guru terkesan malas karena jumlah murid yang sedikit. Ketika wartawan bertanya kepada guru “mengapa malas” dijawab guru yang saat itu mengaku mengajar sedang kasek sudah malas apalagi kami anak buah (Alpijor)
Sibungabunga- Tigabalata, SS
Walau Kasek SD Negeri 094147 tak berada di sekolah 10 guru lainnya aktif bekerja di sekolah bagi guru yang sedang menunggu giliran mengajar berada di ruangan guru, membaca atau membuat persiapan mengajar berarti ibu L. br. Purba benar-benar disenangi anak buah dan juga murid-murid yang jumlahnya 95 orang (Alpijor)
Tapian Dolok, SS
K. Sinaga, A.Ma.Pd Kasek SD 095556 (7/4) saat dikunjungi wartawan tidak berada di sekolah menurut para guru sering kurang sehat dan juga diakui anaknya yang mengajar (menjadi guru honor) di sekolah tersebut hingga kata orang para orang tua murid “Kalau bisa agar ibu tersebut berobat dengan aktif” karena kalau sakit tentu anak-anak kami menjadi korban tidak diawasi (Alpijor)
Pematangsiantar, SS
SMK Negeri 3 Kota Pematangsiantar terletak di Tapian Dolok adalah wajah kecamatan Tapian Dolok kata M. Johan akan jauh lebih menarik kerapiannya kalau pagar-pagar sekolah tersebut diperbaiki yang parkir dibenahi dan tentu di padu dengan warna cat, kemudian semua kendaraan teratur di luar pagar saran kepada Kepala sekolah agar hal tersebut diatas menjadi saran dari tokoh masyarakat M. Johan ST di loby Siantar Hotel (KS).
Kebun Bangun PTPN 3, SS
Wartawan koran melintas di Kebun Bangun PTPN 3 (7/4) terlihat lembu makan daun kelapa sawit kira-kira 250 meter dari Kantor Manager ketika wartawan menyampaikan hal ini kepada manager lewat satpam Jumianto menurutnya para pejabat tidak ditempat karena saat ini para Papam sedang di nonaktifkan (untuk sendiri) di gantikan Jatiaman Sinaga (Sita)
Puskesmas Bangun,SS
Kantor Puskesmas Bangun (7/4) tetap aktif pelayanan 24 jam saat wartawan di sana ada 4 pegawai bertugas suasana tetap bersih baik halaman tetap rapi hanya ada 5 kursi rusak dan lemari obat ada 2 kondisinya rusak berat walau Kepala Puskesmas dr. Zulfanizar tidak berada di kantor Pelayanan tetap berjalan sebagaimana biasanya. (Sita)
Perdagangan, SS
Puskesmas Perdagangan saat ini di pantau wartawan (9/4) beroperasi dengan padat akan tetapi rumah sakit umum sepertinya lengang hingga timbul pertanyaan mengapa demikian? Syarifuddin, AMG selaku KTU mewakili dr. Paula Purba mengatakan dalam mengoperasikan pelayanan sudah ada ketentuan baru dari puskesmas dan rumah sakit umum. Ketika wartawan berkunjung ke rumah sakit umum Jhon selaku KTU berujar pihaknya tetap melaksanakan tugas sesuai petunjuk diakui pasien kurang masyarakat banyak berobat ke rumah sakit swasta di Pematangsiantar. (Sita)
Habatu Kec. Bandar, SS
Wartawan koran ini melintas di Habatu terlihat SD Negeri 091658 (9/4) dua lokal rusak berat terkesan sekolah ini kurang terurus perlu perhatian Ka. UPTD Dinas Pendidikan Kec. Bandar sekolah ini persis di pinggir jalan dan menjadi perhatian masyarkat umum tentu butuh keindahan, kebersihan, kerapian hingga masyarakat percaya kepada dunia pendidikan kata M. Johan, ST (Sita).
Bandar Huluan, SS
Masyarakat membangun tentu harus memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB) ketika wartawan koran ini (9/4) berkunjung ke Panglong milik bermarga Saragih mengaku dirinya telah membangun 4 pintu ukuran 4 x 10 meter dan urusannya sudah ditangani pangulu nagori Bandar Tongah Nasaruddin Damanik hanya saja menunggu hitung-hitungan saja kata Saragih jelasnya dari sini PAD Kec. Bandar Huluan kemudian galian C. (Tim)
Bandar Tongah, SS
SD Inpres 095254 Bandar Tongah Kec. Bandar Huluan persis di pinggir jalan memiliki kamar mandi jelek dan mencerminkan ketidak pedulian terhadap publik mata masyarakat sakit memandangnya karena mempertontonkan kebodohan padahal gampang kerjanya untuk membuat yang rapi, indah yaitu kerjasama yang baik di antara guru dan Kasek (Mare)
Dolok Marangir, SS
Keahlian seorang dokter sudah barang tentu dibutuhkan akan tetapi masih ada kerjaan dokter di rumah sakit swasta Dolok Merangir harus dua kali kerja orang tua pasien mengeluh kepada wartawan Kaki pasien yang terluka beberapa minggu yang lalu kurang bersih mengakibatkan demam dan harus dibersihkan lagi kalau terjadi apa-apa yang pasti saya pasti mengadu kata ibu pasien tadi kepada wartawan (Susi)
Jembatan Simpang Dua, SS
Semangat kerja pada PNS di Jembatan tumbang ini perlu diteladani siang malam bekerja untuk PAD Propinsi Sumatera Utara berpakaian rapi dan lengkap sehingga gagah semuanya kelihatan demikian juga halnya pada jembatan Dolok Merangir hanya saja jalan milik Kementerian PU RI yang katanya dibawah pengawasan kantor balai Wilayah II di Jalan Sakti Lubis Medan kurang memperhatikan, jadi lewat info ini agar diperbaiki (Alpijor)
Pematang Raya, SS
Rencana kemajuan Presiden ke Simalungun (14/4/2012) tentu akan disambut dengan meriah dalam rangka ini terlihat Dinas PU Propinsi melakukan pembenahan Jalan Hotmix di beram jalan ada pagar berambu merah putih di halaman kantor Bupati Simalungun pemasangan teratak dan umbul-umbul hampir semua kantor-kantor di sepanjang jalan berbenah untuk keindahan hanya saja masyarakat sepertinya biasa-biasa saja (10/4) (LM)
Jalan Propinsi Simpang II, SS
SD Negeri 091301 Pematang Panei Kasek D. Tampubolon, S.Pd, SD Negeri 096779 Jonggir Letto Kasek R. Sitanggang, SD Negeri 095143 Simpang Sigodang Kasek R. Sirait demikian juga SD Negeri 098082 Kasek D. Sitorus, S.Pd pantauwan wartawan koran ini (10/4) melaksanakan pembenahan pengecetan yang rapi dan tampil baik demi menyambut kunjungan R2 ke Kab. Simalungun (LM).
Simpang Kerang, SS
Kebersamaan keluarga serta penenangan pikiran sangat kita idam-idamkan dalam hidup ini, penenangan pikiran butuh kesenangan yang sangat prima karena itu kita luangkan waktu bersama keluarga untuk refresing. Memang banyak tempat-tempat yang bagus di Kab. Simalungun ini untuk refresing sekarang tergantung kita tinggal memilih mana tempat yang cocok, nyaman, terjangkau dan pas bagi keluarga kita. Water Park adalah tempat yang sesuai untuk keluarga anda dimana tiket dan fasilitas masih terjangkau, tiket masuk hanya Rp. 35 ribu / orang semua permainan mulai dari anak-anak hingga dewasa lengkap di sana pokoknya dijamin heppy. Permainan prosotan yang sangat tinggi juga ada di sana tetapi harus didampingi pegawainya siapa yang ingin mencobanya silahkan untuk menguji keberanian anda. Tetapi anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan (LM).
Parapat, SS
Suasana SMP Negeri 1 (28/03) ketika di temui wartawan koran ini dalam kondisi tertib belajar semua guru hadir, demikian juga anak didik tertib belajar, Tanwal Densius Purba selaku Kasek mengatakan bahwa ujian Mid Semester diawasi dengan baik berjalan lancar sebagaimana mestinya (Bangun).
Pinang Ratus, SS
Ketua Gapoktan Pinangratus R. Napitupulu mengatakan bahwa mereka menerima Rp. 100 juta dari negara dan sudah di bagikan kepada anggota dan perkembangannya berjalan dengan baik, pengembalian ke negara tetap dilakukan anggota dan di harapkan dalam waktu dekat lunas, hal itu dikatakan R. Napitupulu di hadapan Edward Mangunsong, Amd selaku kordinator BP3KP Kec. Horlang Hataran (M. Johan).
Tonduhan Tangga Batu, SS
SD Negeri 091510 Sitampulak Kec. Tonduhan Tumiar Samosir yang mengaku kelahiran 15-10-1952 dan akan segera pensiun. Jumlah guru 10 honor 3 kondisi rumah dinas guru rusak berat hingga tidak ditempat, sementara ruang kelas cukup baik dan bersih (M. Johan)
Tonduhan, SS
SMP Negeri 1 Kec. Tonduhan tahun tidak mendapat bantuan rehabilitasi walau ada usul rehab kantor ke kantor Dinas Pendiidkan Kab. Simalungun ruangan kantor kondisinya sudah rusak asbes cat melepuh, sudah saatnya untuk di rehabilitasi demikian kata kasek kepada wartawan koran ini.
Gunung Malela, SS
SD Negeri 09320 Afd. 2 Serapuh Kec. Gunung Malela, Kasek S. Purba. Menurut kasek bahwa Tahun 2012 mendapat rehabilitasi 2 lokal sementara kondisi rusak berat 5 lokal. Masalah di sini hanya atap yang rusak kemudian rangka atap. Hal ini perlu mendapat perh Bupati Simalungun, agar sekolah ini tetap menjadi sekolah favorit di Serapuh jumlah murid 220 guru 12 (M. Johan)
Gunung Malela, SS
SD Negeri 091261 Perk Bangun dengan Kasek Tambun Purba, S.Pd di sekolah ini bahwa memiliki perpustakaan dan mengakui miliki 1 unit laptop. Di sekolah ini tahun 2012 tak ada, walau ada usul 1 lokal. Jumlah murid 210 guru 10 dengan rincian PNS 7 honor 3, juga menurut Tambun Purba kamar mandi dan WC menjadi hal yang utama terbukti bersih (M. Johan)
Gunung Malela, SS
Kasek SD 09160 Siti Fatimah saat tim wartawan berkunjung ke sana Kasek tidak berada di tempat menurut para guru yang sedang duduk bersama di teras bahwa Kasek sedang tugas keluar atau dilapangan. Ketika wartawan bertanya di mana kantor di jawab tidak ada hanya menumpang di perpustakaan, jumlah murid 200 guru tidak ada keterangan dari Kepala Sekolah saat itu jam 11.00 Wib murid-murid lari-lari seperti tak belajar (M. Johan)
GUNUNG MALELA,SS
SMP Swasta Gotong Royong yang sudah berdiri puluhan tahun dan telah banyak melahirkan anak didik berhasil di daerah dan di pusat, kondisi sekolah rapi, bersih dan proses belajar mengajar sangat mantap, memiliki guru 19 dan ada dari PNS, jumlah murid 150. menurut salah seorang orang tua Anto mengatakan bahwa anaknya ketika tamat dari SD di Serapuh ini akan saya buat sekolah di SMP Swata Gotong Royong alasannya mudah melakukan pengawasan kalau ke kota sudah pasti biaya tinggi dan melakukan pengawasan sulit (M. Johan)
Gunung Malela, SS
Kec. Gunung Malela di mata rakyat terdiri dari 16 Nagori dengan jumlah penduduk 35357 sementara program e-ktp telah mencapai 80% ketika tim wartawan tiba di Kantor Camat Bapak Ronny Rudianto, SSTP, M.Si sedang siap-siap turun ke lapangan hingga wartawan dihadapkan kepada Kasi Pemerintahan SK. Kaban SIP. Menurutnya Camat kepalangan untuk menggenjot target PAD kemudian bahwa retribusi galian C belum dapat diterima alasannya Perda yang mengatus Galian C belum jelas. Di kecamatan ini ada 5 tangkahan dan warnet cukup banyak dan IMB sebagai sumber PAD tapi Perda yang mengatur retribusi untuk itu tidak jelas pengaturannya, jadi pihaknya sangat hati-hati kata SK kaban SIP kepada wartawan koran ini (M. Johan)
Gunung Malela, SS
Nagori Pematang Sahkuda merupakan nagori padat penduduk di sekitarnya terdapat perkebunan SIPEF persis di Muka kantor Pangulu Nagori Jembatan pada posisi terancam longsor. Ketika wartawan berbincang-bincang dengan sekretaris Aripeni, P mengatakan bahwa raskin, PNPM dan pelayanan e-ktp lancar dan berjalan dengan baik cetusnya mewakili Pangulu Nagori Bapak Supendi. (M. Johan)
PERDAGANGAN, SS
Lurah Perdagangan 3 Sahat Manik mengatakan bahwa tanah Veteran yang dinyatakan sudah dijual hal itu benar tetapi tidak melalui kelurahan “Transaksi jual beli melalui notaris jadi bagi kami kalau penguru veteran Kabupaten Simalungun merasa kehilangan silahkan dibuat plang nama agar terbongkar persoalannya kami siap melayani, meluruskannya tegas lurah (29/3) (Sita)
PEMATANGSIANTAR, SS
SD Negeri 122400 di Tojai Baru Kota Pematangsiantar ketika dihubungi wartawan di wakili staf mengatakan bahwa proses belajar mengajar berjalan lancar disiplin PNS atau guru baik walau Kepala Sekolah lagi tugas luar semua berjalan sebagaimana biasanya. Murid kelas I dan Kelas II pulang jam 10.00 Wib, 3, 4, 5, 6 pulang pukul 11.00 Wib kata guru mewakili M. Zega, S.Pd (30/3) kepada wartawan koran ini (Alpijor)
TEBING TINGGI, SS
Para pekerja di ruas jalan Negara desa Limbong-Tebing Tinggi terlihat melakukan pengerukan Kotak dengan kapur putih sebagian telah di gergaji mesin dan sebagian telah ditutup dengan hotmix hanya saja ketebalannya kira-kira 4 cm. di sepanjang jalan ini ketinggian muka jalan dengan beram antara 10 s/d 30 cm cukup berbahaya untuk roda dua, demikian pantauan wartawan di lapangan (9/4) (LM).
DOLOK MARAJA, SS
Tugas Pangulu Nagori sangat berat dan ringan kalau semua pihak dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ketika wartawan koran ini berkunjung ke kantornya (2/4) Rusli Damanik menceritakan masalah di daerahnya bahwa masyarakatnya membutuhkan listrik di daerah desa Bintang Mariah penarikan jaringan lewat perkebunan PT. Bridgestone. Awalnya PT. Bridgestone sudah memberikan izin tetapi akhirnya ditolak karena harus memotong pohon rambung 178 pokok katanya kepada wartawan, harga 1 pokok Rp. 600 ribu jadi semuanya Rp. 108 juta, kontraktor PLN asal Medan sudah memancangkan tiang sampai ke desa Bintang Mariah ketika menarik jaringan semua tanaman karet yang mengganggu harus dipotong hal inilah yang membuat pihak perkebunan melalui Manager Sihotang keberatan dan akhirnya batal. Ketua LSM Peduli asal peduli Drs. CH. Edison Pangaribuan mengatakan kepada wartawan “Bahwa HGU No. 114 Tahun 1997 pada DIKTUM menetapkan ketiga huruf C pemegang HGU diwajibkan untuk membangun serta memelihara prasarana lingkungan dan fasilitas tanah dalam areal tersebut”. Jadi tidak ada alasan PT. Bridgestone untuk mempersulit kepentingan masyarakat desa Bintang Meriah, Nagori Dolok Maraja Kec. Tapian Dolok tegas Edison. Ditambahkan Pangulu Nagori bahwa di desanya program PNPM, raskin, e-ktp hampir 95% berjalan dengan baik, disiplin masyarakat di bidang pajak sangat maju tiba di urusan kepentingan rakyat yaitu listri dipersulit pihak PT. Bridgestone. Apakah hanya kepentingan yang diperhatikan tanpa memahami kewajiban yang tertuang di HGU? Pihaknya bertanya (LM).
PEMATANGSIANTAR, SS
Lokasi SMA Negeri 5 Pematangsiantar yang strategis dan baik untuk pendidikan, nyaman dan gampang ditempuh sesuai lokasinya, seiring dengan perkembangan pembangunan di Kota Pematangsiantar, selama ini banyak orang bertanya-tanya menyoal kepemilikan atau sebut saja status tanah yang pasti tanah itu adalah milik YENPO pengusaha kolam renang Detis. Menurut Kasek SMA Negeri 5 Drs. Hasbiansyah Sinaga bahwa pihaknya telah diizinkan untuk tetap memakainya untuk sekolah, karena sudah ada kecocokan tukar guling dengan Pemko P. Siantar dengan menyediakan lahan pemerintah kira-kira 200 Ha di tanah Tanjung Pinggir milik negara yang menjadi masalah adalah tanah Tanjung Pinggir sudah habis dibagi-bagi masyarakat orang tertentu untuk memperkaya diri sendiri kepada masyarakat di himbau untuk hati-hati karena bakal di atur di tata sesuai program Pemerintah kata M. Johan Direktur Eksekutif LSM PPL di Balai Kota baru-baru ini (Alpijor).
TAPIAN DOLOK, SS
Pembangunan plat beton di Jl. Veteran persis di persimpangan Jalan Medan-Sinaksak adalah swadaya masyarakat. Diperkirakan dananya kira-kira Rp. 20 juta dan soal ini (3/4) sudah hampir 50% bahan bangunan sudah tersedia hanya yang kurang soal ini adalah upah kira-kira Rp. 5 juta kata Edison Hutasoit Sekretaris Panitia mewakili Sukoco Winarto selaku ketua Panitia, diharapkan dalam waktu dekat selesai hingga banjir-banjir yang merusak jalan Veteran tidak akan terjadi lagi. Rencana pembanguan ini adalah MUSRENBANG jadi rakyat pun bisa membangun sebagaimana di desa-desa lainnya di seluruh indonesia kata Edison Hutasoit dengan senyum kepada semua masyarakat yang berpartisipasi khususnya pengusaha di ucapkan terima kasih banyak dan hasil pembangunan ini adalah binaan lurah Sinaksak Bapak Ivan P. Nasution, SH, MSP yang didukung Camat Tapian Dolok Drs. Wiliamer Saragih. Pembangunan plat beton ini menjadi contoh terbaik di Kab. Simalungun dari sudut pandang wartawan kata Drs. CH. Edison Pangaribuan di Kantor Camat Tapian Dolok (LM).
TIGA BALATA, SS
Jembatan Jalan Negara persis di samping SD Plus Tiga Balata hampir putus perlu mendapat perhatian kantor Balai Wilayah I Medan Kementerian PU Republik Indonesia pantauan wartawan (11/4) di lokasi jembatan. Hal ini sangat berbahaya apalagi posisinya pada Kepala Jembata (LM)
TIGA BALATA, SS
Perkumpulan marga keluarga besar Nainggolan Kab. Simalungun melakukan acara silaturahmi (9/4) di halaman SD Plus Tiga Balata sangat meriah dan bersahabat, penuh sukacita dan bertanggung jawab. Terpilihnya pengurus KBN Kab. Simalungun Arifin Nainggolan, SH sebagai ketua Guntur Nainggolan Ketua I, Lindung Nainggolan Sekretaris, Amson Sijabat sebagai Bendahara dan koordinator setiap kecamatan di Kab. Simalungun melalui perkumpulan ini tentu akan terciptalah kerjasama yang baik satu arah untuk membangun marga terlebih-lebih negeri ini saling tolong menolong dan mampu menunjukkan organisasi contoh di Kab. Simalungun. Hadir dalam acara ini Drs. RE. Nainggolan. MM selaku penasehat Propinsi Sumatera Utara, Palor Nainggolan selaku Ketua Umum Propinsi Sumatera Utara dan DR. Januari Siregar selaku Ketua Umum Patogar Propinsi Sumatera Utara di Kab. Simalungun, anak, boru, ibebere diperhitungkan kurang lebih 1500 (KS)
Menyongsong UN Jangan Bantu Siswa Jawab Soal
Simalungun,SS
Biasanya, menyongsong Ujian Nasional (UN) SMU dan SMK, Senin (16/4), setiap daerah seperti Simalungun selalu melakukan persiapan untuk memperlancar kegiatan. Namun, bagi kepala sekolah dan para guru diminta tidak membantu siswa mengisi lembaran jawaban. “Setiap sekolah tidak salah membuat target kelulusan maksimal mungkin sampai 100 persen. Tapi, untuk meraih target itu jangan menghalalkan segala cara,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Simalungun, Sulaiman Sinaga kepada wartawan, Selasa (10/4)
Dijelaskan, tingginya tingkat kelulusan sekolah tidak selalu signifikan dengan kualitas suatu sekolah. Kemudian, bukan berarti tingkat kelulusannya rendah, sekolah tersebut tidak berkualitas. Indikator bahwa suatu sekolah berkualitas adalah seberapa besar siswa yang lulus itu diterima di perguruan tinggi negeri.
Apabila ada kepala sekolah atau guru membantu siswa menjawab soal ujian tertulis, harus ditindak tegas. Tidak perlu kelulusan tinggi tetapi yang lulus itu tak berkualitas. “Inilah yang dibilang pembohongan dan pembodohan itu ,” jelas Sinaga.
Karena nilai pendidikan mengandung nilai kejujuran, sudah Saatnya UN di Simalungun bersih dan bebas dari hal-hal yang dapat menghambat terciptanya sumber daya manusia berkualitas. Sekolah diminta untuk tidak hanya mengejar target kelulusan. Tapi, harus meningkatkan kualitas dari kelulusan tersebut.
Sebelum UN berlangsung, Komisi IV DPRD Simalungun yang khusus membidangi pendidikan segera mengundang dinas terkait. Termasuk aparat yang berada di kecamatan untuk tidak mencederai pelaksaan UN. Sehingga, UN di Simalungun berkualitas. Bebas dari segala pembodohan dan pembohongan.
Menurut informasi dan ini selalu terjadi setiap tahun menjelang UN, ada sejumlah kepala sekolah yang melakukan rapat tertutup membahas tentang penempatan guru atau pengawas di ruang kelas sekolah. Tujuannya, membantu siswa mengisi ujian.
“Saya mengetahui. Setiap menjelang UN ada rapat gelap dilakukan antara kepala sekolah untuk mengkondisikan pengawas. Kalau tahun ini, kita harap itu tidak ada lagi dan biarkan proses UN berlangsung jujur,” jelas Ketua Fraksi PDI-P, Truly Anto Sinaga.(tp)
PAD Tebing Tinggi 2011 Meningkat 117,75 Persen"
Tebing Tinggi,SS
Pendapatan asli daerah Kota Tebingtinggi pada tahun anggaran 2011 meningkat hingga 117,75 persen dari target. Target PAD pada APBD TA 2011 direncanakan 28,590 milyar dan berhasil direalisasikan mencapai Rp33,665 milyar. Sedangkan pendapatan dari dana perimbangan relative stabil, yakni 100,36 persen atau senilai Rp303, 933 milyar dari target 302,844 milyar.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Tebingtinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM, Senin (9/4), saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota TA 2011, dalam sidang paripurna DPRD dipimpin Ketua H.Syahrial Malik dan para Wakil Ketua H. Ch. Mukmin Tambunan, SE dan H. Amril Harahap.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Tebingtinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM, Senin (9/4), saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota TA 2011, dalam sidang paripurna DPRD dipimpin Ketua H.Syahrial Malik dan para Wakil Ketua H. Ch. Mukmin Tambunan, SE dan H. Amril Harahap.
Dikatakan realisasi PAD itu diperoleh dari realisasi penerimaan pajak daerah Rp9,938 milyar, retribusi daerah Rp5,387 milyar, pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp2,867 milyar serta pendapatan lain-lain Rp15,471 milyar.
Sedangkan dari dana perimbangan DAU/DAK, terdiri dari dana bagi hasil pajak Rp19,898 milyar, DAU Rp261,948milyar dan DAK Rp22,086 milyar serta lain-lain pendapatan yang sah Rp74,597 milyar. Pendapatan lain-lain yang sah itu terdiri atas, dan abagi hasil pajak Rp9,436 milyar, dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp33,225 milyar serta bantuan keuangan provinsi atau Pemda lainnya Rp4,350 milyar. Dari semua pendapatan itu, total keseluruhan APBD TA 2011 mencapai Rp412,196 milyar,” ujar Wali Kota Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM.
Namun belanja APBD TA 2011, terealisasi Rp437,485 milyar. Atau 89,61 persen dari rencana belanja Rp488,186 milyar. Belanja itu meliputi belanja tidak langsung Rp229,424 milyar serta belanja langsung Rp208,060 milyar. Selain itu, Pemko Tebingtinggi memperoleh Silpa Rp57,983 milyar.
Dilaporkan pula beberapa program wajib yang berhasil dilaksanakan. Misalnya di sektor kesehatan, hanya terdapat 21,41 persen pria yang mempunyai keluhan kesehatan, sedangkan perempuan hanya 21,08 persen dari total penduduk berdasarkan Susenas 2010.
Disektor pendidikan, tingkat angka partisipasi sekolah mencapai 114,03 persen untuk SD, 130,50 persen untuk SMP dan 106,54 persen untuk SMA. “Hal ini merupakan cermin anak-anak di Kota Tebingtinggi memiliki peluang besar menikmati pendidikan serta keluarga yang sadar dan mampu menyekolahkan anaknya,,” ujar Wali Kota.
Berbagai sektor urusan wajib juga menunjukkan keberhasilan, misalnya sektor perumahan, pekerjaan umum, koperasi dan UMKM, pustaka dan informasi dan perhubungan.(TT-01)
Sedangkan dari dana perimbangan DAU/DAK, terdiri dari dana bagi hasil pajak Rp19,898 milyar, DAU Rp261,948milyar dan DAK Rp22,086 milyar serta lain-lain pendapatan yang sah Rp74,597 milyar. Pendapatan lain-lain yang sah itu terdiri atas, dan abagi hasil pajak Rp9,436 milyar, dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp33,225 milyar serta bantuan keuangan provinsi atau Pemda lainnya Rp4,350 milyar. Dari semua pendapatan itu, total keseluruhan APBD TA 2011 mencapai Rp412,196 milyar,” ujar Wali Kota Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM.
Namun belanja APBD TA 2011, terealisasi Rp437,485 milyar. Atau 89,61 persen dari rencana belanja Rp488,186 milyar. Belanja itu meliputi belanja tidak langsung Rp229,424 milyar serta belanja langsung Rp208,060 milyar. Selain itu, Pemko Tebingtinggi memperoleh Silpa Rp57,983 milyar.
Dilaporkan pula beberapa program wajib yang berhasil dilaksanakan. Misalnya di sektor kesehatan, hanya terdapat 21,41 persen pria yang mempunyai keluhan kesehatan, sedangkan perempuan hanya 21,08 persen dari total penduduk berdasarkan Susenas 2010.
Disektor pendidikan, tingkat angka partisipasi sekolah mencapai 114,03 persen untuk SD, 130,50 persen untuk SMP dan 106,54 persen untuk SMA. “Hal ini merupakan cermin anak-anak di Kota Tebingtinggi memiliki peluang besar menikmati pendidikan serta keluarga yang sadar dan mampu menyekolahkan anaknya,,” ujar Wali Kota.
Berbagai sektor urusan wajib juga menunjukkan keberhasilan, misalnya sektor perumahan, pekerjaan umum, koperasi dan UMKM, pustaka dan informasi dan perhubungan.(TT-01)
Mataram, SS
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang mengatur pegawai negeri sipil wajib melaporkan kekayaannya.
"Undang-undang yang mengatur PNS wajib melaporkan kekayaannya tengah disiapkan, agar ada landasan hukum yang jelas terkait hal itu," kata Azwar, usai pembukaan sosialisasi reformasi birokrasi Regional II yang dipusatkan di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (9/4).
Sosialisasi reformasi birokrasi yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) di Regional II meliputi seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa, Bali, NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan itu, akan berlangsung hingga 12 April 2012.
Ia mengatakan, sejauh ini baru pejabat penyelenggara negara yang melaporkan harta kekayaannya secara langsung di hadapan publik, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kepala daerah dan pejabat di sejumlah instansi negara di pusat dan daerah wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK di hadapan publik.
KPK memfasilitasi penyampaian LHKPN di hadapan publik itu sesuai amanat Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Pasal 5 Undang Undang Nomor 28 tahun 1999 itu menegaskan bahwa setiap penyelenggara negara berkewajiban untuk melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum, tengah menjabat dan setelah menjabat.
Sesuai pasal 13 Undang Undang nomor 13 Tahun 2002, KPK bertugas melakukan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara.
"Kalau bukan pejabat publik tidak wajib, sehingga diinisiasi untuk membuat undang undang yang mengatur hal itu, kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah," ujarnya.
Menurut mantan Penjabat Gubernur Aceh itu, aturan yang mengharuskan PNS melaporkan kekayaannya secara berjenjang, semenjak menjadi PNS, naik pangkat hingga menempati jabatan tertentu, dapat dipenuhi dari dua cara.
Selain meminta KPK mewariskan kewenangan untuk memfasilitasi penyampaian LHKPN, juga dapat berupa pembuatan regulasi baru berbentuk undang undang.
"Kalau tunggu KPK beri kewenangan, tampaknya agak rumit, makanya cara terbaiknya yakni membuat undang undang baru yang di dalamnya mengatur kewajiban PNS melaporkan harta kekayaannya kepada atasan langsung melalui pejabat inspektorat," ujarnya.
Aswar menambahkan, Kementerian PAN dan RB menjadi koordinator penggodokan undang undang tersebut, dan hal itu telah dimulai.
Diharapkan, regulasi baru itu dapat segera ditindaklanjuti di gedung perwakilan rakyat agar ada regulasi pasti soal keharusan PNS melaporkan kekayaannya.
"Mudah-mudahan bisa cepat, tengah diupayakan, karena regulasi itu dibutuhkan dalam mengimplementasikan program percepatan reformasi birokrasi," ujarnya. (Ant)
Langganan:
Postingan (Atom)